NovelToon NovelToon
Love Unscripted

Love Unscripted

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Teen
Popularitas:877
Nilai: 5
Nama Author: CieMey

Zhevanya Maharani Karasya (Vanya) selalu menjadi anak yang dapat dibanggakan oleh kedua orangtua nya, siapa sangka sifat nya yang ceria periang dan selalu berfikir positif itu ternyata menyembunyikan rasa sakit yang sangat menyiksa. Vanya yang selalu ingin menyerah oleh penyakit nya itu tak pernah menduga masa remaja nya akan terasa sangat berwarna.

Pertemuan nya dengan Nana, Farida, dan Irgi benar benar membuat masa remaja nya begitu berwarna, indah dan membuat banyak kenangan yang tak terlupakan, sampai pada akhirnya Semua terasa begitu sia sia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CieMey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kasih sayang Mama

Sudah 3 hari Raka berada di rumah sakit, untung nya ia berhasil sadar di hari ke dua nya ia di rawat.

semua orang berusaha untuk memperhatikan nya dan menjaga nya dengan baik.

"Bang Gimana kondisi lo sekarang, aman kah sorry gue blom bisa kesana" satu pesan masuk dari Irgi, ia ingat terakhir kali ia ingin pergi bertemu dengan Irgi sehabis itu kepala nya terasa sangat sakit, sakit kali ini sakit terasa lebih menyakitkan dari pada biasanya sampai badan terasa lemas dan penglihatan nya menggelap sampai ia kembali tersadar dan ia sudah berada di ruang rawat inap rumah sakit.

"Gue udah mendingan Gi, oh iya Gi kata Vanya yang nolongin gue lo ya?"

"Gue ngecek kerumah lo bang, abis lo ga bisa di telpon waktu itu"

"makasih ya Gi"

" Iya bang sama sama, pain kali kalo sakit itu ngomong jangan di pendem sendirian aja"

"Iya iya Gi"

"Nanti kalo gue ada waktu gue kesana deh lo mau ada yang di titip?"

"nggak Gi, lo dateng aja kesini temenin gue"

"oke"

Raka kembali menaruh HP nya, ia melihat ke arah Mama nya yang tertidur di sofa. menatap nya dengan Lara seolah ingin meminta maaf karna sudah membuat Mama nya khawatir membuat seluruh keluarga nya kewalahan mengurus nya yang sedang tak berdaya.

"Ma Udah bangun aja baru juga tidur" sapa Raka yang melihat mama nya terbangun dari tidurnya yang baru 20 menit.

"Iya mama mau ke kamar mandi"

Bohong. hal pertama yang Raka rasakan saat mendengar kata kata dari Ratih, ia tau mama nya sulit tidur saat berada di rumah sakit, naluri nya sebagai seorang ibu yang selalu ingin menjaga anak nya membuat Ratih selalu terjaga dan sulit untuk tidur nyenyak.

Jujur saja Raka merasa menjadi orang yang sangat merepotkan sekarang, tidak hanya untuk orang tua nya tapi untuk adik nya, seharusnya ia lah yang menjaga adik nya dan melindungi adik nya terlebih adik nya adalah seorang perempuan tapi bahkan saat ini ia lah yang terus di bantu dan di jaga adik nya, untungnya Nana ada untuk membantu Vanya jadi Vanya tak harus menanggung beban ini sendirian.

Benar saja Ratih langsung duduk disamping Raka dan membukakan buah untuk nya, wajah nya terlihat sangat kelelahan tapi senyuman nya seakan akan mengatakan kalau ia baik baik saja.

"Mah udah tidur aja, mama capek banget pasti kan"

"nggak bang mama nggak capek kok, kan tadi udah tidur"

"Mah nanti malem yang jagain abang di sini Irgi katanya jadi nanti mamah pulang aja ya sama Vanya"

"Loh kok Irgi?"

"Iya Irgi yang minta sama abang"

"Irgi yang minta atau kamu yang minta?" Tanya Ratih penuh curiga, ia yakin anak nya yang meminta Irgi menemaninya agar ia bisa beristirahat dengan baik.

"Nanti juga Irgi kesini bareng Vanya mama tanya langsung aja orang nya"

"Iya iya mama percaya deh"

...☘️☘️☘️...

Suara canda tawa terdengar di depan kamar rawat inap Raka, ia sudah sangat yakin itu pasti adik nya yang datang.

"Halo abang aku datang"

"Bang Raka udah enakan?"

"Bang gimana udah enakan?"

benar saja 3 adik kecil Raka datang dan ruangan yang tadi nya sepi sunyi ini berbuah menjadi ruangan yang sangat berisik. Vanya terus memarahi Irgi karna Irgi selalu jail dan menggoda Vanya sedangkan Nana mencoba melerai kedua nya tapi pada akhirnya Nana ikut memarahi Irgi untuk membela Vanya. jangan lupakan status Nana yang sudah menjadi Pacar Vanya, jelas Nana akan selalu berpihak pada Vanya.

"Eh kalian udah pulang" Ratih datang dengan beberapa buah di tangan nya.

"Tante, udah makan? Ini tadi Irgi sama Nana beliin tante Makanan"

"eh Ya ampun repot repot calon calon mantu tante nih"

"Mah anak mama yang cewek cuma satu" Raka dan Vanya bingung mendengar omongan Ratih. Raka bergidik ngeri dengan maksud omongan mama nya itu, bayangkan saja Nana adalah pacar Vanya sudah pasti ia yang disebut calon mantu mama nya tapi mengapa mama nya juga menyebut Irgi sebagai calon mantu nya. apa mama nya berpikir Vanya akan melakukan poliandri atau pemikiran terburuk nya mamanya menganggap Irgi dan Raka memiliki hubungan spesial. Itu sungguh mengerikan.

"Eh salah ngomong ya Mama, kalo gitu mama ganti yang satu calon mantu mama yang satu nya anak angkat mama aja kan bakal jadi anak mama semua"

Semua yang ada di sana hanya bisa tertawa getir mendengar nya, bisa bisa nya mamanya berpikir menambah anak di saat seperti ini.

Setelah beberapa menit Vanya baru menyadari, bagaimana bisa mama tau tentang hubungan nya bukan nya ia tak pernah memberitahu siapapun bahkan Irgi dan abang nya tidak ia beritahu.

Nana dan Vanya saling bertatapan, perasaan bingung dan senang bercampur menjadi satu.

mereka senang karna ternyata orang tua Vanya tidak mempermasalahkan tentang hubungan mereka.

"Eh iya Gi nanti malem kamu mau nginep sini?" Tanya Ratih yang mencoba memastikan kebenaran ucapan Raka tadi.

Sial Raka lupa memberitahu Irgi perihal kebohongan nya yang satu itu. Raka menatap Irgi penuh harap, ia mencoba memberi kode lewat mata nya, dan beruntungnya Raka karna Irgi adalah anak yang pintar, ia dengan mudah menerima kode yang di berikan Raka.

"oh iya tante, Irgi kan juga santai besok juga libur kan kelas 9 nya mau ujian jadi ya Irgi aja yang jagain sekalian maen" jawab Irgi dengan sangat lancar seakan akan ia memang sudah merencanakan semua nya.

"Yaudah Gi tante mau kebawah dulu ya tebus obat Raka"

"Iya tante"

setelah kepergian Ratih, Irgi menatap ke arah Raka yang sedang senyum senyum tidak jelas kepada nya.

"Kalo mau boong itu ngomong dulu bang biar gue ada persiapan, untung gue bukan orang lemot bang"

"hehehe maap Gi, lupa ngasih tau lo"

Vanya hanya menatap Irgi dan Raka bergantian. " Jadi tadi lo boong Gi? gue kira beneran"

"Ya Gak jadi boong Van, ntar malem gue yang disini"

"oh... Ikhlas kan ?"

"ikhlas lah masa nggak sih"

"Makasih ya Gi"

1
Ridwani
👍👍👍👍👍👍
gempi
b
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!