NovelToon NovelToon
King Mafia Di Zaman Kuno

King Mafia Di Zaman Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: BUBBLEBUNY

Xavier, king Mafia yang tak terkalahkan, ditangkap musuh dan terkena tembakan di dada hingga pingsan. Ketika sadar, dia terkejut melihat dirinya mengenakan hanfu kuno megah dan duduk di singgasana tinggi di lingkungan asing.

Dia menyadari dirinya seharusnya sudah mati, namun doanya terkabul dalam bentuk reinkarnasi. Kini dia berada di tubuh pemimpin sekte iblis yang dingin dan bijaksana, dengan perpaduan unik antara kekerasan masa lalunya sebagai Mafia dan kebijaksanaan baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BUBBLEBUNY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hati yang Bergetar dan Niat yang Membara

Malam perlahan menyelimuti puncak Gunung Langit dengan selubung kegelapan yang dingin namun damai. Bintang-bintang bermunculan satu per satu menghiasi langit yang gelap pekat, memancarkan cahaya redup yang indah namun membawa hawa dingin yang menusuk tulang. Di dalam tempat peristirahatan khusus tamu kehormatan, suasana terasa sangat tenang dan sunyi, jauh sekali dari hiruk-pikuk teriakan latihan dan benturan senjata yang biasa terdengar di siang hari. Di sana, di dalam sebuah kamar yang luas dan berbau harum rempah-rempah, Xiao Ling duduk bersila di atas tempat tidur kayu yang empuk dan lembut. Matanya terpejam rapat, namun ia tidak sedang bermeditasi untuk memulihkan tenaga atau mengolah qi. Pikirannya melayang entah ke mana, terbang melintasi awan, kembali ke kejadian beberapa jam yang lalu. Sejak tiba di tempat ini, semuanya terasa begitu nyata namun sekaligus terasa seperti mimpi indah yang tidak ingin ia bangunkan. Hanya beberapa jam yang lalu, ia berada di ambang kematian, dikejar oleh orang-orang yang seharusnya menjadi saudara dan pelindungnya, merasa putus asa, sendirian, dan tidak tahu harus berlari ke mana lagi. Namun sekarang... ia berada di tempat yang aman, diperlakukan dengan hormat luar biasa, dan diselamatkan oleh sosok yang bagaikan dewa yang turun langsung ke dunia fana. Bayangan wajah pemuda itu terus muncul di benaknya tanpa bisa ia tepis atau singkirkan sedikitpun. Ia mengingat dengan sangat jelas bagaimana sosok itu berdiri tegak bak menara pertahanan yang tak tergoyahkan tepat di depannya. Ia mengingat betapa dingin dan tajamnya suara itu saat menghakimi para pengkhianat, dan betapa dahsyatnya kekuatan yang bisa menghancurkan musuh-musuhnya hanya dengan satu jentikan jari. Namun di saat yang sama, ia juga mengingat nada suara yang sedikit lebih lembut saat pria itu mengajaknya pergi, dan jaminan keamanan yang membuat hatinya yang beku seketika mencair dan terasa hangat luar biasa.

"Kenapa... kenapa aku terus memikirkannya?" Gumam Xiao Ling pelan, kedua pipinya yang semula pucat kini merona merah muda yang cantik dan menawan.

"Padahal kita baru bertemu beberapa jam yang lalu... tapi rasanya seperti sudah mengenalnya sejak lama. Kenapa setiap kali aku menutup mata, bayangan wajahnya yang dingin namun anggun itu selalu muncul begitu jelas? Aneh sekali... Jantungku berdegup kencang seperti ini. Apakah ini efek dari rasa takut? Atau... ada sesuatu yang lain yang sedang terjadi di dalam hatiku?" Bisiknya lagi, suaranya semakin pelan dan lembut, tenggelam dalam lautan perasaan yang baru pertama kali ia rasakan.

"Aku hanya berterima kasih, itu saja. Dia adalah penyelamatku, dia adalah Pemimpin yang hebat. Aku mengaguminya karena kekuatannya dan kebaikannya..." Batinnya berusaha meyakinkan diri sendiri dengan logika, namun semakin ia berpikir begitu, semakin jelas dan nyata bayangan mata hitam pekat itu terpampang di dalam benaknya.

Ada perasaan aneh yang menggelitik di dalam dadanya. Perasaan aman yang mutlak, perasaan kagum yang mendalam, dan juga perasaan ingin selalu berada di dekatnya agar bisa melihat sosok agung itu dari dekat setiap saat. Ia tidak mengerti apa ini. Di Sekte Lembah Bunga Suci, ia diajarkan sejak kecil untuk menjaga hati tetap suci, tenang, dan tidak terikat oleh perasaan duniawi yang bisa mengganggu konsentrasi kultivasi. Namun saat ini, ada sesuatu yang telah berubah. Seolah-olah ada benang tak kasat mata yang mengikat hatinya kuat-kuat pada sosok pria itu sejak pertama kali mata mereka bertemu di lembah itu.

"Aneh sekali... Sejak kapan aku menjadi selembut dan sepenakut ini?" Gumam Xiao Ling pelan, menunduk memandangi kedua telapak tangannya yang putih dan mulus.

"Tapi... saat bersamanya, aku merasa tidak perlu takut pada apa pun lagi. Dia... dia benar-benar seperti pilar yang sangat kokoh yang bisa menopang seluruh dunia ini agar tidak runtuh." Gumam Xiao Ling dengan suara bergetar, matanya memancarkan rasa kagum dan ketergantungan yang mendalam.

"Di hadapannya, semua rasa sakit dan ketakutan hilang begitu saja. Rasanya... selama dia ada di sana, langit pun akan runtuh sekalipun, dia pasti akan tetap berdiri tegak melindungiku di belakang punggungnya yang kuat itu." Tambahnya lagi, hatinya terasa hangat dan damai luar biasa.

Sementara hati Xiao Ling dipenuhi perasaan yang rumit dan manis, di dalam Ruang Kerja Utama Aula Besar, suasana terasa berbeda jauh. Ye Chen duduk tegak di atas singgasana hitamnya, wajahnya datar namun matanya memancarkan aura yang sangat dalam dan misterius. Di hadapannya, sebuah bola kristal giok memancarkan cahaya biru, menampilkan peta dan informasi lengkap mengenai Sekte Lembah Bunga Suci serta segala intrik kotor yang terjadi di sana. Jari-jemarinya yang putih dan panjang mengetuk-ngetuk lengan singgasana dengan ritme yang lambat namun menekan. Suara itu bergema di ruangan yang sunyi, memperdalam suasana yang mencekam.

"Sekte Lembah Bunga Suci... Tempat yang selama ini terkenal suci dan dihormati... ternyata di dalamnya sarat dengan kebusukan dan pengkhianatan yang lebih menjijikkan daripada sarang ular berbisa." Gumam Ye Chen pelan, suaranya rendah namun penuh dengan penekanan.

Ingatan itu kembali muncul dengan jelas, begitu tajam dan menyakitkan. Ia teringat betul kondisi Xiao Ling saat pertama kali ia temui di lembah itu. Gadis itu berdiri dengan tubuh gemetar hebat, pakaiannya compang-camping dan berlumuran darah segar yang mengotori warna putih suci yang biasa ia kenakan. Wajahnya pucat pasi, penuh dengan debu, keringat, dan air mata ketakutan. Mata yang biasanya jernih dan tenang itu kini dipenuhi oleh keputusasaan yang mendalam, seolah-olah ia sudah menyerah pada nasibnya sendiri. Ia hampir dibunuh! Hampir dicabut nyawanya oleh orang-orang yang seharusnya menjadi saudara seperguruan, orang-orang yang seharusnya saling melindungi dan menyayangi! Dan semua itu... hanya karena mereka iri melihat bakat luar biasa yang dimiliki gadis itu, hanya karena nafsu serakah mereka ingin merebut kekuasaan dan kedudukan yang bukan hak mereka. Melihat pemandangan itu kembali di dalam benaknya, dada Ye Chen terasa sesak oleh amarah yang membara.

"Manusia-manusia rendahan... Mereka tidak hanya berbuat kejahatan, tapi mereka juga telah menginjak-injak keadilan dan menghancurkan kepercayaan hanya demi kepentingan sendiri yang kotor dan menjijikkan." Gumam Ye Chen dingin, giginya terkatup rapat menahan emosi yang meledak-ledak.

"Mereka berani menyakiti orang yang berada di bawah perlindunganku... Mereka tidak tahu... bahwa menyentuh apa yang menjadi milikku sama saja dengan menandatangani surat kematian mereka sendiri." Mata Ye Chen menyala tajam, suhu di ruangan itu seakan turun drastis.

"Mo Xie," Panggil Ye Chen lirih.

Seketika, bayangan hitam berkelekat dan sosok Kakek Mo Xie muncul dengan kepala tertunduk dalam. "Hamba siap mendengar perintah, Kaisar."

"Siapkan sepuluh orang terbaik dari Pasukan Bayangan. Pilih yang paling kejam. Aku akan pergi ke sana setelah upacara selesai. Aku ingin pergi langsung ke sekte mereka. Aku ingin meratakan tempat suci palsu itu dengan tanah dan membersihkan semua sampah busuk yang ada di dalamnya sampai bersih tak tersisa!" Ucap Ye Chen dengan nada yang sedingin es namun memancarkan aura pembunuh yang tak tertahankan.

"Siap, Kaisar! Hamba sudah tidak sabar melihat bagaimana wajah mereka nanti saat menyadari bahwa mereka telah menyinggung dewa!" Jawab Mo Xie dengan tawa penuh semangat.

"Mo Xie, ada satu hal lagi yang jauh lebih vital dan krusial yang harus segera kita bangun dan selesaikan dalam waktu singkat." Ucap Ye Chen dengan nada yang dalam dan tegas, matanya berkilat memancarkan visi besar yang jauh melampaui sekadar pertempuran.

"Apa itu, Kaisar?" Tanya Mo Xie penasaran.

"Kita tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan otot dan ketajaman pedang semata. Itu hanya senjata, tapi belum menjadi sistem yang sempurna, untuk benar-benar berdiri di puncak dan menjadi kekuatan yang tak tertandingi oleh siapa pun... kita membutuhkan Dukungan yang lengkap dan kuat untuk menopang pertumbuhan kita." Ucap Ye Chen bijaksana, suaranya penuh wibawa dan visi yang jauh ke depan.

"Aku berencana... untuk segera membangun sebuah tempat khusus yang megah dan modern, yaitu sebuah Istana Alkimia dan Gudang Pil yang terbesar, termegah, dan terlengkap di seluruh penjuru dunia ini!" Ucap Ye Chen dengan nada yang tegas dan penuh keyakinan, matanya berkilat membayangkan kemegahan yang akan segera terwujud.

Mata Mo Xie terbelalak lebar. "A-apa?! Istana Alkimia?!Maksud Kaisar... kita akan memproduksi pil obat dan pil kultivasi sendiri?!"

"Benar, selama ini kalian berlatih sangat keras, menguras tenaga dan darah. Tapi pertumbuhan kalian sering kali terhambat karena kurangnya sumber daya yang cukup untuk memulihkan tubuh dan meningkatkan level dengan cepat." Jawab Ye Chen santai namun penuh keyakinan.

"Di sini, aku akan mengubah segalanya. Ingatlah satu hal, Mo Xie. Aku bukan hanya ahli bela diri yang hebat. Tapi aku menguasai segalanya, termasuk... Ilmu Alkimia tingkat dewa yang sudah punah ribuan tahun lalu." Ye Chen menoleh, matanya memancarkan kepercayaan diri yang mutlak.

"Jadi, rencananya adalah... Bangunlah tempat yang terisolasi namun memiliki energi qi yang paling pekat. Siapkan peralatan pendidihan terbaik dan ruangan yang steril. Aku akan secara pribadi meramu pil-pil tingkat tinggi." Ye Chen menjelaskan dengan nada yang tegas.

"Aku akan membuat Pil Pemulihan untuk menyembuhkan luka kalian dalam sekejap. Aku akan membuat Pil Pencerahan untuk membantu membersihkan hambatan kultivasi. Dan yang paling hebat... aku akan membuat Pil Roh Surgawi yang bisa membuat orang biasa melompat level menjadi ahli yang kuat dalam waktu singkat!" Ucap Ye Chen dengan aura kepercayaan diri yang mutlak dan tak terbantahkan.

"Bayangkanlah, Mo Xie. Dengan adanya pil-pil ajaib ini, murid-murid kita tidak akan lagi kesulitan atau terhambat dalam meningkatkan kekuatan mereka. Proses penempaan diri yang dulu membutuhkan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk mencapai puncak, sekarang... bisa kita selesaikan hanya dalam hitungan bulan atau bahkan minggu saja! Kecepatan pertumbuhan mereka akan melampaui logika biasa!" Ucap Ye Chen dengan keyakinan yang tak tergoyahkan, seolah takdir bisa ia ubah sesuka hati.

"Benar-benar ide yang luar biasa cemerlang, Kaisar! Hamba benar-benar tidak habis pikir, apa lagi yang tidak bisa dilakukan oleh

Matahari Kekaisaran?!" Seru Mo Xie dengan tawa yang bergema penuh kekaguman yang tak terbatas.

"Jadi ahli pedang, ahli strategi jenius, sekarang ingin jadi Alkemis Besar level surga juga?! Hahaha! Beliau ini benar-benar monster yang sempurna! Bayangkan saja! Dengan adanya pil-pil ajaib itu, Sekte Langit kita nanti bukan cuma bakal jadi yang paling kuat di medan perang, tapi juga bakal jadi yang paling kaya raya dan paling disegani oleh seluruh penjuru dunia!Orang-orang dari sekte besar mana pun pasti akan berlutut dan memohon-mohon untuk bisa mendapatkan satu butir pil kecil dari tangan kita! Kita akan menguasai pasar dunia dengan mudah!" Seru Mo Xie dengan mata berbinar-binar liar, membayangkan kejayaan yang tak terbayangkan.

"Segeralah bangun tempat itu, letakkan di lokasi yang strategis, dekat dengan tempat tinggal Xiao Ling. Energinya yang suci juga akan sangat membantu menjaga kualitas pil agar tetap murni dan tidak rusak." Perintah Ye Chen kembali.

"Siap, Kaisar! Hamba mengerti sepenuhnya!" Seru Mo Xie dengan semangat yang meledak-ledak.

"Besok pagi-pagi sekali hamba akan langsung suruh orang terbaik untuk bekerja! Tidak akan ada waktu terbuang sia-sia! akan kita bangun dan ciptakan sebuah Istana Alkimia yang paling megah, paling suci, dan paling indah yang pernah ada di dunia ini!" Tambahnya lagi, penuh antusiasme dan tekad yang bulat.

Keesokan harinya, matahari terbit dengan lebih cerah dan hangat daripada hari-hari sebelumnya. Sinar emasnya menembus kabut tipis yang menyelimuti puncak gunung, menyinari seluruh area Sekte Langit dan membuat batu-batu lantai berkilau indah. Suara lonceng besar bergema panjang tiga kali, tanda bahwa seluruh murid wajib berkumpul segera di Lapangan Utama untuk upacara pagi. Ratusan murid berbaris rapi dengan pakaian seragam yang gagah. Wajah mereka bersemangat, mata mereka berbinar penuh harap. Mereka tahu, hari ini adalah hari di mana misteri tentang gadis cantik itu akan terjawab sudah. Di panggung utama, Ye Chen sudah duduk dengan wibawa yang luar biasa. Di sampingnya, Mo Xie berdiri dengan senyum lebar.

"Masuk!" Seru Mo Xie dengan suara lantang.

"Biarkan semua orang menyaksikan... kedatangan sosok suci yang akan membawa perubahan besar bagi Sekte Langit kita!" Tambahnya lagi dengan nada yang penuh penekanan, seolah sedang memperkenalkan sebuah keajaiban yang baru saja turun dari langit.

Seketika, semua mata tertuju ke arah pintu masuk Aula Besar. Dari sana, Xiao Ling berjalan keluar dengan langkah anggun. Hari ini penampilannya benar-benar berbeda. Ia mengenakan jubah baru berwarna putih bersih dengan hiasan benang emas dan perak yang melambai lembut ditiup angin. Wajahnya bersih, rambut hitam panjangnya disisir rapi, dan aura suci yang dipancarkannya kini terasa jauh lebih kuat, lebih lembut, dan lebih menenangkan daripada sebelumnya. Seluruh lapangan menjadi hening total, napas ratusan orang seakan tertahan di tenggorokan. Cantik... terlalu cantik. Ia benar-benar tampak seperti bidadari yang turun langsung dari kayangan. Xiao Ling berjalan perlahan menuju ke tengah lapangan, lalu ia berhenti dan menundukkan kepalanya dalam sekali ke arah Ye Chen, lalu menoleh ke seluruh murid yang hadir.

"Halo semuanya... Nama aku Xiao Ling," Ucapnya dengan suara yang lembut namun jelas terdengar sampai ke telinga semua orang, terdengar sangat menenangkan jiwa.

 "Mulai hari ini, aku akan bergabung dan menjadi bagian dari keluarga besar Sekte Langit yang luar biasa ini." Ucap Xiao Ling dengan suara lembut namun jelas terdengar hingga ke telinga semua orang.

"Aku sadar diri, mungkin kemampuan bertarungku belum sekuat dan sehebat kalian. Tapi aku berjanji... aku akan bekerja keras dan berusaha semampuku untuk bisa membantu, mendukung, dan melayani kalian semua dengan sepenuh hati." Lanjutnya dengan tulus, matanya memancarkan ketulusan yang menyentuh hati.

"Mohon bimbingannya... dan tolong jadikan aku teman yang bisa diandalkan..." Ucap Xiao Ling lembut dan rendah hati, membungkuk dalam dengan penuh rasa hormat dan tulus.

"Xiao Ling bukanlah orang sembarangan atau orang biasa yang baru saja kalian lihat. Dia berasal dari aliran suci kuno yang sudah berdiri sejak ribuan tahun lalu, dan memiliki bakat langka serta kemampuan istimewa dalam energi penyembuhan dan pemurnian. Mulai detik ini juga, status dan kedudukannya di Sekte Langit... setara sepenuhnya dengan murid inti utama tingkat tertinggi. Perlakukan dia sebagaimana kalian memperlakukanku." Ucap Ye Chen tegas dan bergema, suaranya penuh wibawa yang tak terbantahkan.

"Hormati dia, lindungi dia dengan nyawa kalian, dan belajarlah dengan sungguh-sungguh dari kelembutan hatinya. Karena mulai hari ini dan seterusnya... dia bukan lagi orang asing. Dia adalah saudara kalian sendiri, bagian tak terpisahkan dari keluarga besar kita!" Ucap Ye Chen dengan suara yang dalam dan penuh makna, menanamkan ikatan batin yang kuat di hati setiap murid.

"SALAM XIAO LING!!" Seruan itu meledak serempak dari ratusan mulut, penuh semangat dan kekaguman. Suara itu bergema membelah langit biru, menandakan bahwa bidadari suci itu kini telah resmi menjadi bagian tak terpisahkan dari kerajaan besar di puncak gunung ini.

Di antara barisan, Xiao Yu, Zhao Hao, dan yang lainnya tersenyum lebar. Mereka tahu... hidup mereka di Sekte Langit ini akan menjadi semakin menarik, semakin kuat, dan semakin sempurna dari hari ke hari. Dan di singgasana, Ye Chen memandang semuanya dengan tenang.

"Nikmatilah kedamaian dan kebahagiaan di hari ini... Karena besok, saat fondasi Istana Alkimia mulai terbentuk, kalian akan menyaksikan dengan mata kepala sendiri... sebuah keajaiban dunia yang sesungguhnya!" Ucap Ye Chen dalam hati, matanya memancarkan cahaya yang tak tergoyahkan.

"Dunia persilatan selama ini hanya sibuk mengadu kekuatan, berlumuran darah, dan terjebak dalam siklus kekerasan yang tak berujung. Tapi mereka buta dan tidak menyadari... bahwa puncak kekuatan yang sesungguhnya bisa dicapai dengan cara yang jauh lebih cepat, jauh lebih indah, dan jauh lebih sempurna daripada sekadar mengandalkan pedang dan otot." Batin Ye Chen dalam, matanya memancarkan kebijaksanaan yang melampaui zaman.

"Aku akan mengubah segalanya. Mulai detik ini, sejarah baru telah ditulis... dan kalian semua... adalah saksi hidup dari kebangkitan era emas yang sesungguhnya!" Batin Ye Chen bergumam penuh keyakinan, senyum tipisnya menyiratkan awal mula era baru yang gemilang dan tak terhentikan.

1
Fajar Fathur rizky
thor mau tanya ranah Kultivasi ada berapa ranah
BUBBLEBUNY: oh itu ada 6
total 3 replies
BUBBLEBUNY
Bener 🤣🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤zc❖Aisyah Chris
sekte Hua Shan sedang mengali kubur sendiri🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤zc❖Aisyah Chris
baru singgah.. keren thor ceritanya.
BUBBLEBUNY: bagus kalo suka dengan ceritanya
total 1 replies
BUBBLEBUNY
betul 👍
🌹Widian,🧕🧕🌹
ohhh ternyata Ye tianhong adalah ayahnya Ye. Chen ?
BUBBLEBUNY
sabar masih permulaan
🌹Widian,🧕🧕🌹
sekte iblis, tapi pemimpinnya masih punya rasa kemanusiaan..... gimana inih ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!