mantan tim keamanan negara yang bernama Darren mengundurkan diri tinggal ditengah hutan, dirinya dikabarkan oleh sahabatnya bahwa presiden hilang. akhirnya Darren dan tim khusus dibawah naungan Samuel menyusun rencana untuk membebaskan presiden Roland dari jeratan musuh. masalah cinta, konspirasi, serta manipulasi diungkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
the return of Mr Darren
...Anak buah Patrick yang lain menyeret Clara masuk kembali ke gudang, memborgol tangan serta mengikat kaki Clara dengan tali yang lebih besar dan kuat dari sebelumnya, tak lupa mereka juga menginjak ponsel Clara hingga layar ponselnya pecah....
...Ditengah perjalanan menuju cafe Madona, Darren membuka pesan singkat yang berada di ponselnya “hotel Sanur no. 657”....
...“Kita ke hotel Sanur sekarang pak” perintah Darren kepada bapak sopir agar berbelok arah ke hotel Sanur....
...“Loh bukannya kita mau ke cafe Madona pak bertemu dengan nyonya Jesy” ucap Sean penasaran....
...“Memang kita mau bertemu dengannya namun di hotel, siap siap kamera belakang mu berfungsi untuk pertunjukan nanti” ucap Darren melihat pemandangan diluar taksi....
...Alisa yang menyebarkan selebaran orang hilang kepada orang-orang yang melintas terpaksa berhenti karena kecapekan, dirinya duduk di kursi taman mengatur nafasnya. “Oma gak apa apa?” Tanya lylya dengan polosnya....
...“Oma gak apa apa, sudah menjelang malam lebih baik kita pulang yuk!! Kita nunggu mama dirumah siapa tahu malam ini mama pulang, kalau sampai besok mama tidak pulang Oma dan lylya ke kantor polisi untuk melapor mama yang hilang” ucap Alisa sambil merangkul cucunya....
...“Baik Oma”....
...“Anak yang baik” ucap Alisa memeluk cucunya....
...“dimana kamu sebenarnya Ra? Kita mengkhawatirkan kamu terlebih lylya” ucap Alisa dalam hati....
...Alisa menggandeng tangan lylya menuju rumahnya dengan membawa kertas selebaran yang belum di sebar....
...Patrick menemui anak buah nya yang ahli IT, “gimana sudah dapat informasi tentang Darren?” Tanya Patrick....
...“Belum bos, data tentang Darren seperti disembunyikan tapi akan aku coba lagi untuk melacaknya”....
...“Yang aku butuhkan saat ini nomer ponselnya agar aku bisa menghubungi dan mengancamnya” ucap Patrick membalikkan badan keluar ruangan....
...“Malam ini harus sudah kelacak” sahut Patrick lagi sambil menutup pintu ruangan dan pergi....
...Di lobby hotel Sanur Darren dan Sean turun, mereka memasuki hotel menuju lift untuk naik ke lantai atas. Darren mengambil baju tanpa sepengetahuan petugas hotel (sebuah rak laundry yang berjalan), baju itu dikasihkannya ke Sean agar mengganti bajunya dengan baju tanpa identitas “ganti baju” ucap Darren sambil menutup pintu lift....
...Setelah lift sampai di lantai paling atas, Darren dan Sean keluar. Sean membuang baju yang sebelumnya dipakai ke dalam tong sampah, “kamu pakai ini” ucap Darren memberikan earphone kepada Sean....
...Darren mengetuk pintu kamar hotel, “masuk aja” ucap Jesy....
...Darren yang masuk melihat setiap sudut kamar namun tak ada orang, “aku dikamar mandi” ucap Jesy....
...“Oh ya sudah aku keluar” ucap Darren sambil meletakkan kamera tersembunyi dibalik vas bunga yang berada di atas meja....
...“Gak perlu” ucap Jesy keluar dari kamar mandi yang masih menggunakan piyama handuk....
...Darren yang melihat Jesy memakai piyama handuk langsung sungkan bahkan enggan menatap Jesy, “lebih baik kamu pakai baju sekarang” ucap Darren....
...“Kenapa? Kamu tergoda” ucap Jesy menatap wajah Darren dan mengelus dada Darren....
...“ingat statusmu”....
...Jesy yang kesal langsung duduk dan mengeluarkan sebatang rokok, “aku gak peduli dengan status nyonya Alexo”....
...“Kenapa kamu gak mencoba untuk merayu Alexo lagi?”....
...“Untuk apa? Alexo orang yang licik sedangkan aku? Aku bukan wanita munafik yang haus kasih sayang hanya dengan satu pria, bertahun-tahun aku memendam rasa sakit hati bahkan anak yang dikandung ku dulu gak ada juga karena Alexo” ucap Jesy mematikan rokoknya di asbak....
...Jesy beranjak dari tempat duduknya lalu mengambil dua laporan yang tersimpan di laci, “yang satu laporan hasil tes DNA antara Sintia, Selena dan Alexo. Aku sudah menduga sebelumnya kalau Sintia anak mereka (ucap Jesy sambil tersenyum tipis) sedangkan laporan yang kedua ini laporan yang kamu minta. Aku kasih kamu hasil tes DNA mereka ya suatu saat nanti bakal berguna untuk kamu”....
...“Bagaimana kamu bisa tes DNA mereka?”....
...“Sangat mudah bagiku” ucap Jesy sambil mengingat beberapa Minggu yang lalu dirinya mengambil rambut Alexo dari kamar dengan bantuan pelayan rumah. Begitu juga dengan rambut Sintia dan Selena, dia membayar pelayan rumah Selena untuk mengambil rambut mereka....