NovelToon NovelToon
BUNGKAM

BUNGKAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Teen
Popularitas:479
Nilai: 5
Nama Author: nia ayu

jeon jungkook gadis manis itu menyimpan sebuah rasa kepada sahabat masa kecilnya kim taehyung tapi sayang kim taehyung mencintai wanita lain.
hingga sebuah perjodohan membuat keduanya tinggal serumah.

akankah jungkook bisa mengungkapkan perasaannya?? atau justru dia akan memilih diam?

bagaimana nasib rumah tangga mereka dengan berbagai konflik yg hadir khususnya orang ketiga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sahabat Kecil

Perlahan jungkook mengerjapkan matanya dirinya berusaha bergerak tapi rasanya sangat sulit. Jungkook menoleh kebelakang dan mendapati kekasihnya masih terlelap.

Tiba-tiba netranya menatap ke arah jari manisnya yang terdapat cincin yang melingkar apik di situ, senyuman jungkook tersungging saat melihat cincin tersebut.

Dengan pelan jungkook menyingkirkan tangan jaehyun yang melingkar apik di pinggangnya dan jungkook mulai meraih bathrobe yang ada di dekatnya dan mulai memakainya, setelahnya jungkook berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri.

,Tak beberapa lama jaehyun pun ikut terbangun saat menyadari kekasihnya tidak ada di sampingnya, sayup sayup dirinya mendengar suara gemercik air dari arah kamar mandi.

Entah jungkook lupa atau sengaja tapi dapat jaehyun lihat pintu kamar mandi yang sedikit terbuka.

Dengan langkah lebar jaehyun bangun dan berjalan menuju kamar mandi dengan tubuh polosnya.

Saat membuka pintu pemandangan yang jaehyun lihat adalah tubuh polos jungkook dibawah guyuran shower yang entah kenapa terlihat sangat sexy di mata jaehyun.

Dengan langkah pelan jaehyun perlahan mendekati jungkook dan memeluk gadis itu dari belakang.

“Sayang", kaget jungkook saat menyadari kekasihnya di belakangnya saat ini sambil memeluk tubuh polosnya yang basah di bawah guyuran shower.

Jaehyun tidak menjawab panggilan jungkook justru saat ini bibirnya mengecupi tengkuk jungkook yang basah dengan sesekali menghisapnya sehingga menimbulkan jejak yang kontras di kulit putih jungkook.

Jungkook merasa ada yang mulai terangsang di bawah sana, jungkook berusaha mati-matian menahan desahannya tapi sentuhan jaehyun mengalahkan logikanya hingga sebuah lenguhan dari bibir manisnya membuat libido jaehyun kembali naik.

Satu jam kemudian terlihat jungkook dan jaehyun yang sudah rapi kembali.

"Ingin membeli sesuatu untuk taehyung sayang?" Tanya jaehyun lembut.

“Mampir di toko kue ya, kita beli cake strawberry", kata jungkook sambil menyisir rambut panjangnya.

Jaehyun mengambil alih sisir di tangan jungkook dan mulai menyisir rambut panjang itu perlahan.

"Ayo, sudah sore”, kata jaehyun dan jungkook pun mengangguk.

Sementara itu di mansion Kim tepatnya di kamar taehyung, pria itu sama sekali tidak menyentuh makanannya sama sekali sejak pagi.

Yang taehyung selalu tanyakan kapan jungkook datang, hanya itu bahkan tadi siang saat irene menjenguknya taehyung pura-pura tidur.

Irene ingin berada di mansion kim dan merawat taehyung akan tetapi nyonya kim melarang dengan alasan tidak baik anak gadis menginap bahkan sekamar dengan seorang pria karena status mereka yang hanya pacaran.

Tapi sepertinya itu tidak berlaku untuk jeon jungkook, gadis manis itu bisa q3qdengan mudahnya keluar masuk mansion bahkan tidur di kamar dan ranjang yang sama dengan taehyung.

Mobil jaehyun memasuki pelataran mansion kim lalu dirinya melepaskan seatbelt jungkook.

Jungkook memandang heran kekasihnya yang sama sekali tidak melepas seatbeltnya.

“Sayang kamu tidak ikut turun?" Tanya jungkook heran.

“Masuklah sendiri sayang, aku takut kamu tidak nyaman jika ada aku", kata jaehyun lembut.

“Tapi sayang", perkataan jungkook dipotong oleh jaehyun.

“Tidak apa-apa sayang, masuklah temui taehyung lagipula mungkin dia juga tidak nyaman jika aku ada di sana", kata jaehyun.

“Aku tidak jadi masuk", kata jungkook sambil mempoutkan bibirnya.

Jaehyun gemas melihat tingkah gadisnya dan dengan cepat jaehyun menarik tengkuk jungkook dan melumat bibir manis tersebut.

Setelah beberapa saat jaehyun melepas ciuman mereka dan dapat jaehyun lihat nafas jungkook yang terengah, jaehyun menyatukan keninh mereka berdua sambil mengatur nafasnya.

“Masuklah sayang, nanti jika ingin pulang hubungi aku", kata jaehyun lembut.

Akhirnya dengan segala bujuk rayu akhirnya jungkook mau menemui taehyung tanpa kekasihnya.

Jungkook menatap lama wajah jaehyun lalu mengelus pipi kekasihnya pelan.

"Aku mencintaimu jae”, kata jungkook sambil tersenyum.

"Aku lebih mencintaimu sayang”, balas jaehyun.

Jungkook memasuki mansion kim dan di ruang tamu sudah ada nyonya kim yang sedang duduk.

"Kamu datang sayang”, sambut nyonya kim sambil tersenyum.

"Iya mah, maaf ya kookie baru datang. Gimana taehyung?”, tanya jungkook.

"Dia terus menanyakanmu dan dia sama sekali tidak mau makan”, kata nyonya kim sedih.

"Boleh kookie menemui taehyung mah?” Tanya jungkook.

"Tentu saja boleh sayang, dia juga menunggumu”, kata nyonya kim sambil tersenyum.

"Oh iya dimana kekasihmu?” Tanya nyonya kim saat melihat putri kesayangannya datang seorang diri.

“Dia hanya mengantar tadi mah karena ada urusan", kata jungkook sambil tersenyum.

“Dia tidak marahkan sayang? Takutnya dia marah padamu", tanya nyonya kim hati-hati.

Jungkook menggeleng pelan.

“Tidak mah, dia baik kok", kata jungkook sambil tersenyum.

Jungkook memasuki kamar taehyung dan dapat gadis itu lihat sahabat kecilnya tengah terlelap dengan jarum infus yang menancap di salah satu tangannya.

Jungkook perlahan mendekat dan memandang wajah taehyung sendu.

Bohong jika dirinya sudah sepenuhnya melupakan pria di depannya saat ini, cinta itu masih ada tertutup rapat di sudut hati terdalam cinta yang bahkan belum dia ungkapkan tapi harus dia simpan rapat-rapat tanpa pria di depannya ini tahu.

Jungkook melirik bubur di atas nakas yang terlihat baru karena masih ada asap yang sedikit mengepul.

Dengan pelan jungkook membangunkan taehyung.

"Tae…", panggil jungkook pelan sambil mengusap pipi tirus taehyung.

Perlahan taehyung mengerjapkan matanya dan berusaha fokus pada sosok didepannya saat ini.

“Kookie" panggil taehyung lirih.

“Iya ini aku, kata mama kamu tidak mau makan", kata jungkook.

“Makan ya setelah itu minum obat", bujuk jungkook lembut.

“Suapi" pinta taehyung dan jungkook pun mengangguk.

Setelah makan dan meminum obat jungkook membenarkan selimut taehyung.

“Istirahatlah" kata jungkook lembut, disaat dirinya hendak pergi tangannya di genggam oleh taehyung.

“Jangan pergi" pinta taehyung lirih.

Jungkook tersenyum dan menepuk pelan punggung tangan sahabat kecilnya itu.

“Aku tidak kemana mana tae, aku hanya akan duduk di sofa itu", kata jungkook sambil menunjuk sofa di sudut kamar.

Taehyung menggeleng lemah

“Jangan jauh-jauh" pinta taehyung lagi.

Jungkook menatap sahabatnya itu terlihat sekali wajah pucatnya dengan pipi yang terlihat sangat tirus.

“Kenapa bisa sakit sih, ga bisa jaga kesehatan ya", kata jungkook sambil mengelus surai taehyung.

“Kookie boleh aku minta satu permintaan", pinta taehyung lirih.

“Katakanlah", kata jungkook.

“Temani aku tidur malam ini, tolong peluk aku", kata taehyung lirih.

Jungkook terkejut dengan permintaan taehyung, dirinya bingung karena sekarang dia sudah mempunyai kekasih dan tidak mungkin dirinya berpelukan dengan pria lain.

“Tapi tae aku..", ucapan jungkook terpotong.

“Peluk aku sebagai sahabat kookie, aku mohon", pinta taehyung.

Jungkook bimbang di satu sisi dirinya tidak mungkin melukai perasaan jaehyun meski sekarang kekasihnya tidak ada bersamanya tapi dia ingin membangun kepercayaan hubungan dengan kekasihnya itu, tapi sekarang di depannya sahabat kecilnya sakit dan membutuhkannya.

Setelah beberapa saat berpikir akhirnya jungkook mengangguk, mungkin hanya sampai taehyung terlelap setelah itu dirinya akan meminta jaehyun menjemputnya.

Jungkook merebahkan diri di samping taehyung dan dengan segera memeluk tubuh besar yang terlihat rapuh itu.

"Tidurlah ada aku disini”, kata jungkook lembut.

Taehyung menduselkan kepalanya di leher jungkook.

Tak beberapa lama jungkook merasakan lehernya basah dan dia mendengar suara taehyung yang terisak.

Jungkook mengangkat wajah taehyung dan betapa terkejutnya dia saat melihat air mata yang sudah mengalir deras.

“Hei kenapa menangis? Apakah ada yang sakit?" Tanya jungkook.

Taehyung menggeleng pelan.

“Jangan tinggalkan aku", kata taehyung lirih.

Jungkook sedikit bingung maksud perkataan taehyung.

“Aku tidak kemana mana tae", kata jungkook lembut.

“Tetaplah disisiku kookie, aku baru sadar aku tidak bisa tanpa kamu", kata taehyung dengan terisak.

“Aku akan tetap disisimu tae, bukankah kita sahabat", kata jungkook lembut.

Taehyung menatap jungkook dengan pandangan yang sulit diartikan.

Bukan hubungan ini yang taehyung inginkan, dia ingin lebih dari seorang sahabat.

1
Nadia Apriyanti
kasain ama tae tpi lebih kasian kookie ..huuuhhhh jae kookie omg😍
Nadia Apriyanti
semoga tae nyesel se nyesel nyesel nya
Aisyah Nabila
keren
Nadia Apriyanti
semoga tidak ada badaiiiiiiii
Nadia Apriyanti
sakitin trus biar jk pergiiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!