NovelToon NovelToon
Terjerat Pesona Bunga Desa

Terjerat Pesona Bunga Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Miss DK

Lyodra, bunga desa Wonosobo menanam tanaman herbal langka khas dataran tinggi. Namun, warga desa yang mayoritas petani tembakau tidak menyukainya. Karena tanaman tersebut memiliki manfaat yang membuat orang berpikir negatif. Afrodisiak pada akarnya. Padahal di dunia tehnologi modern, tanaman herbal ini dapat dimanfaatkan sebagai obat anti kanker dan anti bakteri yang berdaya jual tinggi.

Kemarahan warga makin menjadi-jadi setelah mendapati Lyodra bersama pria asing di lumbung desa. Warga menuduh mereka berbuat mesum.

Kesalah pahaman membuat kepala desa terpaksa meminta pria asing itu untuk menikahi Lyodra. Agar tidak mencoreng nama baik Lyodra. Namun, sebuah rahasia malah terkuak.

Rahasia apakah itu? Apakah rahasia itu akan mempengaruhi kisah cinta Lyodra ke depannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss DK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mister Driver

"Keluar ruangan yuk!" ajak Edward dengan tatapan lembut.

Lyodra langsung mengangguk setuju. Rasa malunya sudah mencapai puncak ubun-ubun.

Alangkah senangnya jika dengan mengedipkan mata, ia langsung menghilang dari tempatnya berpijak saat ini.

Sayangnya, Lyodra harus melangkah keluar dari pintu lebih dahulu. Melewati nyonya rumah yang wajahnya merah padam, menahan rasa ingin mendamprat lelaki tengil tak tahu malu yang berhasil meluluhkan hati Lyodra.

Edward dengan senyum bahagia mendekati Lyodra, menatap Lyodra dengan lembut lalu mengulurkan tangan untuk membantu Lyodra turun dari sofa. Sambil berbisik, "Kita lanjutkan di kamar."

Wajah Lyodra makin merona malu. Terpaksa Lyodra berjalan menunduk. Dan ketika melewati Rose, Lyodra membungkukkan badannya sambil berkata, "Maafkan kami. Permisi, Nyonya."

Lyodra mempercepat langkah kakinya agar segera menghilang ke balik pintu. Namun, pria tengil itu malah berjalan dengan bahu tegak dengan langkah pendek-pendek. Seperti sengaja ingin membuat nyonya rumah bertambah kesal.

Lyodra menarik lengan tangan Edward agar jangan slow motion lagi, tapi fast escape. Edward malah tertawa nakal melihat kelakuan Lyodra. "Santai saja."

"Ayo, Kak! Malu banget nih!" Lyodra menarik Edward lebih kuat. Akhirnya mereka pun keluar dari ruang kerja Edgar.

Begitu pintu tertutup, Edward tertawa terbahak-bahak. Jemari tangan Lyodra bergerak cepat ingin menutup mulut Edward. Namun, Edward malah bergerak lebih gesit. Ia menangkap pergelangan tangan Lyodra. Dan menariknya dengan cepat. Seketika tubuh Lyodra tertarik ke depan. Edward melingkarkan tangannya ke pinggang Lyodra.

"Tutup mulutku dengan ini," ucap Edward lembut di telinga Lyodra.

"Dengan apa?" tanya Lyodra polos.

Edward menatap Lyodra sambil tersenyum nakal. Telunjuknya mengarah ke bibir merah muda Lyodra. Dan detik berikutnya bibir Edward langsung menempel lembut di bibir merah muda Lyodra. Membuat mata bulat Lyodra melotot.

Rose menggeram kesal mendengar Edward kembali bermesraan di depan ruang kerja Edgar.

Selama Rose dan Edgar menikah, Edgar tak pernah sekalipun melakukan hal gila sekaligus romantis seperti Edward. Edgar juga hanya sesekali menyentuhnya.

Tentu saja, Rose jadi susah mempersembahkan keturunan untuk Edgar. Karena timing untuk membuahkan keturunan seringkali tidak tepat. Edgar sering pergi keluar kota atau keluar negri saat Rose berada di puncak masa subur. Ditambah Rose punya masalah pada kandungannya sejak masih muda.

Karena bosan menunggu keajaiban memperoleh keturunan, akhirnya Rose melakukan proses bayi tabung. Namun, berkali-kali gagal. Dan ia baru berhasil hamil dan melahirkan enam tahun lalu.

"Sudah, sudah, jangan pedulikan lagi urusan Edward. Sekarang ada yang harus kulakukan."

Rose menghela nafas panjang. Ia berjalan cepat ke arah meja kerja Edgar.

Rose hendak mengambil amplop. Amplop itu akan dipakai untuk menyimpan uang tunai yang akan dikirim ke seseorang.

Seseorang yang sudah membantunya untuk memberi pelajaran pada pria tengil menyebalkan. Walaupun pada akhirnya, orang tersebut gagal menjalankan misinya. Pria tengil itu masih hidup, makin tengil, kembali berbuat kurang ajar di depan matanya.

Pamer kemesraan di birthday party putranya, menjadi sorotan dan bahan perbincangan di kalangan kerabat dan sahabatnya.

Dasar Edward si tukang cari perhatian.

Saat ayah mertua Rose masih hidup, Edward juga mendapat lebih banyak perhatian dari ayah mertuanya. Bahkan warisan ayah mertua yang diberikan pada Edward sangat berlebihan. Membuat Edgar murka, turun tangan untuk membekukannya.

Sebagai istri yang sangat mencintai suaminya, Rose juga tak mau ketinggalan. Ia ikut membantu suaminya memberi pelajaran untuk pria tengil menyebalkan itu.

Rose membuka laci meja kerja Edgar. Tak butuh waktu lama, ia sudah berhasil menemukan apa yang dicari. Itu semua karena Edgar adalah pria yang rapi dan terorganisir. Ruang kerja dan meja kerjanya selalu tertata dengan baik tanpa bantuan pelayan maupun sekertarisnya. Sehingga Rose dan Edward dengan nyaman dapat menggunakan dan mengambil barang-barang dari ruang kerja Edgar.

Rose segera mengambil barang yang diinginkannya. Saat menutup laci, manik mata coklat Rose tak sengaja melihat selembar kertas yang terlupakan di kolong meja kerja Edgar.

"Apa ini?" Rose mengambil dan membacanya.

"Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa probabilitas Edgar Erickson sebagai ayah kandung Lyodra Lorena adalah 99,9%. Apaaa?" Rose syok berat.

"Ini sudah gila." Rose membaca sisa kalimat yang tertulis di kertas hasil tes DNA.

"Berarti selama ini aku salah sasaran? Kurang ajar! Pasti Edgar sengaja menyembunyikan putri kandungnya di desa supaya aku tidak bisa menemukannya untuk melampiaskan kemarahanku," ucap Rose murka. Suaranya bergetar menahan emosi.

Selama ini Rose memendam rasa kesal dan cemburu pada Edward. Karena Rose mengira bahwa Edward lah putra Edgar bersama gadis cantik dari desa, tempat ayah mertuanya tinggal.

Gadis desa yang sempat membuatnya hampir gagal nikah. Gara-gara gadis desa itu tiba-tiba hamil setelah Edgar datang ke desa Wonosobo dan menginap di rumah ayahnya.

Namun, entah bagaimana, akhirnya ayah mertua lah yang menikah dengan gadis desa itu. Sehingga acara pernikahan Edgar dan Rose sukses digelar di kota besar.

"Awas kau ya, Edgar. Begitu kau pulang ke rumah, aku akan membuatmu menyesal." Rose merobek-robek kertas hasil tes DNA sembari membayangkan menampar dan mencakar wajah rupawan Edgar sampai berdarah-darah.

Rose kecewa. Ia sudah dibohongi oleh Edgar selama 25 tahun lamanya. Dan baru hari ini, ia tahu kebenarannya. Gadis yang dibawa Edward ke rumahnya, ternyata adalah putri kandung Edgar yang sebenarnya.

Rose mengeratkan giginya. Ia harus menyusun langkah baru. Sekarang lawannya bukan hanya Edward namun juga kekasih Edward. Dua sejoli itu harus disingkirkan dari muka bumi. Karena sudah membuatnya terhina.

Sejak kecil Rose terlahir dengan sendok emas di tangannya. Keluarganya kaya raya, super berkecukupan. Hartanya tak akan habis dalam tujuh keturunan.

Rose memiliki segala kemegahan yang dimiliki seorang penguasa. Keluarganya tidak hanya berlimpah harta namun juga memiliki kekuasaan di tatanan pemerintahan.

Tidak ada seorang pun yang berani membuat masalah dengannya. Menolak cintanya saat dijodohkan. Hanya Edgar. Just Edgar.

Pria yang dicintainya sedalam lautan, malah mengkhianatinya sebelum janur kuning melengkung. Menebar benih pada gadis desa yang miskin. Sangat miskin hingga makan untuk hidup pun harus bersusah payah mendapatkannya.

Membuat Rose terhina. Seorang gadis kota kaya raya kalah telak dengan seorang gadis desa yang tidak memiliki apa-apa. Hanya lulusan SMA bahkan menjadi pelayan di kediaman ayah mertuanya.

Rose mengambil ponsel kedua miliknya. Ponsel itu adalah ponsel dengan nomer yang tidak terlacak. Sangat aman untuk melakukan hal-hal gila di luar nalar. Rose memanggil nomer seseorang yang sudah membantunya memberi pelajaran pada Edward.

"Hallo, Mister Driver. Aku punya misi baru untukmu."

"Kirim dulu sisa pembayaran misi sebelumnya. Setelah aku menerimanya, aku akan menjalankan misi berikutnya." Suara pria di seberang sana terdengar ngos-ngosan.

"Apa kau ada masalah?" tanya Rose sedikit panik.

"Beberapa hari ini aku merasa ada orang yang menguntitku. Jadi aku butuh uang agar lebih dapat bergerak leluasa," jawab pria itu.

Rose menghela nafas panjang. Pria ini sudah tidak berguna lagi. Untuk apa memberinya misi kedua, jika sekarang saja, sudah hampir ditangkap orang.

"Ambil uangnya dan pergilah ke Filipina. Kita akhiri kerjasama kita sekarang juga." Rose menutup panggilan telepon lalu pergi ke kamarnya. Untuk memasukkan sejumlah besar uang tunai ke dalam amplop lalu mengirimnya ke Mister Driver lewat kurir terpercaya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!