NovelToon NovelToon
Tergila-gila Duda

Tergila-gila Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Duda
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Vlav

Mary terpaksa pulang kampung setelah cita-citanya untuk menjadi desainer pakaian harus kandas.

Di kampung, ia dijodohkan dengan Jono, calon anggota dewan yang terobsesi pada Mary.

Demi terhindar dari perjodohan yang dilakukan orang tuanya dan pergi dari kampung halamannya, Mary nekat memaksa seorang duda galak dan dingin bernama Roseo untuk menikahinya.

Sandiwara tergila-gila duda itu akankah berhasil atau justru membuatnya tergila-gila duda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vlav, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

028

Mary akhirnya tiba di kota Dagoo setelah perjalanan panjang yang cukup lama dan melelahkan.

Wawancara kerja yang dilakukan Mary tidak bisa dilakukan secara daring karena Mary harus menunjukan proyek yang tengah digarapnya sesuai permintaan dari manajemen Le Vetements selaku penyelenggara wawancara.

Mary terkejut saat datang ke gedung Le Vetements, sudah banyak para peserta wawancara yang datang dan menunggu.

Mary menuju ke meja registrasi untuk memperlihatkan undangan wawancara pada petugas dan kemudian petugas pun memberinya nomor urut.

Selanjutnya Mary bergabung bersama peserta wawancara di depan ruang tes.

Jantung Mary seakan berhenti berdetak saat melihat sosok wanita yang berjalan angkuh seakan di dunia ini hanya ada ia seorang.

Wanita berpenampilan nyentrik yang selalu bergaya vintage dengan topi lebar dan syal bulu-bulu itu tak mungkin bisa dilupakan oleh Mary.

Wanita yang selalu memakai riasan bold, eyeliner tebal dan tinggi setinggi harapan orang tua, dan bibir penuh pulasan lipstik berwarna burgundi.

Madelin!

Mary tak percaya apa yang dilihatnya.

Mau apa wanita itu kemari? Batin Mary.

Madelin langsung disambut oleh tim rekrutmen Le Vetements kemudian masuk ke ruang tes.

“Bukankah itu Madelin dari L’Mode?” Para peserta tes bertanya-tanya.

“Ternyata benar kabar bahwa Le Vetements menjadikan Madelin sebagai tamu penguji”.

Mary terdiam mendengar obrolan para peserta. Seketika nyali Mary menciut, bagaimana bisa ia harus bertemu lagi dengan Madelin di saat ia sedang mencari pekerjaan?

Mary langsung memiliki firasat buruk tentang hal tersebut.

***

“Peserta nomor dua puluh satu, tolong perlihatkan rancangan anda”.

Mary yang terus terdiam lantaran matanya dan mata Madelin langsung bertubrukan ketika Mary memasuki ruang tes.

Mary menoleh ke sekelilingnya, empat orang peserta tes sudah memasang hasil rancangan mereka di torso. 

“Ada masalah apa? Apa anda tidak membawa rancangan anda?” Tanya salah satu dari empat tim penguji.

Mary tak tahu harus berkata apa karena Madelin kini melemparkan senyum sinis padanya.

“Aku rasa dia bukannya tidak membawa rancangannya, hanya saja, rancangan itu jelas hanyalah sampah sehingga tidak patut diperlihatkan,” Madelin menimpali.

Semua mata kini tertuju pada Madelin yang menghampiri Mary.

Mary menarik senyumnya.

“Maaf, saya bukannya merancang sampah, saya hanya tidak ingin, rancangan saya dianggap sampah, tiba-tiba muncul dalam katalog anda,” jawab Mary.

“Haha,” Madelin tertawa sambil melotot ke arah Mary.

“Percaya diri itu perlu, hanya saja, tahu diri itu lebih penting,” kata Madelin sambil memegang bahu Mary.

Mary mengepalkan tangannya, ingin rasanya ia menjambak rambut Madelin sampai wanita itu menjadi botak.

“Kau harus tahu posisimu, agar bisa bertahan dalam industri yang sangat keras ini,” kata Madelin.

Mary merasakan Madelin menekan bahunya dengan keras.

Mary kembali menarik senyumnya.

“Harusnya kau simpan nasehatmu itu untuk dirimu sendiri. Selama ini kau pikir bisa bertahan hanya dengan mengandalkan skill mencuri ide dan gagasan orang lain?” Tanya Mary.

Madelin mengulas senyumnya lalu berbisik pada Mary.

“Kembalilah padaku Mary, atau karirmu di industri ini sudah berakhir”.

Madelin menepuk-nepuk bahu Mary sambil tersenyum.

Mary balas tersenyum sambil mengacungkan jari tengahnya di depan wajah Madelin.

Kemudian Mary pun meninggalkan ruang tes dengan perasaan campur aduk.

***

Mary menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskan nafasnya sekuat tenaga begitu ia keluar dari gedung Le Vetements.

Bertemu lagi dengan Madelin benar-benar menjadi mimpi buruk bagi Mary.

Terlebih Mary semakin mengibarkan bendera perang pada Madelin yang bahkan sudah mengancam akan membuat karir Mary di industri fashion harus berakhir.

Mary pun berpikir, apakah ia perlu meminta bantuan pada Luke atas ancaman yang diberikan pada Madelin terhadap karir Mary?

Mungkin Luke bisa membantunya agar Madelin berhenti melakukan boikot terhadapnya.

Mary segera menghubungi Luke, ia pun segera menelpon Luke.

“Halo Luke,” sapa Mary.

“Mary,” balas Luke.

“Luke, apa kita bisa bertemu? Sekarang aku ada di Dagoo,” kata Mary.

“Aku lihat jadwalku dulu,” kata Luke.

“Aku akan menunggumu sampai kau datang, Luke,” kata Mary.

***

Mary segera ke butik untuk membeli gaun baru.

Butik yang dikunjunginya adalah butik dari desainer kenamaan Roxa Rosana yang menjadi salah satu perancang busana favorit Mary.

Saat masih berkencan dengan Luke, gaun-gaun koleksi Roxa Rosana turut berada di lemari pakaian Mary.

Namun saat ia dan Luke putus, Mary terpaksa menjual hampir semua gaun itu untuk bertahan hidup selama kehilangan pekerjaan.

Sisa gaunnya ia bawa pulang kampung, namun hilang di perjalanan.

Sedih jika harus mengingat masalah itu, tapi, barang yang sudah hilang, tak mungkin bisa kembali lagi.

Oleh sebab itulah ia harus membeli lagi gaun baru agar selalu tampil maksimal saat bertemu dengan Luke.

Kemudian ia juga menyempatkan diri untuk pergi perawatan di spa terbaik yang ada di Dagoo sambil menunggu jam makan malam.

Ia dan Luke janji bertemu untuk makan malam di restoran makanan jepang favorit Luke yang berlokasi satu jam dari pusat kota Dagoo.

Mary pun akhirnya tiba di restoran tersebut tepat pukul tujuh malam.

Hanya perlu menyebutkan nama Luke saja untuk membuat reservasi dan memesan semua menu makanan yang disukai Luke.

Mary menunggu di ruangan vip yang biasa dipesan Luke saat datang ke restoran ini. Mary duduk di atas tatami sambil memandang ke halaman yang temaram dengan suara gemericik air.

Mary jadi bernostalgia saat ia mengingat momen-momen kebersamaannya dengan Luke.

Luke memesan banyak makanan, namun pria itu hanya makan sedikit karena sangat menjaga kalori yang masuk ke tubuhnya.

 Maklum saja, Luke adalah pria yang sangat menjaga penampilan karena bagi pria itu penampilan adalah investasi terbaik.

Dari Luke, Mary belajar bergaul dengan kalangan kelas atas dimana koneksi adalah hal yang sangat dibutuhkan.

Mary bisa mendapatkan pekerjaan di L'Mode juga berkat rekomendasi dari Luke.

Dan siapa sangka bahwa Luke pada akhirnya justru bertunangan dengan Madelin.

Hati Mary rasanya kembali terasa sakit dan belum bisa menerima kenyataan ini.

Mary memandangi gawai cerdasnya, Luke masih belum juga datang meski Mary sudah menunggunya hampir dua jam.

Mary sudah begitu lapar terlebih banyaknya hidangan yang dipesan Mary begitu menggoda.

Namun Mary tidak bisa menyentuhnya karena ia masih menunggu Luke datang.

Hingga akhirnya Luke mengirimkan pesan bahwa pria itu tidak bisa datang karena masih ada urusan.

Mary langsung tertunduk lemas.

Selain membuang waktu karena menunggu, Mary langsung berpikir keras, berapa yang harus ia bayar untuk semua makanan ini.

Biasanya Luke yang membayar semua makanan.

Mary hanya bisa pasrah, ia harus membayar dengan uang yang tersisa di rekeningnya.

Untuk gaun dan sepatu baru serta perawatan yang dilakukannya sudah menghabiskan setengah dari uang simpanannya.

“Huh! Sudahlah! Tak usah dipikirkan! Lebih baik makan saja!” Mary bergumam pada dirinya sendiri.

Tiba-tiba terdengar kegaduhan dari luar ruangan.

“Maaf, anda tidak boleh memeriksa satu persatu tamu! Itu melanggar privasi tamu!”

“Aku tidak peduli! Aku tahu, orang yang kucari ada di sini!”

“Maaf! Anda harus pergi!”

“Mawary! Mawary!”

Mary mendengar teriakan yang memanggil namanya.

"Mawary! Mawary!"

Teriakan itu membuat Mary beranjak dari tempat duduknya.

Mary membuka pintu geser ruangannya dan mendapati seorang pria yang sedang bergulat dengan petugas keamanan restoran.

Mary benar-benar terkejut sekaligus malu melihat keributan yang dibuat oleh pria itu.

Apa sebaiknya ia masuk kembali ke ruangan dan berpura-pura tidak melihat kejadian itu?

1
Lucynta Guo
tak ada bujang, duda di sayang 🤣
SanKy
Beneran ga niat jastip ini
Mely L
jono asal klaim aja
VLav: namanya juga jono ka 😄
total 1 replies
La La
babi 🤣 haram
Milan Oh
tinggalin jejak 👍
oppa super
ciee dijemput
Syahdar Gazali
awalnya menarik 👍
Syahrin Arizki
ditolongin itu ya ucapkan terima kasih, kok malah shamming
Nancy Avika
estetika keindahan 👍
Lucynta Guo
plis yg paling butuh validasi minggir
Nancy Avika
kapoo poll 🤣
nay
wahh jadi ibu dewan ya
Sha Sha
kucing lapar🤭
Sha Sha
Jono, tunggu janda yaa
Lavia
hihh jono
Nancy Avika
hayoloohh gentong air kumuh
Dedew
Minta tolong kek ngajak gelut
Tinsley Carmichael
Lanjut thor
Tinsley Carmichael
Mmpz
Tinsley Carmichael
Salah bgt km gendis strateginya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!