NovelToon NovelToon
SUARA YANG KAMU TINGGALKAN

SUARA YANG KAMU TINGGALKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:203
Nilai: 5
Nama Author: hai el

Arsa Kalandra — pria 30 tahun yang bekerja sebagai story archaeologist: ia dibayar keluarga untuk merekonstruksi kisah hidup orang-orang yang telah meninggal, menyusun kepingan memori menjadi sebuah warisan. Ia hidup di dalam cerita orang lain sementara hidupnya sendiri membeku sejak enam tahun lalu.
Wren Amara — perempuan 27 tahun, pengisi suara buku audio yang diam-diam memiliki kanal anonim bernama "Suara Asing" — tempat ia membacakan surat-surat cinta usang yang ia temukan di toko barang antik. Jutaan orang mendengarkan suaranya, tapi tak ada yang tahu wajahnya. Ia jatuh cinta pada penulis surat-surat itu, seseorang yang menulis untuk "Langit" — nama yang tak pernah bisa ia temukan.
Yang tidak mereka tahu: surat-surat itu adalah surat yang tidak pernah terkirim dari adik Arsa yang sudah tiada.
Dan ketika Arsa ditugaskan merekonstruksi kisah hidup seseorang yang ternyata terhubung dengan adiknya — mereka bertemu.
Dua orang yang sama-sama hidup di antara suara-suara masa lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hai el, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SESUDAH HUJAN

Tiga minggu setelah pembukaan pameran, antrian di galeri Cikini masih ada setiap hari.

Sari yang mengurus logistik harian meminta perpanjangan dari pemilik galeri — yang awalnya keheranan dengan respons yang jauh melebihi ekspektasi siapapun dan dengan senang hati memperpanjang. Kotak pos merah di dekat pintu keluar dikosongkan setiap hari sebelum jam dua — Sari membawa seluruh isinya ke kantor pos terdekat. Mereka berhenti menghitung berapa surat setelah angkanya melewati seribu.

Seribu lebih surat.

Seribu lebih kata-kata yang terlalu lama tersimpan akhirnya menemukan jalannya.

Arsa mendapat telepon dari jurnalis yang ingin wawancara — tiga dari portal berita, satu dari majalah. Ia menolak semua dengan sopan. Wren yang mendapat lebih banyak permintaan — terutama setelah seseorang berhasil menghubungkan Suara Asing dengan pameran ini dan mulai ada spekulasi tentang siapa pemilik kanal itu. Wren juga menolak semua.

Bukan karena takut. Bukan karena tidak siap. Tapi karena ini bukan tentang mereka. Ini tentang Raka, tentang Dito, tentang Pak Wahyu. Dan ketika sorotan sudah cukup terang untuk menerangi kisah mereka, tugas sudah selesai.

"Tapi ada satu yang mungkin perlu kita pertimbangkan," kata Wren suatu malam di apartemen Arsa — malam yang biasa, dengan hujan ringan di luar dan laptop keduanya terbuka di meja masing-masing, cara mereka bekerja yang sudah menjadi natural seperti hal-hal yang memang seharusnya begitu. "Podcast Suara Asing. Seri Untuk Langit sudah selesai. Tapi ada permintaan dari pendengar untuk melanjutkan — surat-surat lain, kisah-kisah lain."

Arsa menatapnya dari atas layar laptopnya. "Dan Anda?"

"Saya ingin melanjutkan. Tapi berbeda." Wren menutup laptopnya — gestur yang mengatakan ini percakapan yang butuh perhatian penuh. "Selama ini saya anonim karena merasa lebih aman. Suara tanpa wajah. Kisah orang lain tanpa kisah saya sendiri." Ia menatap Arsa. "Tapi Raka mengajarkan sesuatu — yang paling personal adalah yang paling universal. Dan saya rasa sudah waktunya Suara Asing tidak hanya membawa suara orang lain tapi juga mulai jujur tentang siapa yang membawa suara-suara itu."

"Bukan anonim lagi?"

"Belum sepenuhnya buka semua. Tapi mungkin mulai ada." Wren berpikir. "Seperti foto di ruang Dito — siluet di pojok. Tidak sepenuhnya tersembunyi, tidak sepenuhnya terekspos. Cukup untuk ditemukan oleh orang yang memang mau menemukan."

Arsa menatapnya. "Wren Amara."

"Hm?"

"Anda sudah sangat jauh dari perempuan yang menemukan kotak kayu di toko antik dan tidak mau namanya disebut."

Wren tersenyum tipis. "Atau saya masih perempuan yang sama, tapi dengan ruang yang berbeda untuk ada di dalamnya."

"Dua-duanya bisa benar sekaligus," kata Arsa — mengulang kata-katanya sendiri dari percakapan minggu-minggu lalu.

Wren tertawa — tawa yang penuh dan nyata, tawa yang Arsa sudah hafal setiap variannya sekarang: tawa yang setengah tertahan ketika ada di tempat umum, tawa yang keras ketika Pak Suryadi mengatakan sesuatu yang tidak terduga, dan tawa seperti ini — tawa yang terjadi di antara dua orang yang sudah terlalu kenal untuk berpura-pura hal-hal tidak lucu ketika lucu.

"Ya," kata Wren. "Dua-duanya bisa benar sekaligus."

Klien dari Surabaya namanya Bu Hartini.

Tujuh puluh tahun. Mantan guru sekolah dasar. Menghubungi Arsa melalui email yang sangat panjang — dua belas paragraf — yang menjelaskan bahwa almarhum suaminya, Pak Budi, adalah seseorang yang tidak pernah bisa ia pahami sepenuhnya selama empat puluh dua tahun menikah dan ia ingin memahaminya sekarang.

"Selama empat puluh dua tahun kami hidup bersama dengan sangat baik," tulis Bu Hartini. "Tapi saya menyadari bahwa hidup bersama dengan baik dan benar-benar saling mengenal adalah dua hal yang bisa koeksisten tanpa saling mengisi sepenuhnya. Budi adalah suami yang baik. Tapi ia adalah orang yang masih banyak saya tidak mengerti. Dan sekarang ia sudah pergi, dan saya ingin mengerti."

Arsa membaca email itu tiga kali. Lalu menulis balasan yang lebih pendek dari biasanya karena kadang kata-kata yang terlalu banyak justru mengisi ruang yang seharusnya dibiarkan terbuka.

Mereka sepakat bertemu minggu depan.

Ia menceritakan ini kepada Wren malam itu — mereka sedang memasak di dapur apartemen Arsa, aktivitas yang bermula dari Wren yang mengatakan "Anda tidak pernah memasak" dan Arsa yang menjawab "saya bisa memasak, hanya tidak pernah ada alasan" dan Wren yang mengatakan "sekarang ada" dan itulah awalnya dari kebiasaan yang sekarang terjadi dua kali seminggu.

"Bu Hartini," kata Wren sambil memotong wortel dengan cara yang jauh lebih efisien dari Arsa. "Empat puluh dua tahun."

"Empat puluh dua tahun bersama seseorang dan masih ada yang tidak dikenal." Arsa mengaduk sesuatu di wajan. "Bukan karena tidak coba. Tapi karena mungkin ada bagian dari seseorang yang hanya terlihat dari sudut tertentu."

"Sudut yang tidak selalu bisa diambil oleh orang terdekat."

"Justru orang terdekat sering tidak bisa mengambil sudut itu karena terlalu dekat." Arsa berpaling ke Wren. "Seperti kita tidak bisa melihat keseluruhan rumah dari dalam rumah."

Wren berhenti memotong sebentar. "Apakah itu yang Anda lakukan untuk keluarga-keluarga ini? Memberikan sudut yang tidak bisa mereka ambil sendiri?"

"Saya coba." Ia kembali mengaduk. "Kadang berhasil. Kadang saya juga tidak bisa menemukan sudut yang tepat dan kita hanya berakhir dengan gambaran yang lebih lengkap tapi masih tidak sempurna."

"Tidak sempurna tidak apa-apa."

"Tidak apa-apa," setuju Arsa. "Seperti rekonstruksi Pak Wahyu — ada lubang-lubang yang tidak bisa diisi. Tapi lubang itu juga bagian dari kisahnya."

Wren melanjutkan memotong. Diam sebentar yang bukan kosong.

"Arsa," katanya. "Apakah proyek ini akan berat?"

"Semua proyek berat."

"Saya maksud — apakah ini akan jadi salah satu yang Anda bawa pulang?"

Arsa tahu maksudnya. Ada proyek-proyek yang bisa ia selesaikan dan taruh di rak — selesai sebagai pekerjaan, selesai sebagai pengalaman. Dan ada yang tidak bisa. Yang masuk dan tinggal dan mengubah cara ia melihat sesuatu.

Pak Wahyu adalah yang terakhir. Tapi ia mengubah lebih dari cara ia melihat kisah orang lain.

"Mungkin," katanya jujur. "Tapi saya belajar cara membawa tanpa tenggelam."

"Dari siapa?"

Arsa menatap Wren. Wren menatap balik dengan ekspresi yang mengatakan ia tahu jawabannya tapi ingin mendengarnya.

"Dari seseorang yang sangat baik dalam mendengar tanpa ikut terseret," kata Arsa.

Wren mengangguk — anggukan yang menerima pujian tanpa membuatnya jadi besar. "Saya akan ada kalau butuh."

"Saya tahu."

Mereka memasak dalam diam yang hangat, dengan hujan yang mulai lagi di luar — Jakarta yang tidak pernah bisa memutuskan apakah ingin hujan atau tidak di bulan-bulan seperti ini — dan bau masakan yang mengisi apartemen dengan cara yang membuat ruangan terasa dihuni bukan hanya digunakan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!