NovelToon NovelToon
Terjebak Perjodohan

Terjebak Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Perjodohan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mamoruuu

Mimpi Rara hancur saat harus menikah muda dengan Aksara—pria kaya yang tak dikenalnya. Ia menganggap suaminya perusak masa depan, hingga sikapnya berubah sedingin es dan penuh kebencian.

Namun berbeda dengan Rara, Aksara justru mencurahkan kasih sayang dan kesabaran tanpa batas.

Bisakah pria itu meluluhkan hati sang istri yang keras kepala? Atau Rara akan terus buta melihat ketulusan yang ada di depan mata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamoruuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keliling Kantor

Rara berjalan cepat mendahului Aksara, berusaha menyembunyikan pipinya yang memerah. Rasanya ingin sekali ia menenggelamkan wajahnya ke bantal saat ini juga karena rasa malunya yang memuncak.

'Dasar! Suka sekali bikin aku kaget dan malu!' Batin Rara menggerutu.

Aksara hanya tersenyum lebar melihat punggung kecil istrinya itu. Ia merasa sangat menikmati setiap ekspresi Rara - mulai dari yang dingin, marah, sampai yang malu-malu seperti sekarang. Semuanya terasa begitu hidup dan menggemaskan.

"Pelan-pelan dong, Sayang. Nanti kamu jatuh." Goda Aksara sambil berjalan santai di belakangnya.

Rara tidak menoleh, hanya mendengus kasar dan mempercepat langkahnya sedikit lagi. "Aaarghhh! Sengaja sekali!"

Mereka mulai berkeliling dari satu ruangan ke ruangan lain. Aksara dengan sabar menjelaskan fungsi setiap ruangan, memperkenalkan Rara pada beberapa staf yang kebetulan lewat.

Semua karyawan tampak terkejut sekaligus takjub melihat bos mereka yang biasanya dingin dan serius, kini berjalan dengan wajah berseri-seri sambil terus menatap wanita di sampingnya dengan tatapan penuh kasih sayang.

"Ini Ruang Meeting Besar. Biasanya dipakai kalau ada rapat penting sama klien," jelas Aksara sambil membukakan pintu untuk Rara.

Rara masuk dan mengamati sekeliling. Ruangan itu luas, mewah, dan sangat modern. Ia menyentuh permukaan meja meeting yang panjang dan mengkilap itu.

"Keren..." Gumamnya pelan tanpa sadar.

Aksara yang mendengarnya langsung tersenyum bangga. "Kalau kalau mau, nanti kita bisa latihan presentasi di sini. Aku ajarkan pelan-pelan."

Rara langsung kembali memasang wajah datar saat sadar dirinya baru saja memuji. "Biasa aja. Nggak keren-keren amat," jawabnya ketus, meski matanya tetap tak lepas memandang ruangan itu.

Aksara tertawa kecil, tidak mempedulikan sikap juteknya. Ia tahu, itu hanya cara Rara menutupi rasa penasarannya.

Saat mereka berjalan melewati lorong kaca yang menghadap ke pemandangan kota, Rara berhenti sejenak. Ia menatap gedung-gedung tinggi di bawah sana.

"Jadi... selama ini kamu kerja keras di sini?" Tanya Rara pelan, suaranya terdengar lebih lembut dari biasanya.

Aksara berdiri di sampingnya, ikut menatap ke luar kaca.

"Iya. Aku kerja keras supaya bisa kasih kehidupan yang layak dan bahagia buat orang-orang yang aku sayang," jawab Aksara lembut, lalu perlahan menoleh dan menatap wajah Rara yang cantik di bawah sinar matahari.

Rara tersentak saat merasakan tatapan itu. Jantungnya kembali berdetak tak karuan.

"Ra..." Panggil Aksara pelan.

"Hmm?"

"Aku masih penasaran. Tadi... Naura ngomong apa sih sebenarnya?" Tanya Aksara hati-hati. Ia sebenarnya penasaran dan khawatir istrinya sampai hati dipojokkan oleh temannya itu.

Rara terdiam sejenak. Ia mengingat ucapan Naura yang bilang 'Aksara tidak sebaik yang terlihat'. Tapi saat ia melihat ketulusan di mata pria ini, saat melihat bagaimana Aksara memperlakukannya dengan begitu baik... kata-kata itu rasanya tidak masuk akal - walau hatinya pun ragu.

Rara menggeleng pelan. "Tidak penting untuk dibahas."

"Hm..."

Rara mendongak, menatap Aksara dalam-dalam. "Aku memang baru mengenalmu, dan aku juga baru mengenal Naura, jadi untuk apa aku percaya pada omongannya?"

Mendengar jawaban itu, senyum lebar kembali terukir di wajah Aksara. Rasa cemas di dadanya hilang seketika. Ia merasa Rara bukanlah tipe orang yang mudah dibohongi atau dipengaruhi.

"Yasudah. Jangan memikirkan hal yang tidak-tidak. Tanpa sadar, tangan Aksara bergerak ingin memegang tangan Rara yang berada di sampingnya.

Seketika Rara menarik tangannya cepat, wajahnya kembali memerah.

"Heh! Ini di kantor! Jangan macam-macam!" Tegur Rara sambil berbalik badan cepat. "Ayo lanjut kelilingnya! Jangan ngelamun!"

Aksara tertawa renyah melihat tingkah istrinya yang super lucu itu. "Iya-iya, Bos Kecil. Ayo kita lanjut."

Meskipun Rara selalu bersikap seolah dingin, Aksara tahu... di balik tembok tinggi itu, suatu hari hati mereka perlahan pasti menyatu.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!