NovelToon NovelToon
Why Did I Fall In Love With You

Why Did I Fall In Love With You

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:107
Nilai: 5
Nama Author: The Black

Kang Youngha seorang yang dulunya Direktur Muda Perusahaan Kang. Dia menikah dengan Jang Dohee, sosok perempuan yang dicintainya sedari dulu. Tiba-tiba, Kang Youngha melepaskan diri dari jabatan Direktur Muda. Dia mulai mengenal dunia militer dan masuk melalui Wajib Militer, di dunia militer nya Kang Youngha disegani banyak orang. Kali ini, dia benar-benar satu tim dengan teman-teman masa kecilnya yang sudah dianggap saudara. Di pertengahan tahun, dia mulai seperti hidup sendiri. Jang Dohee yang sudah tidak diajak berbicara semenjak Ayah Youngha sendiri berbuat hal yang tidak baik kepada keluarganya, Jang Dohee yang merasa kesal dan harus meluruskan ini selama pernikahannya yang sudah hampir menyentuh 5 tahun itu. Meski begitu, Dohee masih memperhatikan Youngha diam-diam dan mulai mengumpulkan semua aset untuk masa tuanya bersama suaminya. Di sisi lain, pria yang bernama Yoon Hain adalah teman masa kecil Kang Youngha. Mereka sudah seperti saudara kandung dan menyimpan banyak rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon The Black, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 : You

Hain mengusap air matanya dengan cepat, dia menaruh kedua tangannya di dalam saku. Haebin mengangkat tangannya lalu melambaikan dengan pelan, Hain sedikit terkejut. Dengan kerennya dia juga membalas lambaian tangan sedikit terkejut, mereka berdua saling tersenyum. Sion dan Raon menatap bingung,

“Shin Haebin” panggil Youngha tiba-tiba membuyarkan reuni kecil mereka,

“Iya?” jawab Haebin lalu melihat ke arah Youngha yang berdiri dari kursinya itu,

“Kenapa kau tahu jika Dohee dirawat disini?” tanya Youngha sambil memasukkan kedua tangannya di saku,

“Eh, karna... Eh bagaimana ya jelasinnya?” jawab Haebin bingung sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal itu.

Tiba-tiba ada juru makan serta perawat yang masuk ke dalam ruangan kamar Dohee, tak sempat menjawab, mereka langsung menyapa Haebin dengan sedikit membungkukkan badannya sopan,

“Nona Shin, anda juga disini ya?” tanya perawat itu sopan,

“Ha! Nona Presdire!” sapa juru makan itu dengan girang,

“Presdire?” tanya Youngha bingung,

“Sayang, jangan terkejut ya... Haebin yang mengirim Jieun pergi ke perumahan untuk merawat ku, karena Jieun dipercaya dan dokter hebat jadi Haebin menyuruhnya pergi, sebenarnya begitu…” jawab Dohee dengan lembut sambil memegang lengan tangan kiri Youngha,

“Benarkah? Astaga, Haebin... Maafkan aku, terima kasih atas kebaikan mu selama ini” ujar Youngha yang berterima kasih dengan sopan itu,

“Ahaha... Tidak, tidak apa-apa... Tak usah sungkan Kak Youngha, kita bukannya sudah kenalan lama ya?” jawab Haebin lalu diikuti tawanya yang manis.

Semenjak kejadian itu, Haebin di selimuti dengan cintanya yang benar-benar belum selesai. Selain itu, Haebin sering berkunjung ke rumah utama mereka semua usai dari perusahaan. Akhirnya Dohee menawarkan untuk pindah rumah di dekatnya agar lebih dekat ke kantor, Haebin memikirkan tawaran itu lagi. Dia masih belum memastikan, dia bimbang memutuskan itu. Ayahnya Haebin yang sekarang jadi Ayah Jieun juga sering menerornya, sampai pada akhirnya dia menyetujui tawaran Dohee dan bercerita kepada Dohee meminta solusi. Saat itu, Youngha membantu solusi dari permasalahan itu.

Sudah beberapa bulan, Hain tidak mengunjungi rumah utama. Karena hatinya sedih saat mendengarkan cerita tentang Haebin dari Youngha, sampai dimana Haebin masih singgah membantu Dohee untuk masak bersama serta merawat si kembar. Sore hari tiba, Youngha dan Hain datang kerumah utama. Hain yang wajahnya lesu itu tidak sengaja melihat Haebin yang di kuncir rambut panjangnya sambil memakai bando dan apron yang masih ada tubuhnya,

“Bin! Kau disini juga!” sapa Youngha senang,

“Hai” balas Haebin sambil sedikit melambaikan tangannya sopan,

Jieun yang sekonyong-konyong dari dapur itu membantu Hain membawakan tasnya. Tapi, dia menolak. Haebin yang tersenyum padanya, tapi dia menahan untuk tidak menawarkan bantuan kepada Hain. Kemudian mereka menyemprot spray anti kuman dan menggosok agar tidak bau rokok, setelah itu mereka berdua mencuci tangan serta kakinya. Youngha yang cepat sekali mengganti baju langsung berlari ke dapur menghampiri Dohee yang sedang memasak,

“Sayang, dimana si kembarku?” tanya Youngha sudah tidak sabar,

“Mereka sedang tidur” jawab Dohee yang berjalan ke arah Youngha,

“Ini basah ya? ASI mu sudah di pompa?” tanya Youngha sambil memegang baju Dohee,

“Sudah sayang, langsung di si kembar” jawab Dohee,

“Makasih cantikku” ujar Youngha sambil menempelkan keningnya di kening Dohee,

Usai dari dapur, Youngha langsung ke ruangan terbuka bayi mereka. Saat dilihat, Younghee yang masih bangun itu membuat Youngha menggendong. Dia membawa keluar Younghee dari ruangan. Dohee terkejut saat melihat Youngha menimang Younghee, sambil melihat arah luar jendela, Dohee tersenyum lembut dia merasakan ada hal yang berbeda dari Youngha. Dia sedang menjadi Ayah yang terbaik untuk putra-putri nya saat ini, Dohee kembali ke kamar untuk memompa ASI-nya.

Setelah tertidur, Youngha kembali menutup ruangan bayi. Dia pergi ke kamar, naik ke ranjang. Dohee melepas pompa ASI-nya lalu membuka pelukan, Youngha menaruh kepalanya di dada Dohee. Dohee langsung melingkarkan tangannya sampai di kening Youngha, dia mengelus kepala Youngha lalu mengecup kepala Youngha lembut. Youngha menaruh tangan kanan di atas perut Dohee, dia memejamkan kedua matanya.

“Sayang, mau main” ujar Youngha yang masih memejamkan mata itu di dada Dohee,

“Sabar ya sayang... 2 Minggu lagi ya...” jawab Dohee sambil mengelus kepala Youngha,

“Kamu kok makin cantik sih?” rayu Youngha yang bangun dari dada Dohee lalu menatapnya,

“Berkat kamu dan si kembar juga” jawab Dohee lembut,

“Hmm... Memang istriku yang terbaik” ucap Youngha lalu menaruh kepalanya lagi di dada Dohee sambil tersenyum tenang.

Dohee mengambil pompa ASI pelan-pelan yang ada di sampingnya, kemudian di pasang di sebelah kiri. Dia sambil mengelus kepala Youngha lembut, ternyata tertidur, Dohee menepuk lengan Youngha pelan seperti menenangkan, kemudian dia mengusap rambut Youngha. Setelah itu, Dohee menempelkan bibirnya di kepala Youngha sambil memejamkan kedua matanya. Malam tiba, suara tangisan Dongha dan Younghee membuatnya terbangun. Dohee terkejut, melihat Youngha yang sudah hilang dari pelukannya, pompanya sudah hilang dia terbaring di ranjang tanpa sadar.

Dia cepat-cepat turun dari ranjang dan mencari semua yang hilang, ternyata Youngha sudah siap siaga di sofa dan memberi makan si kembar dengan caranya. Dohee tersenyum lalu menghampirinya.

“Sayang, masih baru ya?” tanya Dohee dengan sedikit membisik lembut,

“Masih sayang, aku ambil tadi dari pompa yang kamu pakai” balas Youngha juga membisik,

“Oke sayang” ucap Dohee sambil mengacungkan jempol.

Kemudian dia pamit keatas untuk menghampiri Haebin di balkon yang ternyata belum tidur dan masih menyeruput secangkir kopi hangat. Dia memandangi lampu kota di malam hari yang sangat cantik,

“Hm... Lantai 3 memang juaranya untuk orang yang sedang jatuh cinta kembali ya?” ujar Dohee sambil menghampirinya,

“Hey Dohee... Masih belum tidur ya?” tanya Haebin yang melihat ke arahnya sambil tersenyum manis,

“Sudah, tadi si kembar menangis” jawab Dohee yang berdiri di sebelahnya,

“Wah, kenapa aku tidak tahu ya? Kalau mereka menangis” ujar Haebin agak panik,

“Tenang, sudah ada Kak Youngha” jawab Dohee santai,

“Oh, syukurlah kalau begitu” ucapnya,

“Kenapa? Jatuh cinta lagi ya?” tanya Dohee menyangga dagunya sambil menatap Haebin dengan wajah bimbang,

“Hm... Iya, tapi kali ini mustahil untuk kita kembali” jawab Haebin yang matanya sudah berkaca-kaca,

“Kenapa kalian tidak jujur? Menyatakan perasaan kembali?” tanya Dohee,

“Tidak mungkin, dia sudah ada Jieun. Aku barusan diperingati keras dengannya juga untuk tidak mendekati Hain” jawab Haebin sambil menatap Dohee dengan air matanya yang sudah mengalir,

“Bin-ku sayang” ujar Dohee lalu memeluk Haebin sangat erat,

“Kamu lihat sendiri? Bagaimana Jieun tadi memperhatikan Hain? Padahal jelas-jelas dia tidak suka kacang polong ada di nasinya, tapi kali ini aku tak sengaja menukar nasinya tanpa kacang. Dia langsung menegurku dengan berbisik” jawab Haebin yang menangis,

“Cup... Cup... Bin-ku sayang” ucap Dohee yang menenangkan,

“Untung saja kamu dengar itu Dohee, aku tidak tahu seberapa tak enaknya kamu dengan kejadian itu” ujar Haebin yang mengusap air matanya,

“Sayangku, hal itu tidak merugikanku. Justru aku senang saat mengetahui semua sifatnya” jawab Dohee,

“Aku tidak tahu membalas pesan Hain juga yang mendadak menyapa ini” ujar Haebin yang masih menangis itu,

“Hahaha... Astaga Bin-ku sayang” jawab Dohee sambil melepaskan pelukannya itu lalu diikuti tawa saat melihat Haebin menjadi polos,

“Bagaimana dia mengirim pesan kepadamu?” tanya Dohee,

“Ini” jawab Haebin yang menunjukkan pesan Hain.

Isi pesan Hain,

> “Hai Bin, sudah tidur ya?”

Dohee tertawa saat melihat Haebin yang sesenggukan menangis itu, kali ini dia lupa caranya mengobrol dengan pria. Semenjak hubungan mereka kandas, Haebin memutuskan untuk tidak mengenal cinta lagi. Dia akan tetap satu tujuan yaitu, Yoon Hain. Cinta itu bagi Haebin tak bisa terlupakan karena sudah termasuk lama, enam tahun berpacaran dan putus begitu saja. Dohee membantu Haebin balas pesan Hain, ternyata di balik pintu balkon ada Youngha yang mendengarkannya sedari tadi, dia sempat tersenyum saat mendengarkan Haebin menangis karena Hain mengirim pesan lagi setelah sekian lama.

Youngha dengan cepat meninggalkan mereka untuk melihat si kembar. Youngha mengirim pesan kepada Hain, dia cekikikan saat membaca pesan Hain. Dia memberitahu Hain jika Haebin menangis karena pesannya yang terlalu mendadak, Youngha juga menyuruh Hain untuk mengatakan cintanya kembali. Hain menyetujuinya, setelah mengatakan semua kepada Youngha. Dia juga menurut banyak dengan kata-katanya dan arahan yang diberikan Youngha, sampai akhirnya dia menaruh ponselnya di meja.

Dohee turun dari anak tangga dan menghampiri Youngha ternyata sudah menggendong si kembar lagi,

“Sudah tidur ya?” tanya Dohee,

“Belum sayang, mereka aktif sekali” jawab Youngha,

“Sini biar aku bantu dari Younghee dulu” ujar Dohee sambil mengambil Younghee,

“Sepertinya kamu pegang Dongha sayang, tadi Younghee tidak tidur” jawab Youngha,

“Benarkah? Ya ampun untung kamu tadi liat sayang” ujar Dohee,

“Iya sayang, tak apa aku sekalian lihat tadi... Ternyata mirip aku semua ya hahaha” jawab Youngha diikuti tawa kecil puasnya,

“Harus, siapa yang suka main duluan” ucap Dohee sambil mendekatkan wajahnya ke Youngha,

“Aku” jawab Youngha lalu mengecup bibir Dohee,

Dohee tersenyum dan mengambil Dongha, mereka membawa ke dalam kamar untuk mencoba menidurkan. Setelah mereka tidur, Youngha dan Dohee menghabiskan waktu bersama sambil makan ramen. Dohee bercerita tentang hari ini, begitu juga dengan Youngha yang hari ini dia menghukum banyak personil karena tidak tertib termasuk satu kompi Dain. Sebenarnya Youngha juga kasihan dengan adiknya itu, tetapi satu orang angkatannya melakukan kesalahan jadi satu kompi harus melakukan hukuman. Youngha juga menceritakan tentang kantor baru pribadinya, lalu Dohee tak kendor memberikan support kepada suaminya .

“Sayang, kalau aku balik ke kantor kamu setuju?” tanya Dohee, sambil memegang lengan tangan kanannya,

“Hm... Setuju, kalau memang ada giat disana boleh... Kalau tidak ada giat jangan pergi, kantor di kota terlalu jauh” jawab Youngha sambil memegang kedua pipi Dohee,

“Kalau semisal, aset yang baru diambil Jungha itu sebagian beli saham di sekolah yang kawasan militer disini bagaimana? Kamu setuju? Jadi nanti kantornya juga di daerah sini” ujar Dohee menawar,

“Kalau semisal kita beli sekolah Hanshin, pasti kepala sekolahnya di ganti kan?” tanya Youngha,

“Iya ganti sayang, tapi di kompleks ini kan belum sepenuhnya penuh dengan rumah, jadi kompleks yang belum penuh itu aku beli untuk investasi dengan Presdire agen properti” jawab Dohee,

“Presdire? Di kompleks sini? Namanya siapa sayang?” tanya Youngha penasaran,

“Presdire Shin Han Gu” jawab Dohee polos,

“Laksamana Pertama Shin?!” tanya Youngha terkejut sampai beranjak dari kursinya,

Tiba-tiba ponsel Youngha berdering, mereka langsung menatap ke arah ponsel itu. Youngha mengintip yang ternyata pas sekali Laksamana Pertama Shin Han Gu, dia menelan ludahnya dan mengangkat telfon.

“Siap, mohon izin” ucap Youngha mode tentara, “Siap, masih belum. Mohon izin” jawab Youngha menjawab lagi,

Kemudian Dohee hanya duduk sambil menatap Youngha yang mengangkat telfon itu, setelah selesai Youngha lemas lalu duduk di kursi dengan wajah masih histeris,

“Sayang, kapan kamu tanda tangan kontrak dengan Presdire Shin?” tanya Youngha,

“Seminggu yang lalu?” jawab Dohee bertanya kembali sambil mengingatnya,

“Bagaimana kamu bisa kenal dengan beliau?” tanya Youngha,

“Hmm... Sebenarnya Nyonya Shin yang mengundangku ke rumahnya, aku pikir itu dekat dari sini dan aku datang ternyata saat datang hanya ada aku seorang diri orang sipil tapi disana ada Dain dan Yuna juga sih... Ternyata Presdire yang menghubungi kartu namaku juga dan aku tidak tahu itu, lebih bertanya-tanya lagi kenapa disana ada Dain dan Yuna... Pikirku kelihatannya mereka menelfon kantor lalu di sambungkan dengan Manager Lee” jawab Dohee dengan sedikit bercerita kejadian itu,

“Sayang, hah... Kamu selalu membuat kejutan kepadaku” ujar Youngha terharu,

“Ada apa sayang?” tanya Dohee agak panik,

“Besok, divisi kita pasti banyak pujian di markas” jawab Youngha,

“Sayang, itu bagus sekali!” ucap Dohee senang sambil memegang kedua pundak Youngha yang bidang itu,

“Terima kasih sayangku” jawab Youngha lalu mengecup kening Dohee sangat lama.

Malam itu, menjadi salah satu malam yang bermakna bagi Youngha. Dia berdoa kepada tuhan, di sisi lain berdoa dia juga menatap langit malam seolah-olah bercerita kepada Ibunya yang lama sudah tiada. Dia bersumpah tidak akan salah memilih Jang Dohee sebagai istrinya, di saat itu juga dia menghubungi toko perhiasan satu-satunya yang dia pegang. Dia memesan perhiasan yang paling cantik dengan berlian mahal, dia mengirim desain yang dia buat untuk di jadikan barang berharga untuk istrinya. Selain itu, Youngha langsung mengumumkan berita nya di grup tidak resmi yang hanya ada Hain, Raon dan Sion tanpa ada personil tambahan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!