NovelToon NovelToon
Tergila-gila Duda

Tergila-gila Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Duda
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Vlav

Mary terpaksa pulang kampung setelah cita-citanya untuk menjadi desainer pakaian harus kandas.

Di kampung, ia dijodohkan dengan Jono, calon anggota dewan yang terobsesi pada Mary.

Demi terhindar dari perjodohan yang dilakukan orang tuanya dan pergi dari kampung halamannya, Mary nekat memaksa seorang duda galak dan dingin bernama Roseo untuk menikahinya.

Sandiwara tergila-gila duda itu akankah berhasil atau justru membuatnya tergila-gila duda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vlav, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

026

“Ros! Roseo!”

Mary berlari menyambut kedatangan Roseo yang baru saja kembali dari ladang.

Roseo langsung mengerutkan keningnya saat melihat Mary tersenyum cerah ke arahnya.

Roseo menebak, pasti ada sesuatu yang diinginkan Mary.

Beberapa hari terakhir entah apa yang dilakukan oleh wanita itu. 

Mary terus berada dalam kamarnya dan hanya keluar dari kamar pada saat makan dan saat menggunakan toilet.

“Ada apa?” Tanya Roseo.

“Aku mau pergi ke kota,” jawab Mary.

“Lalu, kau mau aku pergi bersamamu, begitu?” Tanya Roseo lagi.

Mary menggeleng cepat.

“Apa kau mau Leo yang pergi menemanimu?” Roseo kembali bertanya dengan mata melotot lebar.

Lagi-lagi Mary menggeleng.

“Tidak! Aku akan pergi sendiri karena aku tentu tidak perlu merepotkan kalian. Kalian sudah cukup kerepotan mengurus ladang, jadi aku akan pergi sendiri”.

Roseo merasa lega karena Mary tidak meminta Leo untuk pergi bersamanya. Tapi, kenapa Mary mau pergi sendiri?

“Memangnya kau mau pergi kemana?” Tanya Roseo.

“Aku mau ke kota Dagoo?” jawab Mary.

“Hah?! Apa?! Dagoo?!” Roseo terperangah.

Untuk pergi ke kota tersebut membutuhkan waktu hampir dua hari lamanya. Selain harus pergi ke kota terdekat yang berjarak delapan jam perjalanan darat, masih harus melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api yang menempuh waktu selama hampir lima belas jam.

“Untuk apa kau pergi ke Dagoo yang begitu jauh dari sini?” Tanya Roseo.

Mary masih tersenyum senang, ia ragu apakah harus bicara terus terang mengenai panggilan wawancara yang diterimanya beberapa hari lalu melalui surat elektronik.

Setelah hampir satu tahun menganggur karena belum mendapat panggilan wawancara, akhirnya Mary menerima panggilan wawancara dari salah satu rumah fashion yang baru berdiri dan bekerja sama dengan salah satu rumah mode ternama di Paris, jelas ini adalah kesempatan yang tidak boleh dilewatkan oleh Mary.

“Aku ada urusan di sana,” jawab Mary.

“Urusan apa?” Tanya Roseo penuh selidik.

“Urusan pekerjaan,” jawab Mary.

Tatapan Roseo makin skeptis dan sinis pada Mary.

“Urusan pekerjaan macam apa yang kau urus sebagai seorang yang bahkan tidak punya pekerjaan?” Tanya Roseo lagi.

Senyum Mary segera sirna mendengar ucapan Roseo yang begitu menghakimi.

Mary langsung balik badan dan kembali ke kamarnya untuk mengunci diri.

“Astaga, dia itu kenapa sih?!” Keluh Roseo. “Leo, menurutmu, kenapa dia jadi seperti itu?”

Leo yang sedari tadi hanya diam dan memerhatikan akhirnya mulai mengutarakan hasil analisisnya.

“Dagoo dikenal sebagai pusat mode tanah air dan industri tekstil berkembang sangat pesat di sana. Bisa jadi Nyonya ingin memesan gaun di sana,” kata Leo.

“Gaun? Untuk apa?” Tanya Roseo keheranan.

Leo mengulas senyumnya ke arah pria yang hanya tahu bagaimana cara menanam kubis yang baik dan benar tentu saja tidak akan memahami isi hati wanita dari kota besar.

“Tentu saja gaun pengantin untuk mengadakan perayaan pernikahan kalian. Nyonya Mawary pasti menginginkan pesta pernikahan kalian diadakan secara besar-besaran!” Kata Leo.

“Hah?! Pesta pernikahan?!” Roseo kembali terperangah.

“Ya, pesta pernikahan. Bukankah anda belum mengadakan acara pesta pernikahan?” Tanya Leo. 

“Memangnya apa tujuan dari seorang wanita dari kota besar yang begitu cantik sampai mau menikah dengan seorang juragan seperti anda kecuali demi mengincar materi yang anda miliki,” kata Leo.

Roseo kembali mengerutkan keningnya. Analisis Leo sama sekali bertolak belakang dengan apa yang ia dan Mary sepakati bersama. 

***

Tok..tok..

“Mawary”.

Roseo mengetuk pintu kamar Mary. 

“Apa kita bisa bicara sebentar?” tanya Roseo.

Tidak ada jawaban dari Mary.

“Aku ingin bicara mengenai keinginanmu untuk pergi ke Dagoo,” kata Roseo.

“Aku tidak bermaksud untuk tidak mengizinkanmu pergi, hanya saja, kau bahkan tidak memberi alasan yang jelas. Hal itu jelas membuatku berpikir, apakah kau sengaja akan pergi dan melupakan kesepakatan yang sudah kita kita sepakati bersama,” kata Roseo.

Masih belum ada jawaban dari Mary.

Apa dia sudah tidur? Dia bahkan belum makan malam, batin Roseo.

“Ehem, apakah benar, kau mau ke Dagoo untuk memesan gaun pengantin? Apa kau sungguh ingin mengadakan pesta pernikahan kita?”

“Bukankah kau sendiri yang bilang, kau tidak butuh pesta pernikahan?”

“Lantas, mengapa kau butuh gaun pengantin? Memangnya kau mau menikah dengan siapa lagi hingga kau butuh gaun pengantin?”

Roseo melemparkan pertanyaan bertubi-tubi yang mana akhirnya membuat Mary membuka pintu kamarnya sedikit, mengintip Roseo yang berada di depan teras kamarnya dengan membawa nampan berisi makanan.

“Ini sup labu, apa kau mau?” Tanya Roseo.

Mary keluar dari kamarnya dan langsung menutup pintu di belakangnya.

Mary sungguh tak habis pikir, pria ini mencecarnya dengan banyak pertanyaan aneh namun ujung-ujungnya malah menyodorinya sup labu.

Perut Mary memang terasa sangat lapar, sehingga ia mengambil mangkuk berisi sup labu itu.

Mary menyantap sup labu di teras kamarnya dan Roseo menunggunya makan.

“Jadi, apa kau sungguh butuh gaun pengantin karena ingin mengadakan pesta pernikahan kita?” Tanya Roseo.

“Darimana kau menarik kesimpulan seperti itu, Roseo?” Tanya Mary.

“Leo yang bilang begitu,” jawab Roseo.

Mary melepas senyumnya.

“Huh, dasar para pria sok tahu ini,” Mary menyeringai.

“Jadi, apa tujuanmu mau pergi ke Dagoo?” Tanya Roseo.

Mary menimbang-nimbang apakah ia sungguh harus mengatakan yang sebenarnya?

Namun mengatakan hal yang sebenarnya pasti pria itu tidak akan memberi izin karena mereka masih terikat kesepakatan.

Mary berpikir, bagaimana caranya agar pria itu bisa memberinya izin?

Mary tiba-tiba memikirkan hal yang kiranya bisa membuat pria itu menuruti apa mau Mary.

“Hmm, sebenarnya, aku memang sedang membuat gaun, tapi aku butuh bahan yang bagus untuk menyempurnakan gaun buatanku,” jawab Mary.

“Gaun? Kau bisa membuat gaun?” Tanya Roseo lagi.

“Apa aku perlu menunjukkan gaun buatanku agar kau percaya?” Tanya Mary.

“Tentu saja harus,” jawab Roseo.

“Hmm, baiklah, kalau begitu, tunggu sebentar”.

Mary kembali memasuki kamarnya sementara Roseo menunggu di teras.

Beberapa saat kemudian Mary keluar dari kamarnya dengan memakai gaun yang dibuatnya.

Roseo terperangah melihat Mary yang memakai gaun hitam dengan belahan dada rendah, dengan panjang di atas lutut.

 Saat Mary berputar, punggung Mary terekspos jelas karena tidak ada kain penutup hingga sebatas pinggang.

Roseo menoleh ke segala arah, memastikan tak ada yang melihat Mary dalam balutan busana setengah telanjang itu.

“Ini gaun yang kau buat?” Tanya Roseo.

“Benar, bagaimana?” Tanya Mary.

Roseo menahan nafasnya. Gaun itu jelas merupakan gaun yang sangat provokatif.

“Ehem, jangan gunakan gaun itu kecuali kau pergi ke kamarku,” jawab Roseo.

Mary mengulas senyumnya.

“Kalau begitu, mari ke kamarmu sekarang,” ajak Mary.

Roseo mematung, tak percaya apa yang didengarnya.

Apa Mary sungguh mengajaknya untuk bercocok tanam?

“Kenapa kau malah bengong, Roseo. Bukankah kau sendiri yang bilang, aku tidak boleh menggunakan gaun ini kecuali pergi ke kamarmu?” Tanya Mary dengan nada menantang.

Mary turun dari teras kamarnya dan hendak memakai sandal.

Tiba-tiba saja Roseo langsung memanggul Mary bak sekarung labu di bahunya.

***

Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Tunggu kelanjutannya di bab selanjutnya, ya, pembaca setia.

Salam hangat

1
Lucynta Guo
tak ada bujang, duda di sayang 🤣
SanKy
Beneran ga niat jastip ini
Mely L
jono asal klaim aja
VLav: namanya juga jono ka 😄
total 1 replies
La La
babi 🤣 haram
Milan Oh
tinggalin jejak 👍
oppa super
ciee dijemput
Syahdar Gazali
awalnya menarik 👍
Syahrin Arizki
ditolongin itu ya ucapkan terima kasih, kok malah shamming
Nancy Avika
estetika keindahan 👍
Lucynta Guo
plis yg paling butuh validasi minggir
Nancy Avika
kapoo poll 🤣
nay
wahh jadi ibu dewan ya
Sha Sha
kucing lapar🤭
Sha Sha
Jono, tunggu janda yaa
Lavia
hihh jono
Nancy Avika
hayoloohh gentong air kumuh
Dedew
Minta tolong kek ngajak gelut
Tinsley Carmichael
Lanjut thor
Tinsley Carmichael
Mmpz
Tinsley Carmichael
Salah bgt km gendis strateginya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!