Wajib Follow Sebelum Baca.
" 𝘾𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝... 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙟𝙖, 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙞𝙯𝙞𝙣𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖.
Valerie dan Matthew saling mencintai... tapi cinta mareka tidak pernah benar-benar tenang.
Hubungan mareka di uji oleh restu tak kunjung datang, tekanan keluarga, dan tekanan keluarga, dan keadaan yang perlahan menjatuhkan mareka.
Saat mareka masih berjuang untuk bertahan, seseorang datang kembali_membawa sesuatu yang lebih dari sekedar masa lalu.
La menginginkan Matthew.
Bukan hanya untuk di cintai... tapi untuk dimiliki.
Perlahan, tanpa mareka sadari, hubungan yang mareka jaga mulai retak.
Bukan karena mareka berhenti saling mencintai, tapi karena ada seseorang yang siap menghancurkan segala nya.
Kini, cinta mareka bukan tentang bertahan... tapi tentang siapa yang lebih kuat _
cinta... atau obsesi.
( Bismillah semoga rame 🙏)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ALIFA RAHMA LATIFA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
S2 BAB 9 : When Love Turns Sour
" Ketika Cinta berubah menjadi klaim kasih kepemilikan, maka yang tersisa bukan lagi kasih sayang, melainkan keinginan untuk memegang erat apa yang tak seharusnya menjadi milik sendiri. "
...
Keesokan hari nya di kampus.
Matthew sedang berjalan bersama Valerie di Koridor.
Valerie terlihat sedikit pendiam dari biasa nya.
Matthew menoleh.
" Kamu masih memikirkan kemarin? "
Valerie menghala napas pelan.
" Aku hanya tidak nyaman. "
Matthew mengenggam tangan Valerie.
" Aku sudah bilang.. Thalassa hanya sahabat masa kecilku. "
Valerie menatap nya.
Namun sebelum Matthew sempat mengatakan sesuatu lagi..
Sebuah suara tiba-tiba terdengar dari belakang mareka.
" Matthew. "
Matthew langsung menoleh.
Thalassa berdiri di sana.
Namun kali ini ekspresi nya berbeda.
Tidak ada senyum hangat seperti biasa nya.
Hanya tatapan dingin.
Valerie langsung mendadak tidak nyaman.
Thalassa berjalan mendekat.
Ia berhenti tepat di depan Matthew.
" Kita perlu berbicara. "
Matthew terlihat ragu.
" Sekarang? "
Thalassa Menatap Valerie sebentar.
" Berdua. "
Valerie mengerutkan dahi.
Namun Matthew akhirnya berkata pelan, " Val, tunggu aku sebentar. "
Valerie menangguk meskipun hati nya terasa tidak enak.
Matthew dan Thalassa berjalan berapa langkah menjauh.
Begitu mareka menjauh, Thalassa langsung menatap Matthew dengan emosi tertahan.
" Kenapa dia? "
Matthew terdiam.
Thalassa melanjutkan dengan suara lebih keras.
" Kenapa kamu memilih Valerie? "
Matthew menghela napas.
" Karena gue mencintai nya. "
Jawaban itu membuat Thalassa tertawa kecil.
Namun tawa nya terasa pahit.
" Lucu sekali. "
Matthew mengerutkan dahi.
Thalassa menatap nya dengan mata yang mulai di penuhi emosi.
" Aku mencintaimu sejak kecil. "
" Selama lima belas tahun aku membawa perasaan itu. "
" Tapi sekarang kamu bilang kamu mencintai orang lain? "
Matthew berkata pelan, " Perasaan itu tidak bisa di paksa, Thalassa. "
Kalimat itu seperti menyulut sesuatu dalam diri Thalassa.
Wajah nya berubah datar.
" Dia merebut mu dari ku. "
Matthew langsung menggeleng.
" Tidak ada yang merebut siapa pun. "
Namun Thalassa tidak mau mendengar.
Bagi nya semua sudah jelas.
Valerie adalah penyebab nya.
Valerie adalah orang yang mengambil Matthew darinya.
Tatapan Thalassa perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih gelab.
" Gue tidak akan menyerah. "
Matthew terkejut mendengar nya.
Thalassa tersenyum tipis.
Senyum yang tidak lagi terlihat seperti senyum seorang sahabat.
" Gue sudah mencintai Lo terlalu lama untuk berhenti sekarang. "
Matthew menatap nya dengan serius.
" Thalassa.. "
Namun perempuan itu sudah berbalik pergi.
Sementara itu dari kejauhan Valerie melihat semua nya.
Hatinya tiba-tiba terasa tidak tenang.
Karena dari tatapan Thalassa barusan..
Terlihat jelas satu hal.
Perempuan itu belum selesai.
Dan mungkin...
Ia tidak akan berhenti begitu saja.
Cinta seharus nya membuat seseorang menjadi lebih baik.
Namun ketika cinta berubah menjadi obsesi, ia bisa membuat seseorang kehilangan diri nya sendiri.
_TBC_
...----------------...
Happy Reading!