NovelToon NovelToon
12 Tahun Yang Terulang

12 Tahun Yang Terulang

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Penyesalan Suami
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: SunRise510k

Aku mencintainya selama 12 tahun.
Menikah dengannya selama 5 tahun.
Dan mati… karena cintanya.
Jika waktu bisa diulang, aku akan memilih untuk tidak pernah mengenalnya.
Tapi kenapa…
saat aku benar-benar diberi kesempatan itu—dia malah mulai mencintaiku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SunRise510k, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Pintu kamar tertutup dengan bunyi debuman pelan, mengunci seluruh riuh rendah dunia luar dari kehidupan Kaizar. Setelah seharian menahan nyeri yang mengonfrontasi bahunya di kampus, pria itu melangkah goyah menuju meja kerja yang terletak di sudut ruangan. Ia tidak berniat menyalakan lampu utama; hanya lampu meja bercahaya kekuningan yang ia biarkan menyala, melempar bayangan panjang yang tampak sepi di dinding kamar.

Kaizar menjatuhkan tubuhnya di kursi kerja. Tangan kirinya bergerak perlahan membuka laci paling atas, mengambil sebuah benda kecil yang selama ini ia sembunyikan di sana. Sebuah gantungan kunci berbentuk kanvas lukis kecil.

Jemari kokohnya mulai memainkan benda itu, memutarnya pelan di bawah pendar lampu. Gantungan kunci inilah yang ia temukan di koridor fakultas DKV saat pertama kali ia berpapasan dengan Zivara Arthea di awal semester. Benda sederhana yang menjadi saksi bisu awal dari segalanya.

Kaizar menyandarkan punggungnya, menatap kosong pada langit-langit kamar yang gelap. Lamunannya terbang jauh, menyeretnya ke dalam labirin rasa putus asa yang semakin mencekik. Ada keinginan yang begitu menggebu di dalam dadanya untuk menumpahkan seluruh isi hati secara terbuka. Ia ingin mendekap Zivara, berteriak pada dunia bahwa ia akan melindungi gadis itu dengan segenap jiwa raganya dari gangguan siapa pun, termasuk Luna.

Sialnya, kenyataan justru menamparnya dengan begitu kejam. Setiap kali Kaizar merasa jarak di antara mereka sudah mulai mengikis, setiap kali ia mencoba melangkah satu depan lebih dekat, ia justru bisa merasakan Zivara perlahan bergerak mundur. Gadis itu sengaja membangun dinding kaca yang tebal, membiarkan Kaizar melihatnya tetapi tidak pernah mengizinkannya untuk menyentuh hatinya lagi.

Logika Kaizar sebagai seorang pria rasional dan pewaris perusahaan besar menolak mentah-mentah konsep tentang kehidupan kedua atau reinkarnasi. Hal-hal mistis seperti itu tidak pernah ada dalam kamus bisnis yang ia pelajari. Anehnya, getaran di dadanya tidak bisa berbohong. Ada sebuah ikatan tak kasat mata yang teramat kuat, seolah jiwanya dan jiwa Zivara sudah terikat oleh sumpah sejak bertahun-tahun lalu.

Terlebih lagi, akhir-akhir ini tidur malamnya tidak pernah tenang. Mimpi-mimpi buruk yang terasa begitu nyata terus menghantuinya. Di dalam mimpi itu, ia melihat dirinya sendiri mengenakan setelan jas yang lebih dewasa, menatap Zivara dengan pandangan dingin yang penuh keegoisan, sementara Zivara menangis sendirian di pojok kamar tidur mereka yang megah. Puing-puing ingatan dari masa depan yang hancur itu terus datang silih berganti seperti kepingan puzzle yang acak.

Kaizar menunduk, mencengkeram gantungan kunci kanvas itu erat-erat hingga sudut-sudutnya yang lancip menusuk telapak tangannya. Rasa sakit itu setidaknya membuatnya sadar bahwa ia sedang tidak bermimpi saat ini.

"Apa yang sebenarnya terjadi pada kita di masa lalu, Vara?" bisik Kaizar pada kesunyian kamar, suaranya tercekat oleh rasa sesak yang luar biasa.

Andaikan dia memiliki kemampuan untuk mengurai semua benang kusut yang mengikat takdir mereka, andaikan dia diberi petunjuk selangkah saja lebih jelas, Kaizar bersumpah akan mencari tahu setiap detail kesalahan yang pernah ia perbuat di kehidupan lalu. Ia bersedia menanggung kutukan apa pun, asalkan gadis itu tidak menatapnya dengan kekosongan yang membunuh seperti sekarang.

**

Riuh rendah di luar sana perlahan meredup seiring malam yang semakin pekat. Di dalam kamarnya yang sunyi, Zivara berdiri mematung di depan sebuah sudut yang sengaja ia sembunyikan dari pandangan siapa pun. Apa yang berkecamuk di dalam dadanya saat ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan badai yang sedang menghantam Kaizar di seberang sana. Ada rasa sesak yang begitu padat, sebuah beban tak kasat mata yang terus menghimpit napasnya sejak mereka berpisah di area parkir kampus tadi sore.

Zivara mengulurkan tangan yang sedikit gemetar. Jemarinya mencengkeram ujung kain putih berdebu yang selama ini menutupi sebuah sandaran kayu di pojok ruangan. Dengan satu tarikan pelan, kain itu merosot ke lantai, menyingkap sebuah rahasia yang ia kunci rapat-rahasia tentang alasan mengapa ia tidak lagi menjadi gadis polos yang bisa diinjak-injak.

Sebuah lukisan cat minyak berukuran besar terpampang di depannya.

Goresan kuas di atas kanvas itu tidak menampilkan pemandangan alam yang indah atau sketsa tugas kuliah DKV pada umumnya. Lukisan itu sangat kelam, didominasi warna hitam, abu-abu, dan merah pekat yang kontras. Gambar seorang perempuan yang sedang melayang jatuh dari puncak gedung tinggi, dengan gaun putih yang robek dan tatapan mata yang kosong menghadap langit.

Itu adalah potret kematiannya sendiri. Sebuah peristiwa mengerikan di lini masa depan yang akan selalu tertanam kuat di kepalanya, menolak terhapus meski takdir telah melempar jiwanya kembali untuk terlahir kedua kalinya di masa lalu ini. Setiap kali menatap kanvas itu, Zivara bisa merasakan kembali sensasi dingin angin malam yang menghantam punggungnya, juga rasa sakit yang teramat sangat saat tubuhnya menghantam beton keras.

Zivara mundur selangkah, mendekap kedua lengannya sendiri demi mengusir gigilan yang mendadak menyerang tubuhnya. Ia tahu betul, di balik benteng ketegasan yang ia bangun sekarang, rasa cinta yang selama ini ia pendam secara diam-diam untuk Kaizar tidak bisa hilang sepenuhnya begitu saja. Perasaan yang tumbuh selama belasan tahun itu memiliki akar yang terlalu dalam untuk dicabut paksa dalam semalam.

Sialnya, ketulusan itu kini telah berubah menjadi racun. Setiap kali matanya tidak sengaja berbenturan dengan sorot mata Kaizar, setiap kali pria itu mencoba mendekat dan menunjukkan perhatian kecil, rasa sakit dari pengkhianatan di masa depan justru bangkit kembali, mencengkeram jantungnya hingga sulit bernapas. Luka lama itu terlalu lebar untuk ditutup dengan kata maaf yang sederhana.

Zivara menatap jemarinya yang kini menyentuh permukaan kanvas yang kasar. Ia ingin sekali melepaskan semuanya. Ia ingin egois, melupakan seluruh beban garis waktu ini, dan melangkah pergi mencari kebahagiaannya sendiri tanpa perlu melibatkan keluarga Ravindra lagi. Akan tetapi, kenyataan menahannya di tempat. Rasa sakit ini terasa seperti benang kusut yang terlanjur mengikat seluruh urat nadinya. Zivara didera kebingungan yang luar biasa; ia sama sekali tidak tahu dari titik mana ia harus mulai melangkah untuk menyelesaikan penderitaan batin ini tanpa harus menghancurkan dirinya sendiri untuk kedua kali.

***

1
nur
akn berlbuh kmna dua orng ini dgn msa lalunya
Anonim
yang penting GANTENG lu aman .. mau red Flag juga asal GANTENG gak Masalah
nur
emg bner2 sush lari dari masa lalu kayaknya
,udh ke luar negri dlu vara
falea sezi
lanjut entah masih g rela aja balik ke kaisar karena dia di masa lalu jahat oon 😒
Crazy_Girls: setuju 😭
total 1 replies
falea sezi
🤣 orang kaya woy kasih lah anak gadis muda bodyguard bayangan😒 miskin kali. ya kau bapak nyewa orang buat jaga anak gadis kau tak bisa😕
falea sezi
pantes di benci laki. laknat semoga g balik ya thor😒
Sri Murtini
bermainlah yang sportif
Sri Murtini
bersiaplah luna ini pertunjukan blm dimulai baru pemanasan
🤣🤣🤣
Soraya
alurnya bikin bingung🤔
Soraya
mampir thor
Sri Murtini
takdir mempertemukan zivara dg kaisar
Zhang Wuyang (张五阳)
tak bisa berkata kata sih gw 🗿
nur
,jngn jd lemah vara
nur
hemm,, smkin menarik
Lusy Purnaningtyas
yg judul satunya gmn thor?
Lusy Purnaningtyas
penulisannya bagus. aku suka..
Lusy Purnaningtyas
semangat💪💪
MamDeyh
Blm up lagi nih kak/CoolGuy/
Dian Fitriana
update
YuWie
ternyata dari dulu si luna maya mmg jahara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!