NovelToon NovelToon
Demi Sumpah Dan Cinta Matiku

Demi Sumpah Dan Cinta Matiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mafia / Cintapertama
Popularitas:63
Nilai: 5
Nama Author: Shelly Husein

Laki-laki hanya mencintai satu kali, sisanya hanya menjalani hidup. Ada yang mengatakan seperti itu. Damien tidak tau apakah itu benar, namun perjalanan hidupnya kali ini benar-benar diluar prediksi dan rencana.
Dia kehilangan istri dan keluarga kecilnya juga terancam pecah, namun di saat yang hampir bersamaan, ternyata semua bencana yang dia alami mengantarkan dia bertemu kembali ke sosok wanita yang dulu sangat dia idam-idamkan sepenuh jiwanya untuk menjadi pasangan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shelly Husein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Laporan Penemuan

Dan setelah mengamati sebentar kepergian Suci dan Adam, Tania kembali menghampiri Ibu Danu yang saat ini sudah berdiri tegak.

“Ayo ibu, ikut saya.. “ suara Tania terdengar sedikit bergetar . Ibu Danu hanya diam sambil mengikuti langkah kaki tergesa Tania, yang langsung menuju ke arah semak-semak dimana Tania dan Adam baru saja keluar.

Dan setelah beberapa saat, mereka berdua sampai di semak belakang tempat terakhir Tania berada, dan sambil mengangkat tangan kanannya yang sedikit bergetar, Tania menunjuk ke arah dimana terlihat ‘manekin’ itu tergeletak.

Ibu Danu mengernyitkan alisnya, memperjelas pandangannya, setelah mengamati beberapa saat, dia berjalan lebih maju lagi, mendekati ‘manekin’ tersebut.

Tercium aroma tidak sedap yang menguar dari sekeliling tempat itu.

Ibu Danu kembali berjalan ke belakang,menghampiri Tania yang terlihat tegang.

“ Tania, bisa telpon suami kamu ?” saat itu juga suara Ibu Danu terdengar serius dan mendesak.

Tania hanya mengangguk. “Telpon suami kamu, katakan kepada nya agar datang kan salah satu anggota nya kesini, lebih baik lagi dia ikut juga. Ada suspek kejadian kriminal disini”.

Tania masih mengangguk, dan Ibu Danu melangkah ke arah Tania sambil terus berkata.” Kita harus keluar dari sini, jangan sentuh, pindahkan apapun, ayo cepat !!” perintah Ibu Danu.

Bersama-sama mereka berdua keluar dengan cepat dari lingkungan semak belukar dangkal disana, dan setelah keluar dari sana, Tania langsung mengeluarkan ponselnya yang berada di saku luar samping kanan bajunya. Dia memencet ikon telpon yang setelah beberapa saat kemudian, terdengar bunyi panggilan telpon berlangsung. Tania menghubungi suaminya, Bukhori yang sedang pergi dinas sejak kemarin.

Bab 15.

 

Bukhori tampak bersantai di warung kopi sederhana di pinggir jalan kampung yang tidak terlalu rata, dengan kerikil² besar bercampur aspal yang terkelupas  di beberapa bagian jalan kampung yang cukup lebar, bersama 1 orang rekan dan 1 komandan nya. Sambil menyeruput kopi hitam yang di sediakan, dia berbincang- bintang dengan pemilik warung tersebut.

“Tiap hari panas begini ya pak, disini ? “ tanya Bukhori santai. “Biasa pak, lagi musim kemarau.” Jawab sang pemilik pendek , namun mencoba untuk ramah. “ Iya ya, sekarang musim kemarau”. Jawab Bukhori ,

” Bapak darimana ya pak ? “ sang pemilik warung bertanya.

“Dari luar pak, mo jemput kerabat.” Jawab Bukhori santai.

“Oh, namanya siapa pak ?”

“Saya sih manggil nya Ones pak,” jawab Bukhori lagi.

“Ones ?? Belum pernah denger saya “ jawab sang pemilik dengan bingung.

Bukhori hanya tersenyum, juga komandan nya yang sedang merokok .

Tiba-tiba hapenya bergetar, lalu Bukhori sambil mengambil gorengan pisang tepung yang juga dijual di warung itu , meraih hapenya yang bergetar  di dalam kantong celana nya lalu mengecek layar hape tersebut.

Dari istrinya, Tania.

Dia membiarkan hapenya bergetar beberapa kali, lalu berhenti.

Tak lama ada notifikasi WA masuk, dari istrinya, dan dia membukanya .

Dalam pesan yang dikirimkan, ada titik lokasi Gmaps dan pesan :

Ada mayat disini. Tolong dicek.

Bukhori mengerutkan kening nya.

Dia langsung mengetuk titik lokasi yang dibagikan, lalu meneliti benar-benar daerahnya. Perumahan Asri Kencana, tepat di daerah tempat Taman Kanak-kanak dimana istrinya bekerja.

‘Fotoin ya’ , balas Bukhori cepat.

Dalam beberapa saat, pesan yang dia kirimkan langsung terbaca. ‘bentar’ jawab pesan istrinya .

Bukhori menunggu , sambil terus mengunyah dia mengawasi ujung jalan  seberang warung kopi tempat dia bersantai. Sementara kepala team nya , Bramantio,   tampak mengecek hapenya sekilas, sambil berdiri disamping mobil mereka.

Setelah beberapa menit , muncul getaran di hape Bukhori, yang kemudian dibuka untuk di cek. Terlihat istrinya telah mengirimkan beberapa foto digital, yang langsung dilihat dengan lebih teliti  oleh Bukhori.

Ada 6 gambar yang dikirimkan, semua berfokus kepada bentuk yang terlihat seperti seonggok tubuh yang tergeletak di dasar tanah berumput tinggi dan lebat, membentuk alur tidak teratur berbentuk seperti tubuh manusia yang sedang berbaring. Selain mengirimkan foto digital, sang istri juga mengirimkan shareloc dimana posisi tubuh berada.

Dia meneliti satu persatu foto digital tersebut, jantung nya berdetak lebih cepat.  Setelah yakin, diapun mengirimkan foto-foto itu ke nomor seluler kepala team nya, Bramantio.

‘Lapor komandan, ada dugaan 1 Bandeng di perumahan Bekasi’.

Bramantio , yang sedang memeriks seluler nya, tampak mengecek pesan yang masuk dengan muka datar. Tak lama terkirim jawaban ke seluler Ori.

‘Lapor ke pusat’. Itu jawaban sang komandan.

Bukhori mengangguk singkat. Hampir bersamaan dengan adanya pesan susulan dari sang komandan kembali  , ‘DPO sudah terlihat ‘.

Bukhori menegakkan kepalanya, memasukkan hapenya lalu berdiri menghampiri sang pemilik warung. “Berapa semuanya pak?” Tanyanya . “ Oh..20 ribu Bang..”jawab sang pemilik toko sedikit terkejut

 

.”Jadi bang, ketemu sama Onesnya ?  “ Tanya sang pemilik warung sambil meraih uang yang diangsurkan Ori ke depan tubuhnya. Bukhori hanya tersenyum sambil berjalan santai menuju mobil yang sedang diparkir, sementara sang komandan sudah masuk terlebih dahulu ke dalam mobil.

Setelah masuk dan duduk di posisi pengemudi, dia kembali membalas pesan dari istrinya. Bukhori mengirimkan kontak WA dengan instruksi .

‘lapor ke nomor ini, minta mereka datang ke tempat kamu ya Mah’. Ketik Bukhori cepat  dan langsung mengirimkan nya sekaligus.

Lalu dia beralih mengetuk nomor kontak yang baru saja dia kirimkan ke istrinya. Dia mengirimkan pesan ‘Ada Bandeng 1 di sini, tolong dicek. Laporan menyusul ‘ sambil sekaligus mengirimkan foto-foto digital dan gMaps yang sudah ada.

Sementara sang komandan kali ini menelpon seseorang, lalu setelah menunggu tersambung, sang komandan menjawab kalimat Halo dari seseorang dari selular nya. “jaga jangan sampai hilang “. Lalu menoleh ke arah Bukhori.

“Sudah lapor?” tanya nya serius. “Sudah , komandan “ jawab Bukhori pendek. Sang komandan mengangguk sambil mengatur letak Beceng yang dia selipkan di pinggang kanannya.

“Kita menuju target , sampai selesai... lalu kita pergi ke lokasi Bandeng .  “ ujar sang Komandan. Bukhori mengangguk sambil menjawab “Siap 86, komandan  !” dan menyalakan mesin mobil., Lalu mulai melajukan mobil yang dia kemudikan untuk bergerak ke arah  jalan  kampung tersebut.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!