Iqram, seorang laki-laki yang sudah cukup umur dan sudah mapan dalam pekerjaan nya,menerima jodoh yang di carikan bunda nya karena kecewa pada wanita yang dia cintai .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Depi Delita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sah
Buk Vita mengusap wajah nya dengan kedua tangan nya. " Aku malu kak. Orang lagi rame bang Malik malah datang buat bikin onar" ucap buk Vita.
Buk Hamidah menghela nafas panjang," si Malik itu memang nggak ada otak nya. Waktu nikahan Iqram dia juga hampir datang untuk bikin keributan. Dia mau nya Iqram menikah dengan keponakan istri nya yang si Nina itu. Gadis yang suka keluyuran malam itu. Tapi karena kakak yang melihat kedatangan nya,kakak langsung memarahi nya. Dia pun jadi tidak berani dan langsung berbalik arah untuk pulang. Sekarang malah ingin menikahkan Aisyah dengan Abang nya si Nina itu. Jelas jelas ponakan istri nya itu pemabuk dan suka judi. Malah ingin di jodohkan dengan anak adik nya. Kan memang nggak benar isi otak nya manusia yang satu itu" ucap buk Hamidah kesal.
Cahaya datang membawakan teh untuk ibu mertua nya. " Jadi itu rupa nya yang membuat Nina sangat membenci aku. Malah dia pernah bilang kalau aku itu perebut calon suami nya" ucap Cahaya sambil duduk di samping mertua nya.
Buk Hamidah langsung tersenyum," nggak usah di ladeni. Anggap angin lalu aja" ucap beliau.
Aisyah keluar dari kamar nya sambil membawa handphone nya. " bunda,apa tadi pak De datang dan bikin masalah di luar " tanya nya.
" Kamu tenang aja, dia sudah Mak uwo usir" ucap buk Hamidah.
" ini istri nya pak De ngechat aku. Dia bilang kalau aku ini anak nya tidak tau di untung. Tidak tau terima kasih. Nggak mau balas budi. Uda di carikan jodoh yang baik,eh malah milih orang lain yang nggak jelas asal usul nya" ucap Aisyah sambil memperlihatkan chat yang di kirim oleh istri pak De nya.
Iqram yang berada di sana langsung mengambil handphone adik nya itu dan membaca chat yang di kirim oleh istri pak De nya itu.
" Udah,nggak usah di tanggapin. Blokir aja nomor orang nggak penting itu. Sekarang kamu istirahat,besok kamu harus tampil sempurna di hari pernikahan mu. Masalah yang lain lengahkan aja" ucap Iqram yang langsung memblokir nomor WhatsApp istri pak De nya itu dari handphone adik nya.
Setelah Aisyah masuk ke dalam kamar nya,buk Vita langsung melihat ke arah Iqram. " Bagaimana kalau besok mereka bikin ulah nak. Kita bisa malu di depan keluarga suami nya Aisyah " tanya buk Vita dengan nada cemas.
Iqram langsung tersenyum pada bunda nya. " Bunda nggak usah khawatir. Semua bisa aku aman kan" ucap Iqram. Buk Vita tersenyum mendengar jawaban anak nya itu.
***
Hari pernikahan Haris dan Aisyah akhirnya tiba. Haris dan Iqram saling berjabat tangan di depan penghulu dan para saksi.Dengan suara tenang tapi tegas,Haris berhasil mengucapkan ijab kabul nya dengan fasih. Suara sah pun menggema di rumah Iqram.
Iqram langsung meneteskan air mata nya karena terharu saat dia sudah berhasil jadi wali nikah adik satu satu nya. Buk Vita pun ikut menangis karena bahagia melihat anak nya sudah resmi di nikahi oleh laki-laki yang jadi pilihan anak nya itu.
" Ayah kalian psti tersenyum bahagia dari sorga melihat kebahagiaan kita hari ini" ucap buk Vita pada Iqram.
" Haris,bunda titip Aisyah ya. Tolong jaga dia baik baik. Kalau dia melakukan kesalahan,tegur dia . Tolong jangan bertindak kasar pada nya. Kalau suatu saat kamu tidak menginginkan dia lagi,pulang kan dia pada bunda atu pada Abang nya dengan cara baik baik seperti saya kamu datang meminang dia" ucap buk Vita pada Haris.
Haris langsung tersenyum," bunda tenang saja. Insyaallah hanya maut yang bisa memisahkan kami" ucap Haris.
" Kalau kamu berani menyakiti istri mu,papi akan buang kamu dari silsilah keluarga kita" ucap pak Dirgantara.
" Kalau mas Haris berani menyakiti kakak ipar ku,mas Haris Haris bersiap untuk tidak aku akui lagi menjadi kakak ku" ucap Mia,adik kesayangan Haris yang hari ini juga datang menghadiri pernikahan kakak nya.
Iqram ikut tersenyum pada Haris," mulai hari ini, panggil aku Abang. Karena aku Abang ipar pak Haris " ucap Iqram.
Haris langsung menatap Iqram," kalau panggil bro gimana" tanya Haris.
Ilham langsung ikut bicara," oh tak bisa. Harus panggil Abang. Kan Abang ipar. Dan nggak ada lagi istilah pak bos di antar kalian berdua " ucap Ilham.
" Kecuali kalau di kantor " ucap Iqram memberikan angin segar pada Haris.
" Kalian harus cepat balik ke kantor. Karena tugas kantor aku serahkan untuk sementara pada Iqram. Untuk tiga minggu kedepan,aku mau liburan berdua dengan Aisyah" ucap Haris tanpa melihat ke arah Iqram.
Buk Sonya langsung memukul pelan bahu anak nya itu karena kesal. " Ini hari istimewa. Jangan bahas masalah kerjaan di kantor mu dulu. Kalau mau liburan ya liburan saja. Yang lain juga pengen liburan " ucap buk Sonya dengan wajah kesal.