NovelToon NovelToon
Dokter Meets Mafia

Dokter Meets Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Mafia / Dokter
Popularitas:23.5k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Di balik jas putih yang bersih, seorang dokter muda bernama Evelyn Lavina hanya ingin menjalani hidup yang tenang, menyelamatkan nyawa dan melupakan masa lalunya yang kelam. Namun takdir mempertemukannya dengan seorang pria yang seharusnya tidak pernah ia kenal.

Enzo Bellucci, pria tampan dengan tatapan dingin yang disegani banyak orang. Di dunia bisnis, ia dikenal sebagai pengusaha sukses. Tetapi di balik itu, ada sisi gelap yang tidak diketahui banyak orang, di merupakan seorang pemimpin mafia yang berbahaya.

Pertemuan mereka bermula di sebuah jalan, ketika Evelyn hendak perjalanan pulang. Saat di lampu merah, tiba seorang laki-laki asing masuk kedalam mobilnya dengan luka tusuk di perutnya.


Evelyn yang seorang dokter akhirnya membawa pria tersebut ke rumah sakit untuk menyelamatkan nyawanya.


Sejak saat itu, hidup Evelyn berubah. Ia terjebak dalam dunia yang penuh rahasia, kekuasaan, dan bahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Promo

“Lea, kamu mau langsung pulang atau mau mampir dulu kemana, gitu?” tanya Yuki sambil menyampirkan tasnya ke bahu.

Alea yang sejak tadi sibuk memasukkan buku ke dalam tasnya menoleh sekilas. Wajahnya terlihat sedikit lelah, tapi masih sempat tersenyum kecil.

“Aku mau langsung pulang. Mama ku sudah menghubungiku sejak tadi,” jawabnya pelan, nada suaranya terdengar buru-buru, seolah ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya.

Yuki mengangguk paham. “Ya sudah, kapan-kapan aja nongkrongnya,” katanya santai.

“Iya,” balas Alea singkat.

Tanpa banyak kata lagi, Alea melangkah menuju parkiran. Sinar matahari sore menyentuh wajahnya, membuatnya sedikit menyipitkan mata. Sesekali ia mengecek ponselnya, memastikan tidak ada panggilan terlewat dari ibunya. Namun layar itu tetap kosong, justru itulah yang membuat hatinya semakin tidak tenang.

Sesampainya di mobil, Alea membuka pintu dan duduk di balik kemudi. Ia menarik napas panjang sebelum menyalakan mesin, mencoba menenangkan perasaan aneh yang sejak tadi menggelayuti dadanya.

Mobil itu perlahan keluar dari area kampus, bergabung dengan arus kendaraan sore yang cukup padat. Di sepanjang perjalanan, Alea tidak memutar musik seperti biasanya. Hening. Hanya suara mesin mobil dan sesekali klakson dari kendaraan lain yang menemani.

Pikirannya melayang.

Kenapa mamanya sampai menghubunginya berkali-kali? Padahal biasanya ibunya tidak pernah seperti itu. Bahkan jika Alea pulang malam sekalipun, sang ibu hanya akan mengirim pesan singkat tanpa nada panik.

“Ada apa sebenarnya…” gumamnya lirih, jemarinya tanpa sadar mengetuk-ngetuk setir mobil.

Perjalanan terasa lebih lama dari biasanya. Satu jam berlalu dengan pikiran yang terus dipenuhi berbagai kemungkinan. Dari yang masuk akal hingga yang membuatnya semakin cemas.

Saat akhirnya mobilnya memasuki kawasan rumah, Alea langsung mengurangi kecepatan. Namun, begitu matanya menangkap sesuatu di depan, ia refleks menginjak rem sedikit lebih dalam.

Rumahnya terlihat… berbeda.

Alea mematikan mesin mobil, lalu membuka pintu dengan gerakan pelan. Kakinya melangkah keluar, namun tubuhnya seperti enggan mendekat lebih jauh. Matanya menyipit, berusaha memastikan apa yang dilihatnya bukan halusinasi.

Di sepanjang halaman rumah, terpajang janur kuning yang melengkung indah. Hiasan khas acara pernikahan itu terlihat mencolok, kontras dengan suasana rumah yang biasanya sederhana.

Beberapa kursi juga tampak tersusun rapi di halaman. Bahkan ada tenda yang berdiri kokoh, meski belum sepenuhnya ramai.

“Siapa yang menikah? Tidak mungkin mama menikah lagi, bisa ngamuk nanti papa" gumam Alea pelan, hampir seperti berbisik pada dirinya sendiri.

Jantungnya mulai berdetak tidak normal.

Langkahnya maju perlahan, matanya menyapu setiap sudut rumah yang terasa asing. Aroma bunga segar tercium samar di udara, bercampur dengan suara orang-orang yang berbicara dari dalam rumah.

Semakin dekat, semakin jelas suara itu terdengar. Tawa. Obrolan. Dan… kesibukan.

Alis Alea berkerut. Perasaan tidak nyaman itu kini berubah menjadi sesuatu yang lebih besar kebingungan yang bercampur firasat buruk.

Tanpa sadar, langkahnya terhenti tepat di depan pintu.

Tangannya menggantung di udara, ragu untuk membuka. Satu pertanyaan terus berputar di kepalanya Kenapa rumahnya seperti sedang menggelar pesta… dan kenapa dia sama sekali tidak tahu apa-apa?

Alea menelan ludahnya, lalu dengan perlahan mendorong pintu itu.

Ceklek…

Suara pintu yang terbuka itu terdengar biasa saja, tapi tidak bagi Alea. Begitu langkahnya melewati ambang pintu, dunia seakan berhenti sesaat. Matanya langsung menangkap pemandangan di ruang tamu yang penuh dengan bunga.

“Oke… ini rumah siapa?” gumam Alea pelan, menoleh ke kanan dan kiri seperti turis nyasar.

Belum sempat otaknya memproses lebih jauh, tiba-tiba saja sebuah tangan menariknya dengan cepat.

“Eh, Mama?!”

Emi dengan wajah yang terlihat tegang namun berusaha tenang, menyeret Alea masuk ke dalam rumah seperti agen rahasia yang baru saja menculik target penting.

“Mama ingin memberitahumu,” ucap Emi serius.

Alea mengerjap bingung, lalu melirik ke arah luar sekali lagi sebelum akhirnya menatap mamanya dengan penuh kecurigaan.

“Memberitahu apa? Siapa yang mau menikah, Ma? Kenapa banyak janur di depan? Mama mau menikah lagi ya? Atau papa mau punya istri lagi?” Alea langsung memberondong dengan pertanyaan tanpa jeda, seperti senapan mesin yang kehabisan rem.

Plak!

Satu pukulan ringan mendarat di lengannya.

“Aduh! Mama!” Alea meringis sambil mengusap lengannya. “Kenapa mama memukulku sih? Aku ini anak, bukan drum!”

Emi menghela napas panjang, mencoba menahan emosi yang mulai naik ke ubun-ubun.

“Pertanyaanmu itu tidak ada yang benar sama sekali,” ucap Emi datar.

Alea melipat tangan di dada, cemberut. “Ya terus kalau salah, kasih tau dong yang benar. Jangan main pukul, ini bukan latihan silat, Ma.”

Emi menatap putrinya beberapa detik, lalu berkata dengan nada yang jauh lebih serius, “Bukan mama atau papa yang mau menikah. Tapi kamu.”

Hening.

Satu detik.

Dua detik.

Tiga detik.

“APA?!”

Suara teriakan Alea hampir membuat kaca jendela bergetar. Dia melompat mundur dua langkah, menatap Emi seperti baru saja melihat hantu diskon.

“Menikah sama siapa? Mama jangan aneh-aneh ya! Aku aja tidak punya pacar! Jangankan pacar, gebetan aja masih trial version!” serunya panik.

Emi tetap berdiri tenang, meskipun dalam hati sebenarnya ingin ikut teriak.

“Kamu kami jodohkan dengan Angga,” ucap Emi lugas.

Alea mengernyit. “Angga siapa?” Lalu matanya tiba-tiba berbinar. “Angga Yunanda? Kalau itu sih aku mau, Ma. Bahkan kalau harus langsung akad sekarang juga aku siap! Mana orangnya? Mana?!”

Emi memijat pelipisnya. “Bukan Angga artis itu!”

Wajah Alea langsung berubah datar dalam hitungan sepersekian detik.

“Terus siapa dong? Jangan bilang… tukang galon depan komplek.”

“Angga anaknya teman papa. Saat ini dia duda,” jelas Emi.

Seolah disambar petir di siang bolong, Alea membeku. Mulutnya terbuka, tapi tidak ada suara yang keluar selama beberapa detik.

“Ya ampun, Ma…” akhirnya dia bersuara, dramatis sambil memegang dadanya. “Kok tega banget sih jodohin aku sama duda? Mama kan tahu aku ini masih ori, masih segel pabrik, belum pernah disentuh pasar! Ini kenapa langsung dijual second pairing?”

Emi memelotot. “Alea! Jaga bicaramu!”

“Tapi ini tidak adil, Ma!” lanjut Alea, mulai berjalan mondar-mandir seperti pengacara yang sedang menyusun pembelaan. “Ini hidupku, bukan flash sale! Masa aku langsung dijodohin tanpa diskusi dulu? Ini bahkan lebih tiba-tiba daripada ujian dadakan!”

Emi mencoba tetap tenang. “Ini semua sudah dipertimbangkan dengan baik oleh mama dan papa.”

“Dipertimbangkan dari mana, Ma? Dari mimpi semalam?” balas Alea cepat.

Emi menatapnya tajam. “Angga itu orang baik, mapan, bertanggung jawab—”

“Dan duda,” potong Alea cepat.

Emi menghela napas panjang lagi. “Ya, dia duda. Tapi itu bukan berarti dia buruk.”

Alea mengangkat tangan, seperti ingin menghentikan sidang. “Maaf, interupsi. Aku tidak bilang dia buruk. Tapi… ini aku loh, Ma. Aku yang bahkan masih bingung mau makan apa besok, tiba-tiba disuruh jadi istri orang. Ini upgrade terlalu jauh!”

Belum selesai dia mengeluh, tiba-tiba suara dari ruang tengah terdengar.

“Apa Alea sudah datang?”

Alea langsung membeku.Matanya perlahan melebar, lalu menoleh ke arah sumber suara dengan gerakan super pelan, seperti adegan film horor.

“Jangan bilang…” bisiknya lirih.

Emi menatapnya tanpa ekspresi. “Ya. Dia sudah datang.”

Alea menelan ludah.

“Oke…” katanya pelan, mencoba menenangkan diri. “Aku siap.”

Dia menarik napas dalam-dalam, lalu berjalan dua langkah… sebelum tiba-tiba berbalik.

“Tidak, aku tidak siap! Mama, aku kabur saja ya? Kita pura-pura aku ini hilang diculik alien!”

Emi langsung menarik kerah bajunya sebelum Alea benar-benar lari. “Kamu tidak ke mana-mana.”

Alea meronta kecil. “Ma, tolonglah. Ini bukan perkenalan biasa, ini jebakan batman versi keluarga!”

Namun tak peduli seberapa keras Alea mengelak, Emi tetap menggiringnya menuju ruang tamu.

Dan di sanalah takdirnya… atau mungkin kesialannya… sudah menunggu.

1
Atik Marwati
🧐🧐🧐🧐🧐 bakal seru nich
letslalaviena
KAKKK SUMPAH BAGUSS BGTTT, CINTA BGT SAMA ALUR DAN PENULISAN KATA NYAAA🥹♥️

SEMANGATT TERUSS KAKK UP NYAA!! HEHEE DITUNGGUUU🤍🤍🤍🤍
Atik Marwati
enzo datang🥰🥰🥰
ikeds
uhh tengkyu double upnya😍😍 love sekebon
Atik Marwati
enzo......
ikeds
dan akupun menunggu dan berdoa agar keajaiban terjadi sehingga author cepet double up🤭😍
Atik Marwati
selamat
Atik Marwati
eve sama jula selamat
Iqomah Fahma Ernasanti
bagus.....
deg2an.....
trus nunggu...kpn update lg...
Mita Paramita
akhirnya penyelamat datang 🔥🔥🔥
Atik Marwati
enzo
Mita Paramita
om ganteng tolongin jula 🤣🤣🤣
Atik Marwati
kebakaran....
Atik Marwati
ketemu om danteng pasti seru🤣🤣🤣
Atik Marwati
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Atik Marwati
karena itu Evelyn joe
Atik Marwati
keren....lanjut thor
Atik Marwati
keren thor seneng baca interaksi Enzo sama Evelyn ditambah jula...
Atik Marwati
musuh sesungguhnya yang tak bisa ditebak
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!