NovelToon NovelToon
ILUSI HANGAT

ILUSI HANGAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:707
Nilai: 5
Nama Author: zayyana

"Elian sengaja menciptakan neraka, hanya agar ia bisa menjadi satu-satunya surga tempat Lyra bersandar."

Menyembunyikan kecantikan di balik sikap tertutup adalah cara Lyra Anya Cassandra bertahan hidup di SMA Elit Gava. Statusnya sebagai siswi yatim piatu penerima beasiswa menuntutnya untuk tidak terlihat.

Namun, sebuah kotak bekal siang yang sederhana menghancurkan seluruh pertahanannya.

Lyra mendadak menjadi target perundungan yang kejam. Di tengah keputusasaan itu, hanya Elian cowok paling berpengaruh di sekolah yang bersedia menjadi pelindungnya.

Lyra mengira itu keberuntungan, tanpa tahu bahwa Elian sendiri yang menyalakan api neraka demi memaksanya datang kepelukan elian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zayyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DOKTRIN PARFUM AMBERWOOD

Keesokan siangnya, atmosfer di SMA Elit Gava terasa berbeda bagi Lyra. Saat berjalan menyusuri koridor utama menuju perpustakaan, beberapa siswi yang mengenakan rok seragam pendek bermotif kotak-kotak elite tampak menatapnya sambil berbisik-bisik sinis. Tatapan menilai yang tajam membuat Lyra menundukkan kepala dalam-dalam, meremas ujung rok seragamnya sendiri yang terasa terlalu panjang dan tidak modis di antara mereka.

"Lihat deh, itu kan cewek beasiswa yang kemarin sok jual mahal sama Kak Elian," bisik salah seorang siswi dengan lipstik merah muda yang mencolok di bibirnya.

Lyra mempercepat langkah kakinya, mencoba menulikan telinga. Namun, sebuah langkah kaki yang berat dan berwibawa mendadak berhenti tepat di hadapannya, menghalangi jalan sepi menuju taman belakang.

Aroma amberwood yang mewah dan hangat seketika mengunci indra penciuman Lyra.

"Kenapa berjalan menunduk seperti itu, Lyra?" tanya Elian Gava Alaric dengan suara baritonnya yang berat. Pemuda itu berdiri tegak dengan postur tubuhnya yang jangkung, mengenakan jas seragam SMA Gava yang disetrika sangat rapi. Rambut hitamnya yang legam sedikit bergerak ditiup angin taman, menampilkan sepasang manik mata elang yang menawan namun menyimpan kegelapan yang pekat.

"Elian..." gumam Lyra terkejut. Wajah manisnya seketika merona merah jambu karena canggung, sementara tangannya refleks membetulkan letak kacamata bulatnya yang melorot. "Enggak ada apa-apa kok. Aku cuma mau ke taman."

"Wajahmu terlihat cemas. Apa anak-anak di kelasmu mengatakan sesuatu yang buruk?" tanya Elian lembut, sengaja memasang raut wajah penuh kepedulian sebuah topeng pangeran penolong (Savior Complex) yang sangat sempurna untuk menjebak logika Lyra.

"Enggak, mereka gak bilang apa-apa," sahut Lyra berbohong, matanya bergerak gelisah, tidak berani menatap langsung ke dalam netra hitam jelaga Elian yang terlalu menekan.

"Jangan berbohong padaku, Lyra. Di sekolah ini, tidak ada satu pun hal yang bisa disembunyikan dariku," ucap Elian dengan nada suara yang merendah, sangat lambat namun sarat akan dominasi. Ia melangkah satu tindakan lebih dekat, membuat jarak di antara mereka terkikis habis, memaksa aroma amberwood miliknya mendominasi seluruh kesadaran Lyra.

Lyra merasakan dadanya berdebar aneh. Logikanya yang polos mulai merasa terintimidasi oleh perhatian intens dari anak donatur terbesar ini. "Aku... aku cuma merasa agak asing aja di sini. Semua orang kelihatan sangat sempurna dan kaya, sedangkan aku..."

"Kamu tidak perlu memikirkan mereka," potong Elian cepat. Jari-jemari tangannya yang putih bersih dan dingin perlahan terangkat, menyentuh dagu Lyra dengan gerakan yang teramat pelan namun mencengkeram kuat, memaksa gadis itu untuk menatap lurus ke matanya. "Ingat kata-kataku, Lyra. Di sekolah ini, satu-satunya orang yang aman untukmu adalah aku. Hanya aku yang bisa menjagamu dari mereka."

Lyra membeku di tempatnya. Kalimat itu terdengar seperti sebuah janji manis yang menenangkan, namun jika dicermati lebih dalam, ada doktrin manipulatif (Gaslighting) yang sedang ditanamkan secara halus ke dalam otaknya. Elian sedang menanamkan pikiran bahwa dunia luar itu berbahaya dan hanya Elian-lah satu-satunya tempat berlindung yang valid.

"Kenapa... kamu baik banget sama aku, Elian?" tanya Lyra dengan suara yang bergetar pelan, sepasang mata cokelat jernihnya menatap penuh kebingungan dan kepolosan.

"Karena kamu berbeda, Lyra," sahut Elian dengan seulas senyuman tipis yang sangat menawan terukir di wajah rupawannya yang pucat. Kilat obsesi yang gelap berkelebat cepat di balik matanya saat ia melepaskan sentuhannya dari dagu Lyra. "Simpan ini. Jika terjadi sesuatu, datanglah ke ruang OSIS."

Elian menyerahkan sebuah saputangan kain sutra hitam yang sudah disemprot parfum amberwood miliknya ke atas telapak tangan Lyra. Setelah itu, ia berbalik dan berjalan pergi dengan langkah kaki tegap yang berwibawa, meninggalkan Lyra yang berdiri terpaku memandangi saputangan tersebut.

Lyra perlahan mendekatkan kain sutra itu ke hidungnya. Aroma amberwood yang hangat merasuk dalam, mulai membangun "jangkar sensorik palsu" di dalam benaknya. Tanpa disadarinya, setiap kali ia merasa cemas setelah hari ini, otaknya akan secara otomatis mengasosiasikan aroma milik Elian sebagai simbol keselamatan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!