Alvero Reynaldi Pewaris Kerajaan bisnis sang daddy sekaligus mewarisi kepemimpinan mafia Black Wolf
Nadila Nurtan Zillia di jual oleh paman nya untuk menanam modal untuk perusahaan Nurtan Group
bagaimana jika mereka tidak sengaja menghabiskan malam bersama yang menumbuhkan benih di rahim nadila
dan bagaimana kisah mereka setelah malam itu!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arn20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AGSM 26
"mommy aku lapar", seru vino pada nadila
"apa kamu tidak sarapan dulu?", tanya vero
"tuan muda bersih keras ingin menemui nona nadila dan tidak sarapan dulu tadi", seru cio
"tasya?", seru vero
"dia terlalu imut aku tidak bisa menolak keinginan nya kak", jawab tasya
"sudah tidak apa apa" ucap dila
"cio segera beli sarapan untuk kita semua", baik tuan
"tasya kamu temani cio!", seru vero
"aku malas kak menemani orang menyebalkan ini", ucap tasya
"hati hati loh nanti kamu jadi suka sama dia", tegur dila yang membuat tasya semangkin kepanasan sedangkan cio hanya senyum senyum saja
"baiklah kak", ucap tasya pasrah dari pada dia harus di goda terus bisa malu nanti nya
selepas mereka cio dan tasya pergi kemudian nadila bertanya
"kenapa vino di panggil tuan muda?", tanya dila
"karena itu memang sudah seharusnya!", tekan vero
"oiya daddy apa serigala punya opa sangat besar?", tanya vino yang membuat vero tercengang
"serigala siapa son?", tanya vero
"serigala punya opa kata oma serigala punya opa sangat besar", jawab vino
"opa dan oma siapa son?", tanya vero kembali
"orang tua mu!", seru nadila dan vero hanya
"ohh"
"apa orang tua ku?", seketika vero terkaget
"iyaa mereka pulang sehari sebelum acara kemaren", terang nadila
dan vero pun mulai cemas karena akan mendapatkan hukuman dari orang tua nya
sedangkan di negara A keluarga besar Reynaldi dan Keluarga besar Xavier tengah berkumpul di mansion nya vero
"ada apa kamu mengumpulkan kami semua rora?", tanya mami xiena
"tadi nya rora akan menghukum vero di depan kalian semua! tapi ternyata anak nakal itu menghilang", jawab aurora
"memang nya ada apa dengan vero?" tanya mom bella
"ada apa dengan istrimu?", tanya dad albert
arsen menghela nafas
"liat saja sendiri nanti dad", jawab arsen
lalu aurora mengeluarkan handphone nya dan menunjukan foto vino
"kenapa kamu menunjukan foto vero nak?", tanya mom bella
"ini bukan vero mom!", jawab aurora
"sudah jelas ini vero! kamu ini bagaimana?", ucap mami xiena
kemudian aurora mengeser layar handphone nya yang menampilkan foto aurora bersama vino
"nak kenapa foto vero jadi seperti waktu kecil?", tanya mami xiena dan mom bella pun keheranan
"ini bukan vero mom melainkan vino!", seru aurora
"dia cicit kalian", giliran arsen yang berbicara
"son apa maksud mu dengan cicit?" tanya dad albert
"anak kecil yang di foto dengan istriku itu cucu ku cicit kalian!", jawab arsen
"vino itu anak nya vero!", terang yang membuat seisi ruangan terdiam, namun seketika
"apa?" seru ke empat paruh baya itu bersamaan
"aku sudah menemukan nya mi"seru aurora
"dasar anak nakal! kenapa kamu tidak mengajak mami menemui cicitku?", tanya mami xiena kesal
"hehe maaf mi waktu itu..." aurora sedikit menceritakan beberapa waktu yang lalu
"lalu sekarang dimana cicit ku berada?", tanya mami xiena
"dia berada di negara I mi" jawab aurora
"dan sekarang dimana cucu nakal itu?", tanya papi xavier mencari keberadaan cucu pertama nya
"aurora juga tidak tau pi vero sedang berada dimana sekarang, di perusahaan juga tidak ada", terang aurora
"apa kalian tau keberadaan kakak kalian?", tanya aurora pada anak anak nya
"kami tidak tau mom", jawab alana dan arthur
"jadi kami memiliki keponakan mom?", tanya livia
"iya sayang nama nya vino dan gaya sama persis seperti vero", jawab aurora