NovelToon NovelToon
Sembilan Phoenix Agung : Jalan Kultivasi Terlarang

Sembilan Phoenix Agung : Jalan Kultivasi Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Lin Chen, seorang pemuda yang dianggap sampah karena memiliki Meridian Spiritual rusak, secara tidak sengaja menyentuh Phoenix bayi yang sedang bereinkarnasi. Pertemuan itu justru memberinya warisan terlarang tertinggi — "Sembilan Ikatan Phoenix Abadi".

Teknik kultivasi ini mengharuskan ia menikahi dan melakukan kultivasi ganda dengan Sembilan Phoenix Agung. Semakin banyak Phoenix yang ia taklukkan, semakin kuat ia. Namun, teknik ini dianggap melanggar tatanan langit, sehingga seluruh dunia kultivasi ingin membunuhnya.

"Dunia bilang aku terlarang? Baiklah… aku akan menikahi semua Phoenix dan membakar langit ini hingga hangus!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 : Ikatan yang Terbentuk

Huo Ling'er sudah terjaga sebelum fajar menyingsing.

Lin Chen mengetahui hal itu bukan karena mendengar langkah atau gerakannya. Gadis itu mampu bergerak nyaris tanpa suara ketika menginginkannya. Namun, setelah bertahun-tahun hidup dalam kewaspadaan, Lin Chen memahami bahwa keheningan seseorang yang sedang tidur berbeda dengan keheningan seseorang yang sedang terjaga dan tenggelam dalam pikirannya sendiri.

Karena itu, ia tetap memejamkan mata dan berpura-pura tidur.

Ia membiarkan Huo Ling'er menyelesaikan pergulatan yang sedang berlangsung di dalam hatinya.

Ketika langit di balik celah akar-akar pohon mulai berubah dari hitam pekat menjadi biru gelap, suara Huo Ling'er akhirnya memecah kesunyian.

"Aku sudah memutuskan."

Lin Chen akhirnya membuka matanya dan perlahan duduk. "Aku akan mendengarkan."

Dalam cahaya fajar yang masih samar, Huo Ling'er tampak berbeda.

Lebih tenang dan mantap.

Seperti seseorang yang telah selesai menimbang segala kemungkinan dan kini berdiri teguh di sisi pilihannya.

"Aku belum sepenuhnya percaya padamu," katanya terus terang. "Dan aku tidak akan berpura-pura percaya hanya karena keadaan memaksaku. Kau pantas mendapatkan kejujuran itu."

Lin Chen mengangguk pelan. "Aku menghargainya."

Huo Ling'er menarik napas perlahan sebelum melanjutkan. "Tapi aku percaya pada apa yang kurasakan sendiri."

Matanya menatap lurus ke depan.

"Dan saat kita melakukan resonansi dua hari lalu... aku merasakan sesuatu yang belum pernah kurasakan sebelumnya."

Ia terdiam sesaat seolah mencari kata yang tepat. "Aku tidak tahu cara menjelaskannya."

Kemudian ia tersenyum tipis. "Kalau harus memilih satu kata, mungkin... pulang."

Kata itu keluar begitu saja.

Bahkan Huo Ling'er sendiri tampak sedikit terkejut karena mengucapkannya. Namun ia tidak menariknya kembali.

Lin Chen juga tidak mengatakan apa pun.

Beberapa perasaan memang terlalu besar untuk dijawab dengan kata-kata.

"Jadi..." Huo Ling'er menatapnya sekali lagi. "Lakukan apa yang harus dilakukan."

Lin Chen mengangguk. "Baik."

Mereka duduk berhadapan. Kali ini jarak di antara mereka lebih dekat dibanding sebelumnya.

Tidak bersentuhan.

Namun cukup dekat untuk merasakan kehangatan satu sama lain.

Lin Chen memejamkan mata dan mulai menjalankan metode yang tercatat dalam Sembilan Ikatan Phoenix Abadi.

Energi Phoenix di dalam dirinya perlahan mengalir keluar.

Dan jauh di dalam diri Huo Ling'er, sesuatu yang telah tertidur sejak lama akhirnya memberikan jawaban.

Energi Phoenix yang tersegel selama bertahun-tahun mulai bergetar.

Merespons.

Mengenali.

Seolah akhirnya menemukan sesuatu yang selama ini dicari.

Pintu yang selama ini tertutup rapat tidak terbuka dengan ledakan dahsyat.

Tidak pula pecah karena dipaksa.

Pintu itu terbuka perlahan.

Lembut.

Alami.

Seperti seseorang yang akhirnya pulang setelah perjalanan yang sangat panjang.

Cahaya merah keemasan memenuhi ruang di antara mereka.

Bukan cahaya yang bisa dilihat mata biasa, melainkan cahaya yang hanya dapat dirasakan oleh mereka berdua.

Api bertemu api.

Energi bertemu energi.

Dua bagian dari sumber yang sama akhirnya saling mengenali.

Dan pada saat itu, perubahan besar pun terjadi.

Lin Chen merasakan seluruh tubuhnya bergetar.

Energi spiritual mengalir deras ke dalam meridiannya yang telah berevolusi.

Kekuatan yang selama ini tertahan seperti sungai yang baru saja menemukan jalannya.

Tingkat kultivasinya mulai meningkat.

Melewati Tingkat Kelima Kebangkitan Roh.

Kemudian Keenam.

Ketujuh.

Kedelapan.

Kesembilan.

Tanpa berhenti.

Tanpa memberi kesempatan untuk beradaptasi.

Gelombang energi itu terus mendorongnya maju hingga menembus Alam Pembentukan Inti.

Baru setelah mencapai Tahap Pembentukan Inti Tingkat Menengah, semuanya perlahan stabil.

Lin Chen membuka matanya.

Napasnya sedikit berat.

Ia dapat merasakan kekuatan yang jauh lebih besar berputar di dalam tubuhnya.

Bukan hanya lebih banyak.

Melainkan lebih murni.

Lebih hidup.

Lebih menyatu dengan dirinya.

Namun perubahan yang terjadi pada Huo Ling'er bahkan lebih mencolok.

Api yang selama ini hanya bisa ia rasakan dari kejauhan kini benar-benar berada dalam genggamannya.

Energi Phoenix yang tersegel akhirnya bangkit.

Perlahan ia membuka matanya.

Api merah keemasan muncul di telapak tangannya.

Warnanya berbeda dari api yang pernah ia gunakan sebelumnya.

Lebih dalam.

Lebih terang dan lebih hidup.

Nyala api itu tidak berkobar liar.

Melainkan bergerak lembut seperti bulu burung yang menari mengikuti hembusan angin.

Huo Ling'er menatapnya tanpa berkedip.

"Jadi..."

Suaranya hampir seperti bisikan.

"Inikah rasanya?"

Lin Chen juga menatap api di tangannya sendiri.

Perubahan yang baru saja terjadi masih terasa sulit dipercaya.

Hanya beberapa minggu lalu ia adalah seseorang yang dianggap tidak memiliki masa depan.

Kini ia telah mencapai Tahap Pembentukan Inti Tingkat Menengah.

Semua terjadi begitu cepat hingga pikirannya belum sempat mengejar kenyataan.

Namun tubuhnya tahu.

Energinya tahu.

Perubahan itu nyata.

Pada saat yang sama, jauh di luar Gunung Cang Lei, sebuah getaran baru menyebar melalui jaringan energi dunia.

Lebih kuat.

Lebih jelas.

Lebih sulit diabaikan.

Ikatan pertama dari Sembilan Phoenix Abadi telah terbentuk.

Dan dunia mulai merasakannya.

Jauh di atas awan lapisan kesembilan, di puncak Menara Pengawas Surgawi, seseorang perlahan membuka mata dari meditasinya.

Zi Xiao berdiri dalam keheningan.

Tatapannya mengarah ke kejauhan.

Untuk pertama kalinya setelah ribuan tahun, ada sedikit perubahan pada wajahnya.

Ia merasakan sedikit kekhawatiran.

"Jadi benar-benar terjadi..."

gumamnya pelan.

Kembali di Gunung Cang Lei, Huo Ling'er memadamkan api di telapak tangannya.

Ia mengembuskan napas panjang, Kemudian berkata tanpa menoleh ke arah Lin Chen,

"Jangan salah paham. Ini tidak berarti aku akan selalu setuju dengan keputusanmu."

"Aku tidak berharap begitu."

"Bagus." Huo Ling'er menyilangkan tangannya.

"Dan jangan berharap aku memanggilmu dengan sebutan aneh atau gelar yang berlebihan."

"Tentu saja."

Ia terdiam sejenak kemudian menatap ke luar.

Fajar mulai menerangi hutan.

Warna merah keemasan memenuhi cakrawala. Persis seperti warna api Phoenix yang baru saja terbangun.

Beberapa saat kemudian, Huo Ling'er berkata dengan suara yang jauh lebih pelan.

"Dan..." Ia berhenti sejenak. "...terima kasih."

Lin Chen menoleh. "Untuk apa?"

"Karena sudah membantuku."

Ia tidak menjelaskan lebih jauh.

Lin Chen hanya mengangguk.

Satu anggukan sederhana namun cukup untuk menjawab semuanya.

Di luar, matahari mulai terbit.

Dan di bawah perlindungan akar-akar pohon tua Gunung Cang Lei, ikatan pertama telah lahir.

Satu dari sembilan Phoenix telah terbangun.

Masih ada delapan yang menunggu.

Dan perjalanan mereka yang sesungguhnya baru saja dimulai.

1
Green Boy
ayo lanjut lagi thor🙏🙏
Daryus Effendi
bosan bacanya terlalu lambat alzrnya.bertele tele
Hadi Hadi
up up 👍
Hadi Hadi
up up 😍😍
Anonymous
lanjut thor seru ceritanya🙏
Si Suka Baca
Vote meluncur
Ihwan12
mantap lanjut lagi thor💪💪👍👍
Xiao Lin—Gold Author
satu mawar 🌹
Xiao Lin—Gold Author
niceeeee👍👍👍
Xiao Lin—Gold Author
Mantap👍👍👍
Xiao Lin—Gold Author
Suyin mungkin udah ketagihan sama pedang ajaib Wei Hao🤔/Sly//Doge/
Celestial Quill: /Facepalm/
total 1 replies
Xiao Lin—Gold Author
Mantap👍
Shu Qing
Luar biasa
Fatih Al
awal yang bagus👍👍
Green Boy
Bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!