NovelToon NovelToon
PECUNIA ABSOLUTE: The True Heiress Buys Her Destiny

PECUNIA ABSOLUTE: The True Heiress Buys Her Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Shakira

Di kehidupan pertamanya, Valerie Vespera mati sebagai pecundang. Sebagai putri kandung konglomerat Elrod yang tertukar sejak bayi, dia malah dibuang ke gudang pengap demi menjaga perasaan si anak angkat palsu yang manipulatif. Tiga tahun dia habiskan mengemis kasih sayang, hingga akhirnya mati dikhianati.
Kini, takdir memutar kembali jarum jam. Valerie terbangun di hari penjemputannya di usia 18 tahun. Namun, Valerie yang naif telah mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Shakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16: RENCANA PESTA KEMEGAHAN PALSU (REVISI)

BAB 16: RENCANA PESTA KEMEGAHAN PALSU (REVISI)

Kemewahan seolah menjadi napas yang wajib dihirup oleh nyonya besar dan putri kesayangan mansion Menteng. Di ruang keluarga lantai satu yang luas dan dingin, Victoria Elrod dan Alethea Belmont sedang duduk terfokus bersama seorang perancang busana ternama ibu kota. Di atas meja kaca yang berkilau, berserakan sketsa gaun malam dengan berbagai siluet, katalog kain sutra Prancis kelas dunia, dan brosur cetak digital yang menawarkan paket Golden Oasis dari Grand Ballroom Hotel Mulia Jakarta.

"Tentu saja, Nona Alethea," ucap sang desainer dengan senyuman yang teramat ramah, menggeser sketsa gaun bersulam payet Swarovski emas. "Gaun bersiluet ballgown dengan ekor sepanjang tiga meter ini akan menciptakan efek dramatis yang luar biasa. Saat Anda melangkah masuk, semua mata kolega bisnis Tuan Gilbert pasti akan langsung terpaku. Anda akan tampak seperti putri kerajaan sejati."

Alethea tersenyum manis, matanya berbinar menatap sketsa rancangan yang sangat mewah itu. Dia membayangkan dirinya menjadi pusat semesta. "Aku mau payetnya ditambah lagi di bagian dada, Tante. Biar pas kena sorot lampu spotlight ballroom, kilaunya kelihatan dari ujung ruangan. Aku ingin semua orang tahu bahwa Elrod adalah keluarga yang tak tersentuh."

"Jangan khawatir tentang biaya, rancangan itu bisa kita sesuaikan dengan keinginan Anda," sela Victoria dengan nada suara yang anggun namun penuh kebanggaan, menepuk pelan punggung tangan anak angkat kesayangannya. "Ini adalah pesta kedewasaan putriku. Pesta ini harus menjadi pembicaraan hangat di kalangan sosialita Jakarta selama berbulan-bulan. Kita akan memesan dekorasi bertema Golden Oasis, lengkap dengan dinding bunga segar yang diimpor langsung dari Eropa. Tidak ada kata 'cukup' untuk kemegahan."

Victoria langsung menandatangani nota pemesanan awal senilai ratusan juta rupiah tanpa ragu sedikit pun. Baginya, mempertahankan citra kemegahan keluarga Elrod di mata publik adalah prioritas mutlak, sebuah benteng pertahanan terakhir. Terutama setelah berita miring mengenai penundaan pembayaran vendor semen di proyek jalan tol sempat berembus samar di kalangan pengusaha beberapa hari lalu. Victoria ingin pesta ini menjadi pembuktian nyata bahwa finansial Elrod Corp tetap kokoh dan tidak terguncang sedikit pun.

Namun, keharmonisan dan khayalan megah itu mendadak terinterupsi ketika pintu ruang keluarga terbuka dengan kasar. Gilbert Elrod melangkah masuk dengan wajah yang dilingkupi mendung tebal. Tas kerja kulitnya dilempar begitu saja ke atas sofa kosong, sementara dasinya sudah dilonggarkan dengan gerakan kasar, menunjukkan tingkat stres yang mencapai ubun-ubun.

"Victoria," panggil Gilbert, suaranya terdengar berat dan sarat akan kelelahan yang mendalam. "Bisa kita bicara sebentar di ruang kerja? Sekarang."

Victoria mengabaikan katalog kainnya sejenak, menatap suaminya dengan dahi berkerut halus. "Ada apa, Pa? Ini Tante desainer sedang menjabarkan anggaran untuk catering hotel dan dekorasi ballroom. Ini penting."

"Tunda dulu itu," potong Gilbert cepat, nadanya dingin dan tidak menerima bantahan. "Nicholas baru saja memberikan rekapitulasi pengeluaran bulanan. Kita perlu membicarakan alokasi dana untuk acara ini. Kita harus realistis."

Victoria menghela napas pelan, lalu meminta maaf kepada sang desainer sebelum melangkah mengekor di belakang Gilbert menuju ruang kerja tertutup di ujung koridor. Begitu pintu kayu jati itu terkunci, Gilbert langsung menjatuhkan tubuhnya ke kursi kerja, memijat pangkal hidungnya dengan frustrasi yang luar biasa.

"Ada apa sebenarnya, Pa?" tanya Victoria, melipat kedua tangannya di dada, mencoba menahan emosi yang mulai membuncah. "Kenapa wajah Papa tegang sekali? Ini cuma urusan anggaran pesta Alethea, kan? Kita sudah memesan ballroom Hotel Mulia sejak tiga bulan lalu."

"Urusan semen kemarin menguras likuiditas kas operasional kita terlalu dalam, Victoria!" Gilbert bersuara dengan tekanan rendah namun tajam. "Tiga puluh dua miliar rupiah tunai melayang dalam semalam ke rekening Pecunia Corp. Belum lagi denda administrasi dari kementerian yang harus kita urus agar izin tender tidak dicabut. Posisi arus kas kita saat ini sedang sangat sensitif. Aku mau kamu memotong anggaran pesta Alethea hingga setengahnya. Kita tidak bisa menghamburkan uang di saat seperti ini."

Wajah Victoria seketika memucat mendengar perintah suaminya. "Dipotong setengah? Papa gila?! Semua undangan untuk keluarga Belmont, rekan bisnis Arwana Group, dan kolega bursa efek sudah dicetak dan siap dikirim! Kalau kita menurunkan kualitas pestanya sekarang, di mana kita harus menaruh muka keluarga Elrod?! Orang-orang akan mengira perusahaan kita sedang berada di ambang kebangkrutan! Kita akan menjadi bahan tertawaan!"

"Tapi kenyataannya kas kita memang sedang tertekan, Victoria!" bentak Gilbert, amarahnya mulai tersulut. "Pecunia Corp masih mengawasi kita dari kegelapan. Aku tidak mau spekulasi pasar modal mendeteksi bahwa kita sedang foya-foya di tengah krisis. Jika kita gegabah, investor akan menarik dananya secara massal!"

"Justru karena ada krisis, kita harus pamer kemewahan, Papa!" balas Victoria tidak mau kalah, matanya menatap Gilbert dengan keyakinan yang keras kepala. "Pesta megah ini akan menjadi jawaban mutlak kepada bursa efek bahwa Elrod Corp sama sekali tidak kekurangan uang! Begitu mereka melihat kemegahan pesta Alethea, kepercayaan pasar akan kembali, dan harga saham kita akan meroket lagi. Percayalah pada naluri sosialitaku! Jika kita tampil menyedihkan sekarang, itu sama saja dengan bunuh diri!"

Gilbert terdiam. Kalkulasi bisnisnya yang kaku mulai goyah oleh argumen manipulatif istrinya. Di dunia konglomerasi Jakarta, citra luar sering kali memang lebih berharga daripada kondisi finansial yang sesungguhnya di dalam pembukuan bank. Ia terjebak dalam dilema antara logika finansial dan keangkuhan sosial.

Sementara perdebatan sengit terjadi di ruang kerja lantai atas, Valerie Vespera baru saja melangkah menuruni anak tangga semen yang dingin menuju ke dalam kamar gudang bawah tanahnya yang terisolasi. Di tangannya, selembar roti tawar kering dari dapur kotor menjadi satu-satunya pengisi perut sore ini. Dia tidak peduli. Rasa lapar di lambungnya tidak ada apa-apanya dibandingkan rasa haus akan keadilan yang akan segera ia tumpahkan.

Dia mendudukkan tubuhnya di atas ranjang besi usang, lalu membuka laptop murahnya yang terhubung dengan jaringan hotspot terenkripsi milik PT Pecunia Investama Indonesia. Cahaya biru dari layar laptop itu menerangi wajahnya yang tenang namun dingin. Sebuah pesan instan dari Julian kembali berkedip di pojok layar.

Nona V, informan kita di manajemen Grand Ballroom Hotel Mulia mengonfirmasi bahwa Victoria Elrod baru saja mentransfer deposit tambahan senilai lima ratus juta rupiah untuk mengunci paket dekorasi eksklusif. Mereka benar-benar memaksakan diri memamerkan kemegahan palsu di tengah defisit kas internal.

Valerie menatap teks tersebut dengan sepasang mata hitam pekat yang teramat hambar, tanpa ada emosi kemarahan atau rasa kasihan sedikit pun. Dia justru merasa geli. Jemari rampingnya bergerak di atas papan tik, mengetik balasan dengan ketenangan seorang dewa takdir yang sedang menyusun bidak catur.

Biarkan mereka membelanjakan sisa uang mereka hingga sen terakhir, Julian. Semakin megah dekorasi ballroom yang mereka bangun malam itu, akan semakin memuakkan jatuhnya mereka. Setiap lampu kristal yang mereka pasang adalah lampu sorot yang akan memperjelas kebangkrutan mereka di depan semua orang. Pastikan semua tamu VVIP diundang, terutama para analis bursa yang paling kritis. Malam itu, tirai kebohongannya akan kita buka lebar-lebar.

Valerie menutup laptopnya, lalu berjalan menuju jendela kecil kamar gudangnya yang mengarah ke pondasi dinding mansion atas. Sayup-sayup, dia bisa mendengar tawa manja Alethea yang kembali menggema di ruang tengah, merayakan kemenangan semunya setelah Victoria berhasil meyakinkan Gilbert untuk mempertahankan anggaran pesta mewah tersebut. Tawa itu terdengar seperti denting gelas kristal yang sebentar lagi akan dihantam palu godam.

Seulas senyuman yang teramat anggun namun menyimpan kekejaman yang absolut terukir di bibir indah Valerie Vespera. Rencana pesta kemegahan palsu itu berjalan persis seperti skenario yang telah dia rancang sejak awal. Malam perayaan itu tidak akan pernah menjadi kenangan manis bagi Alethea, melainkan kuburan massal bagi seluruh martabat dinasti Elrod Corp. Di atas sana, mereka sedang menari di atas lantai dansa yang retak. Mereka tidak tahu bahwa setiap rupiah yang mereka habiskan untuk pesta itu adalah paku yang mereka tancapkan sendiri ke peti mati reputasi mereka.

Bersambung....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Moreno
draf dref draf dref 😑
Moreno
gimana caranya uang tunai tiba2 masuk menjadi saldo digital
masijacoke021205: Sudah diperbaiki ya, Kak! Terima kasih banyak bantuannya.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!