NovelToon NovelToon
AUDREY (BUKAN MENANTU BIASA)

AUDREY (BUKAN MENANTU BIASA)

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Ibu Mertua Kejam / Cinta setelah menikah
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: ratu_halu

AUDREY DIRA ADIWANGSA, terlahir dari keluarga cemara yang memiliki sifat berani dan spontan.

Gadis itu dijodohkan oleh Papanya, Adiwangsa, dengan putra dari seorang Konglomerat yang bernama Wira Aldrian Bimasena. Namun ternyata keluarga calon suami nya itu Toxic, jauh berbeda sekali dengan kehidupan yang dijalani Audrey bersama keluarganya.

Akankah Audrey mampu menghadapi mereka ataukah Audrey akan kalah dan menyerah lalu kembali pada kehidupan nyamannya bersama keluarga besar Adiwangsa ??

Happy Reading...
Enjoy guys 💜

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratu_halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 21

"Drey, lo mau kemana ? Udah mandi biasanya langsung pake piama ?" Tanya Lula sambil menatap Audrey yang sibuk memoles wajahnya dengan riasan tipis.

"Kak Wira ngajak diner. Mending sekarang lo pake baju dulu, tuh di luar anak-anak lagi makan Pizza."

"Hah ? Yang bener ? Astaga..Kenapa nggak bilang dari tadi sih ?!" Lula bergegas mengambil setelan santai nya dari dalam koper.

"Lo sih kebiasaan kalau udah mandi bukannya langsung pake baju, asik scroll hapeeee ajaa.."

"Ya, sorry. Namanya juga udah kebiasaan, susah di ilanginnya."

Audrey hanya menggeleng-gelengkan kepalanya heran dengan kebiasaan Lula yang dirasa aneh.

"Yaudah gue berangkat, ya. Kalau kemaleman kayanya gue mau balik ke rumah nyokap, tapi nanti gue kabarin lagi." Audrey mencabut chargernya lalu memasukkan ponsel ke dalam tas.

Audrey keluar kamar,

"Cie.....yang mau ngedate..." Sorakan kompak dari teman-temannya membuat Audrey terlonjak kaget sesaat setelah keluar dari kamar.

"Ih, apaan sih ?!" Audrey malu-malu.

"James, gue izin ya. Nanti kalau jam delapan gue belum balik kunci aja pintu nya, gue mau balik ke rumah nyokap."

James mengangguk, "Siap, Tuan putri." Goda James membuat ruang tengah posko mereka hangat oleh tawa.

Audrey pun pamit pada teman-temannya, tak terkecuali pada Dean yang malah sibuk bermain games di ponsel seolah interaksi Audrey dan teman-teman yang lain hanya angin lalu.

"Kak," Audrey menepuk bahu Wira yang berdiri membelakangi pintu masuk,

Wira berbalik, beberapa detik melihat wajah Flawless Audrey pria itu terkesima.

Kulit putihnya terlihat bersinar terkena lampu neon di teras rumah. Rambut panjang nya diikat dengan gaya Half bun yang terlihat membuat Audrey jauh lebih dewasa.

"Ehem..gak usah bengong gitu, kaya baru pertama aja liat cewek cantik."

Wira tersentak. Pikirannya memang kosong sejenak. Lekas Wira mengajak Audrey untuk langsung masuk ke mobil setelah berhasil mengendalikan diri.

"Mau makan dimana ?" Tanya Audrey ketika mobil mulai melaju menyusuri jalan utama desa.

"Terserah kamu." Jawab Wira.

"Kok aku ? Kan kakak yang ngajak diner."

"Apa kamu punya alergi ?"

Audrey menggeleng,

"Yasudah, kita cari restoran seafood saja."

"Tunggu, kak ?!"

Wira menoleh sekilas, "Kenapa ?"

"Aku kangen sama Mama."

"Lalu kenapa tidak pernah pulang ?"

Audrey memalingkan wajah keluar jendela, "Nggak ada yang temenin." Jawab Audrey dengan suara pelan.

Wira tersenyum tipis, tapi Audrey tidak melihatnya.

"Kenapa tidak menghubungiku ?"

"Kakak juga sama. Kenapa nggak pernah nanyain kabar aku ?"

"Tidak perlu."

Audrey terdiam. Dia salah paham lagi karena kejahilan Wira yang selalu menjeda kalimat yang belum benar-benar selesai.

"Karena aku sudah tau semua tentang kamu. Keseharianmu, apa saja aktifitas yang kamu lakukan setiap harinya, aku tau."

Audrey tersentak mendengar kalimat itu. Entah kenapa, meskipun Wira mengucapkan nya dengan nada sedingin es tapi rasanya ringan dan menyejukkan.

Tidak ada percakapan lagi di antara mereka sampai tak terasa mobil Wira sudah masuk ke halaman rumah mertuanya. Tidak terasa juga waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam. Perjalanan memang tidak terlalu padat karena bukan akhir pekan.

"Kak Wira mau masuk ?" Tanya Audrey ragu.

"Tentu saja. Aku bukan tamu." Jawab Wira sambil membuka sabuk pengaman setelah mematikan mesi mobil.

Wira pun turun hendak membukakan pintu untuk Audrey, dan kali ini Audrey membiarkan Wira melakukannya.

"Terimakasih." Ucapnya tulus.

Kemudian mereka pun lekas melangkah menuju pintu utama. Karena tidak memberi kabar dulu tentu tidak ada yang menyambut kedatangan keduanya di teras rumah.

Audrey membuka pintu yang memang tidak di kunci.

"Ayo masuk, Kak." Kata Audrey yang berjalan di depan. Wira mengekor di belakang setelah menutup pintu kembali.

Audrey tersenyum saat melihat Mama dan Kak Vincent sedang berada di dapur bersih mereka, sepertinya Mama Ruby sedang membuat kopi untuk Kak Vincent dan Papa. Rutinitas yang biasa di lakukan Mama Ruby selepas makan malam.

"Ma, Kak.."

Mama Ruby dan Kak Vincent spontan mengangkat kepala mereka bersamaan.

"Audrey," Lagi-lagi keduanya kompak, kali ini menyebut nama Audrey yang berdiri di antara ruang makan dan ruang tengah.

Sedetik kemudian Mama Ruby tersenyum sumringah, "Astaga, nak...Ya Ampun, kenapa nggak kasih kabar kalau mau pulang ?!" Mama Ruby bergegas menghampiri putri kesayangannya. Di tangkupnya kedua pipi Audrey lalu menyentuhkan hidungnya dengan ujung hidung sang putri.

Tanpa terasa Audrey meneteskan air mata nya, air mata bahagia. Tidak pernah sekalipun dalam hidup Audrey berada jauh dari keluarganya dalam waktu yang lama. Bahkan jika dia liburan ke luar negeri saja selalu bersama Mamanya. Meskipun hanya berdua tapi tetap saja selalu ada anggota keluarga yang menemani.

Mereka saling berpelukan, menumpahkan kerinduan yang selama ini hanya bisa dilakukan melalui panggilan video.

Kak Vincent setengah berlari memanggil Papa Aidwangsa yang sedang santai di taman belakang dekat kolam renang.

Tidak sampai lima menit Kak Vincent kembali bersama dengan Papa nya yang juga memancarkan raut kebahagiaan karena kepulangan sang putri mahkota.

"Audrey, kamu pulang sayang ?!"

Audrey merenggangkan pelukan nya dari Mama Ruby.

"Pa,"

Audrey langsung menubrukkan kepalanya.di dada sang Papa.

"Cupp! Putri Papa akhirnya pulang juga." Papa Adiwangsa mengecup pucuk kepala Audrey sambil mengeratkan pelukannya.

Di sisi yang lain Wira melihat semuanya. Melihat betapa berharganya Audrey di mata keluarganya. Melihat betapa hangatnya keluarga sang istri yang berbanding terbalik sekali dengan keluarga Bimasena.

Di keluarganya tak pernah ada pelukan. Interaksi Wira dan keluarganya pun terkesan seperti keprofesionalan saja. Tidak ada cinta, tidak ada kehangatan layaknya keluarga.

Semua sibuk dengan urusan masing-masing. Tidak ada yang benar-benar perduli. Tahta dan Harta yang bergelimangan tidak pernah membuat Wira puas, malah semakin membuat hatinya terasa.....kosong.

Setelah memeluk Papa dan Mama nya, kini giliran Kak Vincent.

"Dasar nakal! Kenapa nggak mau pulang, hem ?" Kak Vincent mencubit gemas pipi adiknya membuat Audrey jadi cemberut.

"Kakak! Kebiasaan, sakit tau!" Pekik Audrey sambil menepis tangan Kak Vincent agar lepas dari pipi nya.

"Habisnya kamu ini, sok sibuk banget. Yang lain aja bisa pulang, kok kamu nggak, huh ?"

Audrey mengusap pipi nya, "Malas, nggak ada yang jemput." Jawab Audrey yang reflek membuat Mama, Papa dan Kak Vincent melihat ke arah Wira.

Senyum miring terbit di bibir Audrey ketika melihat keterkejutan di wajah Wira. Namun pria itu pandai sekali berpura-pura. Hanya beberapa detik saja, wajahnya sudah kembali datar.

"Maaf, saya sibuk sekali beberapa minggu terakhir." Ucap Wira kemudian, suara berat penuh wibawa.

"Yasudah tidak apa-apa. Kalian sudah makan malam belum ?! Kalau belum, makan dulu ya. Nanti Mama suruh pelayan untuk menyiapkan." Mama bergegas ke dapur kotor untuk menemui pelayan.

Sementara Wira, Papa dan Kak Vincent mengobrol di ruang keluarga sambil menunggu makan malam disiapkan. Audrey sendiri buru-buru naik ke lantai atas karena sudah sangat rindu dengan suasana kamar pribadinya.

BUGH!

Audrey menjatuhkan tubuhnya di kasur. Gadis itu merentangkan kedua tangannya ke samping, meremas-remas seprainya yang dingin sekaligus menghangatkan hatinya.

Pandangan Audrey lurus ke atas, menatap langit-langit kamar dengan chandelier klasik dengan pikiran yang entah kemana.

Audrey memegang dadanya, merasakan debaran jantungnya yang masih tidak beraturan setiap berada di dekat Wira.

"Nggak mungkin gue jatuh cinta secepet ini sama si kanebo kering ?! Nggak...nggak boleh. Gue nggak mau jatuh cinta sama laki-laki kaku kaya gitu. Hidup gue akan sangat membosankan."

1
Sri Rahayu
itu si Shena dan Nabila anak ayah Adiwangsa atau anak bawaan bunda Sinta 😇😇😇....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
marahin aja itu si Shena....kurang ajar sama.kakak iparnya 😡😡😡....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
jgn bilang ga mungkin jatuh cinta ma kanebo kering Drey....bisa2 BUCIN ntar.lo ya....🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Bang kanebo kering ternyata baik hati.... membawakan makanan utk teman2 Audrey....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Shena jauh2 dtng dari kota utk mengitimidasi Audrey....tp salah lawan dia 🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Audrey....mulai memikirkan Wira...apa uda ada rasa😇😇😇...semoga kalian berdua sama2 ada rasa...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Good Wira....kamu hrs tegas pd adik dan mama....kl kamu uda menikah dan hrs mempertahankan nya 😍😍😍.. lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
nah gitu donk berduan jalan2 walau didesa, jalin komunikasi biar jadi deket tdk kaku lg....dan timbul rasa saling cinta😍😍😍....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
hahaha...si kanebo kering ternyata.nyusul Audrey ke tmpt KKN....kangen apa cemburu tu 🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
yaelah masa engga tau kl Dean menyukai mu Audrey....kasihan tu patah hati si Dean 🤩🤩🤩....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
baik sekali ayah mertua Audrey...ga seperti suaminya si kanebo kering...palagi ipar dan ibu mertuanya. . lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
bukan lo yg bermasalah ma Dean...tp suami lo itu Audrey 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
hahaha....apakah Wira juga cemburu pd pak Andreas ayah nya😇😇😇...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
makanya Wira jgn sembarang ngomong ma Audrey....jgn anggap Audrey anak kecil lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
kamu kelamaan mandi jd Wira keluar kamar Audrey 🤩🤩🤩...lanjut.Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
uda tinggal tidur aja si Wira....kl dia cuek ya cuekin balik aja....Audrey....lanjur Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
semoga Wira akan mencintai Audrey setelah mengenal nya lbh dekat...lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
mama Audrey blm kenal suara calon menantu....jgn khawatir mama Audrey bersama Wira...amab 😍😍😍...lanjut Thorr😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!