NovelToon NovelToon
Terjebak Perjodohan

Terjebak Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Perjodohan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mamoruuu

Mimpi Rara hancur saat harus menikah muda dengan Aksara—pria kaya yang tak dikenalnya. Ia menganggap suaminya perusak masa depan, hingga sikapnya berubah sedingin es dan penuh kebencian.

Namun berbeda dengan Rara, Aksara justru mencurahkan kasih sayang dan kesabaran tanpa batas.

Bisakah pria itu meluluhkan hati sang istri yang keras kepala? Atau Rara akan terus buta melihat ketulusan yang ada di depan mata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamoruuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Akan Membayarnya!

Malam ini Rara duduk di kursi balkon kamar. Ia menatap indahnya langit malam – bintang-bintang bertaburan di langit yang hitam pekat. Keindahan itu membuatnya teringat kampung halaman, bintang-bintang yang sama selalu ia lihat bersama Bapak dan Ibunya di depan rumah bambu mereka. Semakin syahdu rasanya, dan kerinduan makin dalam saat angin malam lembut menyisir rambutnya pelan-pelan.

"Kenapa belum tidur?"

Suara Aksara membuat Rara sedikit terkejut. Pria itu datang dengan membawa dua gelas susu hangat, lalu duduk di kursi sebelah Rara sebelum meletakkan gelas itu di atas meja. Rara mendelik sekilas, wajahnya langsung menunjukkan ekspresi yang biasa ia pasang saat melihat sosok lelaki itu– jutek dan dingin.

"Aku teringat Bapak dan Ibuku di desa," jawab Rara pelan.

"Rindu mereka?" tanya Aksara.

"Tidak usah menanyakan hal yang kamu pasti sudah tahu jawabannya." Rara terlihat kesal, berbicara tanpa menatap wajah Aksara. Ia menekuk bibir, suaranya sedikit bergetar. "Disini aku diselimuti kemewahan dan makanan yang serba enak, tapi aku tahu di desa Bapak dan Ibu masih berjuang dengan kesusahan mereka."

"Siapa bilang?"

Aksara meneguk susunya perlahan, tetap tenang menghadapi gadis di sebelahnya itu. Ia perlahan menggeser gelas susu ke depan Rara, matanya menyimak ekspresi wajah gadis itu dengan tatapan yang lembut. "Bapak dan Ibu sudah aku bangunkan rumah baru yang lebih layak. Aku juga beri beberapa hektar ladang dan sawah, lengkap dengan pekerja yang membantu. Sekarang mereka tinggal menunggu hasilnya tanpa harus terlalu lelah."

Mendengar itu, mata Rara membulat sepenuhnya. Ia menatap Aksara lekat-lekat, seolah ingin melihat ke dalam hatinya untuk memastikan kebenaran kata-kata itu.

"Bagaimana bisa aku menikahimu tapi melupakan orang tuamu?" Sambung Aksara perlahan. "Setiap hal kecil tentangmu sudah aku pikirkan dengan matang. Jangan anggap aku tidak perduli."

Rara tertunduk, hatinya bimbang. Ia kembali menatap langit dan menghembuskan nafas pelan.

"Aku tidak ingin banyak berhutang budi padamu. Aku tau, kamu melakukan ini agar aku semakin terikat padamu, kan?" Kali ini Rara menatap Aksara dengan tatapan tajam.

Aksara tertawa kecil, lalu meletakkan gelasnya di meja. "Sepertinya sangat sulit untuk kamu menerima kebaikan dari aku. Ayolah, jangan terlalu gengsi untuk mengakuinya."

"Jangan senang dulu karena membuat hatiku sempat terkecoh. Aku akan membayar semuanya!" Rara tersenyum sinis, menatap Aksara dari sudut matanya. "Aku akan bekerja di kantormu sebagai bayaran atas apa yang kamu berikan pada orang tuaku."

"Apa yang kamu bicarakan? Orang tuamu juga orang tuaku sekarang. Tidak perlu ada transaksi di sini."

"Dari awal aku ingin mengubah nasib kami dengan usahaku sendiri. Lalu kamu datang dan memberikan segalanya – rasanya aku kehilangan kesempatan untuk meraih impianku sendiri. Bukankah kamu pernah bilang, tidak akan membatasiku?"

Aksara diam sesaat, seolah sedang memikirkan setiap kata yang keluar dari mulut Rara. Rasanya berat, tapi ia tahu jika bersikap keras justru akan membuat Rara semakin menutup diri. Akhirnya ia mengangguk perlahan.

"Baiklah... jika itu yang kamu mau. Besok kamu bisa mulai bekerja."

Senyum lebar mengembang di bibir Rara, ada kepuasan tersendiri di dalamnya.

"Satu hal lagi! Aku ingin merasakan dunia kerja yang sesungguhnya, diterima sesuai kemampuanku. Jangan perlakukan aku istimewa atau menempatkan aku di posisi yang tinggi karena aku istri kamu. Kalau bisa, jangan sampai orang tau siapa aku. Aku ingin menjadi Rara – jadi diriku sendiri, bukan istri Tuan Muda Aksara!"

Aksara melihat Rara dan sedikit tersenyum. Ia mengangguk perlahan. "Baiklah. Aku tunggu hasil kerja kerasmu."

"Jangan meremehkan ku, Tuan Aksara. Aku Rara, tidak ada yang bisa menghalangi kerja kerasku!" Ucap Rara dengan nada tegas, menekankan nama lelaki di sebelahnya itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!