Suatu hari, setiap umat manusia dari bumi diseret secara paksa ke dunia apocalypse dimana monster berada. Mereka menerima Aspek, sistem, dan satu tujuan tunggal yakni bertahan hidup.
Player 991 tidak panik. Dia tidak bergantung pada siapapun. Dia tidak mencari bantuan. Dia hanya mulai membunuh.
Sementara yang lainnya membentuk kelompok untuk memastikan keselamatan mereka, Player 991 mendaki papan peringkat global satu demi satu melalui jumlah kill yang dia kumpulkan sendirian.
Namun bertahan hidup saja tidak cukup. Ketika sistem memilih enam pemain terkuat sebagai Sovereign dan memberi mereka kekuasaan untuk membangun kembali peradaban manusia di dunia yang baru, Nate Leicester menemukan dirinya bukan hanya sebagai pemain terkuat — tapi sebagai salah satu dari enam penguasa yang akan menentukan masa depan seluruh umat manusia.
Papan peringkat tidak pernah berbohong. Dan saat ini, hanya ada satu nama di puncak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RyzzNovel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
[Gelombang 20/20 Selesai!]
[Kontribusi Setiap Pemain Telah Dihitung]
[Menampilkan Kontribusi Setiap Pemain...]
Player 991: 25%
Player 12.222: 20%
Player 7.779: 20%
Player 61: 15%
Player 115.641: 10%
Player 54.412: 10%
[Leaderboard Diperbarui!]
[Papan Peringkat Global: Kill Count]
Player 991: 23.445 Kill
Player 12.222: 21.861 Kill
Player 7.779: 19.480 Kill
Player 61: 16.961 Kill
Player 115.641: 14.537 Kill
Player 54.412: 13.548 Kill
[Papan Peringkat Global: Level Tertinggi]
Player 991: Level 19
Player 12.222: Level 18
Player 7.779: Level 17
Player 61: Level 17
Player 115.641: Level 17
Player 54.412: Level 17
[Papan Peringkat Global: Credit Tertinggi]
Player 991: 5.875.963 Credit
Player 12.222: 4.591.762 Credit
Player 7.779: 4.429.190 Credit
Player 61: 4.041.540 Credit
Player 54.412: 4.037.640 Credit
Player 115.641: 3.904.780 Credit
[Dungeon Event: (Siege Of The Fallen Citadel) Selesai!]
[+1 Title: Citadel's Reaper]
[+1 Title: The Sovereign]
[+1 Skill Slot]
[+10 Juta Exp]
[+1 Kunci Dunia]
[Citadel's Reaper: +1x Perolehan Exp]
[The Sovereign: +50% Peningkatan Kekuatan Di New World]
Nate menghembuskan napas pelan, lalu menjatuhkan dirinya ke tanah dengan rasa puas yang aneh menyelimutinya.
Dia berhasil mengelabui yang lainnya selama lima jam penuh agar tidak ada yang masuk ke dalam tubuh monster itu, dengan begitu dia benar-benar menguasai seluruh perburuan di dalamnya sendirian sementara yang lainnya sibuk bertahan dan mencoba menjatuhkan Azhraxis dari luar. Tidak ada satu pun dari mereka yang berhasil masuk.
Nate terkekeh pelan. Sekarang dia sudah jauh sekali melampaui garis start, dan bahkan di peringkat E dia percaya bahwa kenaikan levelnya akan jauh lebih mudah dengan seluruh title yang sudah dia miliki.
Nate pada dasarnya sudah menjadi anomali yang sangat curang.
"...Sialan."
Suara lembut itu terdengar di sampingnya. Nate menemukan Nelphy menatapnya dengan muram, pupil matanya yang gelap berputar-putar pelan.
Bulu kuduk Nate tiba-tiba berdiri.
'Sudah kuduga. Dia sangat menakutkan.'
Keinginan kuat untuk menjauh dari gadis itu datang begitu saja tanpa diundang.
"Kamu baik-baik saja."
Lalu Nine berbicara dengan suara yang terkesan netral dan dingin. Nate tertawa geli, hanya mengangguk ke arahnya.
Tidak lama setelahnya datanglah Loen, Rome, dan Zenith.
Zenith tampak pucat. Pria itu terus menyentuh sayapnya dengan muram.
"Ugh... Sial. Selanjutnya jangan pernah bertengger padaku, sumpah! Kalian berat sekali, aku hampir tidak bisa terbang!"
Rome mengangkat bahu. "Berhentilah mengeluh. Bukankah sudah wajar kalau kamu menolong temanmu? Apalagi yang setampan dan semenawan aku."
"Siapa yang jadi temanmu?!" Zenith menggelengkan kepalanya. "Dan kamu sekarang sangat bau, berani-beraninya bicara tentang penampilan?"
Kata 'bau' entah bagaimana berhasil membuat Rome membeku sesaat. Tapi pada akhirnya pria itu berhasil menahannya dan tertawa.
"Itulah poinnya. Bahkan di tengah darah hitam yang kotor ini, bahkan ketika aku belum mandi, aku tetap tampan."
"Betapa narsisnya."
Rome tidak mendengarkan kalimat itu dan mengalihkan perhatiannya ke arah lain, matanya tampak menatap sesuatu di udara, jelas sekali dia sedang melihat sistemnya sendiri.
"Ngomong-ngomong, Nate, aku mendapatkan title yang kamu maksud. Tapi efeknya bukan peningkatan perolehan EXP seperti yang kamu bilang."
Nate melirik dengan tertarik, lalu menyadari bahwa yang lainnya juga masing-masing sudah menemukan title mereka sendiri.
"Memangnya apa efeknya?"
"Peningkatan kekuatan lima puluh persen di New World."
Yang lainnya menyusul, mengonfirmasi bahwa mereka semua menerima efek yang sama.
Termasuk Nate.
"Maksud kalian, kalian semua menerima title The Sovereign?"
"Ya, kurasa begitu. Tapi, di mana New World yang dimaksud ini?" Rome mencubit dagunya.
Nelphy menimpali lebih dulu dari yang lain.
"Tidakkah kamu merasakan efeknya?"
"Efek dari title itu?"
Rome memang bisa merasakan bahwa kekuatannya secara keseluruhan meningkat hingga ke level tertentu, cukup untuk membuat perbedaan yang nyata. Dan jika efek title itu sudah aktif di sini, maka...
"Jadi dunia dungeon event ini adalah New World yang dimaksud?" Nine berbicara sambil melirik sekelilingnya dengan tidak percaya.
Saat ini mereka berada di hamparan tanah kering yang tidak memiliki apapun selain satu kristal yang mereka jaga.
"Apa yang akan kita lakukan di sini?" Loen bertanya, tampak tertarik dengan kemungkinan baru yang mulai terbentuk.
Yang jelas mereka semua mulai menyadari bahwa dunia dungeon event ini tampaknya tidak akan berakhir begitu saja.
"Hei, ini mungkin ide yang konyol, tapi apakah mereka mengharapkan kita untuk membangun dunia manusia yang baru di sini?"
Semua orang menoleh ke arah Zenith.
Lalu satu per satu, masing-masing dari mereka menghela napas kasar.
"Kasihan sekali..."
"Masih muda lagi."
"Kita cuma manusia biasa, Zenny. Bahkan jika itu hanya ide konyol, tetap saja tidak masuk akal."
Nate menghunus sabitnya. "Zenny, kamu baik-baik saja? Kepalamu terbentur di mana? Biarkan aku memperbaikimu."
Zenith bahkan tidak sempat berteriak ketika notifikasi sistem kembali muncul, menarik perhatian semuanya sekaligus dan menghentikan perdebatan apapun di tempat.
[New World Telah Terbuka Untuk Para Sovereign]
[Toko Dunia Dibuka]
[World Building Dibuka]
[Wilayah Kekuasaan 0/1 Dibuka]
[Karena dunia server bukanlah wilayah yang layak dihuni manusia, maka diciptakanlah New World dengan enam penguasa terpilih yang akan membangun kembali dunia dan seisinya, mengembalikan peradaban dunia manusia yang telah lama hilang.]
[Quest Sovereign: Bangun Wilayahmu]
[Batas Waktu: Tiga Bulan]
[Hadiah: Berdasarkan Performa]
[Kegagalan: Tidak Ada]
Terdengar suara tawa yang penuh kemenangan. Zenith berdiri tegak dengan dadanya membusung dan bibirnya melengkung lebar.
"Jadi, siapa yang tadi bilang ide ku konyol?"
Sistem itu jelas menyatakan bahwa mereka memang harus membangun dunia mereka sendiri, persis seperti yang Zenith katakan. Hal itu membuat yang lainnya kebingungan dan terdiam, sementara Zenith terus bersorak dengan penuh sukacita yang tidak tertahankan.
Nate berusaha memahami semuanya ketika tiba-tiba tanah di bawah kakinya bergetar dengan hebat.
Sesuatu naik dari bawah tanah.
Grrumm!! Grrumm!!
Semuanya terkejut dan segera melompat menjauh, menciptakan jarak.
"W-wah! Sial, apa itu?!" Rome berteriak, tampak sudah benar-benar muak dengan segala jenis getaran yang terjadi selama ini.
"Mana kutahu!" Zenith yang berada di langit membalas sekaligus menunjuk ke arah kristal. "Tapi apa ini tidak masalah? Kristalnya ada di sana!"
"Masa bodoh. Quest-nya sudah tuntas jadi biarkan saja." Rome menjawab.
Selanjutnya, keenam dari mereka menyaksikan sebuah bangunan menjulang naik dari tanah, terus naik, menembus awan hingga ujungnya tidak lagi terlihat.
Sebuah tower raksasa.
[Tower Sovereign Telah Dibangun!]
***