Nurul adalah seorang wanita cantik, baik, sabar, juga tegar dalam menghadapi semua cobaan hidupnya. Walau ia sudah terkhinati , dibohongi selama pernikahannya. Namun demi seorang anak yang masih murni dan polos. Nurul tetap berbaik sangka kepada Allah. Rasa sakit dari suaminya Nizam yang sangat ia sayangi. Sempat membuat Nurul kecewa dan terluka. Tapi Nurul berusaha tetap tenang dan berusaha menjadi ibu yang terbaik demi anaknya Sampai akhirnya ia mampu melewati semuanya dengan menjaga hati sang anak untuk menjadi wanita yang berjiwa besar, sukses dan hidup bahagia pada akhirnya. Bahkan Nurul kembali bisa menemukan cinta sejatinya. Yang kembali membawanya hidup bahagia dari seorang pria yang tulus bernama Azka
Akan kah Nizam menyesal .....ikuti ceritanya ya......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Kedua asisten Bian yang melihat Bian terpaku menatap dua karyawan baru itu. Saling pandang karna tak biasanya bos mereka itu bisa terkesima oleh dua orang wanita sederhana. Hanya kecantikannya alami berbeda dengan wanita kebanyakan.
" Pak ada apa?" tanya Jimmy
" Ah bukan apa apa" kata Bian kembali melanjutkan langkahnya. Sedangkan Nurul dan Nina berlalu melewati mereka menuju mushola perusahaan.
" Na...apa kamu tadi sempat lihat bos tampan kita?" bisik Nina saat mereka akan masuk keruang wudhu
" Hah...bos tampan. Tidak....aku ngak melihat siapapun" kata Nurul bingung. Yang tadi hanya fokus melihat kedepan.
" Dasar kamu na.....tadi kita berpapasan dengan bos tampan kita. Dia itu masih jomblo dan keren. Katanya sih masih belum punya istri" bisik Nina pelan.
" Begitu ya, lain kali akan aku sapa. Biar dia naksir sama aku" kata Nurul bercanda.
" Hahaha ...bisa aja kamu na." tawa Nina senang punya teman baru. Karna selana ini ia sering di diamkan oleh para seniornya.
Sedangkan Bian yang masuk keruangannya senyum senyum sendiri. Sambil melepaskan jasnya, lalu meletakkannya dibahu kursi
" Jimmy aku sholat dulu ya. Apa kamu mau ikut?" tanya Bian sambil melipat tangan kemejanya.
" Oh .. tuan muda duluan saja. Saya mau membereskan ini dulu" kata Jimmy yang biasanya sholat menunggu waktu sepi. Sebab. jika Jam istirahat masih banyak orang berdesakan di dalam mushola.
" Ok ...." kata Bian. Yang memang berniat ingin melihat Nurul dari dekat. Karna sudah lama ia tak bertemu wanita pujaannya itu.
Lalu Bian keluar menuju mushola. Terlihat mushola sudah mulai sepi. Sedangkan Nurul baru saja ingin memulai sholat karna ia lupa membawa rukuh sendiri.
" Rul aku tunggu di depan ya " kata Nina yang mundur seraya memberikan rukuh pada Nurul
" Ya...." angguk Nurul sambil tersenyum lalu mengenakan rukuh untuk sholat. Setelah selesai Nurul pun berdiri dan ingin mulai sholatnya.
" Hmm...apa mau sholat berjamaah " tawar seseorang membuat Nurul menoleh ke sumber suara.
" Bi...Bian ...!!" kata Nurul terperanjat. Tak percaya teman baiknya itu muncul tiba tiba Bahkan pria itu sudah berdiri di depannya.
" Hei....kenapa kaget ya" kata Bian tersenyum sambil melambaikan tangannya di depan Nurul. " Ayo berjamaah. Lama kita ngak bareng sholat kan "
" I ...iya ...silahkan " kata Nurul yang cepat memberi jalan sambil tergagap. Seakan tak percaya ia bisa bertemu Bian.
Lalu keduanya pun sholat berjamaah. Setelah selesai, keduanya pun saling pandang. Nurul menangkupkan kedua tangannya di dada. Seakan memberi hormat pada pria yang dulu selalu baik padanya.
" Ya Allah dia muncul disaat yang tepat. " kata hati Nurul yang merasa dadanya tiba tiba berdetak kencang. Sebab selama ini Nurul sempat sedih dengan ulah Nizam. Namun entah mengapa hati Nurul serasa mulai tenang ketika bertemu Bian.
Lalu setelah selesai keduanya pun sempat ngobrol sebentar. Membuat Nina yang menunggu di luar mushola kaget. Ketika melihat Nurul terlihat akrab dengan seorang pria baru. Setelah itu keduanya keluar bersama
" Hmm .. asyik ngobrol ya. Lho kenal dia?" tanya Nina yang merasa familiar dengan wajah Bian namun lupa status Bian.. Sebab Bian tak memakai kacamata dan hanya memakai kemeja biasa
" Hehehe ..dia itu teman kuliah ku. Dia juga karyawan baru disini" kata Nurul berbisik. Saat Bian keluar dan tersenyum pada Nina.
" Hai " sapa Nina balas tersenyum. Yang dianggukan Bian. Lalu berniat pergi meninggalkan mushola.
" Hah....karyawan baru juga, divisi apa, kok aku baru tahu. Tapi tampangnya lumayan keren na " kata Nina.
" Mungkin divisi adminitrasi atau manajemen. Dulu kuliahnya jurusan itu" kata Nurul yang hanya mengangguk saat Bian memberi kode pamit padanya
" Begitu ya, tapi tunggu......!!" kata Nina yang seperti mengenal sekilas raut wajah Bian.
" Ah mungkin hanya mirip. Tak mungkin dia CEO kita. Karna beliau jarang mau sholat di mushola" pikir Nina
" Kenapa?" tanya Nurul heran.
" Ah bukan apa apa, mungkin aku salah mengenali orang. Ayo kita ke kantin" kata Nina yang menunggu Nurul memasang sepatunya.
" Ok..." kata Nurul lalu cepat cepat beranjak dari tempatnya duduk.
Sedangkan Bian melangkah sembari tersenyum senang. Membuat Jimmy bingung saat berpapasan dengan bosnya itu ketika ia keluar dari ruangan Bian. Dan Bian ingin masuk keruangannya tanpa memperdulikan dirinya.
" Ada apa dengan tuan muda??" tanya Jimmy memperhatikan punggung bosnya itu dari depan pintu.
" Ada apa?" tegur seseorang menepuk pundak Jimmy.
" Ah bukan apa apa, hanya saja bos rada aneh hari ini. Tumben dia sholat di mushola. Biasanya hanya di dalam ruangannya" kata Jimmy
" Lagi kesabet paling" kata Rudi tersenyum Seraya ingin menutup pintu" sudah pergi sana, kenapa malah bingung !! "
" Eh ...ya aku pergi " kata Jimmy yang lalu pergi meninggal ruangan atasannya.
************
Ketika pulang kerja Lara menunggu Nizam di parkiran. Ia bersandar di body mobil Nizam supaya pria itu tak menghindarinya malam ini.
" Kok lama banget, apa dia belum pulang juga" gerutu Lara yang sudah 30 menit menunggu Nizam. Namun sosok Nizam belum nampak. Karna ia ingin pulang bersama kekasih hatinya itu
Setelah menunggu hampir 1 jam. Baru Nizam muncul sembari menenteng tasnya. Ketika Nizam melihat Lara, ia hampir saja berbalik badan. Namun Lara keburu melihatnya.
" Kak Nizam, mau kemana lagi?" panggil Lara
" Ada yang ketinggalan di ruangan ku" kata Nizam mencari cari alasan untuk menghindari Lara.
" Aku ikut, lagian sudah malam begini kok masih lembur" kata Lara yang melangkah mendekatinya.
" Ya karna proyek baru kami baru saja di setujui sama bos. Jadi ada hal yang harus kak Nizam benahi" kata Nizam bersamaan dengan Agus yang baru saja keluar dari lift
" Zam...ra ngapain kalian disini?" tanya Agus sembari menatap Nizam.
Nizam yang tahu Agus curiga padanya. langsung memberi kode pada Agus seakan meminta tolong.
" Oh ya gus aku lupa, bukannya kita masih ada perbaikan materi tentang proyek tadi siang" kata Nizam sembari mengedipkan matanya pada Agus.
Agus yang mengerti maksud Nizam pun tersenyum. " Iya aku hampir lupa. Ra kamu pulang saja duluan naik taksi. Kami masih ada urusan. Sebab masih harus menemui Klein. Zam ikut mobilku saja. Atau Sekalian aku antar Lara pulang ke kost" kata Agus
" Hah..ngak perlu. Bagaimana bisa tugas kalian belum selesai. Sehingga sampai malam begini masih harus bertemu klein. Bukannya ini sudah jam pulang" kata Lara yang merasa heran Jika Nizam masih ada urusan pekerjaan.
" Hei...ini urusan laki laki. Ngak masalah kami pulang malam dan lembur. Ini semua demi keluarga. Ingat kami ini sudah berkeluarga" sindir Agus.
" Hah . .." kata Lara yang langsung menoleh kearah Nizam
" Pulang duluan saja ra, biar aku pesankan taksi" kata Nizam cepat mengambil ponselnya di saku celana. Dan memesan taksi online. Sehingga membuat wajah Lara langsung cemberut.
" Baiklah " kata Lara merasa tak senang pada Agus. Karna kehadiran pria itu sudah merusak rencananya.
" Ya sudah tuh taksinya sudah datang. Ayo zam kita pergi " kata Agus menarik cepat tangan Nizam untuk ikut masuk kemobilnya. Membuat Lara mengepalkan tangannya. Dan menghentakkan kakinya lantaran Nizam masuk ke mobil Agus. Lalu dengan terpaksa Lara pun menghampiri taksi yang datang.
" Sial ..kenapa gagal lagi. Padahal aku berencana menginap dirumahnya" gerutu Lara sambil masuk kedalam taksi.
" Lentera agung pak!!" kata Lara
" Baik mba" jawab si sopir taksi.
Sedangkan Agus langsung menepuk bahu Nizam ketika taksi sudah pergi. Sedari tadi mereka hanya duduk dimobil pura pura ingin pergi. Padahal mereka hanya mengerjai Lara
" Pasti dia ingin mendekatimu lagi. Karna tahu Nurul pergi dari rumah kan" kata Agus.
" Huh.. begitulah. Untung ada kamu tadi" kata Nizam
" Sudah sana turun !! Selesai kan dulu masalah mu sama Nurul. Jika tidak rumah tanggamu makin hancur nanti" kata Agus mengusir Nizam dari mobilnya setelah melihat taksi sudah menghilang.
" Ya terimakasih, tapi aku tidak tahu kemana harus mencarinya" kata Nizam
" Cari saja semampu yang kamu bisa, karna mencari istri sendiri itu hukumnya jihad. Jika tidak urusanmu semakin rumit!! " kata Agus yang menghidupkan mesin mobil setelah Nizam keluar dan menutup pintu.
Brum .... mobil Agus pun pergi meninggalkan Nizam yang berdiri terpaku.
" Huh.. kemana aku mencarinya. Padahal aku sudah sangat lelah hari ini" kata Nizam yang langsung masuk kemobilnya. Lalu membawa mobilnya pulang. Namun belum jauh mobil berlari. Tiba tiba saja ada sebuah mobil berkecepatan tinggi meluncur dari depannya.
" Brak .......bruk.......
Sudah tua gitu masih plin plan dan gampang disetir ibunya
Pantas lah kau ditinggal istri dan anakmu Nizam
Tar jangan nyesal ya lihat kebahagiaan Nurul 🤭
Aamiin
Aku menunggu kelanjutan kisahnya ini 😍😍
Semoga iman dan takwa tetap terjaga sepeninggal ramadhan mulia
Memang benar ya lelaki peselingkuh ya hobi bohong sana sini
Aku ikut tepuk tangan kalau Nizam dipecat biar kapok
Bila perlu diblacklist semua perusahaan ,sekalian si Lara juga
Wahhh Nurul ,jodohmu lagi otw
Jodoh dunia akhirat sehidup sesyurga
Biar lelaki ga seenaknya sendiri cari cari alasan ini itu
Aku ikut tepuk tangan karena kamu lelaki mencla mencle
mana ada lelaki beristri sesantai itu mau antar teman wanita
Ayo Nurul jaga ketat harga dirimu
Habislah kau disidang abang ipar
Kamu berharga Nurul ,jangan mau diinjak harga dirimu sama suami tukang selingkuh
Nampaknya beda genre lagi ya Thor
BTW aku nungguin lagi squel salah satu kisah Kalimantan Thor ,sampai baca ulang lagi marathon 😍😍