NovelToon NovelToon
Gelora Hati Seorang Gus Dan Gadis Mafia.

Gelora Hati Seorang Gus Dan Gadis Mafia.

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa / Kriminal dan Bidadari
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

INSPIRASI DARI BULAN RAMADHAN.

Seorang gus bernama Ali Mahendra adalah putra kiyai kharismatik yang dipersiapkan menjadi penerus pesantren—jatuh cinta pada Nayla Malika seorang gadis yang terjebak dalam dunia Mafia karena masa lalunya yang rumit antara ibunya wanita Indonesia dan sang ayah pria Arab Saudi.

Sang Kiyai yang tahu jika Putra tunggalnya mencintai Nayla, berusaha mencarikan calon istri yang baik---anak dari Kiyai di pesantren lain.

Ning Syifa Maulida seorang anak Kiayai yang akan di nikahkan oleh Gus Ali.

Mampukah Ali dan Nayla bersama dalam perbedaan dunia sosial dan lingkungan. Atau Bagaimana Ali mengatasi masalah ini agar tak kehilangan Nayla

Cinta mereka bukan hanya tentang dua hati, tapi tentang dua dunia yang saling bertolak belakang: sajadah dan senjata, doa dan darah, dzikir dan dendam semuanya menjadi satu dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Udara di sebuah Desa di Jawa barat sangat sejuk, wilayah itu terpencil dari padatnya aktivitas di ibu kota.

Hamparan sawah mengelilingi pemukiman warga, namun di balik rasa sejuk dan ketenangan ini---ada sebuah bisnis gelap yang beroperasi.

Bisnis yang beroperasi melalui Narkotika dan Judi, ini adalah cabang bisnis dari mafia---Aditya Suradinata.

Narkotika jenis ganja di tanam secara rahasia oleh Tim yang dibentuk Gani, sementara Nayla bertugas untuk mengatur bisnisnya.

Nayla menjual Narkotika ke dalam sebuah club atau hiburan malam secara sembunyi-sembunyi, tempat terpencil ini bisa menghindari aparat dalam menciduknya.

Nayla dan Gani turun dari mobil hitam mereka, para warga yang melihat para Mafia hanya memberi hormat---karena sebagian besar pendapatan warga desa juga dari bisnis gelap para Mafia.

Tapi mata orangtua Fidia menatap benci ke arah Nayla yang berjalan membuka kacamatanya.

Nayla mengenakan kaos lengan pendek warna hitam dan celana panjang warna hitam, juga sepatu hitam yang senada dengan bajunya.

Sementara Gani melepas kacamatanya, pria itu mengenakan kaos hitam dengan celana jeans bolong di bagian dengkul, dan rantai.

"Akhirnya sampai juga semoga, abang lu kagak ngejar lu sampai sini," kata Gani melepaskan kacamatanya.

Mendengar itu Nayla menatap tajam Gani, dan berkata dengan ketus.

"Eh gua ama dia kagak ada hubungan adek Abang yee catet, lagian gua anak di luar nikah!" umpat Nayla berjalan santai.

Di desa ini Nayla mendapatkan hormat, dan di masa lalu Nayla mendapatkan caci maki, cemooh, dan hinaan.

"Wihhh sensi luu," ujar Gani.

"Udah berisik ayo masuk!" pinta Nayla dengan jengkel, karena baginya dirinya tak memiliki keluarga.

Kaki Nayla melangkah, secara tiba-tiba seorang pria membawa pisau dan mau menancapkannya ke pinggang Nayla.

Pria itu adalah calon suami Ningsih, tangannya sudah siap mengarahkan pisau dan menusukannya ke arah Nayla.

Beruntung dengan sigap para pengawal Mafia menahan tangan pria itu dan memelintirnya.

Nayla dan Gani langsung kaget bukan main melihat seorang pria yang mau menusukan pisau pada Nayla.

Gani yang marah langsung mendekati pria itu, "bawa dia ke ruangan, nanti biar saya yang urus."

"Baik Boss," patuh semuanya.

Nayla dan Gani masuk untuk memantau bisnis mereka, langkahnya berjalan masuk.

Keduanya tengah menjalankan tugas dari Aditya, untuk menjalankan bisnis jaringan judi ilegal dan peredaran Narkotika jenis sabu yang mulai merusak warga setempat.

Gani mengecek ponselnya, lalu menunjukan layar kepada Nayla.

"Dari info orang kita, gudang di belakang dekat sungai."

"Apa langkah lo selanjutnya Kak?" tanya Gani.

"Gawat sih, kita pindahin barang-barang kita ke ruang bawah tanah."

Nayla menatap Gani, sementara Gani menatap Nayla.

"Tapi apa kita bisa minta Bantuan Pedro Kak," saran Gani.

Nayla hanya menghela napas melihat tingkah Gani yang masih bergantung pada Aditya.

"Eh Gani, selagi nih masalah sepele dan masih bisa kita selesaikan kenapa, harus minta bantuan Pedro!" ucap Nayla dengan nada sedikit tegas.

Gani juga hanya menghela napas.

"Iya sih, tapi ini udah ke endus njirr ama pihak kepolisian!" kata Gani dengan nada khawatir.

Nayla berfikir bagaimana agar aroma jejak mereka tak di endus anjing pelacak, dengan menggunakan tanah dan cuka apel.

"Ide lu busset cemerlang banget," ucap Gani.

"Yaudah buruan pindahin barang-barang kita dan siapin untuk kita edarkan," kata Nayla.

"Oke siap kakak," patuh Gani.

Mereka segera menyelundupkan ganja dan sabu itu ke seluruh wilayah di club yang terjaring dengan meraka, lalu Nayla akan melebarkan bisnisnya ke Jakarta tapi tak sekarang.

"Eh Gan nanti kabarin Hanna," ucap Nayla.

Hanna ada rekan yang bekerja di bawah Aditya Suradinata, untuk bagian bisnis Narkotika---dengan embel-embel memegang club malam.

"Di Kasino tuhh kabarin juga," ujar Nayla.

"Iyaa, pelan-pelan apa," ungkap Gani yang kewalahan.

Nayla menghela napas duduk di sofa gudang itu, menyalakan rokok, lalu menghisapnya.

Asap rokok menyembul ke udara, matanya terpejam. Perjalanannya sangat jauh dari Jawa timur ke Jawa Barat.

Beruntung saat itu.

Aditya mengirimkan truk untuk mengangkut mobil yang di tumpangi Nayla dan Gani, keduanya segera menuju ke Jawa Barat.

"Gua hampir deg-deg njirr waktu lewat tol," jawab Nayla menghisap rokoknya.

"Kenapa kak?" tanya Gani, sambil memfoto untuk memberikan laporan pada Hanna.

Nayla mendelik pada Gani, seolah pria ini hanya diam di tempat.

"Ya mikir dong, takut ketahuan kita di ciduk bedon," ungkap Nayla yang kesal.

Mulut gadis ini kembali menghisap rokok di tangannya, Gani tertawa saat melihat Nayla marah-marah.

"Udah belom laporannya?" tanya Nayla.

Tangan Nayla masih sibuk menghisap rokoknya.

"Belom Kak," ucap Gani.

Nayla memutar bola matanya jengah, tangan dan mulutnya masih sibuk dengan sebatang rokok.

"Anjir asli lah, sejak kapan tuh tua peyot edan mau ngambil gua lagi," kata Nayla dengan menghisap rokoknya.

"Tahu, mungkin lo mau di jodohin ama aki-aki kali," ejek Gani.

Nayla yang melihat itu langsung melempar Gani dengan tongkat, lalu Gani tertawa sambil memegang tab di tangannya.

"Yaelah PMS lu canda kali," ucap Gani yang tertawa.

"Eh ba*gsat gua serius!" bentak Nayla.

"Iyaa deh gua minta maaf kak," ucap Gani.

"Gua maafin lu tapi anterin gua, mau bikin tato nih gua," ujar Nayla.

Gani menoleh dengan cepat menatap Nayla.

"Hah? sekarang banget kak?" tanya Gani.

Nayla mengangkat bahunya santai dan tangannya masih merokok.

"Ya kelarin dulu kerjaan nanti tante Hanna ngadu ama Pedro, kita kena damprat lagi," kata Nayla sambil merokok.

Gani menyeringai.

"Ayo aja sih gua, sekalian nambah satu mau di betis juga gak masalah."

Nayla terkekeh kecil sambil dengan rokok di tangannya.

"Lu udah penuh tatoo cokk," ujar Nayla sambil menghisap rokok, dan dengan santai menyembulkannya ke udara.

"Mau gambar apa lagi lu?" tanya Nayla.

"Gambar si gundik lagi ngewong," jawab Gani yang masih fokus memfoto mengirimkannya pada Hanna.

"Anjirr ngewong nggak tuh," ujar Nayla menghisap rokoknya.

Keduanya sangat akrab seperti sepasang saudara, karena kehidupan keduanya yang sama-sama terlahir dari keluarga bermasalah.

*

*

*

*

1
Dayang Rindu
Hay kak, karya baru? 🔥
Dayang Rindu: sama aja, 😁
total 2 replies
Muhammad Isha
iklan buat mu
Putri Sabina: makasih udah mampir Kak
total 1 replies
Muhammad Isha
jangan lupa mampir
knovitriana
cerita yang menarik
knovitriana: iklan buat mu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!