NovelToon NovelToon
Kembali Ke Masa Muda, Tak Lagi Mengejarmu

Kembali Ke Masa Muda, Tak Lagi Mengejarmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Selama enam tahun, Kinara hidup sebagai istri dari Zergan Airlangga, seorang direktur sekaligus CEO muda yang dikenal dingin, tegas, dan sulit didekati. Pernikahan mereka bukanlah kisah cinta yang indah, melainkan hasil perjodohan dua keluarga besar.
Sejak awal, Kinara mencintai Zergan seorang diri. Ia bertahan dengan harapan bahwa suatu hari hati suaminya akan luluh. Namun, harapan itu tak pernah menjadi kenyataan. Bagi Zergan, hatinya telah terkubur bersama wanita yang pernah ia cintai dan telah meninggal dunia. Kehilangan itu mengubahnya menjadi pria yang dingin, acuh, dan tak pernah benar-benar melihat keberadaan Kinara sebagai istrinya.
Hingga sebuah kejadian tak terduga mengakhiri segalanya.
Saat membuka mata, Kinara mendapati dirinya kembali ke masa lalu saat usianya baru dua puluh tahun dan masih duduk di bangku kuliah. Ia kembali ke waktu sebelum perjodohan itu terjadi, sebelum enam tahun penuh luka dan penantian.
Kali ini, Kinara bertekad mengubah takdirnya. Ia tidak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

Setelah memastikan Seila dan barang-barangnya keluar sepenuhnya dari kamar tersebut, Kinara langsung mengunci pintu kayu ek yang kokoh itu rapat-rapat. Ia membalikkan tubuh, menyandarkan punggungnya pada pintu, lalu mengedarkan pandangan ke sekeliling kamar yang sangat luas dan mewah itu.

​Kamar ini memiliki ranjang ukuran king size berkelas, lampu kristal gantung yang elegan, dan balkon pribadi yang langsung menghadap ke arah taman belakang. Tempat yang seharusnya menjadi haknya sejak belasan tahun lalu, namun dinikmati dengan angkuh oleh Seila.

​Kinara berjalan perlahan menuju cermin besar di sudut ruangan. Ia menatap pantulan dirinya sendiri, lalu menyunggingkan sebuah senyuman yang teramat dingin dan penuh tekad.

​"Kalian semua... satu per satu akan aku hancurkan," gumam Kinara dengan suara rendah yang menggema di dalam kesunyian kamar. Sorot matanya memancarkan kilat kebencian yang mendalam. "Tapi sebelum itu, aku butuh bermain-main dulu dengan kalian."

​Ingatan Kinara kembali berputar pada kekejaman keluarga Adijaya di kehidupan lalunya. Setelah ia ditemukan, mereka tidak pernah menganggapnya sebagai anak. Mereka mengurungnya, memanipulasinya untuk menandatangani dokumen-dokumen bisnis yang merugikan, dan memperlakukannya tak lebih dari sekadar budak demi menaikkan status sosial seila. Saat perusahaan mereka hampir bangkrut, Surya dan Mika tanpa belas kasihan menjualnya ke dalam pernikahan kontrak demi mendapatkan suntikan dana.

​"Kalian pikir aku yang sekarang masih bisa kalian injak-injak seperti dulu?" lanjut Kinara sambil mengusap bekas tamparannya sendiri di tangan kanannya. "Akan kupastikan kalian merasakan bagaimana rasanya kehilangan segalanya, merangkak di lantai, dan memohon ampun kepadaku."

​Di tengah luapan emosi pembalasan dendamnya, suasana hati Kinara mendadak berdesir aneh. Bayangan wajah tegas, sorot mata elang yang dingin, namun menyimpan sejuta luka milik Zergan Airlangga tiba-tiba melintas begitu saja di benaknya. Mengingat bagaimana pria itu tertidur di apartemen seberangnya semalam setelah memakan sup buatannya, dada Kinara kembali terasa sedikit sesak.

​Kinara berjalan menuju balkon, menatap langit malam kota yang dipenuhi bintang. Ia menghela napas panjang, mencoba menenangkan debaran jantungnya yang mendadak tidak beraturan.

​"Kali ini... dan di kehidupan kali ini, kamu bisa bahagia dengan kekasihmu, Zergan," ucap Kinara lirih, membiarkan suaranya terbawa angin malam.

​Ia tersenyum tipis, sebuah senyuman yang sarat akan keikhlasan sekaligus kepasrahan. "Aku sudah menyelamatkan Haura dari preman malam itu. Aku juga akan memastikan kalian berdua mendapatkan restu dari Oma Gayatri dan menyingkirkan segala rintangan yang ada—termasuk rahasia apa pun yang sedang disembunyikan oleh Kak Arsen. Setelah hidupmu aman dan kamu mendapatkan kebahagiaan yang pantas kamu dapatkan, aku akan pergi jauh. Kita tidak akan pernah bertemu lagi."

​Kinara membalikkan tubuhnya, kembali masuk ke dalam kamar dan menutup pintu balkon. Ia bertekad kuat untuk menyelesaikan pion-pion permainan takdir ini secepat mungkin, demi kebebasan mutlak yang selama dua kehidupan ini selalu ia impikan.

Pagi hari di ruang makan keluarga Adijaya terasa begitu mencekam. Kinara melangkah masuk dengan tenang, namun langkahnya terhenti saat melihat meja makan panjang itu sudah penuh dengan anggota keluarga. Ayah, Ibu, dan Seila duduk dengan elegan, namun ada satu hal yang ganjil: hanya ada tiga kursi yang tersedia di sana.

​Kinara menatap meja itu datar, lalu beralih menatap Seila yang duduk dengan senyum yang sengaja ditahan.

​"Oh, maaf Kak Nara," ucap Seila dengan nada sok manis yang sangat kentara. "Kursinya sudah penuh, Kak. Tadi pagi Ibu hanya menyiapkan tiga kursi karena kami terbiasa makan bertiga. Kak Nara kan baru pulang, jadi kami belum sempat menambah kursinya."

​Melihat Kinara yang berdiri mematung, Seila langsung menjalankan drama "anak baik"-nya. Ia berpura-pura hendak berdiri dengan ekspresi wajah yang tampak penuh pengorbanan. "Atau... biar Seila saja yang pindah ke meja dapur? Biar Kak Nara bisa duduk di sini. Seila nggak apa-apa kok, walau sebenarnya ini kursi kesayangan Seila..."

​Mika Adijaya langsung merespons drama tersebut dengan tatapan kasihan pada putri bungsunya. Ia menepuk tangan Seila dengan lembut, lalu menatap Kinara dengan tatapan menyalahkan. "Nara, lihat adikmu. Dia sudah berusaha mengalah demi kamu, padahal kamu yang baru datang. Jangan membuat suasana jadi tidak nyaman hanya karena masalah kursi saja. Kamu bisa ambil kursi cadangan di gudang belakang kalau mau duduk."

​Kinara menatap pemandangan penuh sandiwara itu dengan tawa kecil yang sinis. Ia tidak melangkah ke gudang, melainkan menarik kursi kayu dari sudut ruangan dan meletakkannya tepat di ujung meja, membantingnya sedikit keras hingga menimbulkan suara dentuman yang membuat ketiganya terlonjak.

​"Masalah kursi?" Kinara tertawa dingin sambil duduk dengan punggung tegak, menatap mereka satu per satu dengan tajam. "Jika kehadiran satu anak kandung saja membuat rumah semegah ini kekurangan kursi, dan kalian harus mengajari anak kalian untuk berpura-pura mengalah demi sebuah kursi makan, maka sudah jelas tempat ini tidak pernah benar-benar memiliki ruang untukku."

​Kinara berdiri kembali, menatap Surya yang masih terdiam dengan wajah mengeras.

​"Kalian tidak perlu repot-repot memikirkan kursi untukku," lanjut Kinara dengan nada mutlak. "Karena setelah sarapan ini selesai, aku akan pergi dari rumah ini. Aku tidak butuh drama 'kursi penuh' kalian, dan aku tidak butuh tempat di meja yang sudah busuk oleh kemunafikan ini."

​"Jangan bicara sembarangan, Kinara!" sentak Surya dengan wajah memerah karena murka. "Kamu baru saja pulang!"

​"Aku pulang untuk menagih apa yang seharusnya menjadi hakku, bukan untuk diatur oleh drama sampah adikku," potong Kinara dengan suara yang lebih lantang dan dingin. "Keputusanku sudah bulat. Entah kalian setuju atau tidak, aku akan pergi. Dan ingat, jika kalian mencoba menahanku atau menggangguku lagi, aku pastikan esok pagi nama 'Adijaya' akan menjadi bahan utama di semua tajuk berita investigasi tentang kebangkrutan bisnis kalian yang curang. Pilihan ada di tangan kalian."

​Kinara meninggalkan meja makan itu tanpa menoleh sedikit pun, membiarkan suasana di ruang makan tersebut meledak dalam ketegangan yang luar biasa, sementara ia melangkah pergi untuk menyiapkan kepergiannya dari neraka yang mereka sebut rumah.

1
si mesteri
semoga kau hidup bahagia kedepan nya kinara oh iya thor ini yg terbagus dalam ending sad bikin haru dan mau aku baca berkali-kali tapi radak nyesek sama endingnya semoga thor nya juga sehat selalu dadah /Smile//Sob/
Uthie
Lagiiii dong 😍
heyyykau
crazy up kak🫰
Dwi Agustina
Allah pasti trlah menyiapkan takdir yg lbh indah utkmu Nara😥💪
heyyykau
crazy up kak, gk sabar liat kinara menghilang dri kehidupan zergan trs kinara jadi sukses sm ada seseorang mencintai kinara dengan tulus dan juga sebaliknyaa🫰😭
Dedi Dahlia
nanti setelah kinara pergi,zergan ingat kembali massa lalu kehidupan pertama, dan menyadari sipat Haura tak seperti yang diharapkan,baru lah sadar hanya kinara gadis yang tulus dan mengerti tapi,sayang terlambat baru menyadarinya,sip di tunggu momennya thorr itu terjadi🙂🙂
Uthie
Saya sihhh paling gak sabar nunggu pas moment Kinara pergi dari Zergan, dan ia baru menyadari siapa yg paling tulus pada nya nanti 😏😏

kayanya Haura ada main di belakangnya, dengan Arsen pula!
Dwi Agustina
Sesakit ini y Nara nyampe kesini😥🤣😂😂
putmelyana
bodoh bukannya menjauh malah masuk kedalam masalahnya bodoh bnget lu kinara
Devi..
harusnya Kinara memastikan dulu gmna hub Haura dg Arsen.. terlalu buru" klo lngsung menghadap Oma..😌
heyyykau
crazy upp kak gk sabar kinara pergi jauh, sukses dan punya pasangan yang menerima dia apa adanya dan yg terpenting mencintai diaa🫰
aku
kenapa nara smpe segitunya sih. bukannya udh ckup smpe haura batal diculik ja? kesannya jd ikut campur bgt. agk kurang respect 🙏 mf cm berpendapat 🙏
Uthie
Sepertinya Kinara malah membuat masalah baru nantinya untuk Zergan... bahwa Haura sebenarnya tidak sebaik yg terlihat!!
ada pengkhianatan sebenarnya...
Uthie
Kalau menurut aku, berubah nya Takdir ini adalah saat Haura batal di culik, dan tidak jadi meninggal tragis...
Namun sesudahnya sebenarnya terkuak hubungan rahasia Haura dan Arsen....
dan itu belum di ketahui oleh Ze 👍

dan...bisa jadi di takdir kedua ini, sebenarnya menghubungkan antara 2 tokoh utamanya 👍😁
Dwi Agustina
Nyesek bngt jd Kinara😥
Uthie
Lagiiii dongggg 😍🙏🙏
Lippe
Kinara malah bikin Zergan jadi tambah beban pikiran 🤣
Uthie
Bagussss... keren tuhhhh pembalasan nya 👍👍😍😍😍
aku
🌹 ayo tor biar semangat 🙏
Yuyun Suprapti
masih kurang kk...
besok² crazy up dong kk thor💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!