NovelToon NovelToon
Penyihir X Regresi

Penyihir X Regresi

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Dunia Lain / Sihir
Popularitas:64
Nilai: 5
Nama Author: A Giraldin

Namanya Takeuchi Hideki. Dia hanyalah seorang pekerja kantoran biasa yang sudah bosan hidup.

Saking bosannya, apapun yang bakalan terjadi padanya takkan ia pedulikan. Hingga suatu hari, Hideki menemukan sebuah portal menuju dunia lain.

Yang dimasukinya adalah negara Inggris dan dirinya berada di dalam tubuh seorang bayi bernama James Darren.

Seorang anak terkutuk dan pria pekerja kantoran, benar-benar perpaduan yang sangat sempurna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2.9: Pertukaran Kembali

Aku pun terus melihat ke arahnya dan entah kenapa dia tampak sangat aneh. Kayak... Rasa gembira yang tak wajar tergambar di mukanya.

Hahaha, aku benar-benar tidak mengerti tentang Yamada rupanya! Terserahlah. Apapun itu, yang penting cepat-cepat ketemu klient dulu aja deh.

Pertemuan pertama antara aku & Yamada bersama klient pria tua bersama putrinya ini adalah di sebuah cafe dekat sini.

Perjalanannya cuman 2 kilometer dan cafenya menurutku sangat bagus. Ada banyak sekali burung hantu beterbangan di bagian atasnya.

Untuk bagian dalam lebih keren lagi lho! Temboknya terbuat dari emas begitupun kursi dan mejanya.

Kami berempat kurang lebih akan duduk di meja paling belakang pertengahan barisan semua meja juga kursi yang ada di cafe ini.

“Pertama-tama, mari saling memperkenalkan diri terlebih dahulu. Di mulai dariku dan langsung saja, namaku adalah Takeuchi Hideki, 28 tahun. Pria tampan di sebelahku namanya Ryugami Yamada, 35 tahun.”

Kami berdua membungkuk pada mereka. “Terimakasih sudah mempercayai perusahaan suteshi!”

“Hahaha, dibawa santai saja oke! Panggil aku Kyo. Lalu, anak perempuanku ini sebut saja Nishina-sama.”

Memangnya anak perempuanmu itu seorang putri kerajaan?

Kami berdua berhenti membungkuk pada mereka dan perbincangan yang cukup serius pun dimulai.

Yahh... Nggak serius-serius amat sih, hahaha. “Jadi, kalau mau membuat produk kalian melambung ke atas, kerja sama diperlukan. Maka dari itu, ayo saling berbagi keuntungan yang sepadan!”

Percakapan sudah terjadi selama 20 menit lamanya dan sebentar lagi akan mencapai klimaksnya. “Keuntungan kalian mau seberapa banyak?”

Aku yang bertanya seperti itu membuat Nishina-sama yang daritadi memakan kue bolu lewat mulut kecilnya sampai gaun cantiknya kotor oleh sisa-sisa makanan tersenyum manis.

“70%.”

Wow! Angka yang sangat kecil ya! Ku kira bakal 99%, ternyata lebih sedikit daripada yang ku bayangkan.

“Oke, boleh. Deal!”

Aku menjulurkan tangan kananku ke depannya dan membuat Yamada langsung menyingkirkan tanganku.

Pria botak kaya ini pun kelihatan kesal dan langsung menatap Yamada dengan mata penuh kekesalan. “Apa-apaan kau ini!?”

“Ahaha, tidak jadi deal. Kita pulang saja yuk, Takeuchi-kun! Ma-maksudku... Kunjungi klient lain.”

“Eh? O-oke deh.”

Kami berdua meninggalkan cafe bersama dan tidak lupa membungkuk bersamaan.

Hal tersebut membuatnya kesal dan malah kembali lagi ke dalam cafe. Hahaha, lumayan lucu juga.

Dalam perjalanan menuju klient selanjutnya, Yamada terlihat aneh sekali. “Kau sedang mengawasi siapa?”

“Orang-orang jahat yang akan membuatmu kenapa-kenapa, Takeuchi-kun.”

Dia ini pengertian sekali ya!. “Terimakasih atas perhatiannya. Tapi tidak perlu sampai sejauh itu juga. Aku bisa menjaga diriku sendiri.”

“Mana mungkin!”

Matanya berkaca-kaca dan seperti memiliki banyak sekali penyesalan di dalam hidupnya. “Aku mengerti. Terserah apapun yang mau kau lakukan, asalkan... Jangan terlalu berlebihan ya!”

“Siap.”

Yamada mengerti maksudku atau tidak? Hahaha, terserahmu saja deh. Lalu, klient berikutnya adalah seorang nenek tua berusia 88 tahun.

Ia terlihat sangat rapuh dan badannya bungkuk banget. Berarti dulunya kebanyakan berdiri tegak jadinya terjadi hal demikian.

Terus berdiri tegak sangat berbahaya ya! Perkataanku benar atau tidak? Karena bodoh... Maksudku jenius, harusnya benar banget kan!?

“Pertama-tama, sebagai seorang klient yang ingin memberikan sebuah solusi untuk perusahaan kami, bisa perkenalkan nama nenek terlebih dahulu! Kami berdua juga akan saling mengenalkan diri.”

Kekekek, perkataanku keren banget bukan! Tatakrama tidak penting, yang penting adalah gaya bahasa yang digunakan untuk berbicara dengan orang-orang tertentu.

Dari yang umurnya 0 tahun hingga tak terhingga. Usia manusia itu ada yang hingga ribuan tahun lho!

Siapa? Karakter fiksi. Hahaha, sejauh ini kalau aku tidak salah manusia yang hidup terlama adalah 122 tahun.

Entah informasi ini benar atau tidak, aku tak terlalu memedulikannya juga sih. Sekarang, fokus padanya saja.

Omong-omong, kulitnya keriput banget dan itu hal yang wajar mengingat beliau sudah tua sekali.

“Panggil saja saya Nek Kotoko. Omong-omong, kalian berdua tampan sekali. Apakah kalian berdua ingin berkenalan dengan dua cucu nenek yang usianya sepantaran kalian berdua?”

Kenalan?. “Tidak usah. Usiaku 28 tahun dan pria di sebelah kiriku atau Ryugami Yamada... Oh benar! Namaku Takeuchi Hideki dan usianya 35 tahun.”

“Kenapa tidak usah? Apakah kau pikir mereka masih kecil? Yang satu usianya 30 tahun dan satunya lagi 33 tahun. Tidak berbeda jauh kan!”

Apanya yang tidak berbeda jauh? Perbedaan dua tahun lebih tua dan lebih muda sangat jauh lho!

Kalau perbedaannya satu minggu sampai satu bulan-an, itu baru tidak jauh. Mencapai tahun-an udah jauh banget.

Perbedaan setahun saja pastinya kelihatan tua. Yahh... Aku tidak masalah kalau bertemu, tapi kayaknya bakal gawat, apalagi ada Yamada di sini.

Mengurung diriku di kamarnya bisa saja terjadi. Aku sebisa mungkin takkan membiarkan hal tersebut terjadi.

Dikurung di kamar itu sangat mengerikan. Biasanya tempatnya suka gelap dan diakhiri dengan cerita panjang super membosankan.

“Tanya saya Yamada. Walau dia lebih tua dariku, aku adalah senpainya. Tak perlu takut kalau ngobrol dengannya oke! Yahh... Kayaknya nggak bakal takut sih, soalnya dia orang baik yang menyeramkan padaku seorang.”

“A-aneh sekali anak muda yang lebih tua dari Takeuchi-kun ini.”

Sudah ada nama panggilan rupanya! Aku dan James Darren nggak ada nama panggilan sama sekali biar tidak ribet ya!

Mungkin lebih baik tidak, karena nama full disebutkan saat menyebut nama kami masing-masing terasa lebih baik daripada tidak sama sekali.

“Ahaha, kurang lebih seperti itu. Apa yang dikatakan Takeuchi-kun tidak salah. Omong-omong, dua cucu perempuan nenek pasti jelek bukan! Ah? Ahaha, maaf, maaf! Aku sudah menghina rupanya. Tidak boleh seperti itu, kekekek.”

Hinaannya terlalu berlebihan. Harusnya kau mengatakannya di dalam pikiranmu saja sama sepertiku.

Kau sepertinya tidak sejenius aku ya, Yamada! Hahaha. Pastinya dan segel tanganku kayaknya udah mau keluar.

Untung saja sudah kembali di segel dengan yang baru, jadinya bisa bertahan lebih lama lagi.

Kalau bisa bertahan lebih lama lagi, pastinya akan menjadi lebih terbaik daripada seharusnya.

Pemikiranku benar-benar sangat menarik ya! Dunia ini maupun otak yang ada di dalam manusia bagian paling atas sangat hebat.

“Lancang sekali kamu bicara seperti itu!”

Wow! Dia langsung berdiri tegak dan suara tulangnya kelihatan kayak mau patah. Tapi badannya benar-benar tegang, suaranya yang meninggi begitu terdengar jelas.

Usianya seperti baru 40-50 tahun-an. Nenek tua bahkan bisa menjadi kayak orang yang masih muda kalau lagi marah banget.

Hahaha, keren. “Biar nenek telepon dan buat kalian berdua terpukau.”

1
Alia Chans
Satu like = satu bentuk apresiasi. Semangat thor ✍️👈😉




Saling support sabi kali ya😉
Ankani: 👍. Makasih udah mampir kak😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!