Penyesalan selalu akan datang di akhir. Seperti yang sekarang aku rasakan. Awal nya setelah istri ku meninggal aku belum benar benar kehilangan nya. Bahkan saat dia meninggal dunia aku masih bisa tertawa dan merasa bahagia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27.
Beginilah jika sesuatu hal di awali dengan sebuah kebohongan, pasti akan berlanjut dengan kebohongan terus menerus.
Pias wajah Renata pun berubah menjadi sendu, dia menatap suaminya itu dengan wajah bersalah. Dia pun berkata, "Maafin aku ya Mas, aku itu tahu kalau Mas tidak terbiasa makan di tempat seperti ini. Dan sekali lagi aku juga meminta maaf, karena sudah membuat perut Mas sakit!"
Dalam hatinya, Ivan sedang bersorak sorak dengan gembira. Dia begitu bahagia, Dia tidak perlu pusing pusing untuk mengarang sebuah kebohongan. Karena kebaikan istrinyalah yang selama ini seakan membantu dirinya untuk terus merangkai kebohongan yang baru.
Ivan pun memegang punggung tangan milik istrinya. "Sudah ya Dek, gak usah sedih dah juga merasa bersalah. Mas tidak apa apa kok Dek!"
Renata terlihat membalas apa yang suaminya lakukan, dia juga memegang tangan milik suaminya dengan tangannya yang lain.
"Makasih banyak ya Mas untuk hari ini," ucap Renata dengan tatapan yang terlihat begitu tulus ke arah suaminya.
"Tapi maaf Dek, ke pantainya kita tunda dulu saja ya. Mas meminta pengertiannya ya Dek, karena sekarang ini perut Mas sangat melilit, karena memakan Mie Ayamnya tadi." Ivan sekarang ini mulai mendalami akting yang biasa dia lakukan.
Dengan bentuk wajah yang terlihat sendu dan juga adem, begitu mudah Ivan membohongi semua orang, bahkan atasannya sendiri juga tertipu dengan wajah polos yang Ivan miliki.
Renata sebenarnya heran, harusnya suaminya itu memegang perutnya dengak ekspresi wajah kesakitan itu dari tadi. Dari sejak suaminya itu kembali dari dalam kamar mandi.
Tapi sekali lagi Renata memilih untuk abai dengan beberapa perasaan yang mengganjal sekarang ini di dalam hatinya.
Renata menjawab ucapan suaminya itu dengan mengaggukkan kepalanya, disertai dengan sebuah senyuman tulus yang tidak pernah pudar dan juga luntur dari wajah cantiknya.
Akhirnya baik Renata maupun suaminya memutuskan untuk pulang kembali ke rumah mereka.
Saat berada di dalam mobil, Renata dengan antusias mendengarkan cerita suaminya. Jika di lihat dari luar kaca mobil depan, tampak Renata maupun suaminya terlihat begitu sangat bahagia.
Ivan yang merasa bersalah pada istrinya, memutuskan untuk mengajak istrinya itu membeli beberapa roti.
Kini ke duanya sudah berada di dalam Toko Roti langganan Ivan, yaitu Havana Bakery. Saat di kantor, dia sering membelikan bawahannya roti dari toko roti ini.
Mata Renata terlihat berbinar, kala suaminya itu mengajak untuk masuk ke dalam Havana Bakery. Sebuah Toko Roti yang terlihat mewah, yang biasa di gunakan oleh beberapa orang orang dari kalangan kelas atas untuk membeli sebuah roti di tempat itu.
"Mas Ivan Ya Allah, tempat ini bagus banget. Baru kali ini di sepanjang hidupku, aku itu masuk ke dalam tempat yang bagus dan mewah seperti ini!" Renata berdecak kagum sembari terus melihat kemewahan yang ada di dalam Havana Bakery itu.
Sungguh hati Ivan sekarang ini begitu tersentuh, kala melihat apa yang baru saja istrinya itu ucapkan.
"Maaf ya Dek, setelah sepuluh tahun pernikahan kita. Mas baru membawamu kesini sekarang," ujar Ivan dengan wajah yang terlihat penuh penyesalan.
"Gak papa Mas, toh akhirnya Mas juga bawa aku kesini. Makasih banyak ya Mas."
"Ya udah kalau begitu, biar Mas saja yang sekarang ini gendong Reyhan. Sekarang kamu pilih pilih roti saja yang ingin kamu beli," ujar Ivan sembari membelai dengan lembut pucuk rambut istrinya.
Seketika Renata pun menatap suaminya itu dengan tatapan wajah bingung, lantas dia pun berkata, "Maaf uang bulanan yang Mas kasih itu sudah habis, dan sekarang ini aku tidak memegang uang sepeser pun."
Seketika pias wajah Ivan pun terlihat berubah.
gimana kalau nanti karma nya dia juga merasakan sakit yg sama kaya istrinya, kanker prostat 😏😆
bukan nya menjalani hidup kali ke 2 Renata seperti harapannya dokter Leon?! 😁😁
dasar suami lucknut 😡😡