Wei Ying adalah wanita single berusia 35 tahun yang memiliki hobi membaca web novel.
Wei Ying merasa iba pada karakter jahat dalam web novel yang ia baca, meski jahat karakter itu memiliki masa lalu yang kelam. Lalu karena terlalu terbawa suasana, ia berkata..
"Jika aku yang menjadi ibunya, aku pasti akan memberinya kasih sayang dan masa kecil yang bahagia.."
Kemudian, seolah menganggap omong kosong itu sebagai doa, layar handphonenya menyeret Wei Ying masuk.
Kini, Wei Ying menyesali perkataannya. Namun, bubur sudah jadi nasi. Ia bertekad untuk mengubah ending novel, dimana dirinya mati mengenaskan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BabyKucing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 20 Rumor
Wei Ying merentangkan tangannya ke atas dan meregangkan pinggang juga kakinya, tulang-tulangnya berbunyi dengan renyah dan begitu satisfying.
"Untuk sekarang, sepertinya kita harus kembali berkemah anak-anak."
Ketiga anak itu yang mendengar ucapan Ibunya, bergerak dengan tugas masing-masing. Lu Shu dan Lu Bao segera membangun tenda seperti yang sudah Wei Ying ajari beberapa hari lalu saat mereka pertama kali berkemah dalam perjalanan, lalu Lu Xue membantu Ibunya untuk menyiapkan api dan mulai memasak.
Nyala api unggun begitu mencolok di tengah gelapnya malam. Setelah menyelesaikan makan makan, mereka masuk ke dalam tenda dan tertidur.
Namun, seperti malam-malam sebelumnya. Wei Ying memasang sebuah jebakan sejauh sepuluh meter dari jarak tendanya. Mengelilingi tenda membuatnya bisa merasakan jika sesuatu mendekat, dari segara arah.
"Ini perjalanan yang sangat panjang..." bisiknya dalam hati.
Untuk sampai di Ibu kota Kekaisaran Ming, yakni kota Cang'an. Wei Ying harus terus berjalan ke arah Barat, melewati puluhan desa kecil dan beberapa kota besar.
Selain perjalanan yang jauh, akan ada banyak kesulitan yang menghampiri mereka apalagi ia hanya wanita yang membawa tiga orang anak. Mereka adalah kelompok yang akan menjadi target empuk para bandit gunung.
"Aku harus bergabung dengan karavan para pedagang. Jarak kota terdekat dari posisiku saat ini di perkirakan memakan waktu 2 hari lagi dan harus melewati 3 desa kecil."
Wei Ying menghela nafas berat, ia kira dirinya hanya harus mengasuh dan membesarkan ketiga anak itu. Tapi nyatanya, kini ia pun harus melakukan perjalanan panjang seperti buronan setelah membantai semua warga desa tanpa alasan jelas.
Wei Ying mengangkat tangannya, ia menatap jemarinya. "Aku sudah membunuh orang..." bisiknya.
Lalu matanya melirik ke arah anak-anak yang kini sudah terlelap. Ia mengelus pelan ketiga kepala anak-anak itu dengan penuh kasih sayang.
"Ya, biarkan saja. Mereka hanya npc, tujuanku kan memang membesarkan anak-anak ini dengan memberi mereka limpahan kasih sayang... Anak-anak ayamku yang lucu..."
.
.
Saat Wei Ying melanjutkan perjalanannya sambil mengasuh kata anak-anak itu. Sebuah rumor aneh dan menyeramkan menyebar secepat angin.
Sebuah cerita tersebar dari mulut ke mulut, setelah dua orang kultivator yang turun gunung singgah di sebuah desa yang katanya terlibat pembantaian. Kedua kultivator itu berasal dari Sekte Gunung Mua, mereka tengah dalam misi dan berniat singgah untuk mengisi persediaan mereka.
Namun, katanya desa itu sangat aneh. Hingga keduanya menemukan tumpukan mayat yang sudah busuk.
"Hei, kau sudah dengar.. katanya desa di sebelah timur itu sudah musnah dalam semalam!" bisik seorang pria tua.
"Benar, aku juga mendengarnya. Katanya kondisi mayatnya mengenaskan dan terlihat aneh."
Wei Ying menajamkan pendengarannya demi mendengar gosip hangat yang baru-baru ini beredar, saat ini mereka telah tiba di sebuah desa dan singgah di kedai kecil. Entah mengapa perasaannya terasa terusik oleh gosip itu.
"Orang-orang dari sekte Gunung Mua sudah memeriksanya, katanya mayat-mayat itu di racuni.."
Deg!
Jantung Wei Ying seraya di timpuk batu.
"Desa di timur itu apa mereka membicarakan desa tempat ku? Meski aku mencampur makanan waktu itu dengan racun.. aku tak menyangka akan ada banyak orang yang mati, itu kabar baik." bisiknya dalam hati.
"Tapi, ada yang lebih aneh lagi!" seru pria tua itu lagi.
"Apa?"
"Alat kelamin para pria dari mayat-mayat itu hilang!" serunya dengan dramatis.
Uhuk!
Wei Ying tersedak liurnya sendiri!
garam sama gula pada burek warna nya🤭🤭🤭