NovelToon NovelToon
Satu Jiwa Dua Raga

Satu Jiwa Dua Raga

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Keluarga & Kasih Sayang / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:548
Nilai: 5
Nama Author:

Rivera Briar Edwina seorang siswa yang mengalami kecelakaan akibat tertabrak mobil dan jiwanya berpindah ke tubuh Aluna Effie Alfred seorang istri yang sangat dibenci oleh suaminya aiden Cristian edgar karena adiknya kecelakaan akibat tertabrak oleh mobil yang ditumpangi aluna. Tidak hanya itu aluna bahkan anak yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari keluarga kandungnya dan menyalahkan aluna yang menyebabkan kecelakaan dan meninggal ibu aluna semenjak ayahnya menikah lagi dan membawa anak tirinya hubungannya dengan keluarga tidak pernah baik. Akankah vera yang menjadi aluna bisa melewatinya, atau memilih untuk menyerah atau akankah aluna akan mencari kasus kecelakaannya?

episode 28

Sampai diparkiran kantor aluna turun dari mobil aiden, ya, kali ini aluna pergi dengan aiden karena aiden memaksa aluna untuk pergi bersama nya sesampainya dikantor aluna langsung masuk kedalam ruangannya dan mulai mengecek beberapa berkas sebelum diantar ke tempat aiden. Lama aluna didalam ruang sampai tiba lucas disana.

Ckelek..

Lucas membuka pintu aluna.

"Lun, sudah tinggalkan itu kita akan pergi sebentar lagi" ucap lucas.

"Hah, pergi kemana? " tanya aluna. Heran.

"Bukannya semalam lo sangat excited sekali karena kita akan pergi keluar kota" ucapan lucas membuat aluna melotot.

"Astaga, gue lupa" aluna langsung bangkit dari duduknya.

"Eh, eh mau kemana? " tanya lucas yang baru saja duduk.

"Ya packing lah mau apa lagi masa iya gue salto" ucap aluna.

"Sudah tidak perlu nan-" belum siap lucas berbicara dirinya sudah dipotong oleh aluna.

"Ah, ikut cara lo sesat" ucap aluna dan berbalik tanpa melihat dan..

Duak...

Aluna menabrak sesuatu yang lumayan cukup keras. aluna mengelus elus hidung selalu saja jika dia tertabrak selalu hidung dulu yang kena kadang itu membuatnya jengkel, aluna pun melihat siapa yang dia tabrak.

Ternyata aiden, sejak kapan aiden berdiri disini, bahkan aluna juga tidak tahu kapan aiden masuk.

"Kenapa berdiri disitu kenapa tidak disana? " tunjuk aluna kearah sofa. Lucas pun yang tadinya ingin santai di ruang aluna pun harus bangkit karena melihat tatap yang sangat tidak bersahabat yang ditunjukkan oleh aiden.

"Terus, kenapa dia disana kalau lo tunjuk gue untuk kesana" kesal aiden.

"Oh lengkuas, dia kesini cuman bilang katanya kita mau pergi, gue lupa kalau kita bakal ke kota B" seru aluna menggaruk garuk tekuk nya yang tidak gatal.

"Terus kenapa dia duduk disitu? " geram aiden

"Ya mana gue tahu tanya aja sama orangnya" ucapan aluna membuat lucas menelan ludahnya dengan kasar.

"Heh.. Den ini gue cuman mampir bentar ini mau pergi " ucap lucas langsung keluar

"Dasar aneh" gumam aluna lalu dia melihat kearah aiden yang melihatnya.

"Minta, ah tidak gue mau pulang" seru aluna yang membuat aiden heran.

"Mau ngapain? "

"Mau persiapan minggat dari rumah" ucap aluna yang membuat aiden molotot. Saat aluna berjalan keluar aiden menarik lengan aluna.

"Mau pergi kemana!, gue tidak pernah izinin lo untuk pergi dari rumah" ucap aiden naik satu oktaf.

"Lah, gimana sih bukannya kita juga pergi bersama ke kota B kalau bukan minggat apa namanya?" ucapan aluna membuat aiden terdiam

Krik.. Krik.. Krik..

Hening seolah ada jangkrik disana padahal tidak jangkrik hanya hayalan aiden biar vibesnya kaya di televisi gitu.

"Ehem... " dehem aiden melepaskan tangan aluna dan pura-pura membetulkan posisi dasinya.

"Itu namanya bukan minggat tapi pergi" ralat aiden

"Apa bedanya sama aja minggat juga"seru aluna tidak terima

" beda aluna minggat itu istilah pergi dari rumah"

"Kalau pergi? "

"Belum tentu minggat dari rumah"

"Tapi sama sama pergi kan? " ucap aluna.

"I-iya tapi-" aiden diam bingung harus jawab apa.

"Alah lo bikin gue pusing intinya gue mau packing" ucap aluna.

"Tidak usah kita langsung berangkat saja" ucap aiden.

"Apa, lo mau kita disana telanjang tanpa pakai apa apa?" ucapan aluna benar-benar membuat aiden geram. Bisa bisa aluna berbicara seperti itu tanpa malu di depan aiden.

Pletak..

"Aduh.." keluh aluna memegang jidatnya.

"Lo bisa tidak kalau bicara itu yang bener, disana ada vila, kita tinggal disana untuk beberapa hari soal baju, sudah ada yang urus" tutur aiden dan aluna hanya membulatkan mulutnya berbentuk o saja.

"Bilang dong dari tadi" ucap aluna kembali ke kursi kerjanya. Aiden duduk di sofa yang disediakan disana. Menunggu pekerjaan aluna selesai.

Jujur saja aluna merasa kesal melihat aiden santai santai seperti itu.

Tidak mau kalah dengan sih bos aluna pun ikut duduk di sofa tersebut lalu memandangi aiden sambil tersenyum, hal itu membuat aiden jadi salah tingkah

"Ternyata kerja bapak aiden sangat senggang ya" seru aluna.

"Tentu, apa guna ada sekertaris dan asisten jika gue juga harus sibuk" ucapan aiden membuat aluna kesal, niat hati ingin menyindir tapi yang disindir tidak mempan.

Aluna langsung bangkit dari duduknya dan menghentakkan kakinya. Aiden yang melihat itu terkekeh.

"Sudah sini jangan ngambekan mulu tidak baik untuk muka makin keriput saja nanti" ucap aiden setengah terkekeh yang membuat aluna mengambil cermin di tasnya dan melihat apakah ada keriput di wajahnya.

Jujur jika ada keriput itu akan membuatnya insecure padahal kalau dia menjadi vera aluna akan nampak lebih muda lagi.

"Masa iya gue keriput belum punya anak juga" monolog aluna melihat kearah cermin.

"Ehem " aiden menetralkan perasaan ketika aluna tadi bilang soal anak. Aluna pun melihat kearah aiden.

"Kenapa? "

"Tidak ada" jawab aiden, aluna menyipitkan matanya.

"Lebih baik kita berangkat sekarang" seru aiden mengalihkan topik.

"Baiklah" aluna berjalan mendahului aiden. Saat mereka sudah sampai dibawah secara tiba-tiba ada seseorang yang memeluk aluna dari belakang hingga membuat aluna hampir terjatuh dan ingin tangkap oleh aiden untung aluna dapat membenarkan posisinya.

"Aluna gue kangen sama lo, lo kemana aja sih kenapa tidak pernah keluar bareng kita lagi" ucap amel aluna melihat aiden lalu berbisik kepada amel

"Amel, maaf ya akhir akhir ini gue sibuk sama bos gila kerja" bisik aluna kepada amel, dan amel pun melihat kearah aiden, herannya aluna berhenti aiden juga berhenti, itu membuat amel sedikit curiga dengan bosnya

"Kayak, bos akhir akhir ini lagi deket ya sama lo tatapannya ngerih" bisik amel sambil bligidik melihat aiden.

"Entahlah, lo tanya aja sama orangnya kalau dijawab berarti iya tapi kalau tidak dijawab berarti tidak" gumam aluna, amel melihat kearah aiden lagi dan hingga beberapa detik lagi amel menoleh kearah aluna.

"Tidak buktinya dia tidak jawab pertanyaan gue"bisik amel aluna mengerutkan keningnya.

" kapan lo tanya? "

"Tadi, didalam hati" jawab amel yang membuat aluna menepuk jidatnya, bisa bisa amel bertanya didalam hati mana mungkin aiden akan menjawab, apakah aiden bisa mendengar suara hati orang gitu. Aluna merangkul amel sambil tersenyum.

"Lebih baik lo kerja lebih keras lagi agar otak lo itu jernih" seru aluna bisik kearah amel. Mata aiden melotot saat aluna mendekat diri kepada amel padahal meraka sama sama wanita tapi kenapa aiden marah, mungkin karena aiden tidak pernah dilakukan seperti itu oleh aluna.

"Sudah ber dramanya ikut saya" aiden memisahkan aluna dari amel dan membawa aluna begitu saja. Amel yang ditinggal langsung terbengong melihat tingkah bosnya

1
falea sezi
lanjut q ksih hadiah bkin Aiden bucin thor
falea sezi
thor Aiden ma jalannya uda pernah tidur bareng belom🤭 klo uda bikin cerai ya kali dpet bekas Aluna perawan. loh dpet perjaka bekas kayak Aiden g rela q. tuh🤣
falea sezi
Aluna lemah g jijik apa dia bekas lula😒
falea sezi
insomnia g bs tidur bukan ngajak orang tidur bareng bego
falea sezi
oon MC nya tlfon tiago minta dia urus cerai oon😒
falea sezi
moga cerai ya kali dpet suami bekas jalang🤣🤣 menjijikan sekali😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!