NovelToon NovelToon
BUNGKAM

BUNGKAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Teen
Popularitas:479
Nilai: 5
Nama Author: nia ayu

jeon jungkook gadis manis itu menyimpan sebuah rasa kepada sahabat masa kecilnya kim taehyung tapi sayang kim taehyung mencintai wanita lain.
hingga sebuah perjodohan membuat keduanya tinggal serumah.

akankah jungkook bisa mengungkapkan perasaannya?? atau justru dia akan memilih diam?

bagaimana nasib rumah tangga mereka dengan berbagai konflik yg hadir khususnya orang ketiga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengungkapkan rasa

Tengah malam taehyung tiba-tiba demam tinggi dan terus mengigau memanggil nama jungkook.

Nyonya kim segera memanggil dokter pribadi untuk memeriksa putra bungsunya tersebut.

“Taehyung hanya kurang istirahat dan terlalu banyak pikiran, biarkan dia beristirahat selama beberapa hari dirumah", pesan sang dokter yang kebetulan masih sepupu dengan nyonya kim.

Setelah kepergian dokter nyonya kim duduk di sisi ranjang dan menatap putranya yang terlelap karena suntikan yang diberikan oleh dokter, wajah taehyung pucat dan terlihat sedikit tirus.

"Bukan mama tidak menyayangimu sayang tapi kookie sudah memilih jalannya sendiri dan mama tidak bisa memaksanya untuk bersamamu”, kata nyonya kim lirih.

“Sayang bagaimana taehyung?” Tanya tuan kim saat memasuki kamar putranya.

"Dia hanya butuh istirahat saja, tidak apa-apa”, kata nyonya kim.

"Sebenarnya apa yang terjadi? Dia seperti kehilangan gairah hidup”, kata tuan kim.

"Bagaimana jika aku bilang jika putra kita menyesali keputusan yang dia ambil dulu? Dan taehyung terlambat menyadari perasaannya”, kata nyonya kim.

"Maksudnya?” Tanya tuan kim penuh tanda tanya.

Akhirnya nyonya kim menceritakan yang dia tahu dan pahami tentang taehyung kepada suaminya tanpa terlewat satupun.

"Dan sekarang taehyung sekarang baru merasa kehilangan jungkook setelah mengetahui jika jungkook sudah mempunyai kekasih, begitu maksudnya”, kata tuan kim dan nyonya kim pun mengangguk.

"Mungkin jika jungkook tidak mempunyai kekasih taehyung tidak akan sehancur ini, tapi kita juga tidak bisa menyuruh jungkook untuk tetap bersama taehyung sementara taehyung sendiri sudah mempunyai kekasih”, jelas nyonya kim.

"Dan akan sangat egois jika kita menyuruh jungkook tanpa seseorang yang bisa menjaganya bukan”, kata tuan kim.

Keesokan paginya terlihat jungkook yang tengah menikmati sarapannya bersama kedua orang tuanya.

"Sayang tadi mama kim bilang taehyung demam”, kata nyonya jeon di tengah makannya.

Jungkook mengangkat kepalanya dan menatap sang mama.

"Demam? Sudah diperiksa dokter?”, tanya jungkook dan nyonya jeon pun mengangguk.

Setelah mendengarnya jungkook bernafas lega lalu kembali menikmati sarapannya, tapi suara nyonya jeon menghentikan aktifitasnya.

"Taehyung terus memanggilmu sayang, dia demam dan terus memanggilmu”, kata nyonya jeon sambil melihat ke arah sang putri.

Paham dengan apa yang dikatakan sang mama jungkook pun menghela nafas pelan.

"Nanti sepulang sekolah kookie akan ke mansion kim, tapi bagaimanapun juga kookie harus tanya jaehyun dulu karena dia sekarang kekasih kookie”, kata jungkook.

"Lakukanlah yang menurutmu baik sayang”, kata tuan jeon dan jungkook pun mengangguk.

Sepanjang perjalanan ke sekolah jungkook hanya diam menatap ke luar jendela, jaehyun yang melihat kekasihnya sedikit lebih diam dari biasanya akhirnya membuka suara.

"Kamu kenapa sayang? Apakah kamu sakit?” Tanya jaehyun dengan mata yang fokus ke jalanan.

"Tidak, aku baik-baik saja hanya tadi pagi mama kim memberitahuku jika taehyung sakit”, kata jungkook.

"Dan dia terus memanggil namaku”, kata jungkook lagi dengan suara lirih.

“Kamu ingin menjenguknya?" Tanya jaehyun tiba-tiba.

Jungkook menoleh ke arah kekasihnya yang sedang fokus menyetir, jungkook berusaha membaca ekspresi jaehyun saat mengatakan hal itu tapi ekspresi jaehyun terlihat tenang.

Karena tidak mendapatkan jawaban jaehyun menepikan mobilnya dsn menatap ke arah jungkook.

“Ada apa hmm?" Tanya jaehyun lembut.

“Kamu yakin menyuruhku menjenguk taehyung?" Kata jungkook lirih.

“Ya, kenapa memangnya? Bukankah kalian bersahabat jadi tidak ada salahnya bukan sayang", kata jaehyun lagi

Jungkook masih menatap tidak percaya ke arah kekasihnya.

"Tapi kenapa kamu mengijinkan aku jae? Kenapa kamu tidak melarang atau cemburu misalnya", tanya jungkook lirih.

“Kemarilah", kata jaehyun sambil menepuk pahanya mengkode jungkook untuk duduk dipangkuannya dan jungkook pun duduk di pangkuan jaehyun sambil melingkarkan tangan mungilnya di leher sang kekasih.

“Aku tahu seberapa besar kamu mencintainya dulu tapi aku juga tahu seberapa keras dirimu untuk melupakan semuanya itu, bahkan kamu menerima diriku meski saat itu hati kamu masih sepenuhnya miliknya", kata jaehyun.

“Jae" panggil jungkook lirih.

“Disaat hatimu masih sepenuhnya miliknya kamu justru memberikan mahkotamu untukku, saat itu aku tahu bahwa akulah pemenang hatimu meski kamu belum menyadarinya", kata jaehyun lagi.

Jungkook menangis mendengar semua yang dikatakan kekasihnya dadanya terasa sesak oleh suatu rasa yang tidak bisa dirinya jelaskan secara logika.

"Lalu kenapa aku harus meragukanmu disaat kamu sudah menyerahkan hidupmu sepenuhnya padaku hmm? Yang perlu kamu tahu adalah aku benar-benar mencintaimu dan melihatmu tersenyum dan bahagia itu adalah kewajiban dan tugasku”, jelas jaehyun sambil menatap gadis di pangkuannya saat ini.

“Aku akan bahagia jika kamu selalu bahagia sayang, apapun itu yang membuatmu bahagia dan nyaman lakukanlah", kata jaehyun lembut sambil menyelipkan rambut panjang jungkook ke belakang telinganya.

Air mata jungkook semakin deras mengalir mendengar semua yang dikatakan oleh jaehyun, sikap dewasa jaehyun membuat dirinya dicintai secara luar biasa dimana dirinya bisa menjadi seorang wanita yang lebih kuat dan tangguh lagi kelak.

“Aku…aku mencintaimu jaehyun" ucap jungkook dengan air mata yang terus mengalir.

Jaehyun membeku seketika saat mendengar apa yang dikatakan oleh jungkook.

“Sayang katakan sekali lagi", pinta jaehyun dengan suara yang bergetar dan jantung yang berdegup kencang.

“Aku mencintaimu jaehyun", ucap jungkook mantap tanpa keraguan.

Mendengar hal itu jaehyun lalu menangkup pipi jungkook lalu mengecupi seluruh wajah kekasihnya itu.

“Aku lebih mencintaimu sayang”, kata jaehyun lembut.

"Berjanjilah untuk tidak meninggalkanku jae, karena aku akan hancur sekali lagi”, kata jungkook lirih sambil menatap kekasihnya.

“Aku tidak akan meninggalkanmu sayang, aku akan menjadi sandaranmu selamanya", kata jaehyun lalu perlahan mendekatkan wajahnya dan mencium bibir kekasihnya dengan lembut dan jungkook yang menyambut ciuman tersebut.

Setelah beberapa saat jaehyun melepaskan ciuman mereka dan menghapus benang saliva di bibir kekasihnya.

“Sepertinya hari ini kita akan membolos sayang", kata jaehyun sambil tersenyum ambigu.

Jungkook memicingkan matanya ke arah sang kekasih

“Kamu mau apa?" Kata jungkook tiba-tiba.

Perlahan jaehyun mendekatkan wajahnya dan berbisik di telinga kekasihnya.

"Aku menginginkanmu sayang”, bisik jaehyun sambil menggigit telinga jungkook yang membuat gadis itu meremang seketika.

Jungkook meremas rambut belakang jaehyun saat lelaki itu mengecup tengkuk jungkook

"Mmmmhhhh jaeee”, desah jungkook.

“Iya sayang aku disini", kata jaehyun lalu setelahnya melajukan mobilnya ke suatu tempat dengan jungkook yang masih dipangkuannya.

Seperti yang dikatakan jaehyun tadi, dirinya membawa jungkook ke apartemen pribadinya setelah sebelumnya mengirim pesan kepada lisa jika dirinya dan jungkook tidak masuk hari ini.

Jungkook memandang kekasihnya dengan penuh pertanyaan saat jaehyun mengajak jungkook memasuki sebuah apartemen.

"Ini apartemen siapa jae?” Tanya jungkook saat kakinya melangkah memasuki apartemen mewah tersebut.

"Apartemen kita sayang”, kata jaehyun lirih sambil memeluk jungkook dari belakang.

“Hah apartemen kita?" Tanya jungkook sambil melihat sekeliling dengan jaehyun yang menempel padanya.

“Iya apartemen kita, jika kamu merasa letih kamu bisa kesini sayang atau kamu ingin waktu menyendiri kamu bisa datang kemari, sandinya adalah tanggal lahir kamu", jelas jaehyun.

Jaehyun membalik badan jungkook ke arahnya dan dengan sekali angkat dirinya membawa jungkook ke salah satu kamar di apartemennya.

Jaehyun merebahkan dengan perlahan tubuh kekasihnya di atas kasur king size dan dengan perlahan mulai mendekatkan bibirnya dan mulai mencium bibir yang membuatnya candu tersebut.

Setelah beberapa saat jaehyun melepaskan ciuman mereka dan dapat jaehyun lihat mata jungkook yang sayu dan nafas yang terengah.

Pemandangan yang hanya boleh dilihat oleh dirinya pikir jaehyun.

Jaehyun menatap ke mata onyx itu seolah meminta izin dan jungkook mengangguk pelan.

Jaehyun menatap jungkook yang terlelap karena aktivitas mereka baru saja, dengan perlahan jaehyun mengambil sebuah kotak kecil dari laci di nakas sebelah tempat tidurnya.

Sebuah cincin yang dirinya siapkan untuk jungkook, lalu dengan perlahan jaehyun menyematkan cincin itu ke jari manis jungkook dan mengecupnya lama.

“Aku sangat mencintaimu sayang", kata jaehyun lirih lalu menarik tubuh polos jungkook supaya lebih dekat dengannya.

Akhirnya mereka berdua terlelap dengan tubuh polos di balik selimut.

1
Nadia Apriyanti
kasain ama tae tpi lebih kasian kookie ..huuuhhhh jae kookie omg😍
Nadia Apriyanti
semoga tae nyesel se nyesel nyesel nya
Aisyah Nabila
keren
Nadia Apriyanti
semoga tidak ada badaiiiiiiii
Nadia Apriyanti
sakitin trus biar jk pergiiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!