NovelToon NovelToon
Si Manis Kesayangan Sang Mafia

Si Manis Kesayangan Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Vampir / Fantasi Wanita
Popularitas:56.1k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Xavier benci dua hal di dunia ini, kekacauan dan bulu kucing. Sebagai seorang mafia yang disegani hidupnya harus selalu steril dan terkendali.

Namun, semua itu hancur saat seekor kucing liar yang ia temui tiba-tiba berubah menjadi gadis cantik nan polos bernama Luna.

​Luna tidak tahu cara menjadi manusia. Dia berisik, manja, dan hobi mengacaukan ruang kerja Xavier yang rapi.

Xavier ingin mengusirnya, tapi setiap kali melihat mata bulat Luna, hatinya goyah.

Bagaimana bisa sang pemangsa justru tak berdaya di tangan mahluk manis seperti Luna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28

Sinar matahari yang masuk melalui jendela besar di ruang makan seolah memberikan panggung bagi pemandangan yang paling tidak masuk akal dalam sejarah hidup seorang Gerry.

Xavier turun dari lantai atas. Kali ini, ia tidak membawa kucing putih di pundaknya.

Sebagai gantinya, ia berjalan berdampingan dengan seorang gadis cantik yang mengenakan gaun berwarna merah muda.

Gadis itu berjalan dengan langkah yang sedikit kikuk, sesekali matanya berbinar menatap kristal-kristal yang tergantung di langit-langit.

"Selamat pagi, Tuan dan Nona Muda," sapa Gerry, membungkuk hormat meski otaknya sedang bekerja keras memproses kenyataan di hadapannya.

"Hmm." Xavier berdehem pendek tanpa sedikit pun menoleh ke arah asisten setianya itu.

Fokusnya hanya satu, memastikan gadis di sampingnya tidak menabrak kaki meja.

Gerry menelan ludah. Pagi-pagi ia sudah disuguhi sikap sedingin es dari bosnya. Namun, tatapan Gerry kemudian beralih pada Luna.

Gadis itu tampak sangat mempesona.

Gaun merah muda itu sangat serasi dengan kulit putihnya, dan mata biru sapphire-nya terlihat jauh lebih jernih di bawah cahaya pagi.

"Pagi, Ger!" sapa Luna sambil melambaikan tangan.

"Kondisikan matamu kalau kau tidak mau aku mengeluarkannya dari tempatnya!" sahut Xavier tiba-tiba dengan nada yang jauh lebih tajam dari sebelumnya.

Gerry tersentak, hampir saja menjatuhkan tablet di tangannya.

"Ya ampun, Tuan... lagipula saya hanya menatapnya sebentar sebagai bentuk kekaguman pada ciptaan Tuhan."

"Oh, sekarang kau sudah berani menjawabku rupanya?" Xavier menyipitkan mata, memberikan tatapan maut yang membuat bulu kuduk Gerry meremang.

Ini salah, itu salah, mau Tuan apa sih sebenarnya! batin Gerry kesal setengah mati.

"Woah! Banyak sekali makanan? Luna mau semua! Semuanya!" seru Luna tiba-tiba. Ia langsung berlari menuju meja makan dan melompat ke atas kursi.

Xavier menghela napas panjang melihat tingkah Luna. "Apa kau bisa duduk dengan benar? Kau tidak sedang berada di hutan, Luna."

"Luna sudah duduk kok! Lihat, Luna sudah nyaman!" ucap Luna polos.

Ia duduk dengan kedua kakinya yang naik ke atas kursi, berjongkok persis seperti saat ia masih dalam wujud kucing.

Xavier tidak membentak. Ia justru mendekat ke arah Luna, lalu secara mengejutkan ia berlutut di samping kursi gadis itu.

Dengan gerakan yang sangat hati-hati, ia menurunkan kaki Luna satu per satu dan merapikan letak gaunnya.

Ia memperlakukan Luna seolah gadis itu adalah benda antik mahal yang bisa pecah kapan saja.

Melihat pemandangan itu, Gerry mengucek matanya berulang kali. Ia mencubit pipinya sendiri dengan keras.

"Aku benar-benar tidak sedang bermimpi? Tuan Xavier yang kejam dan anti-sentuh itu... benar-benar berubah jadi pelayan cinta?" gumam Gerry tak percaya.

Dari belakang, sebuah tangan menepuk pundak Gerry dengan keras hingga ia hampir terjungkal.

Xander muncul dengan seringai tipis yang sulit diartikan.

"Apa yang sedang kau lihat? Kau terlihat seperti orang bodoh yang baru melihat alien," tanya Xander penasaran.

"Itu... anda lihat sendiri saja," sahut Gerry sembari menunjuk ke arah meja makan.

Xander menoleh, dan seketika ekspresinya mengeras. Ia meremas jari-jarinya hingga terdengar bunyi gemeretak.

Pemandangan Xavier yang sedang menyeka sudut bibir Luna dengan tisu membuat hatinya panas.

Di meja makan, Xavier sama sekali tidak mempedulikan dua pasang mata yang mengawasi mereka dari kejauhan.

"Katakan, mau makan yang mana dulu?" tanya Xavier rendah.

"Semua! Yang merah itu, yang cokelat itu, dan yang ada dagingnya!" jawab Luna dengan penuh semangat, jarinya menunjuk ke sana kemari.

Xavier mengambilkan semua yang Luna inginkan ke piring gadis itu.

"Pakai garpu dan pisaunya untuk memotong daging. Jangan menunjukkan pada orang lain kalau kau adalah kucing itu. Kau harus bisa hidup seperti manusia yang beradab," bisik Xavier tepat di samping telinga Luna.

Luna mencoba memegang pisau dan garpu itu, tapi benda-benda logam itu terasa licin di tangannya.

"Tapi Luna tidak bisa menggunakan benda besi ini, Sapir! Susah! Luna mau pakai tangan saja, lebih cepat!" rengeknya.

"Dasar gadis bodoh," gumam Xavier, namun nada bicaranya sama sekali tidak terdengar marah.

"Luna tidak bodoh!" balas Luna tak terima, pipinya menggembung lucu.

"Diamlah. Aku akan mengajarimu dengan perlahan." Xavier bangkit dan berdiri tepat di belakang kursi Luna. Ia sedikit membungkuk, melingkarkan lengannya di bahu Luna untuk memegang kedua tangan gadis itu.

Posisi mereka kini sangat intim, seakan-akan Xavier sedang memeluk Luna dari belakang.

Luna terdiam, jantungnya kembali berdebar jedag-jedug seperti yang ia rasakan kemarin. Ia bisa merasakan hembusan napas Xavier yang hangat menerpa pipinya saat pria itu mulai menggerakkan tangan Luna untuk memotong daging dengan irisan kecil.

"Bagaimana? Sudah bisa sekarang?" tanya Xavier lembut setelah satu potongan daging berhasil dilepaskan.

Luna menoleh dengan cepat ke arah Xavier. Jarak wajah mereka hanya satu inci. Dan dalam kepolosannya, Luna melakukan hal yang biasa ia lakukan saat merasa berterima kasih.

Cup!

Satu kecupan basah dan hangat mendarat tepat di pipi Xavier.

Xavier mematung di tempat. Garpu di tangannya hampir terlepas. Matanya membelalak, menatap Luna yang kini tersenyum manis tanpa dosa.

"Terima kasih, Sapir! Kau guru yang hebat!" seru Luna kegirangan lalu langsung melahap daging itu.

Sekarang, gantian jantung Xavier yang berdebar tak karuan. Ia segera berdehem keras, berusaha menutupi rona merah yang menjalar hingga ke telinganya, lalu kembali duduk di kursinya dengan kikuk.

"M-makan saja yang banyak. Jangan bicara terus. Kau bisa tersedak!"

Gerry dan Xander yang melihat adegan ciuman pagi itu hanya bisa terdiam membeku di tempat mereka berdiri.

1
Tiara Bella
Xavier balas dendam sm Luna krna 6 th gk ketemu....
Al Fatih
bakal ad baby baru lagi nih Luna....
Dew666
🪻🪻🪻
🇧🇬
dipercepat 😭 plok2nya 🌚🌚🌚
angel
thor bakal up lagi gak malam ini?
Senja: Ga tahu kak, tergantung ide ini
total 1 replies
Keysha Aurelie
Vier sudah bersama kesayangan kembali dan bonus dua anak yang lucu

sekarang giliran Xander yang berbahagia
Eva Karmita
akhirnya bahagia selalu Sapir dan Luna bangun keluarga Cemara ya 🥰🥰🥰🥰
Eva Karmita
kau salah faham juga Sapir Luna tidak pernah menikah dengan Jidat... Jidat cuma jadi paman untuk anak"mu 🥰🥰
partini
lovely doply ❤️❤️, bikin cerita kaya gini lagi Thor,seru pernahh maca komik manga jepang yg berjudul fruits basket ga thor
Senja: Blm mak,, sekarang lagi suka donghua
total 1 replies
angel
lanjut thorrrr💪
Al Fatih
Syukurlah...,, salah faham sudah d luruskan....,, tapi apa ini artinya kisah Luna Xavier akan berakhir...,, jangan dulu yaa kaka
MamDeyh
Luna udah deh dgrin si Sapir. 😒
Mita Paramita
akhirnya bertemu lagi Luna & Xavier 😘 apa kabar nih Xander gak diceritain nih Thor 🤨🤨😁
Hesty
iya kaka semngt up nya kalau bisa bnyk aku kepo😍😍
Al Fatih
Syukurlah akhirnya Xavier bisa bertemu sama Luna dan anak anaknya,, tinggal gimana caranya Xavier menjelaskan dan melunakkan hatinya luna
Lilik24
tinggal nurut aja sama sapir luna
angel
semangattt up nya thorrrrr💪
Keysha Aurelie
lanjut kak tetap semangat dan terimakasih up nya🙏

Luna sekarang sudah bisa memanggil Xavier , tapi ada yang kurang Luna yaitu panggilan sayang 🤭
Vier yakin banget sama dua bocah itu, langsung mengakui anak nya

Mama Bella terkejut dan senang nih
omg baby Vier 🤣
Senja: cMa2 zeyeng
total 1 replies
im'yuseec
rajin" up Thor
Senja: aku usahakan kak
total 1 replies
Eva Karmita
tetiba udah enam tahun aja dan Luna udah punya bocil twins dan baiknya lagi anaknya mewarisi sikap emak bapaknya satu lembut satu mode pemburu persis bapaknya...jadi penasaran selama enam tahun Luna hidup dalam pelarian siap yg menemani ,, apa si Jidat...?? dan apa kabar Elise sama Xander apa mereka menikah atau Mereka berpisah..??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!