NovelToon NovelToon
Setelah Lima Tahun Berlalu

Setelah Lima Tahun Berlalu

Status: tamat
Genre:CEO / Lari Saat Hamil / Single Mom / Tamat
Popularitas:289.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Kyranza wanita yang baru saja di terima di sebuah perusahaan ternama membuat kehidupannya lebih baik dari sebelumnya. Bagaimana tidak sebelumnya dia harus melakukan tiga pekerjaan sekaligus dalam sehari untuk bisa menafkahi putra semata wayangnya itu.

Kejadian lima tahun yang lalu setelah bercerai dengan suaminya membuat kyra menjadi wanita yang tangguh.

Tapi semuanya hanya hanya sekejap mantan suaminya itu kembali muncul dan terus mengganggu kehidupannya.

" Menikah kembali denganku, maka hidupmu akan baik-baik saja"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

Sore itu, dokter datang memeriksa Kyra. Infus dilepas, tensinya stabil, suhu tubuh normal. Dokter akhirnya memberikan izin pulang dengan catatan Kyra harus beristirahat total selama beberapa hari.

Sudah siap?” tanya Bagas, suaranya kembali lembut, menahan nada kekhawatiran yang ia rasakan.

Kyra mengangguk. “Ya. Terima kasih.”

Perjalanan kembali ke kontrakan Kyra terasa sunyi. Bagas duduk di depan, sementara Kyra dan Aldian duduk di kursi belakang. Aldian tidak berhenti menceritakan buku mewarnai barunya dan boneka beruang besar yang ia peluk.

Saat mobil memasuki gang sempit menuju kontrakan, Kyra merasakan ketegangan yang lebih besar. Kontrakan petak satu kamar miliknya ini sangat kontras dengan kemewahan yang melekat pada diri Bagas.

Mobil hitam mewah itu berhenti tepat di depan pintu kontrakan. Lingkungan yang padat dan sederhana itu tiba-tiba terasa janggal dengan kehadiran mobil mahal tersebut.

Bagas segera keluar dan membukakan pintu untuk Kyra dan Aldian.

"Aku akan mengurus tasnya," kata Bagas, mengambil kantung belanja berisi buah-buahan yang ia bawa dan tas pakaian Kyra. Ia memperhatikan pintu kontrakan yang dicat biru muda dan dinding yang sedikit kusam.

Kyra menarik napas dalam-dalam. "Aku bisa membawanya, Bagas. Tidak perlu repot."

"Tidak repot," balas Bagas tegas. "Aku harus memastikan kau istirahat. Ingat, kau baru keluar dari rumah sakit."

Ia membawa semua barang itu ke dalam. Kontrakan Kyra terasa sangat kecil di mata Bagas. Hanya ada satu ruangan multifungsi yang berfungsi sebagai ruang tamu, ruang makan, dan kamar tidur, dengan tirai tipis sebagai pemisah ke area dapur kecil dan kamar mandi. Semuanya tertata rapi, tetapi sangat sederhana.

Bagas meletakkan tas di sudut ruangan dan tas berisi buah di atas meja kecil.

“Hore, pulang!” seru Aldian gembira.

“Iya, Sayang. Kita sudah pulang,” ujar Kyra, mengecup kening putranya.

Kyra menoleh ke Bagas. Ekspresi Bagas sulit dibaca. Ada sedikit gurat penyesalan, atau mungkin iba. Kyra benci ekspresi itu.

"Terima kasih banyak, Bagas,” kata Kyra, mencoba memberikan jarak formalitas. “Untuk semuanya. Aku akan menghitung semua biaya dan menggantinya secepat mungkin.”

Bagas menoleh cepat. “Jangan konyol, Kyra,” katanya, sedikit dingin. “Urusan biaya sudah selesai. Aku tidak mau mendengarmu membicarakan itu lagi. Fokusmu sekarang adalah pemulihan.”

Kyra menggigit bibir, menahan gejolak emosi. “Aku tidak mau berhutang padamu.”

Bagas menghela napas, menyadari bahwa ia telah mendorong Kyra terlalu jauh. Ia melangkah mendekat, matanya melembut.

“Kyra,” katanya pelan. “Anggap saja ini… permintaan maafku yang tertunda. Aku ingin memastikan kau aman dan Aldian senang. Aku tidak meminta balasan apa pun.”

Ia menatap sekeliling ruangan, lalu kembali menatap Kyra. “Aku sudah minta Dika mengirimkan kasur yang lebih bagus dan kulkas kecil. Kau butuh tempat yang lebih nyaman untuk istirahat. Mereka akan datang malam ini.”

Kyra terperangah. “Apa? Tidak, Bagas! Jangan lakukan itu! Aku tidak butuh apa-apa, dan aku tidak bisa menerima barang-barang mahal darimu. Bawa kembali barang-barang itu!”

“Aku tidak akan membawanya kembali,” kata Bagas, nadanya final. “Aku sudah membelinya. Kau bisa memakainya atau membiarkannya berdebu. Pilihan ada padamu. Tapi aku tidak mau kau tidur di kasur tipis ini" menatap sekilas kasur tipis itu.

Ia melirik jam tangannya. Sudah waktunya ia kembali ke kantor. Ia sudah terlalu lama meninggalkan pekerjaannya.

“Aku harus pergi sekarang,” katanya, suaranya sedikit enggan. “Aku akan menelepon Dika untuk memastikan semuanya diurus dengan baik. Kau… jangan angkat barang-barang berat. Tidur yang cukup.”

Ia menatap Aldian, yang kini duduk di kasur, sibuk menyusun bantal dan boneka beruangnya.

“Aldian, Om pergi dulu, ya. Jaga Bunda. Om akan sering kesini,” kata Bagas, tersenyum kecil.

“Oke, Om! Hati-hati!” seru Aldian, melambaikan tangan.

Bagas menoleh ke Kyra, keheningan panjang menggantung di udara. Ada begitu banyak hal yang ingin ia katakan, tetapi ia tidak bisa. Ia tidak ingin membuat Kyra semakin merasa tertekan.

Kyra memperhatikan Bagas memasuki mobil mewah itu, mobil itu lantas meluncur keluar dari gang, meninggalkan keheningan dan kehangatan yang tertinggal dari dua hari intens di rumah sakit.

Ia kembali menatap putranya, lalu menghela napas panjang. Ia merasa lelah, tetapi perasaan lelah itu bercampur dengan rasa tak berdaya dan terperangkap. Bagas telah kembali, dan kehidupannya yang tenang telah hancur.

Tepat pukul enam sore, ponsel Kyra berdering. Kyra yang sedang menyiapkan makan malam lansung menoleh ke sumber suara.

" Halo....ini siapa" tanya kyra

" saya Dika, asisten pak Bagas. saya sudah dekat dengan kontrakanmu. Tadi pak Bagas ingin mengantarkan beberapa barang untuk kalian "

Kyra merasakan denyutan frustrasi di pelipisnya. Ini adalah cara Bagas memaksanya membuat fait accompli yang tidak bisa ia tolak tanpa membuat keributan di depan umum.

“Tunggu sebentar, pak Dika,” kata Kyra, suaranya berusaha tenang. Ia menoleh ke jendela yang tirainya tertutup. "Aku sudah bilang pada Bagas aku tidak butuh apa-apa. Tolong bawa kembali barang-barang itu."

" mohon kerja samanya nona kyra, Pak Bagas tadi berpesan agar barangnya jangan sampai dipulangkan"

Kyra menghela napas pasrah. Ia tidak bisa menyangkal bahwa kasur tipis yang mereka gunakan memang sudah tidak nyaman, dan kulkas lama mereka sudah rusak total. Aldian memang butuh itu.

"Baiklah, Kalian bisa masuk. Gang ini agak sempit, tolong hati-hati," kata Kyra akhirnya, rasa terima kasih yang dipaksakan bercampur dengan kekesalan.

Beberapa menit kemudian, Kyra membukakan pintu. Dika masuk bersama dua orang kurir yang mengenakan seragam rapi. Di luar, terparkir sebuah mobil van kecil yang membawa barang-barang itu.

Dika, pria berkacamata yang selalu terlihat cekatan " ini semua perintah dari pak Bagas mohon diterima dengan baik"

"Terima kasih, pak Dika.”

Pekerjaan pun dimulai. Mereka dengan sigap memindahkan kasur lama Kyra ke sudut dan menggantinya dengan kasur baru berukuran sedang yang terasa empuk. Kulkas kecil yang masih baru diletakkan di sudut dapur, dan keranjang belanja besar berisi bahan makanan segar buah-buahan, sayuran, susu, dan beberapa makanan siap saji diletakkan di meja.

Kyra berdiri mengawasi, merasa seperti orang asing di rumahnya sendiri.

Setelah mereka semua pergi, kyra menatap kontrakan yang lebih sedikit hidup daripada sebelumnya.

Aldian langsung berlari-lari kecil di dalam kontrakan, wajahnya berseri-seri.

“Bunda! Bunda! Kasurnya empuuuk banget!” serunya sambil menjatuhkan diri ke atas kasur baru langsung memantul kecil. “Bunda coba! Bunda coba! Enak banget! Ini kayak kasur hotel yang waktu itu cuma kita lihat di TV!”

Kyra menahan senyum yang muncul " pelan-pelan nanti jatuh"

Aldian duduk berlutut, matanya berbinar-binar. “Om Bagas pasti super kaya banget ya, Bun? Kasurnya gede banget! Ada kulkas! Terus tadi Om Bagas beliin boneka beruang, buku gambar, terus makanan juga!”

Ia bangkit lagi, berlari ke area dapur kecil. “Bunda lihat! Kulkaaas! Ini pintunya dingin banget! Ada susu stroberi! Dan susu coklat! Terus ada sosis! Ada puding juga, Bunda!”

Kyra menutup wajahnya, merasa kewalahan antara kesal dan… lega.

Aldian membuka pintu kulkas lebih lebar, terpana seolah itu portal ke dunia lain. “Bunda, kita kaya ya sekarang?” Kyra hanya tersenyum mendengar ocehan putranya itu.

“Bunda…”

Aldian menatap Kyra dengan senyum kecil yang tulus.

“Aldian pengen Om Bagas sering main ke sini.”

Kyra menelan ludah.

Anaknya benar-benar tidak tahu betapa rumitnya semua ini.

Ia merapikan rambut Aldian yang sedikit berantakan setelah meloncat-loncat. "ngga bisa sayang, om Bagas itu punya banyak kerjaan jadi selalu sibuk"

Ting

Ada sebuah pesan masuk dari handphone jadulnya. Ada banyak pesan yang belum kyra baca mulai dari Amel dan Arya yang menanyakan keadaannya. Tapi ada notif paling atas dengan pemilik nama Bagas.

'Barangnya sudah sampai,? Nanti jangan lupa minum obat dan vitaminnya.'

'jangan lupa istirahat yang cukup"

Kyra hanya menatapnya tak berniat untuk membalasnya. Sudah cukup semuanya, dia tidak mau terlalu bergantung pada mantan suaminya itu.

1
Lilik Juhariah
miris
ayu cantik
gantung
Lisa
Terimakasih y Kak utk karyanya..kita tunggu karya² selanjutnya y..👍😊
Atmita Gajiwi
/Heart//Heart//Rose/
Lisa
Wah sekarang rumahnya Bagas & Kyra selalu ramai tuh 😊
Nuri 73749473729
lanjut
Eno Pahlevi
LANJUTT.... DITUNGGU TRIPLE UPDATENYA THOR 🥰🥰🥰🥰
Muji Lestari
🤣🤣🤣lucu rewan
Nuri 73749473729
lanjut
Mazree Gati
SORRY THORR KLO AKHIRNYA BALIKAN SAMA BAGAS,,,END, UNSUB,,
Hari Saktiawan
lama banget update nya
Lisa
Happy wedding Revan & Dira..bahagia selalu & labggeng ya 🙏
Erna Riyanto
cerita Damian dan Dewi lanjutin dong thorrr....lama bgt lho...digantung
Uthie
Mampir untuk genre cerita seperti ini 👍👍👍
Boby The Blind Massage Entertaiment AND Freelance (BOBY_freelance)
Kalau sudah begini jalan ceritanya, kayaknya ini Prepare to ending.
Hari Saktiawan
dinovel nama arka kok banget Thor lu suka ya
ig: denaa_127: nama gebetan, jujurr🤭
total 1 replies
Arwondo Arni
jujur aja kl kamu mencintai Dira lgsg nikah aja biar ngak sepi
Lisa
😊 Kalau lagi sakit Revan baru inget tuh sama Dira 🤭
Lisa
Sehat selalu y Kyra, debaynya juga..
Maria Anyela Rosa
kok jadi melow begini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!