NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Pesona Istri Galak

Transmigrasi: Pesona Istri Galak

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir / Aliansi Pernikahan
Popularitas:19.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Yvaine, ratu es yang legendaris di pasukan khusus, mengalami pengkhianatan dalam misinya. Dua tembakan menghantam tubuhnya, dan dia jatuh tak bernyawa di tempat.

Namun, ketika Yvaine membuka matanya lagi, dunia telah berubah. Kini dia menjadi nyonya rumah dari keluarga besar yang menyepelekan dirinya, seorang istri yang marah tapi diabaikan suaminya, dan seorang ibu yang anaknya juga tak pernah memperhatikannya.

“Kalau aku tidak salah, kita sudah bercerai. Sekarang kamu malah masuk ke rumahku, mantanku tercinta,” suara dingin sang mantan terdengar.

Yvaine mengangkat dagu, duduk di ujung sofa dengan kaki terlipat, menebarkan aura sombong yang tak terbantahkan. “Kalau begitu… kita bisa menikah lagi,” ujarnya dengan tenang tapi penuh tantangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Louis langsung menegang begitu mendengar jawaban santai dari Yvaine.

Dengan gerakan kaku, ia menoleh ke arah Yvaine. Suaranya keluar pelan, nyaris datar namun justru itu yang membuat kepanikan di dalamnya semakin terasa jelas.

“Kak.. kamu sedang bercanda, kan?” jedanya sedikit terlalu lama, seolah ia berharap jawabannya berubah sebelum sempat diucapkan. “Maksudmu mantan suamimu itu..Tobias?”

Yvaine hanya meliriknya sekilas.

Tatapannya tenang, hampir acuh tak acuh, seolah pertanyaan itu sama sekali tidak penting.

“Oh?” ujarnya ringan. “Jadi kamu tahu dia?”

Ia mengangkat bahu kecil, ekspresinya tetap santai, bahkan cenderung malas.

“Iya, benar,” lanjutnya tanpa beban. “Mantan suamiku. Itu dia.”

Kalimat itu jatuh begitu saja, sederhana tetapi cukup untuk menghancurkan seluruh ketenangan Louis.

Sebelum otaknya sempat memproses sepenuhnya, tubuhnya sudah bereaksi lebih dulu.

Ia berbalik cepat dan tanpa ragu. Instingnya memberi tanda bahaya dan menyuruhnya untuk kabur.

Namun ia sudah terlalu lambat..

Tangan Yvaine sudah lebih dulu bergerak, mencengkeram kerah bajunya dengan presisi yang hampir tidak terlihat oleh orang lain. Gerakannya halus, tetapi cukup kuat untuk menghentikan Louis di tempat.

“Mau ke mana?” suara Yvaine terdengar rendah dan tenang namun membawa tekanan yang membuat udara di sekitar mereka terasa lebih berat.

Louis hampir menangis saat itu juga. Ia menoleh perlahan, wajahnya benar-benar seperti seseorang yang baru saja dijatuhi hukuman mati.

Matanya memohon.

“Kak Yvaine..” suaranya bergetar, nyaris berubah menjadi isakan. “Tolong lepaskan aku..”

Ia menelan ludah, berusaha mengumpulkan sisa keberaniannya.

“Aku benar-benar tidak mampu menyinggung pria itu..”

Yvaine tidak langsung menjawab. Ia hanya menatapnya beberapa detik, tatapan yang datar namun seolah mampu menembus isi kepalanya.

Sudut bibirnya berkedut tipis, lalu ia mengangkat alis.

“Siapa tadi yang bilang akan menjalankan tugas sampai mati?” tanyanya pelan, nada suaranya lembut tapi justru terasa lebih tajam.

"Siapa yang bilang akan menyelesaikan misi bahkan dengan mengorbankan nyawanya?"

Setiap kata yang keluar seperti menusuk satu per satu sehingga membuat Louis langsung terdiam.

Wajahnya semakin menyedihkan.

“Kak..” suaranya melemah, hampir putus asa. “Kamu juga tidak bilang kalau mantan suamimu itu Tobias..”

Yvaine memutar matanya pelan.

‘Benar-benar tidak berguna.’

Yvaine mengalihkan pandangannya sejenak ke arah meja Tobias.

Jarak mereka tidak jauh. Terlalu dekat, bahkan jika diperhatikan dengan saksama, pria itu mungkin sudah melihat mereka sejak beberapa saat lalu.

Tanpa peringatan, Yvaine mencubit lengan Louis, tepat di titik yang tersembunyi dari pandangan orang lain.

“Ah!” Louis hampir berteriak, tapi refleksnya menahan suara itu di tenggorokan.

Rasa sakitnya nyata dan cukup untuk membuatnya kembali fokus.

Yvaine mendekat sedikit, bibirnya nyaris menyentuh telinga Louis. Suaranya turun menjadi bisikan dingin yang menusuk.

“Dengarkan baik-baik,” katanya dengan gigi terkatup.

Louis menelan ludah.

“Dia hanya Tobias Raguel,” lanjut Yvaine. “Jadi apa?”

Louis ingin membantah. Banyak sekali yang ingin ia katakan, namun sebelum satu kata pun sempat keluar..

“Bahkan kalau dia dewa sekalipun,” suara Yvaine semakin rendah, semakin dingin, “kamu tetap harus ikut denganku.”

Ia menarik sedikit kerah Louis, memaksanya menatap langsung ke matanya.

Tatapan itu tidak memberi Louis ruang untuk menolak.

“Kalau kamu berani kabur sekarang..” bisiknya lagi dengan pelan tetapi justru lebih menakutkan, “aku akan menyeretmu keluar dari kafe ini lalu menggantungmu di Sungai Koin sampai ikan-ikan menghabisimu.”

Tubuh Louis langsung gemetar, ia tahu bahwa itu bukan sekadar ancaman kosong, wanita di depannya itu pasti benar-benar akan melakukannya.

Louis menutup mata sejenak dan menarik napas dalam, dengan terpaksa ia mengambil keputusan.

‘Menurutku.. Kak Yvaine lebih menakutkan dari pada Tobias!'

Perlahan, ia membuka mata kembali.

Wajahnya masih pucat, tetapi kini ada kepasrahan di sana. Seperti seorang prajurit yang tahu ia akan kalah, namun tetap harus maju ke medan perang.

Ia menegakkan tubuhnya lalu, dengan gerakan kaku, ia mengulurkan lengannya ke arah Yvaine.

“Baiklah” katanya lirih. “Aku siap..”

Reaksi itu membuat sudut bibir Yvaine terangkat. Ia menepuk ringan bekas cubitan di lengan Louis, seolah barusan tidak terjadi apa-apa.

“Bagus,” gumamnya.

Tanpa ragu, Yvaine melingkarkan tangannya di lengan Louis, gerakan itu terlihat natural.

Dan tanpa menunggu lebih lama, ia mulai melangkah ke depan menuju meja Tobias.

Dari dari kejauhan, Tobias melihat semuanya.

Tatapannya yang semula dingin perlahan berubah. Alisnya sedikit mengerut.

‘Apa yang sedang dilakukan wanita itu?’

Ia mengamati setiap detail bagaimana Yvaine bersandar ringan di lengan Louis.

‘Berani sekali dia..’

Tanpa sadar, rahangnya mengeras dan sebuah pikiran muncul begitu saja.

‘Dia masih istriku'

Namun pikiran itu terhenti di tengah jalan seolah ia sendiri menolak untuk melanjutkannya karna faktanya mereka sudah bercerai meski belum resmi karna surat itu harus kembali ke pengadilan.

Namun.. apakah itu masih berarti? Bukankah ia sendiri yang ingin mengakhiri semuanya?

Bukankah seharusnya ia merasa lega ketika melihat Yvaine sudah bergerak maju?

Namun kenyataannya ia malah merasa kesal yang tidak bisa ia jelaskan.

Dan itu membuatnya semakin jengkel, bukan pada Yvaine, melainkan pada dirinya sendiri.

Sementara itu, suasana di dalam kafe mulai berubah. Perhatian orang-orang perlahan terpusat ke arah mereka.

Beberapa dari kalangan elit saling berbisik pelan, mata mereka berbinar penuh rasa ingin tahu.

Bagi mereka, ini bukan sekadar pertemuan biasa, melaikan adalah tontonan gratis tentang rumah tangga mereka yang penuh dengan gosip.

Mungkin saja para penonton bisa mendapatkan jawaban pada pertemuan mereka itu.

Begitu Yvaine dan Louis sampai di meja, ia melirik sekilas ke arah Sofia.

Senyum tipis muncul di bibirnya.

‘Seperti yang kuduga.. dia membawa penonton.’

Tanpa ragu, Yvaine menarik kursi dan duduk tepat di samping Tobias.

Sementara itu, Louis mengikuti dengan langkah kaku, ia memilih duduk di seberang, tepat di depan Sofia.

Dengan sangat sengaja, ia menjauh dari Tobias, karena bagaimanapun, ia merasa lebih aman daripada berada di dekat Yvaine.

Yvaine menyilangkan kaki dengan santai, lalu, tanpa basa-basi, ia membuka suara.

“Boleh kami bergabung?”

Nada suaranya ringan, hampir seperti basa-basi yang sopan namun tidak benar-benar meminta izin.

Sofia langsung merespons. “Tentu saja,” jawabnya cepat, matanya berbinar penuh minat.

Ia menutup majalah yang tadi ia baca, lalu meletakkannya di atas meja.

Senyum tipis menghiasi wajahnya.

Di dalam hatinya, rasa antusias yang sulit disembunyikan mulai tumbuh.

‘Ini benar-benar menarik.’

1
Uthie
rasain tuhhhh si Tobias 😆
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ
Lanjut , dan semangat 💪
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
yah terus menggali kisah mantanmu talitobiss
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
lain kali bagi sekalian dengan tendangan maut
Uthie
Lanjut 👍😆
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
kalau tolitabiss tu tak mengalah dengan anak dia urmm tak tahu la
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ
Lanjut, dan semangat thor 💪
Lynn_: Iya.. makasih sudah mendukung🙏😇
total 1 replies
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ
Lanjut thor, dan semangat 💪
BONBON: serigala kah itu awokawok 🤣
total 1 replies
Uthie
Belum tau mereka Vaine yg baru sekarang 😏😏
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
yang "mengintai" menjadi banyak!!! seru
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ
Lanjut, dan semangat thor 💪
Uthie
dasar wanita licik 😡
Nurmalasari
Luar biasa
Uthie
Wahhhh.. ada pemeran yg lainnya juga niii 😏
Uthie
keren gan 👍👍👍🤩😁
Uthie
Lanjutttt Vain👍😂
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ
Lanjut, dan semangat thor 💪
fayya_naz
suka karakter wanita nya sat set ga menye2
cerita nya bagus
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
lalalala🎼🎼🎶lalalala🎼🎶🎶🎼
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ
Lanjut, dan semangat thor 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!