NovelToon NovelToon
Boss Kecil Bekerja Keras Dizaman Kuno!

Boss Kecil Bekerja Keras Dizaman Kuno!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Transmigrasi
Popularitas:306
Nilai: 5
Nama Author: Mooi Xyujin

Dunia di mata Shen Yu terbagi menjadi dua: realitas yang membosankan dan dunia fiksi yang ia cintai. Di usianya yang baru menginjak 23 tahun, sebagian besar waktunya dihabiskan dengan hidung menempel pada halaman buku atau layar ponsel.

Ia bukan sekadar membaca—ia hidup di dalamnya.

Setiap kali menyelesaikan sebuah bab, imajinasinya tidak pernah berhenti berpikir. Ia sering membayangkan betapa indahnya jika bisa melangkah melewati batas kertas, menjadi tokoh utama yang mengalami petualangan epik, romansa yang mendebarkan, atau bahkan nasib tragis yang penuh drama.

Apa pun juga bentuknya, asalkan lebih berwarna daripada hidupnya yang datar ini.

"Ah, andai saja aku benar-benar bisa masuk ke dalam cerita..." gumamnya pelan sambil menyimpan novel yang baru saja selesai dibaca ke dalam tas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

Di lantai dua yang eksklusif, tepat di seberang ruangan tempat Shen Yu bersembunyi, duduk dua sosok pemuda yang sangat dihormati. Mereka adalah Chu Long dan Chen Zhi – dua tuan muda dari keluarga bangsawan terpandang.

Mereka bersandar santai di kursi mewah, memegang cangkir teh dengan gaya yang tenang dan berwibawa, seolah dunia di bawah hanya sebuah pertunjukan kecil yang tidak perlu diperhatikan terlalu serius.

"Lihat itu, Chen Zhi. Mereka sudah mulai," ucap Chu Long pelan sambil menatap panggung dengan pandangan tajam.

Barang pertama yang diangkat ke atas meja pajangan adalah sebuah arloji giok berwarna hijau muda yang indah dan berkilauan.

Tuan Zhao yang berdiri di sisinya segera mengumumkan dengan lantang, "Barang pertama! Giok Alam Halus! Harga awalnya 300 tael emas! Silakan para Tuan mulai menawar!"

Belum habis suara Tuan Zhao jatuh, suasana langsung memanas.

"350 tael emas!"

"Aku naikkan jadi 500 tae emas!"

"600! Jangan rebutan, ini buat cucuku!"

Tawaran naik dengan cepat, membuat suasana hidup dan riuh. Para pedagang dan pejabat kecil bersaing dengan semangat, merasa beruntung bisa mendapatkan barang berkualitas dengan harga yang masih terjangkau di awal acara.

Chen Zhi terkekeh pelan melihat keributan itu."Biasa saja. Hanya barang hiasan biasa. Kita tunggu saja yang besar nanti."

Chu Long mengangguk setuju, matanya tetap fokus mengamati setiap gerakan di panggung."Tenang saja. Permata Matahari belum muncul. Ini baru pemanasan."

Barang kedua pun diangkat ke panggung. Kali ini bukan perhiasan, melainkan sebuah senjata – sebuah pedang panjang dengan sarung yang diukir indah, bilahnya terbuat dari besi tempa tangan yang tampak gagah dan memancarkan kilau dingin.

"Barang kedua! Pedang Angin Utara! Buatan tangan pandai besi terkenal! Harga awalnya 500 tael emas !" seru Tuan Zhao.

Kembali, kerumunan orang bersorak dan mulai bersaing.

"550 tael !"

"600 tael! Aku butuh untuk pengawal pribadi!"

Namun, sebelum tawaran naik terlalu tinggi, tiba-tiba sebuah suara dingin dan sombong terdengar dari area VIP lantai satu.

"700 tael ."

Semua mata langsung tertuju ke arah sumber suara. Di sana duduk seorang pemuda tampan namun wajahnya sangat angkuh dan dingin – ia adalah Qin Zunwei, tuan muda dari keluarga besar Qin!

Ia hanya mengangkat tangannya santai lalu menurunkannya kembali, seolah angka 700 Wen bukanlah jumlah uang yang berharga baginya.

Orang-orang yang duduk di ruangan yang sama langsung saling bertukar pandang dengan wajah terkejut dan sedikit mengejek dalam hati.

'Dasar anak orang kaya yang boros. Harganya baru naik sedikit langsung dia ambil paksa. Memang punya uang tapi tidak punya otak,' begitu pikir mereka. Namun tak seorang pun berani menentangnya secara langsung.

Di lantai atas, di ruangan tersembunyi miliknya, Shen Yu awalnya bersandar dengan wajah penuh antusias mendengar suara tawar menawar yang semakin tinggi. Ia merasa seperti sedang menonton pertandingan yang sangat seru.

Namun, saat nama pemenangnya diumumkan dengan lantang...

"Dijual! Pedang ini milik Tuan Muda Qin Zunwei!"

Tiba-tiba, senyum di wajah Shen Yu perlahan memudar dan menghilang begitu saja. Tangannya yang sedang memegang cangkir teh terhenti di udara. Sepasang matanya yang tajam di balik topeng rubah kini menyipit, memancarkan aura dingin yang tak terduga.

Qin Zunwei...

Nama itu bergema di kepalanya, membawa kembali ingatan pahit yang selama ini ia coba lupakan.

'Jadi keluarga Qin juga ada di sini...' batin Shen Yu sedikit bergetar – bukan karena takut, tapi karena rasa benci yang tiba-tiba meledak kembali.

'Kita lihat saja nanti. Jangan sampai kau berani menawar barangku. Kalau kau nekat... aku pastikan kau akan bangkrut di depanku!'

Di sisi kiri ruangan Shen Yu, terpisah oleh sekat dan tirai tebal, duduk seorang pria dewasa yang memancarkan aura sangat berbeda. Wajahnya datar tanpa ekspresi, matanya tajam namun dingin – memberikan kesan bahwa ia adalah orang yang sangat berkuasa dan tidak suka menunggu.

Ia menyesap tehnya dengan tenang, namun pandangannya terus tertuju pada panggung dengan rasa tidak sabar yang jelas terlihat.

"Sampai kapan harus menunggu omong kosong ini?" tanyanya tiba-tiba dengan suara rendah dan dingin, memotong keheningan."......Kenapa barang utama belum dikeluarkan juga? Apa mereka mengira kita punya waktu banyak untuk meladeni barang-barang sampah ini?"

Mendengar pertanyaan tuannya, pelayan pribadi yang berdiri di belakangnya langsung membungkuk dalam-dalam dengan wajah cemas.

"Maafkan kami, Tuan," jawab pelayan itu terbata-bata. "Menurut jadwal, masih ada lima benda lagi yang harus dilelang sebelum giliran barang utama tiba. Itu aturan agar acara berjalan lancar, Tuan."

Pria itu mendengus kasar, suaranya penuh rasa bosan dan jijik.

"Hmph!"

Ia meletakkan cangkir tehnya di atas meja dengan cukup keras hingga air di dalamnya beriak keluar sedikit.

"Lancar katanya? Ini namanya membuang waktu," geramnya pelan. "Baiklah, kalau begitu aku tunggu. Tapi ingat... kalau barang yang disebut 'Permata Matahari' itu tidak sebagus kabarnya, aku akan hancurkan toko ini!"

Aura menekan yang keluar dari tubuh pria ini sangat kuat, bahkan membuat Shen Yu yang berada di ruangan sebelah pun sedikit menoleh ke arah sana.

'Wah... ada juga orang temperamental begini. Siapa dia?auranya cukup menakutkan,' batin Shen Yu bertanya-tanya, namun ia segera kembali fokus menatap ke bawah.

Tapi setidaknya, ia tahu sekarang – ada orang-orang besar yang benar-benar siap mengeluarkan harta berlimpah demi barangnya nanti.

Waktu berlalu dengan lambat, terasa seperti berjam-jam bagi mereka yang tidak sabar. Satu per satu barang habis dilelang, mulai dari lukisan, kain sutra, hingga perhiasan kecil lainnya. Suasana tetap ramai, namun bagi para orang besar seperti pria dingin tadi dan juga Chu Long serta Chen Zhi, ini hanyalah formalitas yang membosankan.

Namun, akhirnya... momen yang ditunggu-tunggu pun tiba!

Tuan Zhao melangkah kembali ke tengah panggung. Kali ini, wajahnya tidak lagi santai – ia tampak sangat serius, penuh wibawa, dan matanya berkilat menyimpan semangat yang meledak-ledak.

Ia mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi, meminta seluruh ruangan untuk hening total.

"Para Tuan dan Nyonya yang terhormat!" suara Tuan Zhao bergema tegas dan jelas. "Kita telah melewati banyak barang berharga hari ini. Tapi percayalah... semua itu hanyalah bintang yang menerangi bulan. Sekarang... saatnya bagi sang Rembulan untuk muncul!"

Seketika napas semua orang tertahan. Jantung berdegup lebih kencang, mengikuti irama ketenangan yang menyelimuti ruangan.

"Tiga hari yang lalu, berita heboh mengguncang Ibu Kota. Banyak yang tidak percaya, banyak yang meragukan. Tapi hari ini... keajaiban itu ada di genggaman saya!"

Tuan Zhao menunjuk ke arah belakang panggung.

"Dengarkan baik-baik! Barang terakhir, barang utama, dan harta karun tertinggi yang akan kita lelang hari ini adalah... PERMATA MATAHARI!"

DUNG! DUNG! DUNG!

Gendang dipukul bertalu-talu dengan cepat dan intens, menciptakan suasana mendebarkan luar biasa!

Dua orang pelayan berjalan keluar dengan sangat hati-hati, memegang sebuah nampan kecil yang ditutupi kain sutra merah. Mereka meletakkannya di atas alas beludru hitam yang paling megah di tengah panggung.

Semua mata terpaku, tidak berkedip sedikit pun. Bahkan pria dingin di ruangan sebelah pun kini menegakkan tubuhnya, melupakan rasa bosannya seketika.

Shen Yu di lantai atas tersenyum lebar di balik topengnya.

"Akhirnya... saatnya uang mengalir," bisiknya pelan. "Mainan kecilku, silakan buat mereka gila."

Tuan Zhao mengulurkan tangannya dengan gerakan yang sangat lambat dan penuh penghormatan. Jari-jarinya yang sedikit gemetar membuka perlahan penutup kotak kayu itu.

Saat kain penutup tersingkap...

WUUUSH...!!!

Sinar matahari siang yang menembus bola kristal yang bulat sempurna itu. Dan seketika, keajaiban terjadi!

Cahaya yang membias melalui bola itu tidak hanya sekadar terang, melainkan memecah diri menjadi ribuan titik cahaya berwarna-warni yang luar biasa indah. Cahaya-cahaya itu terpantul ke dinding, ke lantai, dan bahkan ke langit-langit gedung yang tinggi.

Seluruh ruangan seakan dipenuhi oleh cahaya pelangi yang menari-nari dengan lembut dan anggun.

Seluruh orang di dalam gedung itu terdiam membatu. Mulut mereka terbuka lebar namun tidak ada satu pun suara yang keluar. Napas mereka seakan tertahan di tenggorokan, mata mereka terbelalak tak percaya memandangi keindahan yang tak terhingga di hadapan mereka.

Ini bukan sekadar kaca atau batu biasa – ini benar-benar seperti sebuah matahari kecil yang ditangkap dan dimasukkan ke dalam benda padat!

"Lu... luar biasa..." bisik seseorang dengan suara bergetar.

"Ini sungguhan... aku bisa melihat bayangan awan dan pelangi di dalamnya.."

"Cantiknya... sungguh tak ada kata-kata yang bisa menggambarkannya!"

Suasana hening total selama beberapa detik, hanya suara detak jantung yang berpacu cepat di dada setiap orang yang terdengar pelan.

Di ruangan VIP sebelah, pria dingin yang tadi begitu sombong dan tidak sabar kini menegakkan tubuhnya sepenuhnya. Matanya yang tajam kini memancarkan kilatan kegilaan dan hasrat yang tak terbendung.

"Benar-benar ada..." gumamnya pelan,"Permata Matahari... sungguh nyata!"

Dan di sudut ruangan tersembunyi, Shen Yu menyandarkan punggungnya dengan perasaan puas yang luar biasa.

'Hahaha! Lihat itu! Semua terpukau!' batinnya tertawa puas.

Tapi ini baru permulaan. Pertandingan perebutan harta yang sesungguhnya baru saja akan dimulai!

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!