NovelToon NovelToon
Melodi Cinta Untuk Davin

Melodi Cinta Untuk Davin

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:35.8k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Hati Davin hancur ketika mengetahui cintanya pada Renata juniornya, bertepuk sebelah tangan dan ternyata hanya dimanfaatkan untuk kepentingan karir.

Dia lalu memilih pergi menjadi relawan medis di daerah bencana, dan bertemu Melodi, gadis yatim piatu nan tangguh merawat adiknya yang lumpuh

Ketulusan dan ketegaran Melodi mampu membuat Davin terpikat. Namun, perbedaan status di antara mereka terlalu besar membuat Melodi ragu.

Mampukah Davin meyakinkan Melodi bahwa cinta sejati tak mengenal batas? Atau justru perbedaan akan memisahkan mereka selamanya?

Yuk, ikuti kisahnya hanya di sini;
"Melodi Cinta Untuk Davin" karya Moms TZ, bukan yang lain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Rendah diri

Tok

Tok

Tok

"Assalamualaikum," ucap Davin, seraya mengetuk pintu, kala dirinya telah sampai di depan rumah Melodi.

"Waalaikumsalam," terdengar suara Melodi dan Avian menyahut dari dalam rumah.

Selanjutnya suara langkah kaki mendekat, Davin memasang senyuman maut selaksa gula cair yang kental. Pintu terbuka -- Melodi berdiri mematung menatap Davin yang wajahnya bagaikan marshmellow, garing dan empuk di luar tetapi lumer penuh lelehan coklat yang sangat manis. Mungkin itu perumpamaan wajah tampan Davin di mata Melodi.

"Hai...!" sapa Davin seraya melambaikan tangannya, tetapi Melodi tak merespon. Hingga akhirnya pemuda itu membisikkan kata-kata yang yang sukses membuat sang gadis tersipu dengan wajahnya yang merona semerah tomat matang.

"Saya memang tampan, dan Mbak Mel pasti terpesona, kan? Sangat rugi kalau sampai nggak nerima pemuda mapan seperti saya ini, loh."

Melodi tersentak, ia merutuki tindakannya yang akhir-akhir ini tampak sangat bodoh bila berdekatan dengan Davin.

"Ah... I-iya, si-lakan masuk," jawabnya tergagap.

Davin masih tersenyum, lantas melenggang begitu saja melewati Melodi yang masih linglung. Ingin rasanya gadis itu menghilang, tetapi tak tahu harus ke mana.

"Hai, Jagoan kakak." Dia menyapa Alvian.

"Hai juga, Kak." Alvian tersenyum antusias menyambut kedatangan Davin.

Keduanya menyatukan tangan mereka hingga berbunyi 'puk' lalu berkata dengan bahasa isyarat yang hanya dimengerti oleh mereka berdua.

Kemudian, Davin pergi ke dapur mengambil mangkok dan sendok. Lalu menuangkan satu persatu mie ayam dan bakso ke dalam mangkok tersebut.

"Ini buat Vian, semangkok bakso spesial." Davin meletakkannya di depan Alvian. "Selamat menikmati."

"Makasih, Kak Davin," ucap Alvian dengan riang, tangannya bertepuk pelan tanpa menimbulkan suara.

"Mbak Mel... Ayo, dimakan ini mie ayamnya," ajak Davin pada Melodi yang masih terdiam di depan pintu. "Nanti keburu dingin nggak enak."

Dengan malu-malu, Melodi mendekat lantas duduk di depan Davin. Selanjutnya mereka makan dengan tenang sambil mengobrol. Davin dan Alvian mendominasi obrolan, sedangkan Melodi hanya sesekali menimpali. Gadis itu berusaha menetralkan detak jantungnya yang tak beraturan sejak kedatangan Davin.

"Makannya pelan-pelan, nggak usah grogi sama saya," ucap Davin seraya mengelap sudut bibir Melodi yang belepotan saos dengan ibu jarinya.

"Sudah gadis, tapi makannya masih kayak bocah yang belajar makan," imbuhnya sambil tersenyum mengejek.

Melodi berhenti mengunyah, bibirnya terkatup. Ia terkejut dan tak menduga dengan apa yang Davin lakukan padanya. Apalagi kemudian tanpa rasa jijik pemuda itu memasukkan ibu jarinya ke dalam mulutnya.

Melodi masih tak mengerti dengan apa yang terjadi, tetapi yang pasti entah bagaimana raut wajahnya saat ini. Dan mengenai jantungnya, jangan ditanya lagi. Kondisinya lebih berisik dari sebelumnya. Ingin rasanya ia menenggelamkan dirinya ke dalam rawa-rawa. Namun, ia takut jika ada lintah atau binatang melata lainnya menempel di tubuh mulusnya.

Melodi menggeleng cepat. Entah bagaimana mendefinisikan perasaannya saat ini. Semuanya terlalu tiba-tiba, sedangkan ia masih meraba perasaannya sendiri terhadap Davin.

Di sisi lain, Davin tersenyum-senyum sendiri, apalagi melihat wajah Melodi yang merona. Dia sendiri pun sebenarnya merasakan hal yang tak jauh berbeda. Dari tadi degup jantung bertalu-talu, tetapi dia berusaha meredamnya. Ingin rasanya dia...?

"Sabar, Pin. Sabar..." Dia menepuk-nepuk dadanya.

"Pelan-pelan, jangan memaksa. Menghadapi gadis seperti Melodi, memang butuh perjuangan ekstra."

Lalu bagaimana dengan dengan Alvian? Bocil itu cukup tahu diri menjadikan dirinya sebagai penonton. Mata kecilnya menatap kedua orang dewasa di depannya dengan raut tak terbaca -- mencoba menganalisa apa gerangan yang terjadi pada mereka dengan otak mini-nya.

"Mbak Mel..." Belum selesai Davin ngomong, Melodi langsung menyahut dengan cepat. "Ya...?"

Senyum Davin langsung merekah, sumpit di tangannya menggantung di udara.

"Nggak jadi, nanti saja kalau sudah selesai makan baru kita ngobrol," ujarnya, kemudian melanjutkan makannya.

Melodi terdiam, hendak bertanya, tetapi ia urungkan lalu lanjut menikmati mie ayamnya kembali.

Alvian mengerjapkan matanya, perhatiannya tak lepas pada dua orang di depannya. "Orang-orang yang aneh, padahal apa susahnya jujur, sih," pikirnya dengan bingung sambil menggeleng pelan.

.

Keesokan harinya, ketika Melodi tengah menyapu halaman rumahnya pagi itu, seorang tetangga bernama Bu Ambar mendatanginya. Langkahnya cepat, wajahnya tampak serius.

"Mel...?" panggilnya seraya mendekat.

"Eh, Bu Ambar. Ada apa ya, Bu?" tanya Melodi sopan.

"Ibu perhatikan Dokter Davin sering banget datang kemari. Apa kalian ada hubungan?" tanya Bu Ambar.

"Ibu hanya ingin memgingatkan saja, hati-hati sama yang namanya pria. Apalagi dia itu orang kota. Kalau memang dia serius suka sama kamu, minta orangtuanya datang melamarmu, Mel."

Melodi terdiam, melipat bibirnya kuat-kuat. Ia bingung apa harus jujur atau menyimpan masalahnya sendiri. Sejenak ia menatap wanita paruh baya itu. Bu Ambar adalah sahabat mendiang ibunya. Dan selama ini yang sedikit banyak membantu Melodi. Beliau seorang guru ngaji di kampungnya yang sangat bijak dan begitu disegani.

"Ayo, kita ngobrol di sana." Diraihnya tangan Melodi menuju bangku di teras rumah.

"Apa yang kamu rasakan sebenarnya? Jangan ragu, ceritakan sama ibu."

Melodi menghela napas panjang. "Sebenarnya... Pak Dokter pernah mengutarakan perasaan hatinya pada saya, Bu. Bahkan jika saya mau menjadi kekasihnya, Pak Dokter akan mewujudkan cita-cita saya, juga akan melakukan pengobatan Alvian secara maksimal."

"Oh ya?" Bu Ambar tampak antusias. "Lalu jawaban kamu, apa?" tanyanya penasaran.

Melodi menggeleng lemah. "Tapi saya bingung dan merasa rendah diri, Bu. Saya hanya gadis desa biasa yang miskin dan tak berpendidikan. Sementara dia seorang dokter, keluarganya pasti orang kaya. Apakah saya bisa menyesuaikan diri dan mengimbanginya?"

Bu Ambar menepuk bahu Melodi pelan. "Jodoh, Tuhan yang atur, Mel. Kita tidak tahu dengan siapa kita akan berjodoh."

"Menurut ibu, dia pemuda yang baik. Jangan sia-siakan kesempatan itu, Mel. Jika kamu belum mencintainya, nggak pa-pa, yang penting dia tulus cinta sama kamu," ujarnya lembut penuh perhatian.

"Dengar... Wanita itu lebih baik dicintai, maka ia akan diratukan. Daripada yang mengejar cinta pria, akhirnya hanya berujung ngenes, Mel," tambahnya menasehati dengan bijak.

Namun, Melodi masih tampak bimbang. Ia takut jika kebaikan Davin hanya di awal saja saat mengejar cintanya. Setelah mendapatkan apa yang diinginkannya, maka dirinya akan dibuang layaknya barang tak berharga, seperti di sinetron-sinetron yang pernah ia tonton.

Bu Ambar tersenyum teduh, melihat ekspresi khawatir di wajah Melodi "Pikirkanlah, Mel. Kalau perlu mohon petunjuk sama Allah, supaya kamu merasa mantap menentukan pilihan. Tapi, jangan kamu gantung Dokter Davin terlalu lama. Yang pasti, pria tampan dan mapan seperti dia sangat diminati."

1
Nar Sih
,wah....semangat melody kmu bisa sekolah lgi
Nar Sih
amiin karena kebaikan mu yg bikin kmu beenasib baik mel
Tiara Bella
wow Davin km luar biasa ngobatin Alvian sm melodi jg homeschooling
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: idaman🤭
total 2 replies
Dew666
🪻🪻
Patrick Khan
lanjut😍😍😍
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: besok
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Aamiin 🤲,semoga sifat suami aku seperti Davin🥰🥰🥰
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin🤲
total 1 replies
ora
AMIIIIIN🤲🤲🤲😁😁
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤲🤲🤲🤲🤲🤲
total 1 replies
Dew666
🪻🪻🪻
Aditya hp/ bunda Lia
anak aku cowok semua ...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sama🤭
total 3 replies
Tiara Bella
sisakan 1 ky dr Davin bt anak gadis aku Thor ....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭😂🤭😂🤭😂
total 1 replies
vj'z tri
aaaaaammminnnnnnnnn🤲🤲🤲🤲🤲/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
ora
Adalah pokoknya😁😁
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
ora
Tetep kasih dukungan aja, nasehati dan terus temani biar jadi baik. Tapi jangan minta untuk cabut laporannya, karena itu nggak akan adil banget buat si korban ....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul
total 1 replies
ora
Haduhhh Pop, jangan bodoh demi yang namanya solidaritas ....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
Nar Sih
selamat makan siang suami ku ssmoga suka yaa
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makan malam itu🤭
total 1 replies
vj'z tri
hanya ibu yang tahu /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭😂🤭😂🤭😂🤭😂
total 1 replies
Tiara Bella
makan yg lahap ya suamiku tercinta emuuuuaaahhhh...../Kiss//Kiss//Kiss//Kiss/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 3 replies
Aditya hp/ bunda Lia
gak tau tuh apa yang ditulis ... kayaknya cuma Moms yang tau ... 🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭😂🤭😂🤭😂
total 1 replies
Dew666
👄👄👄
Tiara Bella
jangan bego km Poppy ngikutin Renata jangan mw lah.....mending cari aman aja....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo to
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!