Alvero Reynaldi Pewaris Kerajaan bisnis sang daddy sekaligus mewarisi kepemimpinan mafia Black Wolf
Nadila Nurtan Zillia di jual oleh paman nya untuk menanam modal untuk perusahaan Nurtan Group
bagaimana jika mereka tidak sengaja menghabiskan malam bersama yang menumbuhkan benih di rahim nadila
dan bagaimana kisah mereka setelah malam itu!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arn20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AGSM 14
"tidak dila, justru daddy kandung vino orang yang sangat bertanggung jawab apalagi keluarga nya, mungkin setelah malam itu vero terus mencari mu!", ucap bibi alicia
"jangan beri tahu keberadaan vino pada mereka! biar daddy vino sendiri yang mencari keberadaan vino", seru nadila
"baik dila bibi mengerti!", jawab bibi
sedangkan di mansion keluarga Morigan, tuan arka sedang menghubungi arsen
"apa kau tidak tau jika disini malam hari", seru arsen di seberang telepon yang baru saja terbangun akibat terganggu suara telepon
"maaf kawan! tapi ini sangat penting!", ucap arka
"memang nya ada apa? jika tidak penting awas saja", ucap arsen
"lihat ini", arka mulai mengalihkan menjadi video call dan di arahkan pada vino
"apa kau mengenal nya ar?", ucap arka sebari tersenyum
di sebrang sana arsen tertegun melihat seorang bocah kecil yang persis seperti vero sewaktu kecil
"mom bangun mom", seru arsen membangunkan aurora
"ada apa sayang ini sudah malam! aku mengantuk!", jawab aurora dengan malas
"penting mom! aku melihat vero versi kecil", ucap arsen yang membuat aurora seketika bangun
"apa sayang? vero versi kecil? dimana?", ucap aurora memborong pertanyaan
kemudian vero memperlihatkan layar handphone nya dan aurora pun tertegun melihat nya
"sayang kenapa vero jadi kecil begini?", tanya aurora setengah sadar
"sayang ini bukan vero", ucap arsen
"lalu siapa anak kecil ini? kenapa mirip sekali dengan vero?", tanya aurora
"aku belum tau sayang, tapi arka yang menghubungi ku!", jawab arsen
"arka siapa anak kecil itu?", tanya aurora
"nama nya vino, dia anak dari pegawai ku", terang arka
"apa dia cucu ku?", seru aurora
"mana mungkin sayang sedangkan vero saja belum menikah", sela arsen
"kamu diam sayang! nanti akan aku cerita kan", ucap aurora
"arka tolong titip cucuku! besok kami akan terbang ke negara I aku ingin bertemu dengan cucuku", ucap aurora
"baik lah rora aku mengerti", jawab arka lalu mematikan telepon
"sayang maksud mu besok kita akan negera I?" tanya arsen
"tentu saja! aku ingin bertemu dengan cucuku!", jawab aurora
"cucu dari mana sayang?", tanya arsen
"anak kecil itu pasti cucuku! itu jelas anak nya vero! apa kamu tidak menyadari bahwa wajah nya sama persis seperti vero waktu kecil?", ucap aurora
"iya sih sayang wajah nya sangat persis seperti vero" jawab arsen
"apa dulu kamu ingat waktu itu vero pernah masuk rumah sakit karena mual dan muntah muntah?", tanya aurora, kemudian arsen mencoba mengingat nya kembali
"lalu apa hubungan nya sayang?", tanya arsen penasaran
"waktu itu vero mengalami sindrom simpatik dari ibu hamil", terang aurora
"aku tidak mengerti sayang?", ucap arsen
"ah sudah susah menjelaskan nya", ucap aurora kesal
"lebih baik sekarang kita bersiap siap saja! aku ingin pagi nanti kita terbang ke negara I", ucap aurora
"tapi sayang..." ucapan arsen terpotong oleh aurora
"tidak ada tapi tapian jika tidak ingin nanti tidur di luar!", ucapan aurora yang membuat arsen terdiam
"baik lah sayang", jawab arsen dengan les
"hubungi saja pilot untuk siap kan jet di bandara nanti pagi", ucap aurora
"baik sayang", jawab arsen lalu menghubungi reyhan
"ada apa tuan?", suara reyhan khas bangun tidur
"hubungi pilot untuk siap kan Jet! aku dan aurora akan terbang ke negara I!",
"tapi tuan ini dini hari", jawab reyhan
"istri ku yang meminta! aku tidak berdaya", ucap arsen
"baik lah tuan", jawab reyhan pasrah..