NovelToon NovelToon
Istri Tengil Duda Mapan (Mateng Dan Tampan)

Istri Tengil Duda Mapan (Mateng Dan Tampan)

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Duda / Romansa / Menikah dengan Kerabat Mantan
Popularitas:32.5k
Nilai: 5
Nama Author: ntaamelia

Putus cinta membuat seorang gadis bernama Emeery menerima perjodohannya dengan seorang duda beranak dua. Namun, sikapnya yang tengil membuat sang duda pusing tujuh keliling, akankah Emeery mampu menaklukkan dinding es suaminya, yang bahkan belum move on dari sang mantan?

Kalau ada, sembilan duda ~
Mau duitnya saja, semuanya ~
Ini dada, isinya duit semua ~

Penasaran dengan kisah mereka? Ikuti ceritanya di sini🤗

Jangan lupa follow
Ig @nitamelia05
fb @Nita Amelia
TT @twins✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. Menatap Jauh Lebih Lama

Kedatangan Emeery di kampus disambut oleh sebuah pertengkaran antara sejoli yang sedang dilanda salah paham. Bukannya menengahi, Emeery justru tersenyum lebar menyaksikan perdebatan sengit itu, seakan ini adalah kebahagiaannya.

"Ceilah lagi marahan nih ye," ledek Emeery sambil melipat kedua tangannya, menatap Anjas dan Sisil. Ketiga sahabatnya pun ikut terkekeh, menambah suasana menjadi semakin panas.

"Nggak usah ikut campur!" tegas Sisil, matanya menatap tajam sebagai bentuk peringatan. Namun, namanya juga Emeery, dia adalah si kepala batu.

"Kenapa? Anjas kan adik sepupu aku sekarang, kita sodara lho," balas Emeery makin memanas-manasi, hingga gadis dengan rambut tergerai itu mengepalkan tangan.

"Seneng kamu sodaraan sama dia sekarang?" tanya Sisil kepada Anjas, kini pemuda itu yang selalu menjadi sasarannya.

"Apaan sih, Sil? Dari tadi kamu tuh bahas yang nggak penting terus. Aku malu, udah deh nanti kita lanjut setelah kelas selesai," balas Anjas yang sudah tak punya muka di depan teman-temannya, apalagi ada Emeery—sang mantan kekasih yang dia campakkan dan permainkan.

"Nggak penting katanya, Mer," bisik Zoe, tapi suaranya terdengar jelas, ia ikutan jadi kompor bleduk.

"Seenggak penting itu ya, Njas, aku buat kamu?" Sisil makin murka, matanya memerah sejak tadi menahan air mata yang sudah menggenang di kedua sudut.

Anjas menyugar rambutnya, dia melirik tajam Emeery yang masih cengangas-cengenges. Lalu tanpa banyak bicara dia meraih pergelangan tangan Sisil untuk pergi dari kerumunan.

"Lepas, Njas, kamu belum jawab!" Sisil meronta.

"Nggak di sini, Sil!" bentak Anjas dengan suara tak kalah keras hingga membuat Sisil akhirnya diam.

"Perang dunia ketiga dimulai, huuu ...." Talita bersorak, disusul yang lain karena tontonan seru mereka malah berakhir. Emeery tersenyum penuh kemenangan, karena tanpa campur tangannya Anjas mendapat karmanya sendiri.

****

Setiap malam satu keluarga akan selalu berkumpul di meja makan untuk menikmati hidangan. Saat sedang asyik-asyiknya makan, Emeery dijatuhi sebuah pertanyaan oleh ibu mertuanya.

"Mer, baju di lemari kamu pake kan?" tanya Anggun, memastikan bahwa apa yang ia siapkan Emeery manfaatkan dengan baik. Semua mata tertuju pada gadis itu, termasuk Anjas yang selalu bersungut-sungut.

Emeery dengan mulut penuh mengangkat kepala, mengalihkan tatapannya sejenak dari makanan di piring.

"Baju?" ulangnya, berusaha mengingat-ingat. "Oh yang kurang bahan itu?" Lanjut Emeery asal ceplos dan langsung mendapat pelototan tajam dari suaminya.

"Mak—maksudnya baju tidur." Emeery meralat, karena langsung sadar masih ada Ethan dan Sansan yang mendengar percakapan mereka.

"Nah itu. Kamu pake kan, Sayang? Mommy yang pilih langsung lho," balas Anggun dengan antusias.

"Be—belum sih, Mom," jawab Emeery sambil memperhatikan mimik wajah Anggun yang tiba-tiba berubah muram. Perasaan Emeery pun jadi tak enak, jadi dia langsung berinisiatif. "Malam ini aku pake deh, Mom. Jangan sedih ya, aku cuma belum biasa, hehe."

Lihat, senyum di wajah Anggun kembali mengembang seketika. Membuat Gerry cukup paham, bahwa kedua orang tuanya menyadari sesuatu. Yakni tentang ia dan Emeery yang belum menjalani ritual malaam pertama.

"Udah senyamannya kamu aja, ngapain ngikutin apa kata Mommy," celetuk Gerry dengan santai. Karena di benaknya belum ada pikiran ke sana. Apalagi mengingat bentuk tubuh Emeery, rasa-rasanya mau pakai atau tidak sama saja.

'Sama-sama isinya tulang, kayak seblak.'

"Nggak maulah, kan Mommy udah beliin buat aku, Kak. Jadi harus dihargai, setiap malem bakal aku pake, Mommy tenang aja," timpal Emeery yang tak mau mendengarkan apa kata suaminya. Ia juga sempat melirik Anjas, sengaja mau memanas-manasi.

Anggun menoleh ke arah suaminya dengan senyum penuh arti. Jerry pun langsung manggut-manggut paham, seolah dari tatapan mata saja mereka bisa berkomunikasi.

"Ini judulnya mau makan atau mau tidur sih?" celetuk Ethan yang sedari tadi menyimak. Dia adalah pemutus obrolan.

"Makan dong, Sayang. Ethan sama Sansan mau nambah?" sambar Anggun dengan cepat, supaya cucunya tidak badmood. Dia mengangkat ayam goreng, menawari kedua bocah itu.

****

Selesai makan malam Gerry langsung ke ruang kerjanya, sementara Emeery sibuk memilih baju tidur mana yang akan dia kenakan. Semuanya sangat jelas, kekurangan bahan, yang bisa membuat lekuk tubuh bahkan bagian-bagian lainnya terlihat.

"Lah biarin aja, orang Kak Gerry juga nggak bakal peduli. Paling masuk kamar langsung matiin lampu terus tidur, gitu aja tiap hari," cerocos Emeery mengingat bagaimana rutinitas malam mereka.

Dia pun langsung memilih satu baju dan pergi ke kamar mandi untuk menggantinya. Tidak gatal sih, justru bahannya sangat nyaman karena dingin dan halus, tapi entah kenapa Emeery merasa aneh.

"Tipis banget kayak kulit bawang," komennya saat melihat pantulan tubuh di dalam kaca. Dia berputar-putar sebentar. "Udah nggak apa-apa, Mer. Demi nyenengin ibu mertua. Sayangkan kalo dianggurin semua, yang ada jadi pajangan lemari doang."

Bersamaan dengan Emeery keluar kamar mandi, pintu diketuk. Emeery mengerutkan kening karena tak biasanya Gerry melakukan hal itu sebelum masuk kamar.

"Biasanya juga nyelonong-nyelonong aja. Tumben banget pake ketok-ketok segala," gerutu Emeery dengan kakinya yang melangkah cepat. Tali kimono belum sempat dia ikat, tapi tangannya sudah meraih gagang pintu. Benda persegi panjang itu terbuka, namun bukan wajah Gerry yang memenuhi pelupuk mata.

"Ngapain kamu?" Nada suara Emeery langsung sewot pada Anjas. Menyadarkan pemuda itu dari sesuatu, yakni penampilan Emeery yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.

Akan tetapi bukan itu tujuannya sekarang. Pemuda itu celingukan, sekali lagi memastikan bahwa keadaan sekitar aman. Sejak tadi dia memang memantau kamar Emeery yang belum dimasuki kakak sepupunya.

"Aku nggak mau basa-basi ya, Mer, karena hubungan kita udah selesai. Tolong jangan suka panas-panasin aku sama Sisil di kampus. Dia tuh jadi overthinking tahu nggak!" tandas Anjas memberi peringatan kepada sang mantan.

Emeery berdecih dan memutar bola matanya .

"Itu sih urusan kamu, emang aku ada bilang apa? Aku cuma mempertegas kalau sekarang aku adalah istri dari kakak sepupu kamu, jadi ya udah," balas Emeery sambil mengedikan bahu.

"Iya tapi Sisil jadi sering marah-marah."

"Ya terus?"

"Ck, ya kamulah ...."

Tiba-tiba terdengar langkah kaki, suaranya sangat cepat hingga saat Anjas menoleh Gerry sudah di belakangnya. Pria itu langsung mengambil posisi di depan tubuh Emeery.

"Ada apa?" tanyanya dengan sorot mata tak ramah. Anjas langsung kikuk dan memutar otak mencari alasan.

"Ah itu, Kak, soal mata kuliah, kebetulan aku sama Merry kan satu jurusan," jawab Anjas sedikit gagap. Sedangkan Emeery mengernyitkan bibirnya.

'Bohong tuh!' Tapi hanya dalam hati, karena dia pun tak mau Gerry tahu hubungan masa lalu mereka.

"Bisa besok kan? Ini udah malem saatnya orang-orang istirahat," balas Gerry, mengusir secara halus. Anjas menggaruk tengkuknya yang tidak gatal kemudian mengangguk.

"Iya, Kak, maaf udah ganggu," katanya. "Kalo gitu aku balik ke kamar." Anjas langsung membalik badan setelah pamit.

Sedangkan Gerry menarik tangan Emeery masuk ke dalam. Gerakan yang cukup keras itu membuat Emeery sedikit kehilangan keseimbangan, bahkan kimononya pun sampai jatuh ke lengan.

"Kamu ini seorang istri, harusnya tahu batasan, mana yang boleh dan mana yang nggak boleh. Walaupun dia adik sepupu aku, tapi nggak pantes nemuin dia malem-malem pake baju kayak—"

Pandangan Gerry yang terangkat membuat dia mampu secara leluasa melihat penampilan Emeery. Mulutnya langsung diam seketika, untuk pertama kalinya dia menatap Emeery jauh lebih lama. Seperti melihat buah yang sedang ranum-ranumnya.

***

Gigit Ger gigit🤣

1
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
💋💋💋💋💋💋💋
enur 🍀⚘
Anjas kamu berani membantu Mona ?? siap2 kamu kena semburan Gerry dan Emeery 🤣
enur 🍀⚘
Magumi yang semalem masuk goa kamu Mer 🤭 itu tuuh adik kecil ny Gerry 🤣
enur 🍀⚘
seperti ny pancingan Emeery berhasil nih 🤭 Mer jan salahin Gerry ya ,jika sekarang Gerry bakal melahap mu 🤣
enur 🍀⚘
kurang lah Gerr ,, yang bener tuh tium dahi tium pipi dan tium bibilll 🤭
Ayna Adam
Megumi kok blm update lagi kak?
Susma Wati
anjas bodoh cuma di bayar sama mona segitu, minta bayaran ke geey lebih buat jauhnya mona dari gery dan keluarga nya pasti lebih bamyak dikasih nya
Ny Rudi Harianto
jgn d bantu njas....bisa repot urusan nya.... lagian Gery udah main² sma Megumi nya bahkan si Mery udah kenal loh.....jgn buat masalah sma Gery ...bahaya
Ny Rudi Harianto
🤣🤣🤣🤣 punya nma unik si Otong ah.....sampai gak kenal siapa megumi
Radya Arynda
ya alloh pelakor kok murah banget sampek ngeluari uang,,dokter kok gatel🤣🤣🤣🤣🤣
Rita
anjas anjas
Rita
😂😂😂😂😂😂
Rita
😂😂😂😂😂😂😂
Dew666
💜💜💜
enur 🍀⚘
yeeee ternyata yang datang bukan Gerry 🤭 tapi jika Anjas ngomong begitu ke Mona dan Emerry tau ..bisa2 nanti salah paham 🙄
enur 🍀⚘
jangan Gerry ,, jangan Gerry ,ngapain Gerry ke sana ?? gak nyambung 🤣
Maharani Rani
lanjutt kak🤣🤣🤣🤣❤️❤️❤️
Maria Kibtiyah
mampus anjas jd repot sndr kan
Rita
berasa dapat jackpot
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
kapokkkkk! salah sendiri berulah, sekrang urusin sendiri noh mona 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!