NovelToon NovelToon
Kecewa Yang Tidak Bertepi

Kecewa Yang Tidak Bertepi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / CEO
Popularitas:460
Nilai: 5
Nama Author:

Di saat Alice selalu merasakan kekecewaan dari keluarga dan hubungan asmaranya, Carlos datang dalam hidup Alice untuk mengantikan rasa kecewanya menjadi kebahagiaan.. Namun di saat Alice sudah percaya dan memberanikan dirinya untuk berharap bisa bahagia di tengah kecewanya terhadap keluarganya, Carlos menghilang.. Carlos pergi tanpa meninggalkan jejak, seketika membuat Alice mempercayai jika di dunia ini tidak ada yang bisa membuatnya bahagia

Bab 24

Kelvin sangat senang melihat Alice tidur di paha mamanya, Jane juga tidak ingin kalah. Ia langsung duduk di samping mamanya sambil memeluk lengan mamanya. Rosaline tertawa melihat tingkah Jane.

Monica mengambil ponselnya diam - diam memotret Mama Rosaline bersama dengan kedua anak gadisnya. Monica merasa bahagia melihat Alice dan Jane bisa merasakan kehangatan dari mamanya.

Setelah memotret Monica langsung memperlihatkan foto yang ia ambil ke Kelvin, Kelvin tersenyum melihat foto yang ada di ponsel Monica sambil menarik pelan tangan Monica untuk duduk di sofa yang ada di dekat mama Rosaline.

Sebelum mereka duduk, mereka sudah lebih dulu memberi salam ke kakek dan nenek mereka. Kakek Arman dan nenek Rose sangat senang kedatangan cucunya dan dengan membawa calon cucu menantu.

Rosaline sudah menarikgetahui tentang Monica, beberapa hari yang lalu Kelvin meneleponnya untuk menceritakan tentang Monica dan mama Rosaline tidak mempermasalahkannya. Malah ia meminta Kelvin untuk selalu berusaha membahagiakan Monica, dan selalu menjaga Monica. Jika memang ragu Rosaline meminta anaknya untuk segera menjauh, karena Rosaline tidak ingin Monica sakit karena anaknya sendiri mempermainkan perasaan Monica.

Alice sudah terbangun dan duduk di karpet pas di depan mamanya.Rosaline tersadar bahwa anak sulungnya membawa pasangannya, ia melihat ke arah Monica sambil menepuk pelan sisinya yang kosong. Rosaline ingin Monica duduk di dekatnya juga. Melihat apa yang di lkukan Rosaline, Monica menoleh ke arah Kelvin. Kelvin menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, Monica langsung berdiri lalu berjalan ke sofa mama Rosaline dan duduk di samping mama Rosaline.

Monica di sisi kanan, Jane di sisi kiri.. Alice duduk bersila di karpet pas di samping kedua kaki mama Rosaline.

“Kak.. fotoin, anglenya bagus banget ini.” Ucap Jane ke Kelvin.

Kelvin hanya tersenyum lalu mengeluarkan ponselnya, bersiap untuk mengambil foto.. Monica, dan Jane langsung memeluk tangan mama Rosaline dengan erat, Alice langsung meletakkan kepalanya di paha mamanya. Jepretan pertama berhasil di dapat. Melihat momen yang jarang terjadi, kakek Arman menyuruh Kelvin untuk ikut masuk dalam Frame itu.

Akhirnya Kelvin berdiri di belakang sofa yang di duduki mama Rosaline, Monica dan Jane. Kakek Arman langsung mengambil alih ponsel Kelvin lalu memfoto mereka dengan kamera ponsel Kelvin.

----------------

Liam dan Lillian semakin akrab dengan Alice, yang berhubungan kedua anak itu akan Alice bahas dengan Oma dan Nenek anak kembarnya. Lalu setelahnya Lucas yang akan memberikan keputusannya ketika menjemput anak - anaknya di Restoran Alice.

Walaupun Alice dekat dengan kedua anak kembar itu, namun Alice masih agak canggung dengan Lucas. Oma dan Nenek si kembar secara tidak langsung ingin Lucas benar - benar bisa bersatu dengan Alice. Bukan hanya untuk si kembar, tapi untuk kebahagiaan Lucas juga.

Oma Mayang tidak keberatan jika Alice yang menjadi mami cucu kembarnya, karena ia tahu jika Alice akan selalu mengingatkan cucu kembarnya untuk selalu mendoakan mama kandung mereka.

Seperti sekarang ini, cucu kembarnya ingin menginap di rumah Alice karena besok mereka libur. Bertepatan mama Rosaline juga akan menginap bersama dengan Jane dan Monica. Kedua anak kembar itu tidak menyerah ketika tahu rumah maminya lagi ada mama Rosaline, Monica dan Jane.

Malah mereka semakin semangat ingin menginap. Dari pulang sekolah merengek ingin ke Restoran bertemu dengan Alice, sedangkan Alice sedang meeting di luar belum kembali ke Restoran.

Sedangkan di kantor Lucas, Lillian sudah menangis karena ingin bertemu dengan Alice dan menginap di rumahnya. Pengasuh si kembar menyerah setelah tidak dapat membujuk anak kembar itu, dan di sini lah mereka. Berada di ruangan papanya setelah pengasuh si kembar mengabarkan mereka berdua tidak mau pulang ke rumah, yang berujung Carlos meminta supir untuk mengantarkan anak kembarnya ke kantornya.

“Pa.. mau sama mami..” ucap Lillian sambil menyeka air matanya.

“Tapi maminya lagi sibuk, sayang.. lagi tidak ada di Restoran.” Ucap Carlos..

Mendengar ucapan Carlos membuat Lillian semakin menangis dan Liam tertunduk lesu karena memang mereka sudah hampir seminggu tidak bertemu dengan Alice, karena mereka sedang ada ulangan semester. Ketika mereka sudah selesai ingin menikmati hari liburnya bersama dengan Alice.

Carlos tidak tega melihat kedua anak kembarnya ini, tapi mau bagaimana lagi Alicenya sedang sibuk. Sambil menghela napanya Carlos mengambil ponselnya dengan cepat dari meja kerjanya, ia langsung mendial nomor ponsel Alice. Tapi yang di telepon tidak mengangkat.

‘Apa masih meeting ya?’ Tanya Carlos dalam hati tapi ia tetap mencoba untuk menelepon Alice.

Akhirnya kedua kali mencoba, Alice mengangkat teleponnya.. ketika mendengar suara Alice, Carlos langsung menghidupkan loudspeaker ponselnya agar si kembar juga bisa mendengar..

Pecakapan di telepon;

Alice : Halo kak.. tadi mbak Rita chat katanya anak - anak lagi tantrum ya mau nginap di rumah dan tidak mau pulang. Apa benar kak?

Belum bisa Carlos menjawab, Liam dan Lillian langsung memandang wajah ayahnya ketika mendengar suara mami mereka..

Carlos: hiks… hiks.. mami.. hiks.. hiks..

Alice: Loh??? Princess mami kenapa? Kenapa menangis sayang?

Mendengar kepanikan Alice membuat Carlos dengan cepat mematikan loudspeaker dan langsung menjawab pertanyaan Alice.

Carlos: iya mereka agak sedikit tantrum, karena ingin bertemu dengan kamu.. Lillian sudah menangis sejak sampai ke kantor, Liam jadi murung.

Mereka ingin menginap di rumah kamu, lice..

Alice menjadi bimbang, karena nanti malam ia harus terbang ke kota B karena ada urusan yang harus ia selesaikan.

Alice: hah? Aduh.. gimana ya kak, nanti jam 6 aku harus terbang ke kota B karena ada kendala di perusahaan yang di sana. Inginnya membawa mereka, tapi tidak mungkin aku seharian di kantor. Sama saja mereka tidak menghabiskan waktu sama aku kalau mereka ikut.

Carlos terkejut mendengar isakan kecil dari Alice. Alice merasa bersalah karena mereka lagi ulangan, tidak ingin mengganggu malah membuat ia tetap tidak bisa bertemu dengan anak kembarnya.

Carlos juga memijit kepalanya, karena tidak tahu bagaimana caranya untuk bilang ke anak - anak.

Alice: aku tidak ingin mereka merasa aku tidak sayang lagi ke mereka, aku juga ingin bertemu dengan mereka. Tapi seminggu belakangan ini memang di perusahaan lagi sibuk banget..

Lillian ingin bicara debgan dengan maminya, ia turun dari sofa mendatangi posisi papanya yang sedang berdiri sambil menelepon. Ia menarik ujung baju ayahnya sambil menunjuk ke arah ponsel yang masih ada di telinga papa. Carlos menghidupkan kembali loudspeaker di ponselnya.

Carlos: mami apa boleh kami bertemu sama mami? Kami kangen banget sama mami. Hiks.. hiks.. hiks..

Alice tidak tega mendengar Lillian menangis seperti itu, setelah terdiam sebentar ia langsung mengambil keputusan

Alice: Monica tolong reschedule keberangkatan saya jadi besok sore, dan tolong katakan sama pak Budi untuk tolong menghandle dulu sampai saya datang. Maaf kak, tolong antarkan mereka ke Restoran, kalau kakak izinin tolong siapkan juga perlengkapan mereka untuk menginap..

Carlos terkejut mendengar semua yang di ucapkan Alice, akhirnya ia tersenyum setelah sadar dari keterkejutannya..

Carlos: baik.. terima kasih, lice.

Alice: hm.. hati - hati ya kak.. bye - bye princess dan princenya mami, nanti kita bertemu ya.. princessnya mami jangan nangis lagi ya sayang, nanti kalau mamu belum sampai ada Grandma Rosaline dan aunty Jane yang menemai kalian dulu ya.

Akhirnya teleponnya selesai, Lillian dan Lima langsung bersemangat.. mereka juga tidak sabar untuk bertemu dengan Alice dan langsung menurut ketika ayah mereka menyuruh untuk bersih - bersih.

Ketika anak - anaknya sedang bersih - bersih, Carlos menelepon mamanya untuk segera menyiapkan keperluan si kembar yang ingin menginap di rumah Alice.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!