NovelToon NovelToon
Boss Kecil Bekerja Keras Dizaman Kuno!

Boss Kecil Bekerja Keras Dizaman Kuno!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Transmigrasi
Popularitas:306
Nilai: 5
Nama Author: Mooi Xyujin

Dunia di mata Shen Yu terbagi menjadi dua: realitas yang membosankan dan dunia fiksi yang ia cintai. Di usianya yang baru menginjak 23 tahun, sebagian besar waktunya dihabiskan dengan hidung menempel pada halaman buku atau layar ponsel.

Ia bukan sekadar membaca—ia hidup di dalamnya.

Setiap kali menyelesaikan sebuah bab, imajinasinya tidak pernah berhenti berpikir. Ia sering membayangkan betapa indahnya jika bisa melangkah melewati batas kertas, menjadi tokoh utama yang mengalami petualangan epik, romansa yang mendebarkan, atau bahkan nasib tragis yang penuh drama.

Apa pun juga bentuknya, asalkan lebih berwarna daripada hidupnya yang datar ini.

"Ah, andai saja aku benar-benar bisa masuk ke dalam cerita..." gumamnya pelan sambil menyimpan novel yang baru saja selesai dibaca ke dalam tas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19

Setelah membiarkan semua orang menikmati keindahan itu cukup lama, Tuan Zhao kembali mengambil alih suasana. Wajahnya berseri-seri melihat efek luar biasa yang diciptakan bola kristal itu.

"Dengan ini, saya nyatakan harga awal untuk Permata Matahari adalah... 3000 tael emas!"seru Tuan Zhao dengan suara lantang yang bergema di seluruh ruangan.

Belum saja suara itu menghilang sepenuhnya...

"5000 tael emas!"

Sebuah suara dingin dan tegas meledak dari arah ruangan VIP sebelah!

Itu adalah pria tanpa ekspresi tadi – Li Huangfu! Ia bahkan tidak berdiri, hanya mengangkat jarinya sedikit saja, namun tawarannya langsung melipatgandakan harga awal!

Bang!

Seluruh ruangan seakan gemetar. Orang-orang tertegun tak percaya melihat keberanian dan kekayaan yang luar biasa itu.

"Gila! Baru dibuka langsung naik dua kali lipat!"

"Dasar orang kaya yang gila! Itu 5000 tael emas!"

"Tapi... barangnya memang pantas dapat harga segitu."

Namun, ketegangan itu baru saja dimulai.

"7000 tael emas! Aku mau!" teriak seorang pedagang besar tak mau kalah.

"7500 tael! Jangan main-main denganku!"sahut yang lain dengan suara melengking penuh semangat.

Suasana langsung meledak menjadi kegilaan total!

"10.000 tael emas!"

"Aku kasih 12.000 tael! Permata ini harus jadi milik keluarga Wang!"

"15.000 tael! Minggir kalian semua!"

Harga melambung tinggi dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Angka yang bagi orang biasa adalah harta karun seumur hidup, di sini hanya dianggap sebagai angka mainan. Mereka saling berteriak, wajah mereka memerah karena semangat dan ambisi yang meledak-ledak.

Di lantai atas, Shen Yu memandangi adegan itu dengan mata berbinar cerah. Tangannya terkepal erat di depan dada.

"Ya! Ya! Naikkan lagi! Jangan berhenti! Hahaha!" batinnya tertawa kegirangan. "Gila memang mereka, tapi aku suka! Semakin tinggi semakin bagus!"

Ia benar-benar merasa seperti sedang melihat mimpi menjadi kenyataan. Hanya dengan satu bola kristal yang dibuatnya sendiri, ia bisa mengumpulkan kekayaan yang tak terbayangkan!

Di tengah hiruk-pikuk tawar menawar yang memanas, Pelayan Ming yang berdiri di sudut ruangan memperhatikan sosok tuannya dengan wajah cemas namun takjub.

Tuan Zhang terus menaikkan harga dengan wajah gelap dan serius, matanya tidak berkedip sedikit pun. Ia benar-benar menginginkan benda itu dengan seluruh jiwa dan raganya – tidak peduli berapapun harganya, ia tidak akan membiarkan orang lain merebutnya.

Namun, saat tawaran sudah mencapai angka yang sangat tinggi, tiba-tiba suara berat dan dingin itu kembali terdengar, memotong semua keributan.

"20.000 TAEL EMAS!"

Li Huangfu berdiri perlahan dari tempat duduknya. Wajahnya tetap datar namun tatapannya penuh ancaman dan keyakinan mutlak – seolah sudah memastikan bahwa benda itu akan menjadi miliknya.

Ia menawar angka setinggi langit itu seolah-olah itu hanyalah beberapa lembar kertas biasa.

Seluruh ruangan seketika hening total.

Orang-orang yang tadi begitu semangat menawar kini langsung terdiam membatu, mulut mereka ternganga dan tangan mereka lemas menjatuhkan papan nomor tawaran masing-masing.

"20...20.000 tael emas?!" bisik seseorang dengan suara putus asa. "Itu bukan uang... itu harta sebuah negara kecil!"

"Gila! Benar-benar orang gila! Kita tidak bisa menandingi kekayaannya!"

"Mundur... lebih baik kita mundur. Kalau nekat bersaing dengan dia, kita bisa bangkrut total."

Satu per satu orang kaya dan pedagang besar mulai menurunkan tangan mereka, wajah mereka dipenuhi rasa kecewa namun juga ketakutan. Mereka sadar diri, kantong mereka tidak cukup tebal untuk meladeni kegilaan pria itu.

Bahkan di sudut lain, Qin Zunwei yang biasanya sombong dan boros pun kini menatap ke atas dengan wajah pucat dan rahang mengeras. Tangannya yang siap mengangkat tawaran baru terpaksa diturunkan kembali dengan kasar.

"Hmph!" Qin Zunwei mendengus kesal. "20.00 tael... dasar orang gila tak punya otak. Memangnya ini apa?"

Meskipun marah dan kesal, ia tidak berani menaikkan harga lagi. Ia tahu, kalau ia nekat, ayahnya di rumah bisa memukulnya sampai pincang karena menghamburkan harta keluarga sebanyak itu hanya untuk sebuah mainan.

Jadi, kini tersisa hanya satu nama yang berkuasa di atas panggung: Li Huangfu!

Suasana di dalam aula lelang menjadi hening seperti makam. Tidak ada lagi suara tawaran yang terdengar. Semua orang hanya bisa saling memandang dengan wajah pucat dan mulut ternganga.

Angka 20.00 tael emas itu terlalu tinggi, terlalu menakutkan, dan di luar jangkauan kemampuan hampir semua orang yang hadir.

Li Huangfu sendiri hanya berdiri tegak dengan wajah datar, seolah angka yang ia sebutkan tadi bukanlah apa-apa baginya. Ia yakin sepenuhnya bahwa benda itu sudah pasti menjadi miliknya.

Tuan Zhao di atas panggung menahan napasnya sejenak, matanya berkilat tak percaya melihat angka yang meledak begitu tinggi. Namun, ia segera sadar diri dan mengangkat palu lelangnya dengan tangan yang gemetar karena kegembiraan luar biasa.

"Tiga kali saya tawarkan!" suara Tuan Zhao bergema tegas namun sedikit bergetar."20.000 tael emas! Penawaran tertinggi dari Tuan Li Huangfu!"

DUNG!

"Siapa ada yang mau menawar lagi? Naikkan tanganmu sekarang atau selamanya kau akan kehilangan keajaiban ini!"

Hening. Tidak ada satu pun gerakan. Semua orang menunduk atau memalingkan wajah, mengakui kekalahan mereka.

"Baiklah! Karena tidak ada lagi yang bersaing..."

Tuan Zhao mengangkat palu lelangnya tinggi-tinggi lalu membenturkannya dengan keras ke atas meja!

TEOK!

"Saya nyatakan dengan resmi! Permata Matahari terjual! Pemilik sah barang ini adalah... TUAN MUDA LI HUANGFU!"

Seketika tepuk tangan meledak, namun terdengar sedikit dipaksakan dan penuh rasa iri hati.

Di lantai atas, di ruangan tersembunyi miliknya, Shen Yu tersenyum lebar hingga matanya menyipit bahagia.

"20.000 tael emas... 20.000 tael emas..."bisiknya berulang-ulang, tangannya menepuk-nepuk pipinya sendiri tak percaya."Hahaha! Dasar orang gila! Tapi terima kasih ya Tuan Li! Kau benar-benar penyelamat dompetku!"

85 persen dari 20.000 tael emas adalah 17.000 tael emas murni untuknya! Itu adalah jumlah uang yang bisa membuatnya hidup mewah selama sepuluh generasi!

"Bagus... transaksi selesai. Sekarang tinggal terima uang dan pulang dengan tenang," gumam Shen Yu santai sambil bersandar kembali ke kursi empuknya. "Hidup di kota ini ternyata sangat mudah kalau tahu caranya."

Tidak butuh waktu lama, Tuan Zhao sendiri yang membawa kotak kayu berisi Permata Matahari itu berjalan menuju ruangan VIP milik Li Huangfu. Ia berjalan dengan hati-hati, wajahnya memancarkan rasa hormat yang tak terhingga seolah membawa sebuah harta karun sejati.

Dua orang penjaga besar segera menutup pintu ruangan itu rapat-rapat setelah mereka masuk, memisahkan dunia luar dari transaksi rahasia ini.

Pelayan pribadi Li Huangfu pun maju dengan sigap menerima benda tersebut dan meletakkannya dengan hati-hati di atas meja di hadapan tuannya.

Li Huangfu duduk tegap, lalu dengan tangan yang sedikit gemetar karena antusiasme luar biasa, ia membuka kembali penutup kotak itu.

Saat ia melihatnya dari jarak dekat... napasnya tertahan lagi.

Benar-benar lebih indah dari apa pun yang ia bayangkan. Permukaan bola itu licin sempurna seperti air yang membeku, bening tanpa cacat sedikit pun, dan di dalamnya cahaya berwarna-warni seakan menyimpan sebuah dunia kecil yang magis.

Teksturnya begitu halus, begitu sempurna... seolah-olah benda ini bukanlah hasil buatan tangan manusia biasa, melainkan ciptaan alam atau hadiah langsung dari surga.

"Tuan Muda Li sungguh beruntung," ucap Tuan Zhao dengan senyum lebar di sisinya. "Hanya orang yang memiliki nasib baik dan kekayaan luar biasa seperti Tuan yang pantas memilikinya. Selamat atas pembeliannya."

Li Huangfu hanya melirik sekilas ke arah Tuan Zhao. Wajahnya tetap dingin dan tanpa ekspresi, tidak menunjukkan kegembiraan berlebihan. Ia tidak menjawab pujian itu, namun tindakannya sangat jelas.

Dengan santai, ia mengangkat tangan kanannya dan memberi isyarat kecil ke arah pengawal di belakangnya.

Seketika, pengawal itu maju membawa 3 buah kotak besi besar yang sangat berat. Dengan suara berat, ia meletakkannya di meja dan membukanya.

KLIRING!

Di dalam sana, tumpukan emas batangan berkilauan memenuhi pandangan mata – jumlahnya pas dan tepat.

"20.000 tael emas, Tuan Zhao. Hitunglah sendiri," ucap Li Huangfu dengan suara dingin."Bawa pergi. Dan pastikan tidak ada satu pun cacat pada transaksi ini."

Tuan Zhao menatap tumpukan emas itu dengan mata berbinar, jantungnya berdegup kencang tak percaya.

"Te... terima kasih, Tuan Muda Li! Sungguh murah hati!" seru Tuan Zhao tak bisa menahan rasa bahagianya.

Transaksi pun selesai. Benda berpindah tangan, uang pun berpindah kantong. Dan di ruangan sebelah, Shen Yu yang mendengar segalanya melalui dinding tipis itu pun tersenyum lebar sangat lebar.

'Selesai! Uang masuk! Hahaha! Aku resmi jadi orang kaya sekarang!' batinnya meledak kegirangan. "Tuan Li , terima kasih ya sudah beli mahal-mahal. Kau memang pembeli terbaik sedunia!"

Wajah Tuan Zhao berseri-seri tak karuan. Dengan kedua tangan ia menutup kotak emas itu dengan hati-hati, lalu membungkuk dalam-dalam berpamitan.

"Terima kasih atas kepercayaan Tuan Muda Li. Saya permisi dulu untuk menyelesaikan administrasi dan menyerahkan hasil penjualan kepada pemilik aslinya," ucap Tuan Zhao penuh semangat.

Ia segera memanggil pelayan terpercayanya.

"Bawa kotak ini dan ikut saya. Kita antar langsung ke ruangan Tuan Shen sekarang juga!" perintahnya tegas.

Tepat saat Tuan Zhao melangkah hendak keluar pintu...

"Berhenti!"

Suara dingin Li Huangfu meledak, menghentikan seluruh gerakan di ruangan itu.

Tuan Zhao terhenti seketika, kakinya terpaku di lantai. Ia menoleh dengan wajah penuh ragu."Ada... ada apa lagi, Tuan Li?"

Li Huangfu tidak menjawab pertanyaannya, melainkan menatap tajam dengan sepasang matanya yang penuh selidik.

"Kau tadi bilang... akan menyerahkan uang itu kepada pemilik aslinya?" tanya Li Huangfu perlahan, nadanya rendah namun mengandung tekanan yang membuat semua orang di dalam ruangan merasakan getaran dingin.

"Tuan Shen? Jadi... orang itu benar-benar ada di sini sekarang? Pemilik Permata Matahari itu ada di gedung ini?"

Pertanyaan itu membuat jantung Tuan Zhao seketika berdebar kencang.

'Sial! Kenapa dia tiba-tiba penasaran soal ini?!' batinnya panik hebat. Ia berjanji pada Shen Yu untuk merahasiakan identitasnya sepenuhnya...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!