NovelToon NovelToon
Menikahi Tukang Parkir Misterius Demi Warisan

Menikahi Tukang Parkir Misterius Demi Warisan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:87.7k
Nilai: 5
Nama Author: 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒

Demi warisan ibunya, Zelia nekat menikahi tukang parkir bernama Arelion—pria asing yang pernah menyelamatkannya.

Malam sebelum pernikahan impiannya, ia memergoki tunangannya selingkuh dengan adik tirinya, dan ayahnya ternyata ikut merencanakan perebutan perusahaan.

Pernikahan kontrak ini adalah balas dendam sekaligus pelindung terakhirnya.

Tapi di balik sikap dingin dan penampilan sederhana Arelion, tersimpan rahasia besar yang akan mengubah segalanya... termasuk hati Zelia yang sudah hancur..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. Hari Ketika Permainan Dimulai

Setelah malam yang penuh kejutan, hari akhirnya berganti pagi. Dan hari ini, kejutan itu masih ada. Bukan hanya untuk orang -orang yang selama ini Zelia sayangi tapi mengkhianati. Tapi juga untuk Zelia sendiri.

Zelia turun ke ruang makan dengan langkah tenang. Di meja makan, Atyasa, Dian, dan Desti sudah duduk rapi seolah menunggunya.

Setidaknya itu yang terlihat.

“Pagi,” sapa Zelia ringan, seakan semalam tak ada apa pun yang terjadi.

“Pagi, Sayang,” balas Atyasa dengan senyum hangat yang dulu selalu membuat Zelia merasa aman.

“Pagi, Kak,” ujar Desti manis seperti biasa.

“Duduk sini, Sayang. Mama sudah minta pelayan menyiapkan makanan kesukaanmu,” kata Dian lembut.

“Makasih, Ma,” jawab Zelia sambil tersenyum.

Dalam hati ia terkekeh dingin. "Tak kusangka kalian aktor dan aktris sehebat ini. Benar-benar layak dapat piala."

Tangannya di bawah meja mengepal erat. Kini ia tahu.

Ayahnya tak pernah benar-benar mencintainya.

Ibu tiri yang selama ini ia hormati ternyata perempuan yang merebut rumah ibunya.

Dan adik yang ia sayangi seperti saudara kandung… justru berbagi ranjang dengan tunangannya.

Kenyataan memang dominan pahit, jika takdir tak berpihak bukan?

“Eh iya, Kak,” suara Desti memecah lamunannya. “Gimana kalau nanti kita ke spa bareng? Biar kamu rileks sebelum acara malam ini.”

Zelia menatapnya sekilas, lalu tersenyum tipis. “Nggak usah. Masih ada beberapa urusan pernikahan yang harus aku selesaikan.”

“Harusnya kamu istirahat, Sayang,” kata Dian lembut. “Malam nanti pasti melelahkan.”

Atyasa ikut menimpali, “Kalau ada yang perlu diurus, suruh saja Desti. Kamu fokus saja jaga kondisi.”

Seandainya semalam topeng semua orang belum jatuh, Zelia pasti akan terbaru. Tapi sekarang?

Zelia menunduk sedikit, berpura-pura malu. “Ini… urusan yang sangat pribadi.”

Atyasa, Dian, dan Desti saling melirik, lalu tertawa kecil.

“Ya ampun,” ujar Dian sambil tersenyum penuh arti. “Mama juga pernah jadi pengantin. Paham kok.”

Desti terkikik pelan. “Iya, Kak. Jangan terlalu capek juga, nanti malah nggak kuat malamnya.”

Atyasa tersenyum tipis. “Yang penting kamu bahagia.”

Zelia ikut tersenyum. Senyum yang tampak manis… tapi tak sampai ke matanya.

Dalam hati ia berbisik dingin. "Nikmati saja sandiwara kalian. Sebentar lagi panggungnya akan runtuh."

***

Zelia melajukan mobilnya menuju rumah sakit tanpa ragu. Begitu tiba, ia langsung menuju ruang ICU.

Di depan pintu, ia melihat Are berdiri bersandar di dinding, mengenakan celana kain dan kemeja sederhana. Wajahnya terlihat lelah, tapi tetap tenang.

“Bagaimana kondisi ibumu?” tanya Zelia sambil melirik ke dalam melalui jendela kaca kecil di pintu.

“Stabil,” jawab Are singkat.

Zelia mengangguk kecil, lalu tanpa ragu meraih lengannya.

“Kalau begitu, ayo kita pergi menyiapkan pernikahan kita,” ujarnya ceria.

Are menoleh ke lengannya yang dipeluk. Keningnya berkerut tipis saat menatap wajah Zelia.

“Ekspresimu tak seperti mau menikah kontrak,” ucapnya datar.

Zelia menoleh. Ia tersenyum, tapi matanya tidak benar-benar ikut tersenyum.

“Hari ini aku menyiapkan balas dendam untuk para pengkhianat itu,” katanya ringan. “Membayangkan topeng mereka retak… rasanya menyenangkan.”

Ia menarik napas pendek sebelum melanjutkan, suaranya tetap santai seolah sedang menceritakan hal biasa.

“Ayah yang selalu berpura-pura manis di depanku, padahal wajahku mengingatkannya pada wanita yang ia anggap merusak citranya sebagai pria. Meski kenyataannya… memang begitu.

Ibu tiri yang ternyata selingkuhannya sejak dulu. Dan adik tiri yang selama ini kusayang… ternyata hasil perselingkuhan itu.”

Zelia tertawa kecil tanpa humor.

“Dan tunanganku… yang berencana meninggalkanku setelah mengeruk hartaku, lalu menikahi adik tiriku.”

Ia menatap lurus ke depan.

“Membayangkan wajah mereka saat aku menikah dengan orang lain saja sudah cukup membuatku bahagia.”

Are mengernyit. “Dasar gak waras,” ujarnya datar.

Zelia tersenyum tipis, masih memeluk lengannya tanpa peduli tatapan orang-orang di sekitar.

“Terserah apa katamu. Yang penting aku bahagia.”

Are menghela napas pelan. "Aku harap aku gak ketularan gila karena menikah dengan gadis ini," batinnya.

Ada hal yang kadang tak kita sadari, orang yang hancur justru terlihat terlalu ringan atau santai. Bukan berarti dia tak sakit, tapi itu adalah cara mereka bertahan.

***

Langkah pertama Zelia setelah keluar dari rumah sakit bukan menuju butik atau kantor pencatatan sipil.

Melainkan… barbershop.

Are berhenti di depan pintu dengan alis terangkat tipis. “Ngapain kita ke sini?”

Zelia menoleh dengan ekspresi seolah itu hal paling jelas di dunia.

“Karena kamu harus potong rambut dan cukur brewok.”

Are langsung menggeleng pelan. “Gak perlu.”

Zelia menghela napas panjang, lalu berdiri di depannya sambil menatap wajahnya lekat-lekat.

“Are… kita mau nikah.”

“Kontrak,” koreksi Are datar.

“Iya, nikah kontrak,” balas Zelia cepat. “Tapi tetap aja nikah. Masa kamu mau datang dengan wajah kayak orang gak keurus?”

Are menyipitkan mata sedikit. “Aku gak peduli.”

Zelia mendekat setengah langkah, lalu menangkupkan kedua tangan di depan dada.

“Tolong beri aku muka,” katanya memelas dengan suara lembut. “Jangan bikin aku malu… ya? Please...”

Ia memasang wajah paling imut yang bisa ia buat, matanya sedikit membulat, bibirnya mengerucut tipis.

Are menatapnya beberapa detik. Ada sesuatu yang aneh berdesir di dadanya. Gemas.

Tapi tentu saja wajahnya tetap datar seperti papan setrikaan.

“…Cuma potong rambut,” kata Are akhirnya.

Senyum Zelia langsung melebar cerah. “Dan cukur brewok!”

Are menghela napas pendek, tapi tidak menolak lagi saat Zelia menarik lengannya masuk.

Di dalam hati, ia hanya bisa berpikir, "Kenapa aku bisa setuju sama gadis ini?"

Begitu Are duduk di kursi barber, ruangan yang tadinya biasa saja mendadak terasa berbeda.

Pegawai yang awalnya santai tiba-tiba menjadi lebih hati-hati. Salah satu dari mereka bahkan berdiri sedikit lebih tegak saat memasang cape di bahu Are.

Tatapan mereka tak bisa menyembunyikan rasa heran.

Pria ini berpakaian sederhana. Kemeja polos dan celana kain biasa. Tapi entah kenapa, dari cara duduknya saja sudah terasa berbeda.

Punggungnya tegak. Bahunya lebar. Tatapannya tenang tapi tajam. Bukan tatapan orang yang terbiasa diperintah. Melainkan tatapan orang yang terbiasa memberi perintah.

Salah satu pegawai tanpa sadar menelan ludah kecil saat bertemu mata dengannya.

“Apa modelnya dirapikan saja, Pak?” tanyanya lebih sopan dari biasanya.

“Pendek. Rapi,” jawab Are singkat.

Tak banyak bicara. Tapi justru itu yang membuat auranya semakin terasa.

Zelia yang duduk di sofa tunggu hanya melirik sekilas, lalu kembali menunduk men-scroll ponselnya, sama sekali tidak menyadari perubahan suasana di dalam ruangan.

Beberapa menit berlalu. Gunting berhenti berbunyi. Mesin cukur dimatikan.

Dan saat Are berdiri… Seolah pria yang berbeda keluar dari kursi itu.

Rambutnya kini pendek rapi mengikuti bentuk kepala. Brewok yang tadi membuatnya terlihat kasar kini hilang, menyisakan garis rahang tegas yang membuat wajahnya tampak jauh lebih tajam.

Bersih. Tegas. Berwibawa.

Bahkan pegawai barber sempat terpaku beberapa detik sebelum tersadar.

Zelia yang masih menatap ponsel berkata tanpa melihat, “Udah selesai?”

“Udah,” jawab Are.

Zelia mengangkat kepala. Dan...

 

...✨“Jika mereka ingin bermain sandiwara… aku akan jadi sutradaranya.”...

...“Kadang senyum paling manis lahir dari hati yang paling hancur.”✨...

.

To be continued

1
Puji Hastuti
zelia benar² lelah kali ini
Kyky ANi
Are memang luar biasa ya,, selalu bisa diandalkan,,
Yunita Sophi
yg sabar yah Are meluluhkan hati Zelia yg terluka... selamat berjuang krn di sana jg ada kesalahan mu Are... kamu tdk mengenalkan atau mengumumkan klo Zelia istri sah kamu di depan umum...
tse
waduh Are benar2 harus bekerja keras untuk meluluhkan hatinya Zelia...
semoga itu hanya karna hormon kehamilannya...
semoga kedepannya mereka bisa berpikir jernih tentang perasaan mereka berdua...ini bukan tentang anak tapi perasaan nyaman saat mereka bersama....
doa terbaik. buat kalina berdua...
aku ga ikhlas sih kalo mereka bercerai... malah itu bakal jadi malapetaka buat Zrlia dan perusahaannya....
semoga mereka bisa berpikir dari berbagai sudut pandang dan menemukan titik terang bersama demi kebahagiaan mereka berdua
abimasta
jangan buru2 mau cerai jel
Oma Gavin
good pilihan tepat zelia segera urus perceraian kalian lepaskan are bila jurang perbedaan kalian cukup dalam percuma dipertahankan akan muncul viola" baru yg pastinya akan disodorkan sama pradana, kamu masih bisa berdiri tegak dgn harga diri yg kamu punya jgn ngemis" pengakuan yg terlambat
Dek Sri
sabar ya are, zelia lagi hamil masih sensitif dia
elief
ya ampun, kayaknya hormon ibu hamil ya, sensitive hehehehe
asih
Masih pagi zel perut juga belum terisi sudah minta cerai lagi,
kamu butuh waktu utk berpikir loh zel kehidupanmj sebelumnya berantakan di tinggal meninggal ibumu di asuh ayah yg tak menyangangimu apa kamu mau anak lahir punya kehidupan yg sama sepertimu .. coba pikir lagi zel,
Yeni Yeni: lalu bertahan hidup dgn perasaan campur aduk hanya karena anak?
total 1 replies
lLy trililly
Syukir kamu Are..berharap Zelia pergi k luar negri biar are tambah gila kehilangan zelia lgi
phity
aduuu zelia jgn egois, dengar pnjelsan are dan untuk anak mu. bukan k dulu are pernah bilang klo sejak dulu dia menutup hati untuk semua wanita hanya krn mencarimu??? zelia, mengertilah keadaan yg membuatnya sprti ini, pahami dulu jgn langsung ambil keputusan itu.
Oma Gavin
are tidak pernah berpikir akibat dari perbuatannya yang selama ini diam dan anggap remeh sedangkan zelia sudah lelah berharap ini yg paling ditakutkan sebagai istri yg tidak diakui didepan umum titik akhirnya pasti mundur teratur tidak ingin lagi sakit hati
Puji Hastuti
are kali ini meleset
Dek Sri
lanjut
Yunita Sophi
Are kamu terlalu menganggap Zelia lemah... kamu tdk bisa menjaga dan mempertahankan wanita yg kamu cintai di hadapan siapa pun... sehingga Zelia di cemooh dan di hina di depan umum...
abimasta
lanjut thor
asih
nah tuh makanya Jadi laki jangan hanya diam sudah di kasih kode tapi tetap Aja tak peka, giliran DIA sudah hancur kamu Baru Sadar dan itu sudah terlambat,
gimana are perasaanmu di abaikan dan di tinggalkan harusnya sejak zelia Tahu identitasmu kamu kasih DIA pengertian dan Minta waktu untuk mendapat restu dan membawa DIA pulang ke rumahmu
RIKA OCTAVIANA Rika
kali ini Are salah perhitungan ... kadang apa yang dianggap hanya angin lalu dan tidak berarti tapi ternyata itu adalah badai bagi Zelia. dan setelah apa yang telah Zelia lalui dalam hidupnya kehilangan seorang laki-laki tidak berati.
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
nah Lo..anake BPK model yahuday ya begono 👻🤡🫣🤣✌️
tse
nah kan udah aku trbak kalo Zelia tetep minta pisah sama kamu Are...
makanya jangan menggangap hal sepele jika berhububgna dengan pasangan kita...
seandainya kamu dari awal Zelia tau kalo kmu tau ulet keket ngajuin kerjasama dengan Zelia kamu bilang siapa itu ulet keket dan kenapa kamu belum mengumumkan siapa Zelia sebenarnya bagi Are dan ada hubungan apa dengan Are, mungkin dengan menjelaskan kalo saat ini Are sedang mengambil kepercayaan ayahnya biar bisa beraama Zeliamungkin Zelia bisa menyiapkan segalanya....
dia merasa ga di anggep sebagai istrimu saat berita di luar menayangkan kamu dan ulet keket cocok harusnya langsung kamu bantah dengan mengatakan kalo kamu sama ulet keket ga ada hubungan apa2 dan kamu sudah punya istri... sayangnya kamu terlambat melakukannya...
siap2 aja gugatan cerai segera mendarat di atas meja kerja mu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!