NovelToon NovelToon
SESAL YANG TERLAMBAT

SESAL YANG TERLAMBAT

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Pelakor jahat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mama Mia

Virginia Fernandes mencintai Armando Mendoza dengan begitu tulus. Akan tetapi kesalah pahaman yang diciptakan Veronica, adik tirinya membuatnya justru dibenci oleh Armando.

Lima tahun pernikahan, Virginia selalu berusaha menjadi istri yang baik. Namum, semua tak terlihat oleh Armando. Armando selalu bersikap dingin dan memperlakukannya dengan buruk.

Satu insiden terjadi di hari ulang tahun pernikahan mereka yang kelima. Bukannya membawa Virginia ke rumah sakit, Armando justru membawa Vero yang pura-pura sakit.

Terlambat ditangani, Virginia kehilangan bayi yang tengah dikandungnya. Namun, Armando tetap tak peduli.

Cukup sudah. Kesabaran Virginia sudah berada di ambang batasnya. Ia memilih pergi, tak lagi ingin mengejar cinta Armando.

Armando baru merasa kehilangan setelah Virginia tak lagi berada di sisinya. Pria itu melakukan berbagai upaya agar Virginia kembali.

Apakah itu mungkin?
Apakah Virginia akan kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Siasat Alessandro

Alessandro telah kembali berada di kediamannya yang mewah. Berjalan dengan raut datar menuju sebuah kamar.

“Selamat datang, Tuan.” Beatrice sang perawat menunduk hormat. Peraturan bagi seorang bawahan wanita jika berhadapan dengan Tuan Muda Garcia adalah, tidak boleh menatap wajahnya lebih dari tiga detik.

Alessandro mengibaskan telapak tangan tanpa suara, Beatrice pun mengangguk dan keluar dari ruang rawat Virginia.

Alessandro mengambil tempat duduk di sisi ranjang lalu menggenggam jemari tangan Virginia. “Sedikit demi sedikit, orang yang pernah menyakitimu akan merasakan kesakitan yang sama, dan bahkan lebih sakit. Apa kau masih tak ingin bangun juga?” Alessandro menatap sendu.

“Jika begitu senangnya kamu menjadi putri tidur, bolehkah aku menjadi pangeran yang datang dengan ciuman ajaibnya dan membuatmu bangun?”

Jari tangan Alessandro menelusuri sisi wajah Virginia, pelan, penuh kasih. Hanya itu yang berani pria itu lakukan. Meski begitu ingin sekedar melabuhkan kecupan kecil di kening, pria itu tetap menahan hasratnya.

Setitik air mata lolos dari sudut mata Alessandro, ketika pria itu menumpukan siku di tepi ranjang sambil membawa telapak tangan Virginia dan menempelkannya di wajah.

...****************...

Malam itu, ia baru saja datang dari luar negeri setelah tiga tahun. Ingin bertemu dengan Virginia, tetapi seperti biasa, ia hanya bisa menatap Virginia dari kejauhan. Diam di dalam mobil dengan mata tak lepas dari kediaman Mendoza. Mengerutkan kening ketika netranya melihat Virginia keluar gerbang dan masuk ke dalam taksi yang ternyata sudah menunggu.

Malam telah larut, kenapa Virginia keluar dari rumah? Berbagai pertanyaan berkecamuk dalam hatinya. Tak ingin dihinggapi penasaran, dia pun membuntuti taksi itu,

Alessandro terus mengikuti dari kejauhan. Namun, dering ponsel, adanya sebuah panggilan masuk membuatnya menghentikan langkah. Ia mengangkat panggilan dan berdebat dengan orang di seberang.

Menyimpan kembali ponsel dengan kesal begitu percakapan selesai. Panik. Sejauh mata memandang, ia tak melihat keberadaan Virginia. Berlari ke sana kemari.

“Virginia…! Virginia…!” Ia terus berteriak. Cemas karena tak ada sahutan.

“Virginia…! Virginia…!” Terus berteriak. “Apa mungkin Virginia telah pergi dari sini?” Mencoba berpikir tenang. Hingga satu kemungkinan yang tiba-tiba muncul dalam otak nya.

“Tidak. Tidak mungkin.” Alessandro menggelengkan kepala berkali-kali. “Tidak. Virginia…! Virginia, di mana kamu? Virginia, jawab aku...!” Tanpa pikir panjang, Alessandro berlari dan mencari ke arah rel kereta api.Hingga akhirnya apa yang ia cari ia dapatkan juga. Virginia berdiri menyongsong kerta yang hampir tiba.

Sekuat tenaga Alessandro berlari dan berhasil menarik tubuh Virginia hingga tubuh mereka berdua berguling di atas tanah. Naasnya, kepala Virginia membentur batu besar di pinggiran rel.

"Apa yang kau lakukan, bodoh?" Alessandro berteriak tanpa sadar.

Virginia hanya terdiam dengan air mata berurai. melihat hal itu Alessandro segera menarik wanita itu ke dalam pelukannya .

"maaf, aku tak sadar sudah membentakmu.. itu karena aku terlalu panik.

Virginia hanya diam, sesaat kemudian tubuhnya lunglai, lalu tergeletak tak sadarkan diri.

Alessandro yang begitu panik terbersit pikiran untuk membawa Virginia ke rumah sakit, tapi kemudian pria itu mengurungkan niatnya, karena menyadari kondisi yang saat ini dialami oleh Virginia pasti sesuatu yang sangat besar.

Dalam perjalanan pulang ke rumah, Alessandro menghubungi dokter pribadi dan memerintahkan untuk datang ke rumah saat itu juga.

"Ada benturan di kepala. dan nampaknya cukup keras. tetapi lebih dari itu sebenarnya nyonya ini sedang mengalami gangguan psikis. nyonya ini dalam kondisi sangat tertekan membuat beliau memilih tidur."

Jeduar

Bagai petir menyambar di atas kepalanya, saat Alessandro mendengar kata-kata dokter.

“Berapa lama?” tanya Alessandro.

“Untuk itu tidak bisa dipastikan. Bisa satu jam, sehari, seminggu, sebulan, bahkan setahun atau lebih. Apalagi jika menilik riwayat kejadian, pasien memang sengaja ingin mengakhiri hidupnya. Ini bergantung pada semangat hidup pasien. Harus ada yang mendorongnya untuk kembali bangun.”

“Apa yang sebenarnya terjadi padamu hingga menyerah untuk hidup?” gumam Alessandro.

“Baiklah Dokter, terima kasih. Anda boleh pergi dan pastikan untuk datang mengontrol setiap waktu.”

“Dengan segenap kemampuan saya. Saya dengan senang hati menerima kepercayaan dari Tuan Muda Garcia.” Dokter menundukkan kepala hormat, lalu undur diri.

Alessandro keluar dari ruangan Virginia setelah memastikan seorang perawat menjaga wanita itu dengan baik.

“Berikan aku informasi lengkap tentang wanita bernama Virginia Fernandez!” titahnya pada sambungan telepon.

Beberapa jam kemudian, laporan masuk dari detektif kepercayaan membuat tangan Alessandro terkepal erat. Rahangnya mengeras dan matanya berkilat tajam.

“Andai saja aku tahu akan seperti ini, aku pasti akan membawamu pergi dari kota ini saat itu juga. Mungkin kau akan membenciku, tapi setidaknya kau tidak akan mengalami semua itu.

Alessandro kembali membuka ponselnya. “Carikan aku mayat wanita dengan kulit putih, rambut sedikit ikal, perkiraan tinggi badan 170 cm dan berat badan 55 kg!” ia memberikan perintah pada anak buahnya.

Berjalan menuju ruangan Virginia. “Periksa seluruh tubuhnya! Berikan aku identifikasi lengkap!” perintahnya pada Beatrice.

Dua hari kemudian setelah mendapatkan apa yang dia butuhkan, Alessandro menyuruh anak buahnya mengganti pakaian mayat temuan dengan pakaian Virginia dan meletakkan mayat tersebut di dekat rel kereta api.

Saat tahu mayat itu dibawa tim kepolisian, Alessandro menyusupkan anak buahnya untuk menggantikan tes DNA dan hasil identifikasi dengan milik Virginia.

.

“Virginia, bangunlah! Aku menunggumu. Aku akan menghapus semua jejak rasa sakit yang pernah kau terima. Tidak apa jika kau tidak mencintaiku, biarkan aku saja yang mencurahkan segenap rasa cinta dan kasih sayang. Aku akan pastikan kamu lupa bagaimana caranya menangis.” Alessandro terus berbicara lirih di samping tubuh Virginia yang masih juga belum menunjukkan pergerakan.

Alessandro bangkit setelah memberikan ciuman di punggung tangan Virginia. “Akan aku balas semua perbuatan mereka dengan setimpal.”

Keluar dari ruang rawat Virginia, masuk ke dalam ruang kerjanya dan menghubungi seseorang. “Siapkan acara pertunangan untuk aku dan Virginia Fernandez. Pastikan acara sangat meriah, dan jangan lupa kirimkan undangan pada Armando Mendoza!”

1
Titien Prawiro
Ah lanjut thor
Titien Prawiro
He he he gr amat Mbak. jadi ngekek baca komen tnya Tse
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: komen dia memang selalu se- eksited itu. selalu jadi hiburan buat diriku saat suntuk. dan selalu jadi mood booster🤣🤣
total 1 replies
Titien Prawiro
Kasihan Armando, balik lagi salah sendiri cari masalah dalam rumah tangga, begitu ditinggal jadi gila, sombong sih orangnya.
Titien Prawiro
Begitulah rasanya merindukan seseorang, cinta tak sampai. jadi sakitkan.
Titien Prawiro
tulisan aneh2 jadi bacanya di-kira2 sendiri saja. saku desaku
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: aduh, pasti typo ya 😄😄
total 1 replies
Titien Prawiro
BegonyaArmando, bodoh lagi, bego bisa ditipu perempuan jalang.
Titien Prawiro
Seorang CEO kok bisa bisa ditipu sampai ber-tahun2
Lina Mei
bagus
Aditya hp/ bunda Lia
scrol beranda Nemu ini penasaran masukin fav dulu 🤭 bacanya nanti yah Moms
Aditya hp/ bunda Lia: dah ketemu tapi liat yang pelakor buat maduku udah 100 bab yah udah banyak babnya rasa seunggah ... 🤭🤭 baca santai ajah kayaknya
total 7 replies
Isuhoya Sir
👍
Ophelia Roosevelt
waahh... Virginia masih hiduupp
Ophelia Roosevelt
tololnya tolol banget
Mega Baiq
terllu lama,EMG bnran mnggl ato gmn sih,smua org tau udh mnggl tp knp tidak di kuburkn mayatnya,ini sih penulisnya yg o,on
Rahma Susanty
top
Uthie
Aahhh
Uthie
ikutan tergila-gila bacanya 😂😂🤭👍
Achmad
Bagus Thor
JayengWill
aku dl juga mengalaminya. diminta istirahat sama dokter. akhirnya bisa melahirkan normal.

ceritanya bagus... alurnya mudah dipahami dan urut.. 👍
Bagong
Halah menyesal tp ttp g bertindak,,,,letoy
Gina
cerita nya kayak drama pendek cina
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!