NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Abah ( Antara Nyaman & Cinta )

Jodoh Pilihan Abah ( Antara Nyaman & Cinta )

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Duda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: R-kha

Sekuel dari kisah Ivanka ( Izinkan Aku Bahagia )

Saat manusia di hadapkan antara nyaman dan cinta mungkin tak akan sulit untuk memutuskan tapi saat harus memilih antara orang tua atau cinta siapa kah yang akan kalian pilih ?

Itu juga yang harus Widya hadapi dimana iya harus terjebak antara cinta dan baktinya pada seorang ayah terlebih cintanya ternyata terlarang untuk bisa iya gapai.

Cinta seperti apa yang sedang di hadapi Widya dan akankah seseorang yang Abah hadirkan mampu menghilangkan cinta yang salah itu menjadi sebuah cinta murni yang utuh ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketegasan Bu Ersa

Dokter baru saja keluar dari ruang operasi setelah lebih dari tiga jam berjuang menyelamatkan nyawa Naira yang tiba tiba saja henti jantung selama lima menit.

" dok bagaimana kondisi Naira dan bayinya ?" tanya Bu Ersa yang merasa lega bercampur tegang karena akhirnya dokter pun keluar dari ruang operasi.

" meski awalnya kami sempat kehilangan Bu Naira tapi sejauh ini kondisinya sudah cukup stabil, tinggal kita tunggu Bu Naira kembali siuman setelah pengaruh obat biusnya habis " ucap dokter panjang lebar.

" sempat kehilangan gimana dok ?" tanya Panji yang cukup tersentak saat mendengar penjelasan dokter jika Naira sempat hilang karena dalam pikirannya Naira sempat berhenti bernafas.

" Bu Naira sempat henti jantung selama lima sampai sepuluh detik tapi beruntungnya Bu Naira kembali bernafas setelah kami melakukan pertolongan yang di perlukan ditambah saat tangis putrinya kembali menarik ibunya dari ambang kematian " jelas dokter panjang lebar.

Jujur Bu Ersa dan Panji akhirnya bisa bernafas lega karena Naira sudah lolos dari kematian yang membayangi persalinannya meski sempat ada insiden yang mungkin saja bisa berakibat fatal tapi rasa syukur tak henti hentinya mereka panjatkan atas keselamatan Naira dan bayinya.

" bayinya ?" tanya Bu Ersa yang masih belum bisa menangkap jika Naira berhasil melahirkan anak perempuan yang juga menjadi penyelamat ibunya.

" Bu Naira melahirkan bayi perempuan Cantik"

" selamat ya Bu, pak " ucap dokter yang juga ikut bahagia saat berhasil membantu persalinan Naira.

" terima kasih dok "

" oh ya apa saya sudah bisa melihat Naira ?" tanya Bu Ersa yang ingin lebih dulu melihat kondisi Naira sebelum melihat cucu perempuannya.

" tentu saja, tapi nanti setelah kami memindahkan pasien ke ruang rawat baru bapak dan ibu bisa melihat kondisi pasien " ucap dokter yang langsung pergi meninggalkan Bu Ersa dan juga Panji yang kini sudah bisa duduk dengan tenang setelah tau kondisi Naira baik baik saja.

" ibu harap kamu memikirkan semua yang ibu katakan tadi sebelum kamu menemui Naira " ucap Bu Ersa yang tak ingin membebani ataupun kembali menyakiti Naira dengan kehadiran Panji di hadapannya.

" apa jika Panji masih tetap ingin memperjuangkan cinta panji untuk Widya, Panji tidak boleh menemui Naira dan anak Panji ?" tanya Panji.

" tentu saja, kamu tidak boleh menemui Naira ataupun anakmu karena itu sama saja menyakiti Naira lebih dalam lagi " ucap bu Ersa yang hanya ingin menjaga kewarasan Naira yang mungkin harus beradaptasi dengan peran barunya sebagai seorang ibu tunggal.

" tapi anak yang Naira lahirkan itu juga anak Panji, lalu kenapa Panji tidak boleh melihat anak Panji sendiri ?" tanya Panji yang merasa apa yang ibunya putuskan itu tidak lah adil untuk dirinya.

" ibu hanya ingin menjaga Naira yang mungkin saja akan semakin terluka saat menyadari anak yang iya lahirkan sudah kehilangan sosok ayahnya " ucap Bu Ersa.

" ibu tau dan ibu tak menyangkal itu tapi apa pantas kamu di sebut seorang ayah jika yang ada di pikiran mu itu hanya mengejar wanita yang jelas jelas sudah tak menginginkan mu lagi ?"

" lebih baik anak itu tak pernah mengenal sosok ayahnya sama sekali dari pada harus melihat ibunya di sia siakan oleh ayahnya yang tak bertanggung jawab " ucap Bu Ersa yang lebih memilih Naira dari pada anaknya sendiri.

Mendengar semua itu Panji pun memilih pergi meninggalkan ibunya yang hanya bisa menghela nafas panjang saat melihat Panji melangkah menjauh darinya.

Berbeda dengan Wisnu dan Widya yang baru saja selesai makan siang bersama dan kini mereka sedang berada di ruang keluarga.

" bagaimana kondisi ibu, mas ?" tanya Widya yang baru bisa bertanya soal Bu Vira yang kini tinggal sendiri setelah kepergian Bram untuk selamanya.

" mas sudah mengajak ibu tinggal di sini bersama kita tapi ibu masih ingin sendiri " ucap Wisnu yang memang belum lagi menghubungi Bu Vira setelah kepulangannya dari rumah Bu Vira.

" apa ibu tak meminta mas untuk tinggal bersamanya ?" tanya Widya yang hanya ingin memastikan apa yang sempat terlintas dalam benak sejak kepulangan Wisnu.

" mungkin ibu masih memahami jika aku masih enggan untuk kembali ke rumah itu, jadi ibu tak meminta ku tinggal kembali di rumah yang sudah memberikan luka yang begitu dalam di hatiku " ucap Wisnu yang memang tak memiliki keinginan untuk kembali menginjakkan kakinya di rumah Bu Vira.

" baiklah apapun yang membuat mas nyaman, Widya akan ikut " ucap Widya yang kembali di kejutkan dengan bunyi bel rumah yang berbunyi saat siang hari seperti saat ini.

" siapa yang datang siang siang seperti ini ?" tanya Wisnu yang langsung bangkit untuk memastikan siapa yang datang bertamu saat ini.

" Widya tidak tau " ucap Widya yang memilih menyandarkan tubuhnya di sofa tanpa ingin tau siapa yang datang ke rumahnya siang ini.

Wisnu pun membuka pintu rumah dan siapa yang ada di hadapannya membuat Wisnu mengerutkan dahinya karena lagi lagi laki laki ini seolah sudah kehilangan urat malu dan juga pikirannya karena berani datang ke rumah wanita yang jelas jelas sudah menolaknya.

" bisa kita bicara ?" tanya Panji yang ternyata bukan mencari Widya tapi ingin berbicara dengan Wisnu suami dari wanita yang masih iya cintai.

" baiklah, silahkan duduk " ucap Wisnu yang mencoba bersikap bijak saat menghadapi Panji.

Panji dan Wisnu pun duduk di teras rumah dimana di teras itu juga sudah biasa di sediakan minuman botol untuk tamu yang datang bertamu.

" katakan apapun yang mungkin ingin anda katakan dan saya harap ini akan menjadi kali terakhir anda datang ke rumah ini " ucap Wisnu yang hanya memberikan kesempatan satu kali untuk Panji bertamu dengan baik baik ke rumah ini.

" hari ini wanita yang saya nikahi karena perjodohan melahirkan putri kecil yang bahkan belum bisa saya lihat parasnya " ucap Panji membuka pembicaraannya dengan Wisnu yang malah terlihat bingung kenapa Panji menjelaskan semua itu padanya.

" lalu ?" tanya Wisnu yang belum tau arah pembicaraan Panji saat ini.

" saya tau jika apa yang saya lakukan ini sudah menyakiti banyak hati " ucap Panji yang memang sudah memikirkan semuanya sejak dalam perjalanan dari rumah sakit hingga akhirnya berhenti di depan rumah Abah.

" terutama hati Anda dan juga istri yang sudah saya sia siakan selama mengandung anak saya " ucap Panji penuh sesal.

" lalu ?" tanya Wisnu yang semakin bingung dengan pembicaraan Panji ini.

" saya ingin berjanji di hadapan anda yang kini sudah menjadi suami dari Widya "

" mulai saat ini saya tak akan lagi datang atau bahkan mencoba menghubungi Widya "

" saya bisa pastikan pada Anda jika saya mengatakan semua itu dengan bersungguh sungguh, saya titip Widya "

" jaga, cintai, sayangi dan lindungi Widya untuk selamanya karena Widya pantas mendapatkan semua itu " jelas Panji.

✍🏻✍🏻✍🏻 apa Wisnu akan percaya dengan mulut manis Panji saat ini ?

Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya

Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya

love you moreee 😘 😘 😘

1
Dew666
🌹🌹🌹
Dew666
👄👄
Dew666
💜💜💜💜💜
Dew666
🔮🔮🔮
Dew666
🏆🏆🏆🏆🏆
Dew666
💎💎💎
Dew666
☀️🍡💜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!