NovelToon NovelToon
HIDDEN WIFE

HIDDEN WIFE

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / Cinta Dramatis Yang Sedih / POV Pelakor / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:25.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kolom langit

Akibat kesalahan satu malam, ia terjerat dalam sebuah pernikahan dengan seorang pria beristri.

Kebencian istri pertama membuatnya diabaikan, tak dianggap, bahkan dirampas haknya sebagai istri dan ibu.

Mampukah Lula bertahan dengan status sebagai istri yang disembunyikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kolom langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mereka Mengikatku Tanpa Ampun

Melihat Lula yang tidur dengan gelisah, Dirga mengusap punggungnya. Kelembutan dari sentuhan itu berhasil membuat Lula lebih tenang.

Pandangan Dirga akhirnya teralihkan pada perut. Matanya berbinar dengan bibir melengkung membentuk senyuman. Bayi nya bergerak aktif di sana sehingga terlihat sedikit menonjol di satu bagian. Ia membenamkan ciuman pada permukaan perut yang tertutupi pakaian. Ciuman yang sangat lembut, agar Lula tak terbangun karena terganggu.

Ia menatap wajah istrinya lagi. Membelai puncak kepalanya dengan sayang, lalu dalam detik itu juga, matanya tergenang oleh cairan bening.

"Maafkan aku ... Tidak seharusnya aku membawamu ke dalam keadaan sulit ini. Aku yang salah, bukan kamu. Aku terjebak dalam sebuah hubungan rumit yang membuatku berhutang nyawa dan harus kubayar seumur hidup. Aku juga sangat lelah, tapi sangat sulit untuk keluar dari sana. Mereka mengikatku tanpa ampun dan aku tidak bisa melakukan apa-apa. Apa yang harus kulakukan untuk bebas, Lula?"

Dirga menyandarkan kepalanya di perut buncit itu. Lelehan air mata mengalir begitu saja.

*

*

*

Alika memukul setir dengan kedua tangannya ketika melihat mobil Dirga terparkir di depan rumah Lula. Ia turun dari mobil dengan terburu-buru dan membanting pintunya. Kemudian beranjak menuju rumah Lula. Ia tak terima jika Dirga harus menghabiskan waktu di rumah Lula. 

“Bu Alika mau ke mana?” 

Alika terpaku mendengar suara itu. Langkahnya seketika terhenti saat melihat Jeff tiba-tiba ada di hadapannya. 

“Minggir kamu! Saya mau bertemu Dirga.” 

“Maaf Bu Alika ... Tapi Pak Dirga sudah berpesan tidak mau diganggu oleh siapapun dan apapun. Jadi saya tidak bisa mengizinkan Ibu ke rumah Bu Lula.” 

Alika menatap Jeff  geram. Ingin rasanya menampar laki-laki bertubuh tinggi menjulang itu. Tetapi tentu saja ia tak akan berani. 

“Minggir kamu! Jangan lupa siapa saya. Saya bisa membuat Dirga memecat kamu!” ancam Alika dengan keyakinan penuh. 

Alih-alih minggir, Jeff malah membalas dengan tertawa kecil, yang membuat kemarahan Alika seakan meledak. “Kalau memang Bu Alika bisa membuat Pak Dirga memecat saya, kenapa tidak dari dulu?” 

“Apa kamu punya dendam pribadi dengan saya?” tuduhnya seraya mendorong Jeff, namun laki-laki itu tetap berdiri kokoh dan tak bergeser sedikitpun. 

“Tidak!” jawabnya singkat. “dan walaupun saya bisa membuat Pak Dirga menceraikan Bu Alika, tapi tenang saja ... saya tidak sejahat itu.” Langkah kaki Jeff bergerak maju, seiring dengan Alika yang mundur beberapa langkah. Tatapan Jeff sangat mengintimidasinya. “Karena semua akan terbuka pada waktu yang tepat.” 

Mendadak wajah Alika berubah pucat mendengar ucapan Jeff. “Apa maksud kamu? Kamu tahu apa tentang saya?” 

“Semua yang Pak Dirga tidak tahu!” 

Alika tercekat. Semakin pucatlah wajahnya. Bahkan kini terlihat kesulitan bernapas. Tak ingin berurusan lebih panjang dengan Jeff, ia akhirnya memilih pergi. Naik ke mobil dan pergi dari sana. 

Sementara Jeff menatap mobil Alika yang semakin menjauh hingga menghilang dalam pandangannya.

“Semua akan terkuak pada waktunya. Seperti sebuah bom yang menunggu waktu yang tepat untuk meledak. Dan bom waktu itu adalah Bu Lula.” 

*

*

*

Pagi hari Lula terbangun. Ia keluar kamar dan hampir dikejutkan oleh sepasang kaki panjang yang melewati sofa. Lula mengusap dadanya dan bernapas lega setelah menyakini bahwa Dirga lah yang sedang terbaring di sana—setelah melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangan yang tampak pada ujung sofa satunya.

“Aku pikir dia sudah pulang,” gumam Lula. Ia cukup heran, sebab ini adalah pertama kalinya Dirga menginap di rumahnya. Lula mendekati sofa dan menatap Dirga yang masih tertidur dalam posisi tangan menutupi sebagian wajahnya.

Maju beberapa langkah, Lula membungkukkan punggungnya untuk melihat wajah itu lebih jelas. 

Tampan sekali, begitu yang ada di benak Lula. Ia terpaku memandangi wajah suaminya.

Lula mendekatkan wajahnya, walaupun tampak ragu. Sesekali menatap mata sang suami demi memastikan bahwa laki-laki itu benar-benar masih tidur. 

Suara decapan pun terdengar pelan.

Satu kali ...

Dua kali ...

Tiga kali ...

Lula baru saja mencium kening suaminya. Ia mundur beberapa langkah dengan wajah merah berseri-seri. Tangannya menekuk mengusap perut ketika merasakan gerakan-gerakan kecil dari sana, seolah bayi dalam perutnya turut merasakan sedikit rasa bahagia yang dirasakan ibunya saat ini.

Tak ingin Dirga terbangun dan mengetahui apa yang baru saja dilakukannya, Lula segera kembali ke kamar untuk mandi. 

Sementara senyum tipis terlihat di sudut bibir Dirga. Ia membuka mata sejenak dan mengusap kening. Membenarkan bantal dan mencari posisi yang nyaman untuk melanjutkan tidurnya. 

"Lucu sekali dia."

****

1
al ihsan ziandra
kenapa musti takut dirga tinggal dikenalkan aja sama mama kamu
al ihsan ziandra
hmmm macam tutul, wkwkwkwk
pengen banget mama diana tau tentang lula dan kehamilannya
al ihsan ziandra
sebenarnya aku tu penasaran jalan ceritanya dirga nikahnya sama alika,
al ihsan ziandra
kapqn bom waktunya itu penasaran sama reaksi dirga seperti apa
al ihsan ziandra
buat apa minta maaf tp kelakuan nggak berubah dan nggak tegas
al ihsan ziandra
ajarin yg benar allan karena sepupu kamu itu terbodoh 🤣
al ihsan ziandra
klw aku jadi lula aku sdah pergi yg jauh meninggalkan dirga
al ihsan ziandra
nangis aku selama kehamilan kayak nggak ada suami aja
al ihsan ziandra
hmmm dirga kau tu harus tegas janganlemah, betul kata jef cb aja kamu selidiki alika seperti apa diluaran sana
al ihsan ziandra
pengen banget mama diana tau kalw dirga sdah punya istri lagi yg sdang hamil
al ihsan ziandra
istri pajangan bgt ka dirga,
al ihsan ziandra
aku suka karakter lula jangan mudah ditindas
al ihsan ziandra
betul itu jef, bosmu itu aneh musti dirukiyah deee 🤣🤣
al ihsan ziandra
owww jadi pernikahan antara alika sama dirga ini hanya karena sebuah tanggung jawab dan amanah
al ihsan ziandra
dirga kamu sebagai laki² yg tegas dong jangan bodoh hanya karena cinta
al ihsan ziandra
wiiiii mantul lula jangan biarkan suami istri itu menindasmu atau menekanmu
al ihsan ziandra
ummm semoga aja mamanya dirga suka sama lula,
al ihsan ziandra
bucin si iya tp bodoh juga janhan kali dirga, masa iya kamu nggak bisa lacak/cari tau apa saja yg dilakukan istrimu diluar sana
al ihsan ziandra
nggak ada sadarnya kamu alika, tunggu lagi karma selanjutnya buatmu
al ihsan ziandra
karma buatmu alika istri durhaka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!