NovelToon NovelToon
Sang Kaisar Abadi Yang Terlahir Kembali

Sang Kaisar Abadi Yang Terlahir Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Seorang Kaisar Abadi yang berkuasa dan ditakuti di seluruh alam semesta dikhianati dan dibunuh oleh orang-orang terdekatnya. Namun, alih-alih jiwanya hancur, ia terbangun kembali sebagai seorang pemuda tak berguna di sebuah klan kecil yang hampir punah, ribuan tahun di masa depan. Dengan semua ingatan dan pengetahuannya yang luas dari kehidupan sebelumnya, ia memulai kembali perjalanan kultivasinya. Kali ini, ia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Panggilan dari Kedalaman

Raungan itu menggema di antara lembah dan bukit, memantul dari dinding-dinding batu purba yang telah menyaksikan ribuan tahun sejarah Hutan Timur. Arga membuka matanya, menghentikan meditasinya. Suara itu bukan sekadar suara binatang buas. Ada tekanan di dalamnya—tekanan spiritual yang hanya dimiliki oleh monster yang telah melampaui batas alamiah mereka.

Monster Tingkat Raja.

Jantungnya berdetak lebih cepat. Bukan karena takut—meski rasa takut adalah respons yang wajar—melainkan karena antisipasi. Inilah yang ia butuhkan. Inti Monster Tingkat Raja adalah katalis untuk transformasi Benang Perak menjadi Benang Emas. Tanpa itu, kultivasinya akan mentok di sembilan ruas jari.

Tapi ada masalah besar: ia terluka, sendirian, dan kekuatannya saat ini bahkan tidak cukup untuk melawan monster setara ranah Pondasi, apalagi monster setara Inti Emas.

Satu langkah pada satu waktu. Arga bangkit, menahan rasa sakit di tulang rusuknya. Pertama, aku harus menemukan monster itu. Mempelajarinya. Mencari kelemahannya.

Ia keluar dari gua kecilnya. Fajar sudah menyingsing, tapi di kedalaman hutan ini, cahaya matahari hanya berupa berkas-berkas tipis yang menembus kanopi raksasa. Udara pagi lembap dan dingin, membawa aroma tanah basah bercampur sesuatu yang lebih tajam—bau monster.

Raungan itu terdengar lagi, kali ini lebih dekat. Arga menentukan arahnya: timur laut, di balik punggungan bukit yang ditumbuhi pepohonan raksasa dengan akar-akar yang mencuat seperti ular membatu.

Di sana.

Ia mulai bergerak dengan Langkah Bayangan Bulan. Gerakannya lebih lambat dari biasanya—tulang rusuknya membatasi setiap tarikan napas dalam—tapi cukup senyap. Ia melewati batang-batang pohon tumbang yang dipenuhi lumut, melompati sungai kecil berair hitam, dan mendaki lereng bukit yang licin.

Semakin ia mendekat, semakin kuat tekanan energi di udara. Ini bukan Qi biasa. Ini adalah aura liar yang hanya dimiliki oleh makhluk yang telah hidup ratusan tahun dan memangsa ribuan kultivator.

Ini gila, pikirnya. Aku berjalan menuju kematianku sendiri.

Tapi ia terus melangkah. Karena di balik semua kegilaan ini, ada secercah harapan. Tanpa lompatan besar, ia akan selamanya menjadi buruan Arman dan Baskara. Ia akan selamanya hidup dalam bayang-bayang.

Dan ia sudah terlalu lama hidup dalam bayang-bayang. Baik di kehidupan ini maupun kehidupan sebelumnya.

---

Setelah satu jam mendaki, ia tiba di puncak punggungan. Dari sini, ia bisa melihat lembah di bawahnya—sebuah cekungan raksasa yang dikelilingi tebing-tebing batu, seolah alam sengaja menciptakan arena alami.

Dan di tengah lembah itu, ia melihatnya.

Sosok itu sedang tidur. Tubuhnya sebesar rumah bangsawan, tertutup sisik hitam yang memantulkan cahaya pagi dengan kilau metalik. Empat sayap besar terlipat di punggungnya, masing-masing selebar tiga rentangan tangan orang dewasa. Kepalanya seperti ular, dengan dua tanduk melengkung ke belakang. Ekornya yang panjang dan berduri berayun pelan dalam tidurnya.

Naga Bumi Bersayap Empat.

Arga menahan napas. Dalam ingatannya sebagai Kaisar Langit, ia pernah membaca tentang monster ini. Mereka adalah keturunan jauh dari Naga Sejati, penguasa hutan-hutan kuno. Kekuatannya setara dengan kultivator ranah Inti Emas tahap akhir. Kulitnya kebal terhadap sebagian besar senjata biasa. Napasnya bisa melelehkan batu.

Dan di dalam dadanya, tersimpan Inti Monster Tingkat Raja yang ia butuhkan.

Bagaimana cara membunuh makhluk seperti ini?

Jawabannya sederhana: tidak bisa. Tidak dengan kekuatannya saat ini. Bahkan jika ia sudah mencapai Benang Emas sekalipun, Naga Bumi Bersayap Empat bukanlah lawan yang sebanding.

Tapi ia tidak perlu membunuhnya. Ia hanya perlu mendapatkan intinya. Dan untuk itu, ada cara lain.

Arga teringat sebuah teknik kuno yang pernah ia pelajari di kehidupan sebelumnya—bukan sebagai Kaisar Langit, melainkan saat ia masih menjadi kultivator muda yang haus pengetahuan. Teknik Pencurian Inti Diam. Sebuah metode untuk mengambil inti monster tanpa harus membunuhnya, dengan syarat monster itu dalam keadaan tidak sadar atau terluka parah.

Tapi teknik itu butuh waktu. Dan presisi. Satu kesalahan, dan monster itu akan bangun.

Ia mengamati Naga Bumi yang tidur. Dadanya naik-turun dengan ritme lambat. Dari posisinya di punggungan, Arga bisa melihat titik lemah monster itu: celah di antara sisik-sisik di bagian bawah lehernya. Di situlah intinya berada.

Jika aku bisa menyelinap ke sana...

Tapi sebelum ia sempat merencanakan lebih jauh, sesuatu mengalihkan perhatiannya.

Gerakan di sisi lain lembah. Bukan binatang. Manusia.

Tiga sosok muncul dari balik pepohonan di tebing seberang. Mereka mengenakan jubah hitam yang menutupi seluruh tubuh, hanya menyisakan mata mereka yang terlihat. Di tangan mereka, senjata-senjata aneh—bukan pedang atau tombak biasa, melainkan semacam tongkat pendek dengan kristal berwarna merah di ujungnya.

Pemburu inti monster.

Arga mengenali jenis mereka. Di dunia kultivasi, ada kelompok-kelompok khusus yang berburu monster tingkat tinggi untuk diambil intinya. Mereka bukan kultivator biasa—mereka adalah pemburu profesional yang menggunakan alat-alat khusus dan bekerja dalam tim.

Tiga pemburu itu mulai bergerak turun ke lembah. Gerakan mereka hati-hati, terlatih. Mereka jelas sudah sering melakukan ini. Salah satu dari mereka—yang tampaknya pemimpin—memberi isyarat tangan, dan dua lainnya menyebar ke posisi berbeda.

Arga memperhatikan dengan saksama. Mereka akan mencoba membunuh Naga itu. Atau setidaknya melumpuhkannya.

Ini adalah kesempatan. Jika para pemburu itu berhasil melukai Naga Bumi, monster itu akan lemah. Dan saat itulah ia bisa menggunakan Teknik Pencurian Inti Diam.

Tapi ada risiko besar. Jika para pemburu itu berhasil membunuh Naga dan mengambil intinya, Arga akan kehilangan kesempatannya. Jika mereka gagal dan Naga bangun dalam kemarahan, semua orang di lembah itu—termasuk Arga—akan mati.

Aku harus siap untuk kedua kemungkinan.

Ia mulai bergerak turun dari punggungan, mencari posisi yang lebih dekat tapi tetap tersembunyi. Langkah Bayangan Bulan membuat gerakannya nyaris tak terdengar di antara semak-semak.

Sementara itu, para pemburu sudah mencapai dasar lembah. Pemimpin mereka mengeluarkan sesuatu dari tasnya—sebuah bola kristal seukuran kepalan tangan, berwarna ungu gelap. Ia meletakkannya di tanah dan mulai melantunkan mantra pelan.

Mantra tidur. Mereka ingin memastikan Naga itu tidak bangun.

Arga mencapai posisi barunya: sebuah celah di antara dua batu besar, sekitar tiga puluh meter dari Naga yang tidur. Dari sini, ia bisa melihat semuanya dengan jelas.

Pemimpin pemburu menyelesaikan mantranya. Bola kristal itu memancarkan cahaya ungu lembut yang merayap seperti kabut menuju Naga Bumi. Monster itu mengerang dalam tidurnya, tapi tidak bangun.

Berhasil.

Dua pemburu lainnya mulai mendekati Naga. Mereka membawa tongkat-tongkat dengan kristal merah—semacam senjata peledak, mungkin. Mereka bergerak ke arah kepala Naga, mengincar mata.

Arga menahan napas. Mereka akan melumpuhkannya dulu. Lalu mengambil intinya.

Tapi saat salah satu pemburu mengangkat tongkatnya, sesuatu terjadi.

Naga Bumi membuka matanya.

Bukan karena mantra tidurnya gagal. Tapi karena monster itu tidak pernah benar-benar tidur. Ia hanya menunggu.

Raungan mengerikan memecah keheningan lembah. Ekor Naga yang berduri menyapu ke samping, mengenai salah satu pemburu dan melemparkannya ke dinding tebing seperti boneka kain.

"DIA BANGUN! SERANG! SERANG!" teriak pemimpin pemburu.

Tongkat-tongkat kristal merah itu diaktifkan, memancarkan sinar energi ke arah Naga. Tapi sisik hitam monster itu menyerap sebagian besar serangan, hanya menyisakan goresan-goresan kecil.

Naga itu bangkit sepenuhnya. Empat sayapnya mengembang, menciptakan angin kencang yang menerpa seluruh lembah. Arga harus mencengkeram batu agar tidak terpental.

Ini tidak baik.

Naga Bumi membuka mulutnya, dan dari dalam tenggorokannya, cahaya oranye mulai berkumpul.

Napas Api Bumi. Ini akan menghanguskan seluruh lembah.

Arga mengaktifkan Perisai Langit Kesepuluh. Ia tidak punya pilihan lain. Energi Benang Perak-nya terkuras, perisai perak keunguan muncul di sekujur tubuhnya.

Dan saat napas api itu menyembur, membakar segala sesuatu di lembah, Arga berdiri di balik perisainya yang berkedip-kedip.

Tiga detik. Hanya tiga detik.

Tapi itu cukup untuk menyelamatkannya dari kematian instan.

Saat api mereda, lembah itu berubah menjadi neraka. Pohon-pohon hangus, batu-batu meleleh, dan dua pemburu tergeletak tak bergerak. Hanya pemimpin mereka yang masih berdiri, bersembunyi di balik formasi pelindung yang mulai retak.

Naga Bumi meraung, lalu berbalik dan berjalan kembali ke tengah lembah. Entah kenapa, ia tidak menghabisi mereka. Seolah manusia-manusia ini terlalu remeh untuk diperhatikan.

Arga menurunkan perisainya. Tubuhnya gemetar, Benang Perak-nya hampir kosong. Tapi ia selamat.

Dan saat ia menatap Naga Bumi yang kembali berbaring, sebuah ide gila muncul di benaknya.

Monster itu terluka. Tidak parah, tapi cukup. Dan ia menganggap ancaman sudah berakhir.

Mungkin... mungkin ini saatnya.

1
Mommy Dza
Lanjut💪
Mommy Dza
Tetap semangat Arga 💪
Mommy Dza
Cara memperkuat segel adalah
Mommy Dza
Bravo Arga 👍💪
BlueHeaven
Sekelas Penguasa Tertinggi kok sampe nggak tau sih, apalagi setetes demi setetes tiap harinya
MyOne
Ⓜ️👣👣👣Ⓜ️
Mommy Dza
Arga kembali 💪
Mommy Dza
Arga mau dimangsa 🥹 haddehh
hancurkan dia Arga
Mommy Dza
Memperbarui segel dan mengurung pemangsa 💪
Mommy Dza
Arga semakin kuat 💪
Mommy Dza
Nasib apa yg menunggunya 🥹
Mommy Dza
Lanjut thor
Mommy Dza
Wah ketemu pecahan kedua yah 💪
Mommy Dza
Siapa lagi yg muncul /Smug/
Mommy Dza
Bunuh dia Arga 💪
Mommy Dza
Deg degan aku Thor 😁
Lanjutt
Mommy Dza
Mungkin ini saatnya 💪
Mommy Dza
Semoga lekas sembuh 🤲
Mommy Dza
Maju Arga 💪
Mommy Dza
Kita baru saja mulai 💪🥹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!