NovelToon NovelToon
JALAN PENDEKAR NAGA

JALAN PENDEKAR NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: Hamtaro Dasha

Seri Kedua dari Lahirnya Pendekar Naga!

___
Kemunculan Pendekar Naga telah mengguncang keseimbangan dunia—membangunkan makhluk kuno dan menarik perhatian kekuatan yang telah lama menunggu dalam bayang-bayang.

Dunia berubah.

Sekte-sekte hancur tanpa sisa. Jejak kehancuran menyebar tanpa arah… dan pelakunya adalah sosok yang tidak pernah dibayangkan oleh Wei Zhang Zihan.

Chu Kai.

Sebagai Pendekar Suci, Wei Zhang Zihan tidak punya pilihan selain menelusuri jejak itu—mengungkap kebenaran yang tersembunyi, dan menghadapi satu kenyataan yang tidak ingin ia percayai:

Mungkin, orang yang harus ia hentikan… adalah orang yang seharusnya menjadi pelindung dunia.

Pendekar Naga itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamtaro Dasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29 - Pengepungan

Long Yang Wang, Wei Shezi, Chu Kai, dan Wei Zhang Zihan mendekat ke arah jendela. Langkah mereka terhenti hampir bersamaan.

Di luar paviliun, ada belasan sosok berjubah merah yang berdiri mengelilingi bangunan itu. Energi mereka menyatu membentuk tekanan yang membuat udara terasa tenggelam, bahkan napas pun menjadi berat.

Wei Zhang Zihan menoleh sejenak, menatap lentera yang menjadi penerang ruangan tempat ia berada. Cahaya pada lentera itu meredup, seakan merespon perubahan udara di sekitarnya. Dia pun kembali memandang keluar.

Di antara kultivator yang Wei Zhang Zihan lihat—ada lima sosok yang mempunyai aura berbeda. Bahkan tanpa mengeluarkan aura berlebihan, keberadaan mereka sudah cukup untuk mengganggu aliran energi yang ada.

"Ba–bagaimana mereka tahu kita di sini?" suara Wei Shezi bergetar. Dia mengintip keluar dan matanya seketika melebar. "Itu... mereka anggota Sekte Bulan Mati."

Chu Kai tidak berbicara, namun rahangnya mengeras. Kedua tangannya perlahan terkepal kuat dan otot-ototnya menegang. Tatapannya berubah, seolah bersiap tanpa sadar.

Di sisi lain, Long Yang Wang menyipitkan mata. Tatapan remaja itu tajam—mencoba untuk menembus formasi di luar dan menghitung peluang yang nyaris tidak ada.

"Ini bukan pengepungan biasa," Long Yang Wang bergumam pelan. "Lima orang di antara para kultivator itu... adalah Pilar Bulan."

Suasana di dalam ruangan seakan membeku.

Wei Shezi menelan ludah. Chu Kai mengangkat kepalanya. Bahkan Wei Zhang Zihan pun sedikit berubah ekspresi wajahnya. Mereka jelas memahami bagaimana rumor kekuatan dari sosok yang menjadi pilar Sekte Bulan Mati.

"Ah..."

Suara ringan Xiao Shuxiang muncul di tengah tekanan yang mencekik. Dia tidak bergerak dari tempatnya berdiri. Wajah pucatnya tenang, bahkan tatapannya yang tertuju keluar bukan mengandung kewaspadaan—tetapi justru ketertarikan.

"Jadi itu Pilar Bulan yang bisa mengacaukan sekte kalian hanya dengan dua orang saja?" ujar Xiao Shuxiang santai.

Senyum tipis terangkat di bibirnya dan diam-diam tatapan matanya berkilat—nampak liar, nyaris tidak terkendali.

"Ayo tunda pembicaraan ini dulu." Xiao Shuxiang menurunkan pandangannya perlahan. Senyum tipisnya merekah, "Sekarang... aku benar-benar lapar."

*

*

Para pelanggan, pelayan, hingga pengelola Paviliun Jiwa Senyap berhamburan keluar. Teriakan dan langkah kaki bercampur menjadi satu, menciptakan kekacauan yang kontras dengan ketenangan mengerikan di luar.

Keributan itu terjadi saat anggota Sekte Bulan Mati datang dan menyuruh mereka semua untuk segera mengosongkan paviliun tersebut.

Ada lima orang Pilar Bulan yang berdiri tenang dan penuh percaya diri sambil menatap lurus ke arah paviliun yang kini telah tersegel rapat.

Dari kelima Pilar Bulan itu—dua di antara mereka adalah wanita. Masing-masing memiliki warna seragam yang berbeda dan terlihat ada corak bulan sabit pada bagian tubuh yang menjadi pertanda mereka adalah bagian dari pilar Sekte Bulan Mati.

Yue Han, sosok pria berjubah hitam dengan lambang bulan sabit di lehernya nampak berdiri paling depan. Jubahnya berkibar pelan tertiup angin malam, sementara tatapan matanya menembus lurus ke arah paviliun di hadapannya.

"Sudah dipastikan. Pendekar Naga itu ada di dalam." ucap Yue Han datar. Lambang bulan sabit di lehernya berkilau redup, namun tatapan matanya jauh lebih dingin daripada itu.

Di belakangnya, beberapa kultivator lain tetap menjaga formasi segel, energi mereka saling terhubung membentuk kurungan yang nyaris sempurna.

"Dia bersama seorang pendekar biasa dan siluman kecil." suara Yue Han tidak keras, tetapi terdengar jelas di antara suara angin.

Tatapan matanya lurus tanpa goyah sama sekali saat kembali berjuar. "Tidak perlu ragu. Perintahnya sudah jelas. Tangkap Pendekar Naga itu hidup atau mati dan habisi yang menghalangi."

Empat kultivator biasa Sekte Bulan Mati mendengar instruksi itu dan mengangguk. Tidak ada keraguan pada wajah mereka, termasuk saat keempatnya mulai bergerak.

Salah seorang Pilar Bulan melangkah maju, berdiri di samping Yue Han. Kultivator itu bernama Ji Laiyi—gadis remaja, namun dengan ekspresi yang tidak menunjukkan emosi apa pun.

Tangan Ji Laiyi terangkat perlahan. Energi spiritual berkumpul di telapak tangannya, terjalin rapi, dan membentuk benang-benang merah yang tipis.

Benang itu bergerak, seperti makhluk hidup yang perlahan menggeliat di antara jemari Ji Laiyi. Dalam hitungan napas, benang-benang tersebut memadat menjadi sebuah bola kecil yang berdenyut seperti jantung.

Ji Laiyi menatap paviliun di hadapannya. Tatapan matanya tenang, seolah apa yang akan terjadi berikutnya tidak lebih dari sesuatu yang biasa ia lakukan.

Yue Han berdiri dengan posisi yang sama. Tatapannya tidak bergeser sedikit pun saat melihat empat orang anggota sektenya memasuki paviliun. Sikapnya seperti telah memperhitungkan apa pun yang akan terjadi di dalam sana.

Ji Laiyi sendiri masih mempertahankan posisi tangannya. Benang-benang merah di telapak tangannya semakin rapat dan padat—bahkan denyutannya kini lebih jelas.

Pilar Bulan lainnya pun fokus memandang ke depan dan waktu berlalu beberapa hingga udara tiba-tiba menyempit dan menjadi sunyi sebelum akhirnya ledakan keras mengguncang seluruh paviliun.

BAAAAM...!!

Pintu dan jendela bergetar hebat. Retakan kecil menjalar di sepanjang dinding, sementara debu mulai keluar dari celah-celah bangunan. Sesaat kemudian—seorang anggota Sekte Bulan Mati terpental keluar dari dalam paviliun.

Tubuh anggota Sekte Bulan Mati itu menghantam tanah tepat di hadapan Yue Han, berguling kasar sebelum akhirnya berhenti. Darah segar muncrat dari mulutnya—napasnya tersengal, tidak stabil... namun ia masih hidup.

Mata kultivator itu terbuka lebar, ekspresinya dipenuhi ketakutan.

"Di—dalam... itu—"

******

1
uh uh
mana up Sialan
Hamtaro Dasha: Satunya masih diriview, Kakak Gantengku. Bacanya besok ajalah. Malam senin nih, besok sekolah. ( ̄∀ ̄)
total 1 replies
uh uh
pendek pula .mana up
uh uh
woy siqlqn ngpain cuman satu
sangtaipan
hanya satu katu untuk xiao shuqiang, luar biasaa
uh uh
up sialan
uh uh
up mna
Alw
misal shuxiang menggila disini yang mencegah siapa
angin kelana
oo agar tau siapa xiao xuxhiang keknha harus baca novel yg satu itu yah,ok👍
y@y@
⭐💥👍🏻💥⭐
ind@h
pembantaian dimulai.
y@y@
🌟👍🏿👍🏼👍🏿🌟
Nanik S
Lanjut dan Gas Poool
Nanik S
Di Dalam itu .. ada empat orang....
uh uh
GK ad peninggtan sialan.ttp 1
uh uh
oy mana up
Andal
alur ceritanya bagus
Hydro7
Ini Xiao Shuxiang setelah Kejadian di episode terakhir Xiao Shuxiang Dark Autumn's bkn sih....🌹
LEGIASTARI: sepemikiran 🤔
total 4 replies
uh uh
m up
Nanik S
Kai benar tidak ingin terikat pada siapapun👍👍👍
Nanik S
Makan malamku sudah datang.... Para pemburu yang akan mengantarkan Nyawa pada Xiao Suxiang🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!