NovelToon NovelToon
Wasiat Terakhir Ibu

Wasiat Terakhir Ibu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dokter / Romansa
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yehppee

🍀AYO, MAMPIR 🍀
Galang Langit jatmika sama sekali tidak mengenal sosok Hanum Sekar Salsabila.

Tapi di ranjang kematian ibunya, ia di paksa mengucap ijab Kabul untuk menikahi gadis itu.

"Nikahi Sekar, jaga gadis itu untuk ibu."

Pernikahan tanpa cinta, masa lalu yang datang, dan rumah tangga yang semakin terasa hambar.

Tapi bagaimana kalau wasiat itu justru jadi jalan satu-satunya untuk menyembuhkan hati mereka berdua yang penuh luka?


Yuk, cari jawabannya di sini 🍀

°°°°°°°°

Jangan lupa subscribe, like, vote, dan komen🫶

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yehppee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28. Pesan dari Bandung

Malam di Tarogong terasa jauh lebih dingin setelah semua tamu pulang.

Suara motor terakhir menghilang di ujung gang, menyisakan rumah yang kembali sunyi. Dari luar, terdengar suara jangkrik dan kodok yang saling bersahutan samar.

Sepeninggalan rekan-rekan rumah sakit, memilih tidak pergi ke masjid untuk membantu Sekar membereskan rumah. Gadis itu tampak di sibukkan dengan piring-piring kotor bekas perjamuan sederhana tadi.

"Di depan udah gak ada lagi piring atau gelas yang tertinggal?" tanya Sekar sembari menatap suaminya yang meletakkan sapu ijuk di pojok ruangan.

"Sudah," jawabnya singkat.

Galang menuangkan air teh hangat ke dalam cangkir lalu duduk di kursi meja makan menemani Sekar yang belum selesai mencuci piring.

Galang sesekali melirik Sekar yang membelakanginya.

"Barusan, teman lama dari Jakarta mu itu ikut juga ke sini." Ucap Galang datar.

Seketika kedua tangan Sekar menggantung di udara. Namun ia buru-buru lagi menuntaskan pekerjaannya.

"Kalian tinggal di daerah sama waktu di Jakarta?" Galang meletakkan cangkir di meja.

"Ya. Tempat aku tinggal dengannya cukup berdekatan, kenapa?" tanya Sekar, fokusnya masih pada piring.

Galang mengangguk, "begitu."

Suasana hening sesaat.

Sekar mematikan keran setelah cuciannya selesai.

"Barusan, aku lihat kalian seperti tengah menghindar kontak mata. Kenapa?" tanya Galang lagi.

Kali ini Sekar menatap suaminya, "kenapa apanya?"

Galang menatap istrinya lama, lalu kembali mengalihkan pandangannya ke cangkir teh lagi.

"Apa ada sesuatu di antara kalian?"

DEG!

Saat itu juga, kalimat yang di lontarkan oleh Galang membuat dada Sekar terasa diremas. Apakah Galang diam-diam memperhatikan gerak-geriknya selama Arif ada di rumahnya?

"Se-sesuatu apa maksud A Galang?" tanya Sekar tercekat.

"Tidak perlu di bahas. Istirahat, aku rasa kamu lelah seharian karena harus menyiapkan makanan untuk semua temanku." Ujarnya seraya berdiri dan meraih cangkir teh.

Saat Galang sampai di ambang pintu, Sekar berucap sehingga pria itu menghentikan langkahnya.

"Apa Aa sedang marah sama aku?" tanya Sekar.

Galang perlahan berbalik dan menatap wajah istrinya. "Tidak, dan untuk apa aku harus marah? Aku tidak terlalu tertarik tentang kisahmu dan teman lamamu. Aku tidur dulu, besok harus berangkat pagi."

Galang langsung kembali meneruskan langkahnya tanpa menunggu jawaban dari Sekar. Sedangkan gadis itu berdiri mematung seraya mengigit bibir bawahnya, Sekar merasa kalau hari ini Galang tengah marah kepadanya.

Lalu terdengar suara rengekan kecil dari arah kamar. Sekar gegas mematikan lampu dapur dan menuju kamar.

Saat sampai di depan kamar, ia mendapati Galang yang tengah menggendong Faiz.

"Mau dibawa kemana?" tanya Sekar heran.

"Faiz tidurnya muter. Aku nggak mau istirahatmu terganggu, selamat tidur." Ujarnya seraya keluar dari kamar dan menuju kamar Bu Rahman yang sudah lama tidak ditempati.

Sekar diam, ia menatap punggung lelaki itu.

.

.

.

Pagi hari sekitar pukul enam, Galang baru selesai mandi. Sekar tengah menjemur pakaian di halaman rumah.

Saat Galang hendak pergi ke kamar berganti baju, langkahnya terhenti ketika sebuah notifikasi pesan dari Anya masuk kedalam ponsel istrinya.

[ Emang bener, selama ini kak Arif memang nyari kamu ]

Galang belum beranjak, kemudian pesan berikutnya muncul.

[ Aku gak nyangka kalau kamu bakal ketemu lagi sama dia di keadaan seperti ini ]

Rahang Galang mengeras tipis, tetesan air jatuh dari ujung rambut. Lalu pesan kembali muncul.

[ Jangan bilang kamu masih belum move on dari Kak Arif ]

Galang diam sesaat sebelum pada akhirnya ia menoleh ke arah jendela. Di luar, istrinya masih menjemur pakaian. Sedangkan Faiz berlari-lari tak jauh dari wanita itu.

Jam enam lewat lima belas menit...

"A Galang gak sarapan dulu?" tanya Sekar saya melihat suaminya sudah mengenakan sepatu.

"Gak ada waktu. Ada jadwal operasi mendadak." Ujarnya.

Namun kalimat itu terdengar seperti orang yang tengah marah, ngambek dan anehnya Sekar sama sekali tidak bisa mendapatkan ekspresi laki-laki itu.

Galang menaiki mobilnya setelah mengusap pucuk kepala keponakannya.

"Jangan nakal, ya." Ucapnya lembut.

"Baik, Om."

Sepeninggalan Galang, Sekar masih tetap di ambang pintu menatap pagar besi rumah.

"Mau pipis."

lamunannya buyar ketika anak kecil itu menarik dasternya.

"Aa Faiz mau pipis?" Sekar tersenyum hangat.

Anak itu mengangguk. "Iya."

"Ya udah, ayok."

.

.

.

Galang memarkirkan mobilnya di tempat parkiran khusus para karyawan RSUD dr. Slamet. Setelah mesin mobil di matikan, Galang memilih untuk tidak keluar. Lalu ingatannya kembali pada pesan dari Anya.

Mungkin dia teman dekatnya Sekar.

ketika rumah terasa hangat, ketika ia mulai menerima kehadiran sosok perempuan yang sama sekali tidak ia kenal dan ketiak perasaan nyaman itu datang tiba-tiba ketakutan yang selama ini ia buat sendiri menjadi bumerang kembali.

"Kenapa? Apa hubungan antara mereka? Kenapa temannya mengatakan hal seperti itu? Apakah dia memutuskan hubungan hanya karena pernikahan wasiat kami?"

Tok.

Tok.

Tok.

"Dok Galang, kenapa? Kok bengong?"

Lamunannya buyar ketika kaca mobil di ketuk oleh salah satu timnya di ruang operasi.

Galang menelan ludahnya sendiri lalu keluar dari mobil.

"Masih inget sama istrinya ya..." godanya seraya nyengir kuda.

"Tolong jangan bawa urusan pribadi ke tempat kerja Raka." Ucapnya datar.

"Baik, Dok. Maaf." Serunya.

Jauh dari keramaian rumah sakit.

Sekar tengah menyuapi Faiz di luar. Anak itu tidak mau makan kalau tidak sambil bermain.

"Mau kesana!" rengek anak itu seraya menarik jemari Sekar.

"Di sini aja. Di luar banyak motor." Ucap Sekar.

"Nggak mau, mau liat ayam."

"Yaudah iya." Jawab Sekar akhirnya mengalah.

Sesampainya mereka di luar area rumah. Ada beberapa ibu-ibu yang sama-sama tengah menyuapi anak mereka yang lari-lari.

"Anaknya teh Mila ya, neng?" tanya ibu-ibu berdaster selutut.

Sekar tersenyum, "iya teh."

"Emi, panggil aja teh Emi." Ucapnya.

Sekar tersenyum.

"Ada apa...kok tumben anaknya teh Mila disini?"

"Teh Mila lagi sakit, suaminya di luar kota. Jadinya aku bawa aja kesini, sekalian biar ada yang nemenin." Jawab Sekar.

Teh Emi tersenyum, "sepi ya neng kalau suami gak ada di rumah? Apalagi belum punya anak."

"...iya."

Faiz berjalan mendekat, ia membuka mulutnya karena sudah kosong. Sekar dengan telaten menyuapi anak itu.

"Bagus loh neng, siapa tahu adanya Faiz biasa mancing." Seru teh Emi seraya menyodorkan pipet pada anaknya.

"Mancing?" tanya Sekar belum mengerti.

Teh Emi terkekeh, "itu loh, istilah sehari-hari. Masa neng gak tahu. Kalau kita mau punya anak, katanya harus ngurus anak orang dulu."

"Oh, begitu." Sahut Sekar dan di akhiri tawa kecil.

"Jadi, gimana rasanya nikah sama Galang?" tanya Teh Emi kepo.

"Gimana apanya? Ya gitu..."

Teh Emi nyengir nakal. "Kalian kan masih pengantin baru tuh, apa gak kesepian di tinggal-tinggal Mulu? Teteh denger dokter anestesi itu susah meluangkan waktu."

Sekar dan Teh Emi berjalan mengikuti anak-anak itu.

"Ya begitu teh," jawab Sekar.

"Begitu gimana? Dulu nih ya, teteh pas masih pengantin baru tuh... pokoknya gak bisa jauh dari suami. Maunya nempel terus," ucapnya bercerita.

"Masa sih teh?"

Teh Emi semakin bersemangat. "Iya neng, gak papa lah ya teteh cerita sama kamu," gumamnya. "Pas malam pertama, lucu banget. Suami teteh kan duda, nah pas malem pertama dia langsung minta jatah, gak kuat katanya. Awalnya teteh takut, tapi pas di cobain lama-lama enak juga. Kadang nih ya setiap kali deket... Mau itu di kamar mandi, di dapur, bahkan di atas mesin cuci, suami teteh mah minta jatah terus."

Sekar tersenyum kikuk.

"Jadi, kamu gimana? ayamnya Galang, jago gak?" tanya teh Emi dengan senyum nakal.

Sekar nyengir, "A-ayam?"

Teh Emi mengangguk semangat, "Iya, jantan gak?"

Sekar bingung sendiri harus menjawab apa, selama pernikahan mereka berlangsung. Mereka belum pernah melakukan apa-apa, bahkan tidur satu ranjang pun hanya sekedar formalitas.

"Perih gak pas malam pertama?" tanya Teh Emi begitu vulgar.

"Itu..."

Teh Emi melihat kedua pipi Sekar memerah, dengan euforia ia mendorong pelan bahu Sekar.

"Sudah teteh duga, pasti gagah ya?!" serunya seraya menyipitkan matanya.

°°°°°°°°°°°°

Hai

Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar, like dan vote yaaaaa

Bersambung...

1
Gemuruh riuh
kiw, mulai ada rasa nih
Gemuruh riuh
awas aja kalo tiba-tiba jadi asing
Gemuruh riuh
cie cie 🤭
Gemuruh riuh
yu Galang Pepet terus istrimu! jangan sampe di ambil mantan nya😭
Gemuruh riuh
cie cie mulai gombal, pasti di ajarin Ardi nih🤣🤭
Gemuruh riuh
ah baru aja mau gosip🤣
Gemuruh riuh
Ardi ini tipe rusuh banget 🤭
Gemuruh riuh
iya sih rata-rata kenapa ya suka padanya kapan hamil, seolah pertanyaan itu tuh udah biasa
Gemuruh riuh
waduh 😲
Gemuruh riuh
Galang berantem yuk🫵
Gemuruh riuh
Bu Dian ini tipe tetangga kalau nurunin kulkas langsung kepanasan
Gemuruh riuh
nih orang blak-blakan banget 😭🤣
Alia Chans
Jleb😯😯
falea sezi
lanjut bkin cerai aja dah laki. bloon bgt dikira istrimu g ada yg suka apa
falea sezi
istrimu di gondol pebinor kapok lu lang😒 jd suami cuek bgt🤣 arif uda siap tuh nrima janda mu🤣
falea sezi
🤣kampret di prank
falea sezi
😍 ganteng amat dokternya aduhh
🍀 YEHPPEE 🍀: silahkan di pilih kak😁
total 1 replies
Gemuruh riuh
ih Galang jahat banget mulutmu! awas aja nanti-nanti nelen ludah sendiri
Gemuruh riuh
wkwkwkw teh Emi lucu nih, jangan sampe Sekar satu circle sama teh emi🤣
Gemuruh riuh
Jangan-jangan Sekar putus sama dokter Arif gara-gara milih nikah sama Galang ya???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!