Iqram, seorang laki-laki yang sudah cukup umur dan sudah mapan dalam pekerjaan nya,menerima jodoh yang di carikan bunda nya karena kecewa pada wanita yang dia cintai .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Depi Delita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
biang kerok
Iqram mendekati Cahaya sesaat setelah melihat istri nya itu berdebat dengan buk Meta. " Ngapain tadi sama buk Meta. Kayak nya tadi lagi ngomong serius" tanya Iqram.
Cahaya melihat ke arah suami nya," biasa,kami lagi membicarakan masalah pernikahan Aisyah. Buk Meta mengira kalau yang mau menikahi Aisyah itu orang yang sudah tua" ucap Cahaya.
Iqram langsung tersenyum mendengar jawaban istri nya," buk Meta kan emang orang nya begitu. Ngapain di ladenin sih" ucap Iqram sambil mencubit pelan hidung istri nya.
" Kesal aja dengernya. Malah bilang Aisyah cewek matre lagi" ucap Cahaya.
Iqram langsung tertawa mendengar ucapan istri nya," nggak apa apa di katakan cewek matre. Asal jangan di bilang cewek murahan" ucap nya.
" Masuk yuk. Abang lapar. Temani Abang makan" ajak Iqram yang langsung di ikuti oleh istri nya.
Saat Iqram makan,dari arah depan rumah nya terjadi keributan. Iqram dan Cahaya langsung berjalan cepat untuk melihat nya.
Iqram terkejut saat melihat kakak dari almarhum ayah nya sedang marah marah pada bunda nya.
" Ada apa ini pak De" tanya Iqram.
Pak Malik,pak De nya Iqram langsung melihat ke arah Iqram. " Apa kalian sudah tidak menganggap ku sebagai keluarga lagi. Kalian tidak meminta restu dari ku sebagai kakak dari ayah kalian saat kalian akan menerima pinangan untuk Aisyah " ucap nya dengan nada keras.
" Selagi aku masih hidup,hiaya aku yang bisa jadi wali nikah Aisyah karena aku kakak laki laki dari ayah nya" ucap nya lagi.
Buk Vita langsung tersenyum sinis mendengar ucapan mantan Abang ipar nya itu. " Bukan kah dari awal.aku sudah mengatakan kalau Aisyah akan menikah. Tapi Abang yang tidak mau memberi restu pada Aisyah karena Abang ingin Aisyah menikah dengan ponakan istri Abang yang seorang penjudi itu" ucap beliau.
" Dan perlu Abang ingat kembali. Saat ayah dari anak anak ku meninggal,Abang datang dan mengambil semua jatah warisan suami ku pemberian dari almarhum ayah kalian. Abang sendiri juga pernah mengatakan kalau hubungan antara kita sudah berakhir dan abang tidak akan mau tau lagi dengan semua yang berhubungan dengan kami" ucap buk Vita penuh emosi.
" Masih untung hari itu aku masih mau datang untuk mengundang Abang. Dan perlu Abang ketahui juga, Aisyah punya wali yang sah,dia punya kakak kandung laki laki sebagai pengganti ayah nya untuk menikah kan nya. Jadi dia tidak perlu Abang" ucap buk Vita yang membuat pak Malik tambah marah.
Pak Malik menatap tajam ke arah buk Vita," jangan asal tuduh kamu. Ponakan istri ku bukan seorang penjudi. Dia laki-laki yang paling tepat untuk menjadi suami nya Aisyah. Tapi berhubung karena hari pernikahan Aisyah akan di langsungkan besok,kamu harus memberikan aku uang lima juta untuk dapat restu dari ku" ucap pak Malik.
Iqram akan bicara tapi buk Hamidah,kakak tertua dari almarhum ayah nya datang mendekat dan langsung," plaaakk" sebuah tamparan kuat dia berikan di pipi pak Malik.
" Otak mu di mana ha. Yang akan menikah ini anak dari adik mu yang sudah meninggal. Seharusnya kamu yang membantu mereka,bukan malah kamu yang minta uang. Bikin malu saja. Semua keluarga kita sudah ikut membantu di sini,tapi batang hidung mu tidak kunjung tampak. Sekali nya nongol langsung bikin ulah" ucap buk Hamidah.
" Iqram,bawa bunda masuk. Nggak usah di ladeni orang gila yang satu ini. Bikin darah tinggi ku naik aja" ucap buk Hamidah lagi.
Pak Malik menatap kakak nya itu dengan tajam," kakak berani mempermalukan aku di sini. Apa kakak tidak akan butuh bantuan ku lagi" ucap nya.
Buk Hamidah langsung tersenyum mendengar pertanyaan itu," butuh bantuan mu? Yang ada aku yang selalu kau repot kan dengan semua keluh kesah mu. Dari semua anak almarhum ayah dan ibu,kamu lah yang paling menyebalkan. Paling suka bikin masalah. Harta anak yatim pun mau kau libas" ucap.buk Hamidah.
" Sekarang pulang sana,jangan tunjukkan batang hidung mu disini lagi. Kamu tidak di butuh kan di sini" ucap buk Hamidah mengusir.
Pak Malik langsung pergi dengan menahan rasa malu akibat tamparan dan pengusiran dari kakak kandung nya sendiri.
" Setiap mau ada acara selalu ada aja masalah yang datang " ucap buk Vita.
Buk Hamidah mendekati adik ipar nya itu. " itu hal yang biasa. Kamu istirahat saja. Besok merupakan hari yang panjang. Kamu butuh energi lebih " ucap beliau.
" Cahaya,buatkan bunda mu teh hangat " ucap buk Hamidah pada Cahaya.
Dengan cepat Cahaya langsung berjalan membuat kan teh untuk ibu mertua nya itu.