NovelToon NovelToon
Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Julia And'Marian

Keira tidak pernah menyangka—keputusan sederhana untuk bersembunyi di sebuah rumah kosong justru mengubah seluruh jalan hidupnya. Niatnya hanya menghindar dari masalah yang mengejarnya, mencari tempat aman untuk sesaat. Namun takdir seolah punya rencana lain.
Sebuah kesalahpahaman terjadi.
Dan dalam hitungan waktu yang begitu singkat… Keira terikat dalam pernikahan dengan seorang pria yang bahkan belum pernah ia kenal sebelumnya.
Gus Zayn.
Pria yang datang ke rumah itu bukan untuk mencari masalah—melainkan hanya menjalankan permintaan temannya untuk mensurvei sebuah rumah yang akan dibeli. Ia tak pernah membayangkan, langkahnya hari itu justru menyeretnya ke dalam sebuah ikatan suci yang sama sekali tidak ia rencanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia And'Marian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 17

Setelah percakapannya dengan Ummi Halimah usai, Keira melangkah keluar dari ndalem dengan pelan. Jemarinya meremas ujung lengan baju sendiri, seolah masih ada gugup yang tertinggal di sana. Udara pagi menyambutnya lembut, membawa aroma tanah lembap dan wangi daun yang baru tersapu angin.

Langkahnya kecil-kecil melewati halaman pesantren yang mulai ramai oleh para santri. Dari kejauhan terdengar suara murajaah bersahut-sahutan, samar namun menenangkan, seperti doa-doa yang beterbangan di udara.

Keira mengangkat wajahnya perlahan. Langit sedang redup, matahari naik malu-malu di balik pepohonan tua yang berdiri diam di sekitar ndalem. Untuk pertama kalinya sejak tadi, dadanya terasa sedikit longgar. Dan di tempat inilah, Keira merasakan kedamaian yang luar biasa.

Namun ketenangan itu tak sepenuhnya utuh.

Beberapa pasang mata mulai memperhatikannya.

Santri-santri yang tengah berjalan membawa kitab berhenti sesaat. Ada yang berbisik pelan pada temannya, ada yang sekadar menoleh singkat lalu kembali berjalan, namun rasa penasaran tetap tergambar jelas di wajah mereka.

“Siapa ya?”

“Baru lihat…”

“Kerabat Gus Zayn bukan?”

Bisik-bisik itu melayang pelan bersama angin sore.

Keira menunduk pelan. Ia tidak terbiasa menjadi pusat perhatian seperti itu. Langkahnya bahkan sempat melambat, seolah ingin kembali masuk dan bersembunyi di balik dinding ndalem yang tadi memberinya rasa aman.

"Cantik sih, tapi pakai hijabnya kenapa mereng-mereng begitu ya?"

"Kerabat Gus Zayn itu pasti good looking semuanya, secara Gus Zayn keturunan Arab."

"Iya yah. Tapi kok nggak pernah datang waktu ada acara keluarga? Biasanya sepupu Gus Zayn selalu hadir."

"Berhusnudzan saja, mungkin beliau baru sempat datang kemari."

Keira semakin merasa gusar. Tatapan-tatapan itu belum juga pergi dari arahnya, bahkan terasa semakin jelas menusuk di punggungnya.

Bisik-bisik kecil para santri bercampur dengan suara angin pagi, membuat kepalanya perlahan dipenuhi kegelisahan yang tak mampu ia jelaskan.

Ia menoleh pelan ke kanan dan kiri.

Halaman pesantren yang tadi terasa menenangkan kini mendadak terasa asing. Kakinya bahkan mulai bergerak mundur perlahan, berniat kembali ke ndalem. Bersembunyi di sana mungkin lebih baik daripada berdiri di tengah rasa canggung seperti ini.

Keira menghela napas kecil.

“Harusnya aku nggak keluar…” batinnya lirih.

Namun, langkahnya terhenti saat matanya menangkap dua sosok yang berdiri tidak jauh dari sana.

Gus Zayn.

Dan Azizah.

Mata Keira langsung berbinar kecil. Ada rasa lega yang tiba-tiba tumbuh di dadanya, seperti seseorang yang akhirnya menemukan tempat pulang di tengah keramaian yang membuatnya sesak.

Senyum lebar perlahan terukir di bibirnya.

Tanpa sadar, langkahnya berubah lebih cepat. Jemarinya meremas ujung gamis sendiri karena menahan senang. Ia ingin menghampiri mereka. Ingin berdiri di dekat orang yang setidaknya ia kenal di tempat asing ini.

Namun, belum sempat ia mendekat.

Suara Gus Zayn terdengar lebih dulu.

“Dia sepupu saya.”

Deg!

Langkah Keira berhenti seketika. Seolah ada sesuatu yang jatuh tepat di dalam dadanya.

Angin pagi masih berembus pelan, suara para santri masih terdengar samar, langit pun masih sama redupnya… namun entah mengapa semuanya mendadak terasa jauh.

Keira menatap punggung pria itu dalam diam.

Senyumnya perlahan memudar.

Ada rasa yang sulit dijelaskan merambat pelan di dadanya, seperti kaca tipis yang retak tanpa suara.

Sepupu.

Hanya satu kata sederhana.

Namun mampu membuat langkah yang tadi penuh harap berubah menjadi kelu dalam sekejap.

Keira menundukkan wajahnya perlahan. Jemarinya mengepal kecil di balik lengan baju.

"Namanya Keira, dia gadis yang baik."

Dan kemudian Gus Zayn memperjelas lagi, dan itu sudah cukup membuat hati Keira hancur.

Ya, mestinya ia tidak terlalu berharap lebih pada Gus Zayn, karena kenyataannya, pria itu tidak mungkin menganggapnya sebagai istri. Status istri sangat tinggi untuk Gus Zayn, sebab Keira jauh dari kata sempurna untuk seorang Gus Zayn yang sempurna itu.

*

"Abang kenapa ngomong kayak gitu sama para santri tadi? Kok kesannya Abang malah nutupin pernikahan Abang sama mbak Keira?" Azizah langsung protes saat keduanya kini tiba di ndalem. Ia merasa tak suka Gus Zayn menyembunyikan pernikahannya.

Gus Zayn menghela nafasnya kasar. "Abang nggak punya maksud lain. Kamu tahu sendiri semuanya rumit, Zah. Abang juga belum ketemu sama keluarganya Ning Afifa. Mereka masih menganggap Abang sebagai calon menantu mereka. Kalau Abang kasih tau santri tadi Abang udah nikah, pasti mereka semuanya heboh. Dan berita itu bakalan terdengar sampai di telinga keluarga Ning Afifa."

"Terus? Abang takut gitu? Abang mau cerai sama Keira dan nikahin Ning Afifa?"

Gus Zayn mendelik. "Astaghfirullah. Abang nggak ada maksud kayak begitu, Zah. Abang nggak ada niatan mau cerai ataupun nikahin Ning Afifa. Abang punya komitmen jika Abang akan menikah sekali seumur hidup Abang. Dan Abang akan pertahankan pernikahan Abang dengan Keira."

Azizah mendengus sebal. "Yasudah terserah Abang aja, tapi kalau nanti semuanya tambah runyam pikirin sendiri. Azizah nggak mau ikut campur." Setelah mengatakan itu, Azizah berlalu pergi meninggalkan Gus Zayn yang mengusap wajahnya kasar.

"Ya Allah, permudahkan semuanya."

*

Sore turun perlahan di atas pesantren. Cahaya jingga menyelinap masuk melewati sela-sela jendela kayu ndalem, memantulkan bayangan temaram di lantai yang dingin. Suara para santri yang tadi memenuhi halaman kini mulai mereda, berganti dengan desir angin sore dan lantunan ayat suci dari kejauhan.

Setelah selesai mengajar, Gus Zayn berjalan pulang menuju ndalem dengan langkah tenang. Jubah putihnya bergerak pelan diterpa angin, sementara wajahnya tampak sedikit lelah setelah seharian bersama para santri.

Entah mengapa, langkahnya langsung tertuju pada Keira.

Ia ingin melihat gadis itu.

Namun saat memasuki kamarnya, ruangan itu kosong. Hanya ada lipatan selimut rapi dan aroma wangi samar yang masih tertinggal di udara.

Gus Zayn terdiam sesaat.

Lalu ia kembali melangkah menuju kamar tamu.

Dan benar saja.

Keira ada di sana.

Gadis itu duduk di atas kasur tipis dekat jendela, memegang sebuah buku di tangannya. Cahaya sore jatuh tepat di wajahnya, membuat sosoknya terlihat begitu tenang… namun juga jauh.

Gus Zayn mengetuk pintu pelan sebelum masuk.

“Assalamu’alaikum.”

“Wa’alaikumussalam,” jawab Keira lirih tanpa mengangkat wajah.

Pria itu mendekat beberapa langkah. Tatapannya jatuh pada buku yang sedang dibaca Keira, lalu kembali pada wajah gadis itu yang tampak terlalu diam.

“Keira, ayo kita belajar shalat.”

Suara Gus Zayn rendah dan tenang seperti biasanya.

Namun kali iniKeira hanya menggeleng pelan.

“Nggak deh… saya mau belajar shalat sama Azizah aja.” Jawab Keira datar.

Dan itu cukup untuk membuat ruangan itu mendadak terasa berbeda.

Gus Zayn mengangkat alisnya tipis. Tatapannya tertahan beberapa detik pada gadis di depannya itu, sangat berbeda.

Karena sebelumnya Keira terlihat begitu bersemangat. Gadis itu bahkan terus bertanya kapan ia akan diajarkan shalat, kapan ia akan mulai menghafal bacaan, kapan ia bisa belajar lebih banyak bersamanya.

Tapi sekarang, Keira bahkan tidak menoleh padanya. Jemarinya sibuk membalik halaman buku, walau sejak tadi tak benar-benar dibaca. Tatapannya lurus ke bawah, seolah menghindari sesuatu yang terlalu sulit ia ungkapkan.

Sementara Gus Zayn masih berdiri di sana dalam diam.

1
Cah Dangsambuh
yasalaaaamm bacanya sambil tahan napas😆maniiiiiiiiis pol polan gus zayn ga ada lawan👍
Julia and'Marian: hehehehe
total 1 replies
Lia se
😍😍😍😍🤭
Lia se
😍😍😍😍
Lia se
.🤭 Keira lucu
Anonim
😍😍😍🤭
Anonim
😍😍😍😍
Cah Dangsambuh
oh kamu cantik sekali yaujinya dah klepek klepek
Anonim
Luar biasa, sering update ya author
Cah Dangsambuh
ampuuuun mba bro bawang ooohh bawang trima kasih ya bawang karna kamu bikin umi sama adik iparnya senyam senyum apa lagi yang baca beeeeeehhhhh baper parah🙏🙏🙏
Julia and'Marian: hehehehe
total 1 replies
Cah Dangsambuh
jariku kepotong gus 🤣🤣🤣
Julia and'Marian: hahahaha
total 1 replies
Cah Dangsambuh
ya allah ada ga sih di dunia nyata orang yang sabar dan semanis ini ,,ya robb kirimkan orang seperti karakter gus zayn untuk ku jadikan menantu amiiiin🙏🙏🙏 maaf kak othor aku terlalu baper 🤣
Julia and'Marian: nyari dimana ya kak, author juga pengen 🤏🏻
total 1 replies
Anonim
Bagus banget....
Lia se
bagus sekali
Mariah
Bagus sekali
Cah Dangsambuh
masya allah perhatiannya luar biasa
Julia and'Marian: Masya Allah
total 1 replies
keynara
lanjut update yg banyak dong thor🙏😄
Julia and'Marian: hahahah♥️
total 1 replies
Titik Sofiah
bagus crita a Thor moga konfliknya nggak trllau berat 😍😍😍
Lia se: semangat kak 💪
total 2 replies
Cah Dangsambuh
adik iparnya somplak pikiranya kakak iparnya dah ini ono inikucrut🤣🤣🤣
Julia and'Marian: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Cah Dangsambuh
uuuuh manisnya gus ngajarinya
Cah Dangsambuh
berarti kamu udah di kasih hidayah key orang yang selama ini ga tau agama malah di kasih jodoh gus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!