Akira tewas terbunuh karena ledakan bom yang di pasang di mobilnya, oleh musuh. Namun keajaiban terjadi, dia terbangun di tubuh wanita bernama Elvira, seorang istri yang tak di anggap oleh suaminya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22 - Aku tidak bodoh
Ketegangan berhenti sejenak, karena keluarga Inti di panggil ke ruangan lain. Di aula, hanya tinggal Elvira dan Raisa.
Raisa menilik penampilan Elvira dari ujung kaki sampai kepala. Dandannya begitu sederhana, hanya sebatas gaun putih selutut dan anting mutiara di telinga. Berbanding terbalik dengan pakaiannya, Raisa sengaja ke salon terlebih dahulu sebelum datang kesini, seakan ingin menunjukkan kelebihannya di depan keluarga Zavian.
Dia melipat tangan di dada, menatap remeh pada Elvira, “sepertinya kau bangga sekali telah menjadi Istri Zavian,” dia memulai percakapan.
“Setidaknya apa yang aku banggakan memang patut di banggakan. Bukan seperti seseorang, yang bangga hanya karena jadi, mantan tunangan,” balas Elvira.
Wajah Raisa kembali menegang menahan geram, namun dia berusaha menyembunyikan rasa kesalnya di hadapan pesaingnya. Dia terkekeh pelan, “sayangnya meski kau istri sahnya Zavian, yang ada di hatinya tetaplah aku,” balasnya, dadanya membusung tanda dia begitu percaya diri.
“Benarkah. Apa kau punya bukti?”
Lagi-lagi dia tertawa sebelum bicara, “kalian tidak tidur bersama, itu buktinya. Ayolah Elvira, Pria normal mana yang tahan tidak berhubungan dengan wanita, kecuali dia tidak punya perasaan apa-apa pada si wanita,” melempar senyum kemenangan.
“Kau tahu darimana kami tidak tidur bersama? Kau punya bukti, atau kau punya mata-mata di rumahku?”
Tenggorokan Raisa seketika tercekat, dia mendengar berita itu dari Zelda, sejujurnya dia juga ragu, apa semua itu benar, atau hanya sekedar gosip belaka. Yang jelas, dia menggunakan itu untuk mengintimidasi Elvira, karena menurut Zelda, Elvira itu sosok yang cengeng, bodoh, cemburuan, dan sangat tergila-gila pada Zavian. Dia sengaja ingin menyulut api menggunakan masa lalunya, agar Elvira dan Zavian bertengkar.
“Aku tidak butuh mata-mata untuk tahu hal yang sudah jelas terlihat,” jawab Raisa mencoba mempertahankan sikap percaya dirinya, meski nada bicaranya terdengar sedikit goyah. “Semua orang tahu bagaimana pernikahan kalian terjadi—hanya karena bisnis, bukan didasari cinta. Zavian menikahimu karena terpaksa, bukan karena hatinya memilihmu.”
Elvira menatapnya tenang, tak terlihat sedikit pun goyah seperti yang diharapkan Raisa. Ia menyilangkan tangan di depan dada, sikapnya terlihat sederhana namun memancarkan ketegasan yang tak bisa diremehkan.
“Memang awalnya begitu,” aku Elvira terus terang, membuat Raisa sedikit terkejut. “Tapi apakah kau lupa? Perasaan itu tidak selamanya tetap sama. Bisa tumbuh, bisa berubah. Dan yang paling penting—kau tidak ada di dalam rumah itu, kau tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di antara kami berdua.” Elvira memanasi.
“Seperti katamu, pria normal mana yang tahan tidak menyentuh wanita dalam waktu lama,” tambahnya, bibirnya menarik senyum tipis namun tajam.
“Omong kosong!” potong Raisa cepat, suaranya mulai meninggi tanpa disadari. “Zavian tidak akan pernah melupakan apa yang ada di antara kami! Kami sudah saling mengenal sejak kecil, impian kami sudah terukir sejak lama—sampai keluargamu datang dan merusak semuanya!”
“Merusak?” Elvira mengangkat satu alisnya. “Jika memang sekuat itu ikatan kalian, takkan ada yang bisa merusaknya. Zavian bebas memilih, Raisa. Jika dia menginginkanmu, takkan ada paksaan yang bisa mengubahnya. Kenyataannya, dia berdiri di sampingku hari ini, bukan di sampingmu.”
Kata-kata itu terasa seperti tamparan keras bagi Raisa. Wajahnya memerah menahan amarah yang mulai meluap. Ia melangkah selangkah lebih dekat, nadanya menjadi dingin dan tajam.
“Jangan terlalu percaya diri hanya karena kau memakai gelar istri. Gelar itu bisa hilang kapan saja. Selama aku masih ada di hidupnya, selama aku masih bisa membuatnya mengingat masa lalu, posisimu tidak akan pernah aman. Dan soal tidur bersama... meskipun kau memaksanya, apakah itu akan membuatnya mencintaimu? Atau dia hanya akan melihatmu sebagai kewajiban yang harus ditunaikan?”
Elvira tersenyum simpul, “Sepertinya kau begitu yakin kalau Zavian masih mencintaimu. Sadarlah Raisa, kau dan dia sudah berpisah lama, laki-laki itu cenderung mudah lupa pada masa lalunya.”
Raisa tertegun. Ia tidak menyangka Elvira yang selama ini digambarkan Zelda sebagai gadis lemah dan mudah diatur bisa berbicara setajam ini. Ia merasa seolah posisinya yang merasa lebih unggul perlahan tergoyahkan.
“Kau akan lihat nanti,” desis Raisa dengan pandangan berbahaya. “Aku tidak akan menyerah begitu saja. Gelar istri yang kau banggakan itu tidak akan bertahan lama.”
“Terserah, lakukan semau mu. Aku tidak peduli,” Elvira berlalu meninggalkan Raisa dengan wajah tegang menahan geram.
ikutan tegang
😍😍💪💪🙏🙏
😍😍😍😍💪💪💪💪🙏🙏🙏
apa selama ini akira jga memanipulasi dana amal?
😍😍😍😍💪💪💪💪
🤣🤣🤣🤣🙏🙏😍😍💪💪
gk nyangka kalo hub akira dan calvin seperti itu awqlnya..
gk krtebak.
🙏🙏🙏😍😍😍😍😍💪💪💪
akankah mereka saling jatuh hati saat caviar tau kalo ebelyn adalah dori nya alias akira.?
🤣🤣😍🙏🙏💪💪
😍🙏🙏💪💪
penuh misteri..
seruu..
😍🙏🙏💪💪💪
🤣🤣💪🙏😍😍
jadi dia masih ngitilin elvira..
jadi tau saat elvira brkanja senjata ...
🤣🤣💪🙏😍
🤣💪🙏😍😍😍😍
rencana raisa kalah telak sama elvira
daripada raisa..
🤭😄😄💪💪🙏🤣🤣😍
tambah seru..
apa yg akan raisa lakukan...
bagaimna zavian menaggapi ..
apa yg akan akira lakukan..
🤣🤣😍😍🙏🤣🤣🤣😍😍😍
biar zelda kapok..
🤣😍😍🙏🙏💪💪
mulai..
🤣😍🙏🙏💪💪
jgn2 mantan tunangan Zavian...
😍😍😍😍🙏🙏💪