NovelToon NovelToon
"STERILIZED SECRETS: MY HYGIENIC MAFIA HUSBAND"

"STERILIZED SECRETS: MY HYGIENIC MAFIA HUSBAND"

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:598
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

Arkan Alesandro Knight adalah seorang King Mafia dari organisasi Black Eclipse yang memiliki reputasi mematikan, namun ia menyimpan satu rahasia konyol: ia menderita Mysophobia akut. Baginya, kuman lebih berbahaya daripada peluru. Hidupnya yang steril dan kaku berubah total ketika ia terjebak dalam sebuah perjodohan dengan gadis pilihan ayahnya, Evelyn Valentina Grant.

​Evelyn tampil sebagai sosok "My Nerdy Wife"—gadis culun dengan kacamata tebal, daster bunga-bunga yang aneh, dan sifat ceroboh yang luar biasa. Namun, di balik penyamaran konyolnya, Evelyn sebenarnya adalah Queen EVG, seorang peretas kelas dunia dan pemimpin organisasi spionase yang sangat tangguh. Ia sengaja berakting bodoh untuk melindungi identitasnya sekaligus memata-matai Arkan.

penasaran dengan cerita mereka jangan lupa mampir yapp🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Angin Alpen menderu di luar kaca jendela besar vila mewah milik keluarga Knight. Di dalam, suhu diatur dengan sangat presisi—cukup hangat untuk membuat manusia merasa nyaman, namun bagi Arkan Alesandro Knight, setiap hembusan udara dari ventilasi adalah potensi masuknya spora jamur gunung. Arkan berdiri di depan perapian, mengenakan koper penyaring udara portabel yang tersembunyi di balik jas rumah sutranya, menatap salju dengan pandangan tajam.

"Tuan Arkan... Eve merasa seperti bakpao yang dikukus," suara cicitan Evelyn memecah keheningan.

Evelyn muncul dari balik pilar kayu ek, mengenakan jaket bulu super tebal berwarna putih yang membuatnya tampak benar-benar bulat. Kacamata tebalnya berembun total, membuatnya berjalan meraba-raba dinding.

"Sudah kubilang, jangan banyak bergerak, Evelyn. Udara dingin di luar sana mengandung partikel es yang bisa melukai paru-paru 'fragile'-mu itu," ucap Arkan tanpa menoleh. Namun, tangannya bergerak cepat menyemprotkan cairan antiseptik ke arah lantai yang baru saja dilewati Evelyn.

Tiba-tiba, suara deru helikopter terdengar mendekat. Tak lama kemudian, pintu depan vila terbuka lebar tanpa ketukan.

"SURPRISE!!! KAKAK IPARKU SAYANG, AKU DATANG MEMBAWA KEBAHAGIAAN!"

Alana "Lana" Clarissa Knight melompat masuk ke dalam ruangan dengan gaya energik. Ia mengenakan pakaian musim dingin bermerk yang sangat mencolok, diikuti oleh dua pelayan yang membawa koper-koper besar.

Arkan memejamkan mata, memijat pelipisnya. "Lana... kau membawa kuman dari kota. Pergi mandi sekarang atau aku akan mengarantinamu di kandang kuda."

Lana mengabaikan kakaknya dan langsung memeluk Evelyn—atau lebih tepatnya memeluk tumpukan bulu jaket Evelyn. "Kak Eve! Aku bawakan baju renang termal edisi terbaru! Kita harus berendam di kolam air panas pribadi di lantai bawah!"

Evelyn mengerjapkan mata di balik embun kacamatanya. Berendam? Gawat! Makeup penyamar tato EVG di bahuku memang tahan air, tapi kalau digosok Lana, tamat riwayatku! batin Evelyn panik.

"E-eh... Lana... Eve alergi air panas... kata Dokter Frans tadi paru-paru Eve bisa mengkerut kayak kerupuk kalau kena uap," bual Evelyn, mencoba menggunakan diagnosa palsu dari kakaknya, Franco, tadi pagi.

Lana tertawa terbahak-bahak. "Tenang saja! Kolamnya sudah kusemprot alkohol satu galon! Ayo!"

Satu jam kemudian, area kolam air panas tertutup kaca itu sudah dipenuhi uap. Arkan duduk di kursi santai di pinggir kolam, mengenakan jubah mandi lengkap dengan masker N95 hitam. Ia tidak berniat masuk, ia hanya duduk di sana untuk memantau "keamanan" (dan kesterilan) istrinya.

Evelyn terpaksa melepas jaket bulunya. Ia kini mengenakan baju renang model menyelam yang menutupi hampir seluruh tubuhnya sampai leher, sesuai permintaannya pada Lana agar "tidak kedinginan".

"Kak Eve, ayolah! Lepas sedikit bahunya, nanti kulitmu tidak kena mineral!" goda Lana sambil mencipratkan air.

Lana sengaja mendekat. Ia melihat cara Evelyn bergerak di dalam air. Meskipun Evelyn pura-pura ceroboh dan hampir tenggelam, Lana melihat keseimbangan tubuh Evelyn yang sangat stabil saat kakinya menyentuh lantai kolam yang licin.

Orang culun biasanya akan terpeleset di sini, tapi Kak Eve... otot betisnya sangat kencang saat dia menahan berat tubuhnya, batin Lana yang mulai curiga.

Tiba-tiba, pintu kaca area kolam terbuka. Kenan Miller masuk dengan wajah pucat. "Bos, ada laporan dari Samuel. Sistem keamanan luar vila mendeteksi pergerakan aneh. Sepertinya anak buah Sebastian Black melacak helikopter Nona Lana."

Arkan langsung berdiri tegak. Aura King Mafia-nya keluar seketika. "Lana, keluar dari kolam sekarang. Kenan, ambilkan senjataku yang sudah disterilkan."

Lana segera merangkak naik, namun Evelyn tetap di dalam air, pura-pura gemetar ketakutan. "Hwaaaa! Tuan Arkan! Apa ada monster kuman yang mau gigit Eve?!"

Di saat yang sama, sebuah drone kecil dengan lambang tengkorak hitam (milik Sebastian) menabrak kaca atap hingga pecah. *Prang!* Serpihan kaca jatuh ke arah kolam.

"EVELYN!" teriak Arkan.

Tanpa pikir panjang tentang fobia kumannya, Arkan melompat ke dalam kolam air panas—tempat yang ia benci karena penuh uap dan sisa kulit manusia—hanya untuk menarik Evelyn ke dalam pelukannya.

Evelyn yang tadinya hendak melompat keluar dengan salto salto ala Queen Mafia, terpaksa membatalkan niatnya. Ia membiarkan Arkan menariknya ke bawah air untuk menghindari serpihan kaca.

Di dalam air yang tenang, kacamata Evelyn terlepas. Arkan membuka matanya di dalam air. Untuk pertama kalinya, tanpa lensa tebal yang menghalangi, Arkan melihat mata Evelyn. Mata itu tidak tampak bodoh. Mata itu tajam, waspada, dan sangat indah—seperti mata seekor elang yang sedang mengintai mangsa.

Lebih dari itu, Arkan mencium aroma yang sangat kuat terpancar dari kulit leher Evelyn saat mereka berdekatan. Itu bukan aroma disinfektan. Itu aroma sabun bayi merk "Lyny"—merk langka yang hanya diproduksi oleh perusahaan rahasia yang berafiliasi dengan EVG.

Arkan menarik Evelyn naik ke permukaan. Mereka terengah-engah di pinggir kolam.

"T-tuan... Tuan berani masuk air?" cicit Evelyn, kembali ke mode nerdy-nya sambil meraba-raba mencari kacamatanya di dasar kolam.

Arkan tidak menjawab. Ia menatap telapak tangannya yang baru saja menyentuh bahu Evelyn. Ia merasakan tekstur kulit yang sangat kencang, bukan kulit gadis lemah yang jarang olahraga.

"Kenan, tembak drone itu," perintah Arkan dingin tanpa melepaskan pandangannya dari Evelyn.

Lana yang berdiri di pinggir kolam, memegang handuk, tersenyum licik. Ia melihat kacamata Evelyn yang tenggelam. "Kak Arkan, lihat! Mata Kak Eve ternyata cantik banget ya kalau nggak pakai kacamata 'pantat botol' itu?"

Arkan mengambil kacamata Evelyn dari dasar kolam, menyemprotnya dengan antiseptik yang selalu ada di saku jubah mandinya, lalu memasangkannya kembali ke hidung Evelyn dengan kasar namun akurat.

"Jangan dilepas lagi. Mata itu... mengandung terlalu banyak rahasia kotor," ucap Arkan misterius.

Evelyn menelan ludah. Sial. Dia menyadarinya? Atau dia cuma marah karena aku bikin dia basah kuyup di kolam yang penuh kuman?

Di sisi lain, lewat jam tangan pintarnya yang kedap air, Evelyn melihat pesan dari Edward: "Queen, Sebastian Black mengirim 20 orang ke kaki gunung. Arkan dalam bahaya."

Evelyn melirik Arkan yang sedang sibuk mengelap lengannya dengan alkohol seolah-olah lengannya baru saja terkena asam nuklir.

"Tuan Arkan... Eve mau ke kamar dulu ya, mau ganti baju... Eve takut kena flu burung," pamit Evelyn.

"Pergilah. Kenan akan menjagamu di depan pintu," jawab Arkan.

Namun, begitu Evelyn masuk ke kamarnya, ia tidak berganti daster. Ia membuka panel rahasia di dalam lemari vilanya (yang sudah disiapkan Edward sebelumnya). Di sana tersimpan senapan runduk (sniper) berwarna perak dengan peredam suara maksimal.

Evelyn membuka jendela sedikit, mengarahkan moncong senjatanya ke arah hutan salju di bawah sana.

"Edward, aktifkan pemindai panas. Mari kita bersihkan 'kuman-kuman' Sebastian sebelum suamiku yang higienis itu pingsan karena stres melihat darah di salju putihnya," bisik Evelyn.

Dor!

Satu anak buah Sebastian tumbang di kejauhan tanpa suara. Evelyn tersenyum. "Menjadi istri nerdy itu melelahkan, tapi menembak musuh dari balik jendela vila mewah... ini baru namanya liburan."

Di ruang tamu, Arkan sedang menatap layar monitor keamanan. Ia melihat satu per satu musuh tumbang secara misterius. Arkan menyipitkan mata. Ia mencium sisa aroma sabun bayi di jas mandinya.

"Samuel," panggil Arkan lewat radio.

"Ya, Bos?"

"Cek siapa pemilik perusahaan sabun 'Lyny'. Dan cek... apakah istriku punya hubungan dengan perusahaan itu."

"Baik, Bos. Tapi Bos... bukannya Bos benci sabun yang tidak berbau medis?"

"Lakukan saja," potong Arkan. Ia menatap ke arah kamar Evelyn dengan tatapan penuh kecurigaan yang kini bercampur dengan rasa penasaran yang membara.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!